"Eh...anak kecil minggir kamu!!"-usir bodyguard Naren-
"Lahh...aku duluan yang disini"-jawab Rena dengan ketus-
"Makanya datang lebih pagi dongg...gimana sih!!!"-berkacak pinggang di hadapan Naren-
Seorang Serena yang tidak tahu jika orang dihadapannya adalah ketua Mafia yang paling kejam Narendra Oliver Pradipta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana_Jm, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keributan Tak Jelas
"Kamu ini kenapa sihhh?!!! Jalan sendiri sanaa!!"mendorong Narendra menjauh darinya-
"Kalau aku nggak mau? Bagaimana?!"-jelas Naren tersenyum tengil-
"Emang kamu nggak ada kerjaan apa?!! Ngikutin orang terus!!'-cibir Serena kesal-
"Ini juga mau berangkat kerja cantikku"-membelai kepala Serena dengan lembut-
"Ya udah sana pergii!! Ngapain ikutin aku!!"-celetuk Serena sambil menatap sinis-
Pagi hari yang cerah, sudah hampir 1 Minggu dirinya mengawasi Serena. Gadis itu mulai merasa kesal dengannya yang sangat protektif sekali. Bahkan terkadang Narendra berangkat agak siang menuju kantornya hanya untuk mengawasi Serena sebentar.
Gadis itu mulai sibuk dengan aktivitas seperti biasanya, flower class yang dirinya ikuti sudah mulai kembali aktif namun masih dalam pantauan Narendra.
"Apakah hari ini Rena masuk kelas?"-tulisnya melalui pesan singkat-
"Tentu saja Tuan Oliver...hari ini Nona ada kelas"-balas Bu Manda-
"Baiklah....kabari aku jika dia sudah selesai kelasnya"-tulisnya kembali-
"Baik Tuan...tenang saja"-balas Bu Manda sambil mengirim foto Serena-
Salah satu alasan kenapa Narendra memiliki banyak foto Serena, karena semua orang suruhannya mengirim foto gadis itu sebagai bukti laporan. Jika tidak ada bukti foto yang diberikan, Narendra akan menghubungi langsung dan tak percaya dengan orang itu.
Jangan ditanya berapa uang yang dirinya keluarkan untuk membayar orang suruhan khusus mengawasi Serena, sudah pasti sangat banyak dan fantastis.
"Bos....ada seseorang yang ingin bertemu dengan Anda saat ini"-ucap Viktor dengan sopan-
"Siapa?! Urusan apa?! Aku nggak ada agenda rapat hari ini!"-jelasnya sambil melirik sekilas-
"Nona Mita, ingin bertemu dengan Bos"-jelasnya sambil menahan tawa-
"Panggil security!! Suruh bawa dia keluar dari sini!!!"-celetuk Naren dingin-
"Baiklah kalau begitu Bos...saya permisi dulu"-menunduk sopan sambil tersenyum tipis-
"Aku bisa lihat ya Viktor!! Jangan kamu kira aku nggak tau!!"-mendengus kesal-
Viktor keluar ruangan Naren dengan menahan tawa, karena dirinya tau sejak awal memang Mita Baskara selalu saja berusaha mendekati Narendra. Hanya karena Narendra berasal dari keluarga Pradipta yang terkenal sangat kaya raya.
Namun gadis itu beserta keluarganya sama sekali tidak tahu siapa sebenarnya Narendra Pradipta dan seluruh keluarga besarnya.
"Kenapa kalian mengusirku!! Aku calon istri pemilik gedung ini!!"-bentak Mita dengan percaya diri-
"Jangan berkhayal terlalu tinggi Nona!! Anda sama sekali tidak pantas untuk Tuan Narendra!!"-jelas Viktor tersenyum miring-
"Siapa kamu!! Kamu itu cuman bawahan dia!!"-jawab Mita tak terima-
"Nona silahkan pergi dari tempat ini!!"-ucap Viktor dengan tegas-
"Lihat saja nanti!! Kalau aku jadi istri seorang Narendra...kalian aku pecat!!!"-ucapnya mendengus kesal-
Viktor dan beberapa security di sana hanya tertawa kecil melihat Mita kesal dan emosi, akibat si Bos tidak mau bertemu dengannya. Sedangkan Serena masih sibuk dengan kursus yang dia ikuti,
Pasalnya mereka tahu, jika Mita sering kali datang ke perusahaan hanya untuk bertemu dengan Narendra.
"Lagipula Tuan Muda sudah punya kekasih"-celetuk Viktor dengan lantang-
"Pasti kamu bohong kan?!! Itu hanya info palsu!!"-ucap Mita sinis-
"Palsu?!! Cih...sepertinya kamu yang palsu!!"-cibir Viktor sengaja-
Viktor memberikan foto yang diambilnya diam-diam, dimana Narendra sedang memeluk Serena dan keduanya saling bertatapan mata.
Dirinya sengaja menunjukkan foto itu supaya Mita tidak mendekati si Bos lagi, namun Viktor tidak memberitahu tentang siapa sosok perempuan itu.
"Awas saja nanti!! Aku pasti bisa menemukan perempuan itu!!"-celetuk Mita sebelum pergi-
"Silahkan saja!! Jangan harap bisa semudah itu bisa bertemu dengannya"-gumam Viktor tertawa kecil-
"Pastikan dia tidak kembali lagi di kantor ini!!"-ucapnya di depan semua security yang berjaga-
Sore harinya gadis kecil itu selesai dari flower class yang ia ikuti, sementara mobil Narendra sudah ada di depan tempat kursus Serena, dirinya menunggu di dalam mobil sambil menunggu laporan dari Viktor tentang si Mita dan keluarganya.
Beberapa menit kemudian, gadis kecilnya keluar dari tempat kursus sambil membawa buket bunga kecil hasil belajarnya hari ini.
"Itu dia! Buket bunga?!"-bergegas menyambut Serena-
"Lohh...ngapain kesini kamu?!!"-celetuknya sambil tertawa kecil-
"Capek yaaa?? Sini aku yang bawa"-mengambil barang bawaan Serena-
"Ehhh...aku bawa sendiri aja!! Nggak berat juga"-jawabnya sedikit jutek-
"Ini buatan kamu sendiri buketnya?"-tanya Naren dengan lembut-
Tak jauh dari sana, ada seseorang yang menatap sinis ke arah Serena. Orang itu adalah Mita Baskara, perempuan yang mengincar Narendra untuk menjadi suaminya.
"Jadi gadis itu! Masih anak kecil ternyata"-celetuknya dengan remeh-
"Pasti dia hanya memanfaatkan Narendra saja dengan wajahnya yang polos itu"-gumamnya sendiri-
"Aku harus singkirkan dia dari kehidupan Narendra!! Dia milikku"-ucapnya sambil tersenyum tipis-
Suatu hari Serena pergi jalan-jalan sendirian, tak ada Narendra yang mengawasi dirinya. Tiba-tiba saja dari arah berlawanan, Mita datang menghampiri dan langsung mendorong tubuhnya hingga jatuh.
"Aduhhh....siapa sihh!! Kalau jalan lihat-lihat dong?!"-celetuknya kesal-
"Ehhh...anak kecil!! Jauhi Narendra! Dia calon suamiku"-menarik rambut Serena kasar-
"Aaaawwww...sakit tau!! Siapa juga deketin calon kamu?! Ngarang banget sihh!!"-menarik kerah baju Mita-
"Nggak minta tau!! Ambil aja sana!!"-mendorong badan Mita dengan kuat-
Serena langsung pergi begitu saja tanpa menoleh ke arah Mita yang sibuk mencari perhatian orang-orang disana. Sebelum pergi, dirinya juga sempat mengambil foto wajah Mita untuk di tunjukkan ke Narendra.
Tak jadi pergi jalan-jalan karena kejadian tersebut, Serena langsung memilih kembali ke rumahnya dengan perasaan kesal tak menentu.
"Awas aja kalau ketemu nanti!! Aku pukulin kamu sampai babak belur"-mendengus kesal-
Serena menunggu kepulangan Narendra di depan rumahnya, tak hanya itu ia sudah menyiapkan semprotan air untuk si tiang listrik. Beberapa saat kemudian, orang yang di tunggunya pulang dan berjalan ke arah rumahnya dengan santai.
"Kamu kenapa Cantikk?"-tersenyum tipis melihat wajah kesal Serena-
"Hehhh....bilang yaa ke calon istri kamu itu!! Jangan sembarangan nuduh orang...nggak ada sopan santunnya!!"-jelas Serena dengan penuh emosi-
"Calon istri?! Siapa?! Kan calon istri aku itu kamu Cantikk?"-ucapnya dengan lembut-
"Nggak usah mimpi yaaa!! Aku nggak mau jadi istri kamu!! Udah galak, posesif lagi!!'-celetuknya semakin kesal-
"Nihhh....lihat nihh!! Tadi dia tiba-tiba mendorongku sampai jatuh!!"
"Bahkan dia juga menarik rambutku!! Sakit tau nggak!!"-jelas Serena sambil berkacak pinggang-
Wajah Narendra berubah datar, dirinya menghela nafas panjang dan berjalan ke arah Serena yang masih marah-marah. Dengan spontan. Ia memeluk tubuh mungil Serena dan membelai lembut kepalanya.
"Maaf yaaa...aku akan urus dia"-jelas Naren lembut-
"Dia bukan calon istriku! Setelah urusan ini selesai aku kan jelaskan siapa wanita ini"-menatap lekat wajah Serena-
"Bisa-bisanya dia bilang kalau aku yang godain kamu lagi!! Ihh...males banget!"-jelasnya sambil mencubit perut Narendra-
"Nanti aku yang akan membalasnya untukmu!! Okee"-mengecup kening Serena-
"Nggak mungkin terjadi!! Dia kan calon kamu"-ucapnya dengan sinis-
Narendra kembali menarik Serena dalam dekapannya, bahkan dirinya juga langsung menghubungi Viktor untuk membahas Mita yang sudah berani menyakiti Serena.
"Kenapa orang gila itu tau tentang Serena!!! Atau jangan-jangan kamu yang memberitahu!!"-menatap sinis ke arah Viktor-
"Maaf Bos...aku nggak menyangka kalau dia akan senekat itu"-jawabnya pelan sambil tertawa kecil-
"Gilaaaa!! Ceroboh sekali kamu Viktor!!"-memukul wajahnya-
Sementara itu Mita kembali bertemu dengan Serena secara tak sengaja, melihat hal itu Mita langsung menampar tanpa memberi alasan yang jelas.
"Aku sudah bilang kan!!! Jauhi calon suamiku!! Dasar anak kecil!!"-membentak Serena-
"Yaaaaa!!!! Ambil aja sanaaa!!! Dasar orang aneh!!"-menatap tajam Mita-
Serena segera menghubungi Narendra, pipinya mulai terlihat merah akibat ditampar oleh Mita. Orang yang mengaku sebagai calon istri Narendra.
"Iya Cantikkk...Ada apa?"-jawabnya lembut-
"Cepat kesini!!! Ada calon istri kamu nih!!"-celetuk Serena kesal-
"Kamu ngapain telepon dia?!! Kamu nggak tahu malu yaaa!!"-ucapnya dengan nada tinggi-
"Berisik!! Butuh validasi banget sih kamu ini!!"-cibir Serena dengan tajam-
Di balik telepon Narendra tersenyum tipis, mendengar ucapan Serena yang sangat ketus dan tajam. Setelah panggilan berakhir, dirinya langsung bergegas menyusul gadis incarannya itu.
"Ikut aku sekarang!!! Ini ulah kamu Viktor!!"-menarik paksa baju Viktor-
"Santai Bossss...tercekik ini jadinya!! Uhuk...uhuk..."-ucapnya pelan-
~Bagus sih idenya....tapi yang kena Rena dong Viktor...haduhhhh~🫣