NovelToon NovelToon
DOSEN DUDA DINGIN

DOSEN DUDA DINGIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Dosen
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: BJP

Oliver Robert dosen tampan bersatatus duda dan dia mempunyai anak kembar, suatu hari anak kembarnya Oliver bertemu dengan salah satu mahasisa Piskolognya yang bernama Zafana
Oliver dan kedua anaknya yang sellu menutup diri dari orang lain.

Pertemuan yang tidak sengaja itu membuat Oliver sadar jika Zafana berbeda dari wanita yang lain yang pernah ia temui dari wanita lain termasuk mendiang istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BJP, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18

"Saya antar kamu pulang"ucap Oliver.

Zafana menggeleng, "gak usah pak, saya pulang naik bus aja"

Oliver menghela lalu mendaratkan bokongnya duduk disamping Zafana. Ia benar-benar menginginkan Zafana dan ia tidak mau Zafana pergi jauh darinya. Jadi mungkin sedikit terbuka tentang dirinya bisa membuat Zafana menerima dirinya dan kekosongan dalam hatinya.

"Sejak dulu mama saya paling tidak suka jika melihat saya dekat dengan wanita tanpa sepengetahuan dia. Sejak kuliah saya banyak dikenalkan dengan anak dari teman-temannya..tapi tidak ada satu pun yang membuat hati saya tergerak untuk mencintai mereka..

Sampai akhirnya saya dipaksa menikah saat saya lulus S2, saya menikah dengan anak temannya yang sama sekali belum pernah bertemu atau pun dekat dengan saya, 1 tahun kami menikah hati saya belum tergerak sama sekali untuk mencintai dia.

Hingga suatu malam mama saya memberi minuman pada istri saya, minuman itu sudah ditetesi cairan perangsang yang membuat istri saya jadi lebih agresif...saya tidak bisa melakukan apapun kecuali menuruti kemauannya..

Tiga bulan setelahnya istri saya memberitahu jika ia hamil dan mungkin mulai saat itu dia lebih manja ke saya dan hati saya mulai tergerak.."

Oliver menjeda ucapannya, bersamaan dengan itu sebuah bus berhenti didepan halte. Beberapa penumpang naik, sedangkan Zafana masih senantiasa duduk disampingi Oliver dengan telinga yang fokus mendengarkan perjalanan hidup Oliver dengan istrinya.

Bus itu kembali melaju dan Oliver kembali melanjutkan ucapannya.

"9 bulan kehamilan dan akhirnya dia melahirkan..saat itu saya tidak bisa mendampingi karena hari persalinannya bertepatan dengan sidang mahasiswa yang tidak bisa saya tinggalkan. Selama sidang berjalan saya selalu mendapat telepon yang sama sekali tidak saya angkat..

Saat semuanya sudah selesai saya baru menghubungi orang rumah dan menanyakan keadaan istri dan anak saya...saat itu juga saya mendapat kabar jika istri saya meninggal setelah persalinan..

Saya menyesal, karena terlambat mengungkapkan apa yang selama ini saya rasakan"ucap Oliver yang diakhiri helaan panjang.

Zafana mengerti sekarang kenapa Rina begitu ketus pada dirinya.

"Sejak saat itu saya tidak pernah menginginkan lagi mama saya menjodohkan saya dengan wanita-wanita pilihan nya itu"lanjut Oliver.

Tanpa sadar Zafana mengangkat tangannya lalu mengusap pundak Oliver lembut membuat Oliver menoleh dengan tatapan yang nanar.

Oliver menghela lalu bangkit, "sekarang saya sudah baik-baik saja, tepatnya sejak bertemu kamu"

Rheyna masih diam, dia bingung harus menjawab apa dan berekspresi seperti apa sekarang.

Setelah mengantar Zafana tempo hari pun Oliver sama sekali tidak terlihat atau menghubunginya.

4 hari berlalu, kabarnya Aileen sudah kembali ke rumah. Dan Zafana yang semakin dibuat galau dengan pilihannya sendiri. Didalam kamarnya lagi-lagi Zafana menjerit dibalik bantal, ia pusing karena selama 4 hari ini pikirannya terus tertuju pada Oliver.

Setelah mengantar Zafana tempo hari pun Oliver sama sekali tidak terlihat atau menghubunginya.

Belum lagi pertanyaan teman-teman sekolahnya yang menanyakan tentang hubungan nya dengan Oliver. Tidak jarang juga ia mendapatkan kritikan karena dianggap sudah menjilat dosennya sendiri demi keperluan nilai saat sidang nanti.

Tok tok

"Na, dibawah ada nak Oliver"ucap Clara dari balik pintu sontak membuat Zafa bangkit.

"Iya ma, sebentar"jawab Zafana dengan segera keluar dan menuruni anak tangga untuk menemui Oliver yang sedang duduk seorang diri diruang tamu.

"Bapak sendirian aja? Enzi sama Aileen gak ikut?"tanya Zafana saat dirinya sudah duduk dihadapan Oliver.

"Hari ini Aileen sudah boleh pulang, tapi dia gak mau diantar sama saya atau pun mama saya, dia maunya diantar sama kamu"jawab Oliver.

Zafana menghela, 'berarti mama nya pak Oliver ada dirumah sakit?'

"Apa kamu ada acara hari ini?"tanya Oliver saat dirinya tidak mendapatkan respon apapun dari Zafana.

"Enggak kok pak, yaudah saya siap-siap dulu ya pak"jawab Zafana lalu bangkit berjalan kembali menuju kamarnya dan bersiap.

Didalam kamar Zafana sempat menarik napasnya sebelum akhirnya keluar dari kamar dan tersenyum pada Oliver yang sudah menunggunya. Kali ini Oliver nampak serius, tidak ada senyum ataupun sisi kehangatan yang biasanya selalu terpancar.

Mereka berjalan beriringan menuju mobil dan segera berangkat menuju rumah sakit tempat Aileen dirawat. Sesampainya disana Oliver tidak lupa menggenggam tangan Zafana untuk masuk kedalam ruangan Aileen.

"Ngapain kamu balik lagi kesini?"Rina menatap tidak suka kearah Zafana.

"Saya tunggu diluar aja"ucap Zafana.

"Ai sayang, mama udah datang buat Ai nih"sela Oliver sambil menarik tangan Zafana untuk mendekat kearah Aileen.

"Mamii"pekik Aileen.

Zafana tersenyum lalu menghampiri Aileen yang langsung berhambur ke pelukannya.

"Ai kangen banget sama mami"ucap Aileen dalam pelukan Zafana

"Mami juga kangen sama Ai"jawab Zafana

Deg

Entah kenapa jantung Oliver rasanya berhenti berdetak saat mendengar jawaban Zafana yang menyebut dirinya 'mami'

"Oliver, dia siapa sih?"tanya Rina.

"Dia calon istri Oliver, ma"jawab Oliver dengan lantang mambuat Kirana diam membeku.

"Bohong kamu! Sewa perempuan malam kan kamu"ucap Rina sambil menatap remeh kearah Zafana.

"Ma----"

"Mas udah"sela Zafana sambil menahan tangan Oliver tanpa berani menatap wajahnya.

"Papa, pulang yuk"ucap Aileen.

Oliver menatap punggung Zafana lalu mengangguk dengan senyuman hangatnya kearah Aileen.

"Kamu tuntun Enzi aja"ucap Oliver sambil mengusap bahu Zafana memberi ketenangan disana.

Zafana mengangguk lalu beralih pada Enzi yang sejak tadi hanya diam memperhatikan orang-orang dewasa dihadapannya.

"Mami, jangan sedih"bisik Enzi.

Zafana memaksakan tersenyum lalu mengangguk, "kita keluar duluan yuk, tunggu papa diluar"

Enzi mengangguk menuruti perkataan Zafana.

Zafana mengambil tas yang berisi keperluan Aileen lalu membawanya bersama mereka.

"Jangan pernah mama berbicara atau merendahkan Zafa!"tegas Oliver lalu mengangkat tubuh Aileen kedalam gendongannya kemudian berjalan keluar meninggalkan Kirana dan Rina.

"Tante kok gak bilang sih kalau mas Oliver itu udah punya pacar?"tanya Kirana saat Oliver sudah tidak lagi disana.

"Kirana, kamu tenang aja ya..kamu akan tetap jadi istrinya Oliver apapun alasannya"jawab Rina.

"Aku gak mau ah tan, aku kayaknya gak bakal sanggup kalau harus buat mas Oliver jatuh cinta sama aku sedangkan sekarang aja dia cintanya sama wanita lain"jawab Kirana.

"Kirana sayang, tante janji tante akan---"

"Tante, Kirana udah putuskan untuk mundur...jadi maaf ya tante, dan terimakasih"sela Kirana lalu melangkah pergi.

Rina mengeram didalam ruangan itu, "kalau Kirana mundur, itu tandanya aku gagal untuk mendapatkan kontrak kerja sama yang sangat berharga itu? Arrrgghhh ini semua gara-gara wanita itu, semua rencana ku gagal!"

1
JULIAN
Mohan bantuanya karna saya masi pemula klu ada kesalahan dlm penulisnya tolong dibantu untuk saya perbaiki🙏🙏
Reni Anjarwani
lanjut2
Reni Anjarwani
bagus ceritanya up doubel thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!