#bebas Promo🥳🥳🥳😉🥳
#yang baca wajib like,komen dan vote😎😎😎
Bercerita tentang Usaha seorang pengusaha muda bernama Kenzo Dayson untuk mendapatkan cinta wanita yang tanpa disadarinya telah memberikannya seorang putra.
Sangguplah Kenzo menepis semua dendam yang menutupi hati wanita ini?
dan bagaimana usahanya untuk mendapatkan cinta sang putra yang memiliki tingkat kesombongan yang sama dengan dirinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kalung senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 4 #Rival baru dan Pernikahan #7
Skala kini tengah duduk di sebuah restauran dengan wajah kesal nya. Karena rencana awalnya yang ingin mengerjai Kenzo benar-benar gagal total. Kenzo mampu membeli semua mainan yang diinginkan oleh Skala. Bahkan Kenzo juga berpesan ke beberapa toko mainan yang mereka singgahi tadi untuk mengirim secara rutin mainan ke apartemen Alesya.
"Benar-benar paman yang sok kaya!!" Gumam Skala, dan menatap Kenzo dengan tatapan kesalnya.
Seakan memahami arti tatapan mata Skala, Kenzo pun bergumam dalam hati."Apa kau baru tahu kalau aku ini benar-benar kaya!!"
Alesya yang sedari tadi sibuk membalas email di ponselnya, tidak menyadari aliran listrik dari kedua mata ayah dan anak itu. Hanya Jack yang sejak awal tahu mengenai sejarah hubungan mereka berdua yang bisa merasakan sengatan-sengatan listrik yang dipancarkan kedua laki-laki ini.
"Huft! mau sampai kapan tuan Kenzo bersikap kekanak-kanakan seperti ini. Bagaimana pun tuan muda Skala adalah anak tirinya sekarang." batin Jack.
" Skala, mau sampai kapan kau akan diam dan tidak menyentuh makan siang mu?" Tanya Alesya, meletakan ponselnya dan melihat ke putranya.
"Aku tidak lapar, mom. Aku ingin segera pulang." Ucap Skala, yang benar-benar kehilangan ***** makan siangnya.
"Wah.. wah..wah... apa kau sudah tidak sabar untuk membuka semua main mu, Skala?" Tanya Kenzo, dan tersenyum ke Skala.
Skala yang paham Kenzo sedang mengejeknya, menatap sinis ke Kenzo. "Iya, aku sangat suka dengan semua pemberian mu paman. Terima kasih. Maaf, aku terlalu banyak minta hari ini." Skala mulai memainkan perannya sebagai anak baik.. Skala tahu Kenzo tidak suka dengan sikap pura-pura Skala.
"Kalau kau tidak bernafsu makan, akan ku bungkuskan makanan ini.Hemm.. tidak.. tidak.. kalau dibungkus makanan ini akan dingin, dan tidak akan enak lagi bila di makan. Bagaimana kalau aku minta chef nya untuk ikut bersama mu pulang, agar dia bisa memasakkan makanan yang kau sukai!" Tawar Kenzo dengan sombong.
Alesya dan Jack hanya bisa menatap dengan bingung kearah Skala dan Kenzo.
"Bagaimana kalau kau saja yang datang ke apartemen kami paman? Dan memasakkan makan siang untuk ku ? Aaaah.. maaf.. aku lupa, kalau orang kaya seperti paman pasti tidak bisa memasak!" Sindir Skala dengan wajah innocent nya.
Kenzo benar-benar merasa tertantang oleh ucapan Skala. "Siapa bilang aku tidak bisa memasak? Kalau kau sungguh ingin merasakan masakan ku, ayo.. aku akan ikut bersama mu."
"Benarkah paman?"
"Tentu saja. Apa kita akan berangkat sekarang?"Tantang Kenzo.
" Boleh." Skala mengalihkan pandangan ke Alesya. "Mom, ayo kita pulang." Ucapnya pada ibunya.
"Tapi mom belum selesai makan Ska!" Seru Alesya, dengan tatapan bingung.
"Aku tidak mau makan ini. Aku mau makan makanan yang dimasak oleh paman Kenzo!" Jawab Skala sambil tersenyum penuh arti ke arah Kenzo.
"Tapi... "
"Tidak apa Alesya, aku akan melakukan apapun agar putra mu bersedia menerima ku. Aku ingin menunjukan kalau aku bisa jadi ayah yang baik buat nya." Potong Kenzo.
"Hah! kenapa dua orang ini. Dan Kenzo untuk apa dia repot- repot ingin jadi ayah yang baik? Bukan kah pernikahan ini hanya sementara? Kenzo, kau seperti nya terlalu mendalami peran mu." Gumam Alesya dalam hati.
" Come on.. Mom!!" Skala menarik tangan Alesya dan berjalan mendahului Kenzo dan Jack.
"Jack, segera bayar semua makanan ini. Dan susul aku ke parkiran." Perintah Kenzo.
Jack segera menghampiri kasir dan membayar makanan siang yang belum sempat dihabiskannya. "Apa tuan Kenzo sudah gila? Bagaimana mungkin dia menerima tantangan tuan muda Skala, kalau masuk dapur saja dia tidak pernah." Batin Jack.
Jack berlari menyusul Kenzo yang terlihat akan memasuki lift. Dengan tergopoh-gopoh karena harus membawa semua mainan yang dibeli oleh Skala tadi, Jack segera menghalangi pintu lift tertutup. "Syukur lah belum tertutup!" Gumam nya, pelan.
"Paman Jack, cepatlah. Aku sudah tidak sabar ingin makan makanan yang di buat oleh calon ayah ku." Seru Skala, dengan penuh penekanan.
Jack hanya bisa tersenyum mendengar perkataan Skala. "Andai kan tuan muda ini tahu kalau tuan Kenzo telah menikahi ibu nya, aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi."
Jack segera masuk dan menutup pintu lift.
Sesampainya di apartemen Alesya. Kenzo segera mencari posisi dapur di apartemen itu.
"Kenzo, apa kau serius akan memasak untuk Skala?" Tanya Alesya, khawatir. Dia takut Kenzo akan membakar hangus dapur apartemen yang baru saja di tempati.
"Kalau kau tidak bisa memasak biar aku saja yang memasak." Tawar Alesya.
"Tunjukan saja dimana dapurnya." Ucap Kenzo.
Alesya menatap Kenzo lekat. Akhirnya mau tidak mau, Alesya mengajak Kenzo menuju dapur di apartemen nya. "Kau bisa memasak di sini. Aku punya beberapa sayuran, daging dan bumbu di dalam kulkas. Ingat, jangan sampai aku harus pindah apartemen malam ini karena kau menghanguskan dapur ku." Ingat Alesya pada Kenzo.
"Kalau dapur mu terbakar, maka semakin cepat kau pindah ke mansion ku." Jawab Kenzo, asal.
Alesya memutarkan matanya dengan malas. Dia sangat malas untuk berdebat dengan pria arogan satu ini.
"Aku cuma mengingatkan mu." Alesya lalu meninggalkan Kenzo di dapur.
Kenzo segera melepaskan jas dan dasinya. Kini dia hanya memakai kemeja putih dan celana hitam nya saja. Di buka nya dua kancing atas kemeja nya dan kancing di lengan bajunya. Kenzo menggulung lengan kemeja hingga siku. Lalu mencari celemek di dapur itu. "Heemm.. apa dia tidak punya celemek?" Gumamnya pelan ketika tidak menemukan satu celemek pun disana.
Dibukanya kulkas, lalu dipilihnya satu persatu bahan yang diperlukan nya untuk memasak. "Untung bahan-bahan masakan lengkap di kulkas ini." ucap Kenzo pelan.
"Hai paman...!" Sapa Skala dengan wajah yang sangat menjengkelkan bagi Kenzo.
"Apa kau yakin akan memasak untuk ku?" Tanya nya dengan nada mengejek. "Aku tidak ingin nginap di rumah sakit malam ini setelah memakan masakan mu!" Lanjut bocah nakal itu.
"Bisakah kau tidak mengatakan hal yang sama dengan mommy mu? Karena mommy mu juga menanyakan hal serupa pada ku." Sungut Kenzo, sambil mencuci sayuran yang akan dimasaknya.
"Benarkah mommy menanyakan hal yang sama. Aku rasa itu adalah tanda-tanda kemenangan akan berada ditangan ku kali ini."Ungkap Skala, sinis.
" Bagaimana kalau kita buat sebuah kesepakatan bocah nakal?"Ujar Kenzo, dan berhenti melakukan aktivitas nya. "Kalau ternyata aku bisa memasak dan masakan ku enak, maka kau yang akan mengatakan kepada mommy mu bahwa kau ingin aku menjadi daddy mu." Ucap Kenzo, dengan nada menantang Skala. "Dan sebaliknya, kalau ternyata aku tidak bisa memasak dengan baik dan masakan rasa nya buruk maka aku akan meninggalkan ibu mu. Bagaimana?" Tantang Kenzo pada Skala.
"Hemm.. tapi aku punya syarat. Pertama kau harus memasak makanan tanpa minta bantuan siapapun. Termasuk YouTube. Dan kedua aku ingin kau memasak dua jenis masakan dalam 1 jam. Bagaimana?" Skala mencabar Kenzo sekali lagi.
"Boleh. Tapi aku juga punya syarat." Pinta Kenzo, menatap lekat bocah nakal itu.
"Sebutkan syarat mu!" Jawab Skala, dengan sombong.
"Aku ingin mommy mu dan Jack juga ikut merasakan dan memberikan penilaian terhadap masakan ku. Aku takut kau bermain curang, dan mengatakan masakan ku tidak enak." Ungkap Kenzo, dengan jujur. Dia memang mesti ekstra hati-hati berhadapan dengan Skala. Walaupun baru bertemu Skala dua kali namun dia tau Skala bukan seorang anak kecil biasa.
"Hemm.. aku kira kau akan mengajukan persyaratan apa paman." Ucap Skala, dengan senyuman mengejek. "Kalau cuma itu, aku setuju!" Lanjut Skala. "Aku tunggu makanan mu 1 jam dari sekarang." Skala lalu mengambil ponsel Kenzo dan membawanya pergi bersama nya.
"Kau lihat saja bocah nakal. Setelah kau menjadi putra tiri ku akan ku paketkan kau ke gunung Everest secepatnya!" Gumam Kenzo, dan melanjutkan kegiatan memasaknya.
...****...
...Apakah tuan Kenzo yang hidup bergelimang harta ini punya kemampuan memasak dan berhasil mengalahkan Skala kali ini? ikuti up otor berikutnya untuk tahu jawabannya 😉😉😉...
...jangan lupa like, vote dan komen y cintoooo... muach.....
kamu kocak thor..love yooww