Kehidupan Bryan Lionel Woodrow (30) yang penuh misteri. Pemuda tampan menawan memiliki sejuta pesona dan misteri. Bahkan di setiap langkah pemuda ini selalu menebar senyum tipis menawan, tetapi palsu.
Bryan sendiri adalah seorang Komisaris di Woodrow Corporations sekaligus Dosen baik hati serta jadi idola kaum hawa. Dia adalah sosok sempurna bagi semua orang, tetapi siapa tahu kalau dirinya adalah psychopath sejati yang menakutkan.
Angelica Sonja Cornelius (20) mahasiswa populer, primadona kampus. Gadis baik hati, polos dan ramah. Dia juga memiliki segudang prestasi membuatnya menjadi idol para Mahasiswa.
Siapa sangka Angel sangat mengidolakan sang Dosen (Bryan), hingga suatu hari mengetahui rahasia sang Dosen. Angelica tidak pernah tahu kalau sebenarnya Dosen favoritnya adalah seorang psychopath.
Mampukah Bryan melabuhkan hati serta menjadikan Mahasiswinya sebagai tambatan hati?
Rahasia kelam membuat Bryan menjadi iblis berkedok malaikat. Akankah Angel bisa menerima Bryan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose_Crystal 030199, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PIL – Whatever!
"Lagi-lagi ini terjadi? Aku sangat membencimu, Bryan! Psychopath gila sepertimu hanya membuatku malu!" seru Adik Bryan penuh kebencian.
"Apa yang membuatmu, malu? Bukanya kamu tidak mau mengakuiku sebagai, Kakak? Lalu di mana letak malunya?" tanya Bryan berusaha senormal mungkin.
"Aku malu karena jijik memiliki ikatan darah dengan seorang psychopath! Aku melihatmu membuang mayat ke laut. Rasanya ingin sekali diriku melapor ke polisi!" teriak pemuda tampan berkulit putih bersih itu. Mata Hazel menyorot tajam ke arah Bryan.
"Bryce! Sebenci-bencinya kamu padaku, kamu tidak akan tega melakukan itu. Sudahlah jangan berbicara tidak berguna, lagian darah kita sama bukan? Mau tidak mau kamu harus menerima kalau aku, Kakakmu!" tegas Bryan kalem.
"Aku membencimu, Bryan! Aku ingin menguras darah kotor ini dengan darah baru. Karena aku terlalu muak dengan mu!" marah adik Bryce.
"Terserah apa katamu, Bryce Pergilah!"
"Angelica akan menjadi milikku. Lihat saja dia akan tahu siapa kamu yang sebenarnya. Setelah itu kamu akan musnah!"
"Lakukan sesukamu, Bryce karena bagiku itu tidak ada artinya. Tapi, percayalah satu hal, Angelica tidak akan kulepaskan sampai kapan pun."
"Kita lihat saja nanti. Sebagai Kakak harusnya kamu mengalah. Aku menyukai Angel dan kenapa kamu merebutnya? Aku hanya ingin bahagia!"
"Tapi maaf, Bryce seorang Psycho tidak mengenal belas kasih. Jadi dia tidak akan menjadi milikmu!" setelah mengatakan itu Bryan berlalu meninggalkan Bryce begitu saja.
"Bajingan keparat kau, Bryan ...! Brengsek tidak berguna, aku akan merebutnya dari mu! Sialan!" teriak Bryce bak orang kesurupan.
“Tolong mengerti, Bryce aku sangat menyayangimu. Bisakah kamu memberiku setitik kebahagiaan. Dulu kamu begitu manja dan begitu ingin di manja olehku. Bahkan kamu tidak mau makan saat sakit jika bukan aku yang menyuapi. Ibu, Ayah Bryan harus bagaimana? Rasanya begitu hancur mendapati Bryce selalu begitu terhadapku,” batin Bryan nelangsa.
***
Bryan datang ke apartemen milik kekasihnya. Dia terlihat murung saat ini, wajahnya kembali sendu seperti beberapa hari yang lalu.
"Bryan, Oh God! Kenapa lagi dengan lenganmu?" panik Angelica melihat lengan bawah Bryan ada bekas cakaran.
"Luka kecil, sedang depresi memikirkan Adikku!" alibi Bryan sambil tersenyum tipis terlihat dipaksakan.
"Bryan... Tunggu, aku ambil kotak P3K dulu." Angelica berlari ke arah dapur. 5 menit kemudian dia kembali. Seperti biasa Angelica mengobati luka Bryan penuh perasaan.
"Nah selesai." Angelica duduk di samping Bryan. Ia membawa tubuh kekar Bryan ke dalam pelukannya. Sesekali mencium puncak kepala Bryan yang bersandar di bahunya.
"Jangan begini kumohon. Aku tidak mau kamu depresi lagi. Kumohon jangan lukai aku dengan rasa khawatir yang tinggi," pinta Angelica lembut.
Bryan tersenyum tulus mendengar ucapan wanitanya.
"jika ada badai menghantam, aku akan melindungimu. Jika ada orang ketiga maka aku akan melakukan hal gila. Kamu akan kupertahankan dengan nyawa ini! Terima kasih sayang, aku mencintaimu," rayu Bryan lembut.
"Ngga nyambung. Masak balas mengardus sih. Pantas banyak mahasiswi jatuh cinta padamu!" cibir Angelica mengalihkan pembicaraan. Sungguh dia sangat bahagia dan sangat mencintai Bryan.
"Itu fakta, Cinta karena aku akan mempertahankanmu sampai nyawa terakhir!"
"Aish, kamu membuatku malu...." Angelica menyembunyikan wajah di bahu lebar, Bryan dan lengannya melingkar erat di pinggang sang kekasih.
"Aku mencintaimu, My Love."
"Aku juga mencintaimu, Honey!"
Bryan memiringkan kepalanya dalam untuk mencium bibir mungil Angelica penuh cinta. Ciuman yang awalnya penuh cinta sekarang menjadi ciuman penuh gairah nan memabukkan.