Alba lopez di dijodohkan keluarganya dengan pria yang tidak ia kenali,awalnya ia kesal dan ingin memberontak tapi di pikir-pikir tidak ada gunanya toh antek-antek ayahnya bisa dengan mudah menemuinya akhirnya ia ubah rencana dengan bersikap seolah menerima perjodohan itu setelah pernikahannya dengan pria asing dari keluarga mempuni itu terjalankan akan ia buat pria itu kesal dan illfeel agar cepat di ceraikan. Dan yang tak ia ketahui pria itu tak sesederhana yang ia pikirkan, dan tepat di saat ia mengetahui rahasia tergelap pria itu namun mulai sedikit luluh akankah ia tetap bertahan atau melanjutkan rencananya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon okolele, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Suprise
...WARNING — FICTIONAL CONTENT ⚠️...
...Seluruh adegan, karakter, tempat, dialog, situasi, serta peristiwa dalam cerita ini merupakan hasil imajinasi penulis. Beberapa unsur sengaja dibuat, diubah, atau dikembangkan untuk kebutuhan alur cerita....
...Cerita ini tidak dimaksudkan untuk menggambarkan kejadian nyata, maupun menjadi acuan terhadap kehidupan atau perilaku di dunia nyata....
...Harap membaca dengan bijak....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Alba sedang bersantai di ruanga tamu menonton televisi, dengan cemilan banyak di meja.
Tangannya memegang remot sembari memindah chanel televisi mencari genre film yang sesuai dengan dirinnya.
Maid tiba-tiba mendatanginya. "Permisi nyonya. " Ujar maid itu sembari menunduk hormat.
"Kenapa bi?. " Ujar Alba sembari mengunyah keripik.
"Di depan katannya ada orang yang mau ketemu nyonya . " Timpal maid itu.
"Siapa?. " Bingung Alba, kenapa orang itu mencarinya. Oh atau orang itu kedua orang tuannya.
Alba buru-buru meletakan cemilannya ke sembarang tempat lalu menepuk-nepuk tangannya menghilangkan sisa bumbu cemilan yang menempel di tangannya.
Berlari lumayan cepat dan tergesa-gesa ia menuju pintu, tak sabar menanti orang yang ia pikir orang tuannya sendiri.
"Mami, papi akhirnya datang jug—Belum sempat Alba melanjutkan kalimatnya karena yang di depannya sekarang adalah.
"Surprise.... "
Itu adalah ke dua sahabatnya.
"Kalian?, kok gak bilang aku sih mau kesini. "Bilang Alba sembari matannya berembun, jujur saja ia rindu pada ke dua sahabatnya ini karena sudah 2 bulan lamannya mereka tidak bertemu.
Langsung saja ia melemburkan diri pada pelukan Roze dan Paloma.
" Gue kangen tau gak!. "Roze membalas pelukan Alba dengan hangat dan erat
" Yaudah ayo masuk!. "
Roze dan Paloma ngikut di belang, sampai pada mereka tiba di ruang tamu.
"Busett, lo gak berubah-ubah dah udah jadi istri juga masih seberantakan ini. " Ujar Roze sembari geleng-geleng kecil melihat cemilan berserakan.
"Apa yang lo harapin dari seorang Alba Ze?. " Paloma menimpali."
"Yaelah lo berdua, suami gue aja gak komplen kok. "
Roze memilih duduk di sofa tunggal, sementara Paloma duduk dekat dengan Alba di sofa panjang.
"By the way kalian ke sini kapan?. " Penasaran Alba bertanya, sembari meminum sodanya.
"Sebenarnya sih udah 1 bulan lebih kami netap di Las vegas, niatnya mau nyari alamat sama kasih lo suprise tapi yah ada sedikit kendala. " Aku Roze.
"Ngide banget segala suprise, kan tinggal nanya ama gue kam bisa. " Kesal Alba karena mereka tinggal di kota yang sama tapi mereka lama menemuinnya.
"Ya gue juga maunya sih gitu, tapi di sisi lain gue juga mau ngasih suprise sama Paloma biar lo seneng. "
"Ck, idup gue boring amat gak ada kalian, gue jarang keluar. "
"Ya iya lah idup lo boring,soalnya gue emang anaknya ngangenin sih. " Ujar Roze dengan wajah mengeledek Alba.
Alba melempar bantal sofa tepat ke wajah Roze yang mengesalkan. "Jijik tau ga. "
"Idihh bilang jijik, gue tinggalin lagi mampus lo kangen. " Roze berdecih.
Keduanya sling tatap lalu tertawa.
Alba merasa janggal karena dari tadi ia hanya beradu canda dengan Roze, kemana Paloma yang suka nyeletuk itu,tumben sekali dia diam. Biasannya Paloma tidak pernah seperti ini.
Alba menoleh melihat Paloma yang wajahnya memurung, dengan bahu terkulai.
Alba lantas memandang Roze meminta penjelasan. Roze hanya bisa diam membisu sembari memberi kode agar ia menannyakan sendiri.
"Lom." Tak ada perubahan perempuan itu seolah tersedot ke alam imajinasinya sehingga tak pokus.
"Paloma!. " Teriak Alba sedikit nyaring sembari mengguncang bahu Paloma mencoba menyadarkannya. "Are you alright?. " Ujar Alba dengan sorot mata menghangat.
"Sakit ..... " Bisik Paloma, mengangkat wajahnya lagi untuk menatap mata Alba dengan air mata yang terus mengalir.
Air mata bening menetes dari mata coklatnya yang indah, mengalir turun melewati pipinnya dia menatap Alba dengan tatapan hancur, terluka dan begitu rapuh.
Alba langsung memeluk Paloma erat mencoba mengiriminya kekuatan lewat pelukan yang ia berikan. "Everything will be fine."
"Dia jahat Ba!." Aku Paloma bibirnya gemetar,persis seperti anak yang mengadu pada ibunnya.
"Gue ngejar dia udah lama, gue berubah supaya dia suka sama gue, gue lakuin segala cara supaya dia ngelirik gue dan kami berhasil one night stand tapi dia nyuruh gue lupain karena dia cuman nganggap gue sebagai keluarga Ba..... Sakit!. "
Alba bungkam memilih menjadi pendengar dan penguat untuk sahabatnya, ia biarkan sahabatnya ini mengeluarkan sesak yang di tahannya.
"Apa yang lo sukain dari Om Maxim?, gue mau tahu apa yang buat lo sampe mau lakuin apa aja untuk pria setua om Maxim cerita yang jujur jangan di tutup-tutupin lagi. " Tuntut Alba seraya mengusap kepala Paloma.
"Sering banget loh, lo dibuat nangis sama Om Maxim, kentara banget sukannya. memang gak malu keliatan kecintaan sendiri?. Ujar Alba mencerca Paloma.
" Gue capek Ba, tapi gue maunya dia. "Aku Paloma berbicara di sela isaknya.
"Pelan-pelan Lom, lepasin dia cowo di dunia ini banyak, lu nyari yang kaya dari pada dia ada, nyari yang ganteng dari pada dia ada juga, nyari yang lembut dan ngehargain lo juga ada Lom. "
"Susah Ba!. "
"Lo pasti bisa Paloma, lo mikirin sama usahain dia sesangkan dia kentara banget nganggep lo cuman adik, sadar Lom. "Geram Alba.
" Dia ga bakal bisa Ba, orang dia hamil. "Timpal Roze yang sedari tadi hanya menyimak keduannya.
"Lo hamil Lom. " Bagai di sembar petir, keterkejutan itu meyerang Alba memuatnya syok.
Paloma hanya bisa menunduk, tak sanggup melihat guratan kekecewaan di wajah Alba.
"Loma gimana sama karir lo lom, kenapa,kenapa lo sampe segitunnya?. "
"Gue tau lo punya ambisi buat ngejar om Maxim sampe dia cinta sama lo. Gue tau lo gak akan berhenti sampe tuh laki jadi milik lo tapi sadar Loma. "
"Oh lord. " Frustasi Alba.
"Kita rawat anak lo sama-sama, dan lupain om Maxim. "
"Please Lom, demi anak ini nanti. "Pungkas Alba lagi memastikan pada Paloma.
"Berapa usia kandungan lo?. "
"Baru 2 minggu. " Ujar Paloma lirih sembari mengusap-usap perutnya.
"Lo berdua tinggal di mana?."Tanya Alba lagi.
" Kita berdua tinggal di rumah Paloma. "
"Gue gak tau lo punya rumah di Las Vegas Lom?. " Aku Alba.
"Itu tuh rumah bokap gue dulu waktu cere sama nyokap gue. Sekarang gak ada yang nempatin jadinya gue sama Roze yang tempatin. " Tutur Paloma.
Alba merasa sedikit merasa kehilangan, di mana sahabatnya yang penuh yapping dan kocak itu, kenapa sekarang malah penuh tekanan dan murung.
"Jujur lo jelek banget murung gitu, kaya valak."Canda Alba
..."Sialan lo. " Ujar Paloma kembali tertawa lagi....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...THANK YOU FOR READING 🌸...
...Terima kasih sudah membaca sampai akhir....
...Semoga ceritanya meninggalkan sedikit kesan untuk kalian....
...For u, a dahlia. 🌺...
...— Author...