NovelToon NovelToon
KKN DESA MATI

KKN DESA MATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Author Melda

6 mahasiswa KKN datang ke desa terpencil untuk pengabdian. Di gapura desa, mereka disambut warga yang ramah. Tapi aneh, semua rumahnya lapuk, tidak ada listrik, dan kuburan ada di setiap halaman rumah. Maya, yang indigo, berbisik, "Sel, kaki mereka nggak napak tanah..." Malam pertama, Riko iseng memotret gapura desa. Saat foto dilihat, yang berdiri di foto bukanlah 6 mahasiswa... tapi 6 pocong dengan wajah mereka sendiri! Ternyata desa itu sudah mati 20 tahun lalu karena wabah. Dan setiap 20 tahun, mereka butuh 6 tumbal baru untuk menggantikan mereka. Dan tahun ini... giliran kami. Jangan pernah KKN di desa ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Author Melda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29. BALAI DESA KOSONG LAGI

Sirine itu meraung. Suara HT berisik memecah hutan Muara Medak yang sudah 7 hari mengurung kami.

Aku, Selvi, hampir pingsan saat melihat 4 seragam oranye itu. Tim SAR. Akhirnya.

"ADA KORBAN! KORBAN DITEMUKAN HIDUP!" teriak salah satu dari mereka.

Aku yang memimpin mereka. Aku yang berlari ke balai desa lapuk itu sambil teriak, "Di sini Pak! Teman-teman saya di dalam! Ada 5 orang lagi!"

Yang ada di dalam balai desa itu seharusnya Maya yang kakinya patah, Sinta yang demam tinggi, Riko yang menjaga mereka, serta Bima dan Farhan yang tadi malam masih memeluk senter karena ketakutan.

Pak Ketua tim, Pak Jono, mengangguk. "Tim, masuk! Evakuasi 5 orang!"

Tiga anggota SAR masuk dengan senter besar. Aku di belakang mereka, air mata sudah mau jatuh karena lega.

Senter menyapu ruangan.

Dan dunia ku runtuh.

KOSONG.

Balai desa itu kosong lagi. Total kosong. Tidak ada Maya. Tidak ada Sinta. Tidak ada Riko, Bima, Farhan. Tidak ada tikar, tidak ada ransel, tidak ada sisa mie instan yang kami makan tadi pagi. Lantainya penuh debu tebal, sarang laba-laba di pojok, seperti tidak pernah dimasuki manusia 10 tahun.

"Nak, kamu yakin temanmu di sini? Ini bangunan kosong bekas gudang karet," kata Pak Jono, menatapku curiga.

"ADA! TADI ADA DI SINI! MAYA! SINTA! RIKO!" Aku berteriak sampai serak, aku lari ke pojok tempat Maya tadi terbaring. Kosong.

Salah satu anggota SAR muda berbisik, "Pak, halusinasi berat kayaknya. Dehidrasi."

Aku mau membantah, tapi mataku menangkap sesuatu di papan tulis hitam yang ada di balai desa itu.

Ada tulisan kapur putih yang masih baru. Debunya masih jatuh.

JANGAN BAWA DIA PERGI. SELVI SUDAH KAMI TANDAI.

6 - 1 \= 5. KURANG SATU LAGI.

Tubuhku langsung dingin. Mereka menulis namaku. Selvi.

Pak Jono juga membaca itu. "Siapa yang nulis ini, Nak? Temanmu iseng?"

BELUM sempat aku jawab, HT Pak Jono berbunyi sangat keras, penuh statik.

"TIM ALFA! TIM ALFA MONITOR! ANDA KELUAR JALUR! KOORDINAT ANDA SAAT INI DI TENGAH DANAU HITAM! ULANGI, ANDA DI TENGAH DANAU! SEGERA KELUAR! DANAU ITU TERLARANG!"

Kami semua saling pandang. Danau? Kami di dalam bangunan!

Saat itu juga, dari celah papan kayu lantai, air hitam pekat merembes naik. Pelan. Dingin menusuk tulang. Baunya busuk lumpur dan anyir darah.

Air itu naik ke mata kaki. Ke betis.

"KELUAR! SEMUA KELUAR!" Pak Jono menarikku.

Kami berempat melompat keluar dari balai desa. Dan begitu kaki kami menginjak tanah hutan di luar...

Balai desa itu HILANG.

Di belakang kami bukan hutan lagi. Tapi hamparan danau hitam yang sangat luas, airnya tenang, tidak beriak sama sekali, memantulkan langit mendung.

Dan di tengah danau itu, mengapung 5 batu nisan dari kayu nangka yang masih basah.

Aku menghitung dengan napas terputus. 1, 2, 3, 4, 5.

Pak Jono berbisik pucat, "Kamu bilang rombongan KKN ada 6 orang?"

"6... 6 sama saya Pak," jawabku.

"Lalu ini 5..."

Aku berjalan ke pinggir danau, lututku masuk ke air hitam itu. Batu nisan pertama mendekat sendiri, seperti ditarik magnet.

Tulisannya jelas.

MAYA - 2005-2026

Batu kedua mendekat: SINTA - 2005-2026

Batu ketiga: RIKO - 2004-2026

Batu keempat: BIMA - 2004-2026

Batu kelima, yang paling baru, kayunya masih meneteskan air hitam...

FARHAN - 2004-2026

Lima nama teman ku. Lima orang yang tadi ada di balai desa.

Berarti aku yang keenam.

6 - 1 \= 5. Kurang satu lagi.

Aku baru sadar, yang kurang itu bukan aku. Yang kurang itu salah satu dari Tim SAR ini untuk menggenapkan 6.

Dari dalam air hitam, sebuah tangan pucat, tangan perempuan dengan kuku penuh tanah, tiba-tiba mencengkeram kaki anggota SAR termuda dan menariknya dengan kekuatan gila ke bawah. Tidak ada teriakan, hanya bunyi GUBRAK air.

Tinggal kami bertiga.

Pak Jono menarik tanganku sekuat tenaga, "LARI SELVI!"

Aku tidak lari. Aku tahu Danau Hitam ini hanya mau aku.

1
Nandan Waluya
Mantap ceritanya kak 💪
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Sebelum baca BAB 6, aku coba jawab pertanyaan Kak Melda di akhir BAB ini...

Jawabannya adalah...

Salah satu dari seluruh anggota KKN, "sukma jiwa"nya sudah dibawa...
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Di akhir BAB, aku bayangin begini:

Aku yang sedari tadi hanya berdiri di depan pintu belakang, hanya tersenyum saat melihat semua obor-obor itu. Namun, senyumanku terlihat datar oleh seluruh teman-teman KKN ku.
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Saya membayangkan skenario spesial:

Aku (saya maksudnya, hehehe...) akhirnya berjalan santai menuju ke pintu balai desa yang terkunci. Lalu, kupejamkan kedua mataku. Dan mulai bicara dengan mereka semua yang ada di luar...

🤭🤭🤭
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Saya pasti cuma berdiri aja sambil senderan tembok, menatap satu-satu semua temen KKN. Terus tersenyum aja lihat mereka begitu... hihihi...
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Saya bangun dari rebahan, jalan deketin Selvi, dan bilang sama dia, "Gimana? Mau tukeran posisi ketua sama gue, gak?"
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Kalo ada saya di dalam ceritanya, pasti saya udah rebahan santai... sambil bilang, "Nikmati aja dulu... hehehe..."
Author Melda: Nah kan 😈 Cocok jadi ketua penunggu sumur ini mah
"Nikmati aja dulu hehehe" - kata penunggu sumur ke mahasiswa KKN
Fix kakak aku jadiin bos terakhir ya 😂
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Wah, kok saya malah ngerasa semakin seru ya kalo ada di tim mereka??? 🤭🤭🤭
Author Melda: Wkwk sama kak aku nulisnya aja keringetan 😭
Yaudah sini gabung tim KKN Desa Kalijatiny
Posisinya: divisi nganter makanan ke sumur jam 12 malam 🤝
Gaji: 1 nyawa wkwk
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Sudah diduga... Pasti warganya keluar malam-malam...
Author Melda: Wkwk pinter banget nebaknya kak 😈
Tapi... yang keluar malam-malam itu bukan warganya doang...
Ada yang "nemenin" mereka juga 👀
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Eh, bentar-bentar... Si nenek itu bisa menjawab salam???
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Ini pihak kampusnya gak cari tahu dulu kah soal Desa Kalijatinya???
Author Melda: Bener kak 😭 itu juga yang jadi pertanyaan mahasiswa nya di cerita
Katanya sih "Desa tertinggal, butuh mahasiswa"
Padahal... ada udang di balik batu wkwk
Tunggu plot twist nya di bab selanjutnya yaa
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Sumpah, baru BAB pertama aja, udah ngeri banget begini suasana Desa Kalijatinya. Terbayang jelas di imaninasi. Tapi seru juga sih bisa KKN di desa macam gitu... hehehe... 😍😍😍
Author Melda: Hehe makasih udah ngerasain seremnya kak 😈
Tapi... kalau kakak yang KKN di Desa Kalijatiny,
berani gak jaga sumur jam 12 malam sendirian? 👀
Bab 7 udah tayang yaa... siap-siap merinding lagi
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Mending pulang aja gak, sih???
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Berasa kayak mau uji nyali dari pada mau KKN...
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Wah, kalau saya ikut di tim mereka, terus dapat ucapan kayak begini sih, langsung merinding sumpah...
na-an
aku gak ngerti deh kak
jadi selvi itu bukan tokoh utama? si selpi siapa? kenapa tiba-tiba muncul?
terus, bukannya sinta sama bima udah meninggal di sumur ya?
terus selvi itu KKN 98??😐
na-an
seru banget kak! sekarang juga udah lebih teratur alurnya. semangat ya!😁
Author Melda: makasih banyak kak na-an! 🥹❤️ seneng banget kalau sampai BAB 14 udah lebih teratur alurnya! BAB 15 nya lagi direview nih kak bentar lagi tayang, KAIN KAFAN SELVI bakal lebih ngeri lagi! ditungguin ya kak!
total 1 replies
#@.Ar.world(。・ω・。)
merinding sih kak ame seram juga pasti terinspirasi sama film kkn ya kak
Author Melda: Hai kak @Ar.world makasih udah mampir di Bab 12! 🥺 Iya kak ada inspirasi dari film KKN, tapi ini kisah nyata dari desaku sendiri kak yang aku kembangin jadi cerita... Tungguin ya kak, Bab 13 Hutan Larangan lebih serem lagi, Maya bakal dicoret! 👻
total 1 replies
Author Melda
Guys menurut kalian BIMA masih bisa diselamatin gak? 😭 Atau dia udah jadi bagian warga tanpa bayangan selamanya? Komen #SaveBima kalau mau Selvi selamatkan Bima, komen #BimaUdahMati kalau udah ikhlasin! Aku baca semua komen kalian!
#@.Ar.world(。・ω・。): waduh kalo menurut ku bima kayaknya gak Selamat
total 1 replies
na-an
maaf kak selpi, boleh dikasih tahu gak nama-nama tokohnya? aku cukup bingung siapa aja karakternya karena muncul tanpa diperkenalkan di bab 1😅
Author Melda: Halo kak na-an makasih banyak udah baca dan udah kasih tau kak! 😭🙏 Maaf banget ya bikin bingung, kemarin di BAB 8-10 memang ada typo nama dari aku, udah aku benerin semua kok kak!

Ini 6 tokoh utamanya ya biar gak bingung lagi:

Tim KKN 6 orang:
1. SELVI - aku sendiri, ketua KKN
2. MAYA - sahabat aku, yang peka sama hal gaib
3. SINTA - yang paling cantik
4. RIKO - yang bawa kamera terus
5. BIMA - yang badan besar (yang hilang di sumur)
6. FARHAN - yang kocak

Maaf ya kak kalau sempet muncul nama lain selain 6 itu, itu salah ketik aku. Sekarang udah fix semua! Makasih ya udah ingetin, komen kakak membantu banget! Ditunggu lanjutannya di BAB 11 yaa ❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!