" Aku siap menikahimu kapanpun kau mau.. " Andrian berteriak kepada gadis yang berjalan menjauhinya.
" Tapi aku yang sekarang tidak mau.. Kakak terlalu dingin untuk gadis sepertiku. "
Indah, gadis ceria yang manja dan cerewet dihadapkan dengan perjodohan oleh ayahnya dengan anak dari salah satu sahabatnya sedari kecil. Pria dingin yang Indah sebut manusia kulkas satu pintu yang menjabat sebagai CEO di perusahaan perdagangan terbesar se-Asia. Bukan hanya kaya, dia juga pria tampan idaman kaum hawa.
Tapi akan seperti apakah kisah cinta mereka berdua ?? Bisakah dua pribadi yang berbeda itu bersatu dalam ikatan suci pernikahan ?? Mampukah Indah bertahan dengan sifat Andrian ??
Akankah masalalu yang membuat Andrian tidak lagi mengencani wanita akan muncul lagi di kehidupannya setelah berumah tangga dengan Indah?
Ikutin terus cerita Andrian dan Indah yang akan semakin seru untuk disimak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virgoanz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pernikahan Sesungguhnya
Masih bekerja seperti biasa. Menjadi asisten Andrian kemanapun pria yang sebulan lagi akan menjadi suaminya pergi. Membantu Sarah untuk memeriksa berkas yang perlu di tanda tangani sebelum sampai ditangan Andrian.
"Indaahhhh...!!!" seru Sarah saat pagi itu melihat Indah baru saja datang.
Indah mengerutkan dahinya melihat seniornya itu sudah heboh pagi-pagi begini.
"Mba Sarah kenapa seneng banget pagi-pagi?" Indah duduk di kursi yang ada disebelah Sarah. Semenjak Indah bekerja menjadi asisten Andrian, dia meminta Sarah untuk memanggilnya nama dan tidak berbicara formal dengannya.
"Tebakan aku bener kan pas pertama kamu dateng, ternyata kamu suka kan sama pak bos makanya tanya-tanya! Segala gak mau ngaku lagi!!" Sarah menatap dengan mata yang memicing.
"Mana ada dulu aku suka sama manusia kulkas itu. Ya walaupun aku sempat terpesona sama kegantengannya sih hihihi." Hampir setiap pagi memang mereka meluangkan waktu untuk mengobrol, walau hanya sekedar mengeluhkan pekerjaan mereka yang tidak ada habisnya.
"Tapi sekarang udah cinta dong?!" goda Sarah dengan menaik turunkan kedua alisnya. "Secara kamu kan udah lama kerja disini, satu ruangan pula. Apa lagi bentar lagi ada yang mau ngelangkahin aku nih buat nikah." imbuh Sarah membuat Indah kaget.
"Mba Sarah tau aku mau nikah sama manusia kulkas itu?" tanya Indah dengan mata yang melebar.
"Seluruh gedung ini juga tau kamu sama pak bos kemarin lusa tunangan. Pantesan aja gak masuk. Gak ada kabar lagi!" bahu Indah langsung merosot mendengarnya.
"Kenapa? kok kaya yang gak suka gitu?" tanya Sarah merasa aneh dengan sikap Indah.
"Aku jadi gak nyaman kalo banyak yang tau mba. Pasti karyawan sini pada ngiranya aku kerja disini buat godain si bos. Padahal kan aku kerja disini cuma akal-akalan orang tua aja yang pengen ngedeketin aku sama dia."
"Jadi kamu korban perjodohan kaya di nove-novel gitu? Jadi semua orang kaya gitu ya? Jodohian anak mereka sama rekan bisnisnya agar usaha mereka semakin besar?" mata Sarah berbinar, melihat sendiri perjodohan anak orang kaya didepan matanya.
"Gak usah halu mbaknya.. Aku dijodohin karena ayah sama papi sahabatan dari kecil."
"Ciieee udah panggil papi aja nih sama calon mertua.." Sarah kembali menggoda calon istri bosnya.
"Hahaha apaan si mba.. Gak usah godain mulu. Mending sana cari jodoh biar nanti gak kalah lagi pas aku punya anak!! "
"Sialan!! dikecengin anak kecil." mereka tertawa bersama hingga sebuah dehaman membuat kedua gadis itu menelan tawa mereka, mereka langsung berdiri dan menundukan kepala mereka.
"Bukankah ini sudah masuk waktu kerja?" tegur Andrian pada kedua bawahannya yang sedang mengobrol di jam kerja begini."Masuk Indah. Tempat kerja kamu di dalam kan?" imbuh Andrian dengan menatap dingin calon istrinya.
"Baik pak." Andrian meninggalkan mereka untuk masuk kedalam ruang kerjanya.
"Jangan lupa cari jodoh." bisik Indah kepada Sarah sebelum mengikuti Andrian masuk.
***
Saat membuka pintu, Andrian sudah bersandar pada meja dan melipat kedua tangannya didepan dada menatap Indah dengan intens.
"Bapak mau saya buatkan kopi sekarang?" Indah melangkah menuju pantry yang ada di sudut ruangan.
"Kamu tahu kan ini sudah masuk jam kerja? Seharusnya kamu sebagai calon istri pemilik perusahaan memberikan contoh yang baik untuk karyawan yang lain, bukan malah ngerumpi!!" Indah tidak menghiraukan gerutuan dari Andrian. Tangannya sudah cekatan dengan mesin kopi yang tiap hari dalam beberapa bulan ini menjadi salah satu tugasnya.
Indah membawa kopi yang sudah jadi dan memberikan kepada Andrian. Pria itu menerima tanpa mengalihkan tatapannya dari wajah Indah.
"Pertama saya minta maaf karena lupa waktu dan tidak menyadari jika tadi sudah memasuki waktu kerja pak." Indah berdiri tepat di hadapan Andrian dan berbicara dengan lembut dan sopan.
"Kedua.... kenapa kakak ngasih tau orang kantor kalo kita udah tunangan!! kenapa gak nanti aja kalo aku udah gak kerja lagi disini!!" seru Indah dengan nada sedikit tinggi.
"Memang kenapa jika mereka tahu? Dan memang kamu mau keluar dari sini?" Pertanyaan Indah dijawab pertanyaan oleh Andrian dengan tenang sembari sesekali menyeruput kopi bikinan gadis dihadapannya.
"Mereka tuh pasti ngiranya aku kerja disini buat godain kakak sekarang setelah mereka tau kita tunangan!! mereka semua kan tau kakak selama ini gak pernah mengencani wanita manapun setelah kepulangan kakak dari Amerika!!"
"Kenapa harus perduli dengan omongan mereka? memang mereka yang memberi kamu makan?"
"Kakak tuh gak akan tau rasanya jadi aku. Pantes aja dari bawah sampe aku naik ke lantai sini pas papasan sama karyawan lainnya mereka pada ngeliatin aku terus!! Aku kira, aku kurang cantik hari ini!!" Indah menghentakkan kakinya sebal.
"Terus menurut kamu, kamu cantik?" Andrian suka melihat Indah yang sedang merajuk seperti ini.
"Cantik lah. Kalau gak cantik mana mungkin kakak mau sama aku!!" jawabnya dengan penuh percaya diri.
Andrian mendekatkan wajahnya ke wajah Indah. Membuat gadis itu memundurkan kepalanya merasa tidak nyaman dengan jarak mereka yang terlalu dekat.
Cletak. Andrian menyentil dahi Indah, membuat gadis itu mengaduh dan mengusap dahinya yang sedikit nyeri. "Jangan kepedean. Saya melamar kamu karena mau memberikan mami cucu."
"Ogah aku jadi lahan cocok taman buat kakak!! Aku kan udah pernah bilang, nikahin aku segenap perasaan kakak bukan hanya dengan ***** kakak aja!!" seru Indah tak terima. Memang Indah wanita apaan di ajak nikah cuma untuk melahirkan keturunan saja.
"Kita kan belum mencoba! Kata orang dengan berhubungan ikatan batin kita semakin kuat. Dengan begitu kan saya jadi cepat jatuh cinta sama kamu."
Indah menatap Andrian dengan bergidik ngeri. "Kakak selain nyebelin, mesum juga ternyata ya!!"
"Bukan mesum Indah. Saya hanya menegaskan kepada kamu, kalau pernikahan kita ini pernikahan sesungguhnya. Jadi jangan coba-coba kamu melarang saya untuk menyentuh kamu, apa lagi menyuruh saya untuk tidur di sofa."
"Eh? Kenapa ini orang tau yang aku rencanain" pikir Indah. Memang saat Indah memutuskan menerima lamaran Andrian, dia sudah punya ide untuk Andrian tidur di sofa saat mereka menikah nanti. Atau mereka bisa tinggal di apartemen Andrian yang memiliki dua kamar. Karena Indah belum siap tidur satu ranjang dan mengikat dirinya sampai sejauh itu dengan Andrian. Laki-laki yang tidak mencintainya.
"Dan satu lagi! Meskipun kita sudah menikah, saya tidak mengijinkan kamu untuk bekerja. Dan kalau kamu tetap ingin bekerja, bekerjalah seperti biasa untuk menjadi asisten saya!" tegas Andrian tidak ingin di bantah.
"Tapi kan niat aku kerja disini buat belajar biar bisa gantiin ayah ngurus perusahaan kak!! Kalau gitu buat apa aku belajar!!" protes Indah.
"Inget Indah! Kamu harus patuh sama suami kamu. Masalah perusahaan Om Gilang biar kita pikirkan nanti. "
*
*
*
pertama baca ini dulu lanjut ke novel mamanya
sudah ta vote thor
trus ke demi dia
n terdampar di sini karena suka karakter indah di demi dia
usul bagaimana kalau Authornya kasih tahu urutan produksi novelnya... supaya fansnya bisa runut ngikutinnya.... heheheh just usul