NovelToon NovelToon
Bersyukur Menikahimu

Bersyukur Menikahimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cerai / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Cintamanis / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu / Konflik etika
Popularitas:906
Nilai: 5
Nama Author: introvert girl

Pernikahan impian yang sudah dibangun dengan asa dan cinta akhirnya kandas, tidak pernah terbayangkan oleh Clarissa bahwa hidup nya tak seperti orang diluar sana. Dulu berharap memiliki pernikahan yang abadi sampai maut memisahkan dengan lelaki pilihannya. Perceraian tak terelakkan hingga membuat jiwanya terguncang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon introvert girl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dini Hari

Tangis wanita tangguh itu telah menghilang meski rasa nyeri di lengannya masih terasa. Mencoba memaklumi untuk kesekian kali, Ethan sudah membantu mengobati lukanya dan minta maaf atas ketidak sengajaan tadi.

Tetap ada rasa syukur dihati wanita tangguh itu karena kondisi kompor yang sudah padam ketika pertikaian mereka masih berlanjut meski tidak menduga kalau minyak goreng panas telah menyengat tanpa ampun ketika menyentuh lengan dan bahunya.

Mereka mencoba menunjukkan semuanya baik-baik saja dengan menikmati hidangan makan malam tanpa suara.

Dibalik itu semua Clarissa tetap dengan keyakinannya bahwa ingin menjaga jarak dengan mertuanya yang selalu menyarankan banyak hal sampai membuatnya pusing sendiri.

Ada berontak kecil yang diam-diam menyeruak di alam bawah sadarnya, meski tidak membantah namun memilih menghindar.

Makan malam terjadi begitu hening dan selesai begitu cepat, Clarissa membersihkan semuanya lalu kembali ke kamar untuk beristirahat. Tidak ada pembicaraan hangat atau menikmati tayang film yang sedang viral.

Ethan yang sejak tadi duduk sendiri di ruang tamu sempat mendengar gerakan langkah kaki istrinya yang menaiki anak tangga. Ethan belum menyusul karena mendapat telepon dan masih sibuk berbicara.

Hampir satu jam dia berada di ruang tamu setelah berkutat dengan ponselnya, membiarkan TV tetap menyala meski diabaikan.

Ethan mengakhiri pembicaraannya dan memadamkan TV lalu bergegas menaiki anak tangga, namun tidak menuju kamar melainkan ke ruang kerjanya dan masih memeriksa beberapa laporan.

Sikap ambisiusnya menurun dari Papanya yang disiplin dan pekerja keras, Ethan dan adiknya Kenzo memang di didik disiplin dan Mamanya mendidik dengan sedikit lembut dan penuh perhatian.

Waktu kian larut, dia memasuki kamar dan merebahkan diri di pembaringan. Sementara sosok yang sejak tadi sudah menghilang kini telah terlelap dengan tenang.

Namun hanya sesaat karena dini hari dia terbangun karena mimpi yang kacau hingga rasa ingin bergegas ke kamar mandi. Belakangan ini kebiasaannya agak berubah memiliki mimpi yang aneh dan membingungkan hingga membuatnya serasa tidak tidur.

Clarissa keluar dari kamar mandi dengan perut yang lega, mendudukkan diri di tepi ranjang. Bingung harus melakukan apa, sementara rasa kantuknya telah hilang. Diraihnya ponselnya yang diletakkan diatas nakas lalu memeriksa pesan masuk yang sejak kemarin dia abaikan dari mertuanya dan dari wanita yang melahirkannya.

Waktu masih menunjukkan pukul tiga pagi, terlalu awal untuk melakukan apapun. Namun berdiam di dalam kamar justru membawa pikirannya jauh menuju kebuntuan. Dia memutuskan untuk keluar kamar dengan ponsel yang masih di genggamannya tak lupa membawa selimut tipis yang diraihnya dari lemari.

Langkahnya dengan mantap menuntunnya ke ruang tamu, menyalakan TV dengan tayangan yang kurang menarik. Tayangan apa yang diharapkan di jam dini hari, dia hanya ingin suasana tak terlalu hening.

Diliriknya lengannya yang mulai menampilkan warna kecoklatan warna yang jelas berbeda dengan warna kulitnya, rasanya sesekali nyeri.

Mengoles kembali obat pada luka di lengan dan bahunya, mengamati beberapa titik ditubuhnya yang pernah menyisakan luka. Ada beberapa luka yang mulai samar, bahkan ada yang masih meninggalkan jejak. Dia sangat abai dengan semua bekas itu, yakin semua akan sembuh dan menghilang dengan sendirinya.

Mata kembali menatap ke layar TV meski tak tertarik dengan tayangannya namun cukup mengusir pikiran berisik. Hingga mulutnya kembali menguap dan matanya terpejam menikmati tidur yang sempat terputus. Rasa kantuk yang sudah nyaman ditemani aroma pagi buta yang dingin, ditemani suara TV yang hanya terdengar samar. Tidur dua atau tiga jam lagi yang mampu menambah kekuatan bagi raganya. Dia hanya berharap dapat tertidur pulas tanpa banyak menuntut.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!