NovelToon NovelToon
I Hired A Billionaire

I Hired A Billionaire

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Patahhati
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Alceena Brox Riccardo (26 tahun), seorang diva papan atas Hollywood, mendapati dunianya runtuh saat kekasihnya mengirimkan undangan pernikahan tanpa kata putus.

Terluka dan menolak terlihat malang oleh paparazzi, ego Alceena memberontak.

Di sebuah bar eksklusif di Los Angeles, dia meluapkan amarahnya dan secara impulsif mengajak seorang pria asing yang dikiranya gigolo untuk menjadi pria simpanannya.

Pria itu adalah Xander Hayes-Stone (25 tahun), seorang pemuda kaya asal Chicago yang juga sedang melarikan diri dari pengkhianatan cinta.

Malam di penthouse mewah Alceena menjadi awal dari ikatan kontrak yang rumit di antara mereka.

Berawal dari pelampiasan dendam dan ego badai dua manusia yang patah hati, hubungan tanpa status ini perlahan menyeret mereka ke dalam pusaran, rahasia masa lalu, dan takdir baru yang tak terduga di bawah gemerlapnya kota Los Angeles.

~~~~~~

Happy reading 🌷🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#9

Kata-kata Alceena tentang keikhlasan melepaskan seolah masih bergema di udara, meninggalkan getaran yang menenangkan sekaligus menyakitkan di dalam dada Xander.

Pria itu menatap Alceena dengan tatapan yang tidak lagi sedingin es.

Ada sebuah kejujuran yang telanjang di matanya yang berbeda warna itu—sebuah pengakuan bahwa dia lelah terus-menerus digulung oleh ombak masa lalu yang tak kunjung surut.

Dunia ini sering kali menipu manusia dengan konsep kepemilikan. Manusia merasa berhak memiliki apa yang mereka cintai, menggenggamnya erat-erat seolah-olah waktu bisa dihentikan.

Namun, di balik semua ambisi itu, ada satu hakikat yang tidak bisa dibantah: apa yang sedari awal tidak dituliskan Tuhan sebagai takdir kita, sekuat apa pun kita memeluknya, ia akan tetap terlepas.

Memaksakan sesuatu yang bukan milik kita hanya akan mendatangkan kezaliman bagi diri sendiri, sebuah siksaan batin yang diciptakan oleh ego yang menolak tunduk pada ketetapan Sang Pencipta.

Xander mengembuskan napas panjang, mengeluarkan sisa-sisa sesak yang menyumbat dadanya. Dia menatap Alceena dengan tatapan yang teramat dalam, lalu dengan suara yang serak dan sarat akan kepasrahan yang gila, dia berkata, "Bisa bantu aku untuk melupakannya lagi? Kuharap... ini yang terakhir kalinya aku memikirkan dan menangisinya."

Alceena menatap manik mata Xander, menemukan sebuah kesungguhan yang memilukan di sana.

Pertanyaan itu bukan lagi sebuah ajakan mesum yang didorong oleh nafsu purba, melainkan sebuah jeritan dari jiwa yang ingin disembuhkan.

Xander ingin merubuhkan berhala masa lalunya, dan dia meminta Alceena untuk menjadi saksi sekaligus perantaranya.

Alceena mengangguk pelan. "Ya, aku akan membantumu."

Sejujurnya, saat mengucapkan hal itu, dada Alceena juga masih terasa sangat sesak.

Patah hati yang hebat itu tidak hanya dimiliki oleh Xander seorang.

Di dalam kamar mewah ini, bukan hanya Xander yang sedang berdiri di atas puing-puing impian yang hancur. Alceena sendiri baru saja ditinggal nikah oleh Aldridge sore tadi tanpa ada kata putus yang beradab. Rasa terhina, kecewa, dan dikhianati masih berdenyut di dalam nadinya.

Namun malam ini, ada sebuah pemahaman spiritual yang tak sengaja mereka temukan. Patah hati terkadang adalah cara Tuhan untuk menyelamatkan manusia dari orang yang salah.

Itu adalah alarm keras dari langit bahwa kita sedang berjalan menuju jurang yang salah, dan Tuhan mematahkan hati kita agar kita berbalik arah menuju jalan yang telah Dia siapkan.

Jika dua orang dewasa yang sama-sama terluka ini bisa saling membantu untuk saling menguatkan dan melepaskan racun masa lalu, maka tidak ada salahnya mereka melangkah bersama dalam proses penyembuhan ini.

Xander memperhatikan wajah Alceena yang tampak tegar namun menyimpan kerapuhan yang sama.

Dia teringat omelan-omelan wanita ini yang begitu fasih berbicara tentang merelakan, tentang bagaimana memperlakukan seseorang yang patah hati, dan bagaimana dia mengendalikan emosinya di depan asistennya tadi pagi.

"Apa kau benar-benar seorang aktris?" tanya Xander tiba-tiba, memecah keheningan dengan pertanyaan yang terdengar asing di telinga Alceena.

Alceena sedikit terkejut, namun kemudian dia tersenyum tipis—sebuah senyuman profesional yang sering dia gunakan di atas karpet merah.

Dia mengangguk. "Ya. Aku seorang aktris. Di depan kamera, aku bisa menjadi siapa saja yang diinginkan oleh sutradara. Aku bisa menangis, tertawa, atau menjadi seorang ratu yang kejam dalam hitungan detik."

Xander terdiam sejenak, mencerna jawaban itu. Pikiran pria itu berkelana ke sebuah ide yang mungkin terdengar tidak masuk akal, namun terasa sangat dibutuhkan oleh jiwanya yang sedang mencari titik akhir dari rasa sakit ini.

Dia ingin mengucapkan selamat tinggal pada Nora, namun dia tidak bisa menemuinya secara langsung.

Dia butuh sebuah katarsis—sebuah penutupan yang nyata agar otaknya benar-benar paham bahwa Nora telah pergi.

Xander menatap Alceena lurus-lurus.

"Bisa kita berdialog atas perpisahan?" kata Xander dengan nada serius. "Anggap kau adalah wanita yang kucintai, wanita yang harus kulepaskan karena takdir tidak mengizinkan kami bersama. Jadilah dia untuk beberapa menit saja, Alceena. Aku ingin menyelesaikan apa yang belum sempat kuselesaikan di Chicago."

Alceena menahan napasnya.

Permintaan Xander adalah sebuah tantangan akting terbesar dalam hidupnya, bukan karena tingkat kesulitannya, melainkan karena emosi yang terlibat di dalamnya sangat nyata dan berbahaya. Namun, melihat kerapuhan di mata pria itu, Alceena mengangguk setuju.

Dia bersiap masuk ke dalam peran tersebut, sekaligus menggunakan momen ini untuk menyuarakan isi hatinya sendiri yang juga sedang merelakan Aldridge.

Alceena memundurkan langkahnya satu depa, merubah postur tubuhnya.

Tatapan matanya yang cerewet dan tajam perlahan berubah menjadi sayu, lembut, dan dipenuhi oleh rasa bersalah yang amat dalam—tatapan yang dia bayangkan akan diberikan oleh seorang wanita bernama Nora saat harus melepas pria sehebat Xander.

"Baiklah, Xander. Aku adalah wanitamu sekarang. Katakan apa yang ingin kau katakan padaku sebelum aku berjalan menuju altar pernikahan itu," ucap Alceena, suaranya berubah menjadi sangat lembut dan bergetar, memotong seluruh jarak realita di antara mereka.

Xander menelan ludah dengan susah payah. Melihat perubahan drastis pada raut wajah Alceena, ilusi itu seketika tercipta dengan sempurna di kepalanya.

Di matanya yang mulai berkaca-kaca, wanita di depannya bukan lagi Alceena sang diva Hollywood, melainkan bayangan Nora Amelie Stone yang sedang menatapnya dengan kesedihan yang sama.

Xander melangkah mendekat, namun dia tidak menyentuh Alceena. Dia mengepalkan kedua tangannya di sisi tubuh, mencoba menahan getaran hebat di dadanya.

"Mengapa... mengapa takdir mempertemukan kita jika pada akhirnya kita hanya diizinkan untuk saling mencintai tanpa pernah bisa memiliki?" suara Xander pecah, terdengar begitu pilu memenuhi ruangan penthouse.

"Aku sudah mencoba segalanya, Nora. Aku bahkan merubuhkan seluruh harga diriku di depan keluarga besar kita demi memohon agar kau tetap di sisiku. Tapi kenapa... kenapa garis keturunan ini harus menjadi tembok pertahanan yang paling suci sekaligus paling kejam yang memisahkan kita?"

Alceena—dalam perannya sebagai Nora—menatap Xander dengan mata yang kini benar-benar meneteskan air mata.

Air mata itu nyata, keluar karena dia juga membayangkan dirinya sedang berbicara pada Aldridge yang telah memilih wanita lain.

"Karena sejak awal, Xander... bumi dan langit tidak diciptakan untuk bersatu," jawab Alceena dengan suara yang bergetar hebat, menyampaikan sebuah kebenaran universal melalui dialognya.

"Manusia sering kali lupa bahwa cinta adalah sebuah rasa, sedangkan pernikahan adalah sebuah takdir dan ketetapan. Tuhan menciptakan rasa cinta di antara kita mungkin bukan untuk menjadikan kita sepasang suami istri, melainkan untuk mengajarkan kita tentang arti keikhlasan yang sesungguhnya."

Alceena melangkah satu kali ke depan, menatap mata berbeda warna milik Xander dengan kedalaman jiwa yang luar biasa.

"Kau harus paham, Xander. Memiliki seseorang yang bukan takdir kita adalah sebuah bentuk pemaksaan ego. Jika kita terus memaksakan hubungan ini, kita hanya akan merusak tatanan kesucian yang ada, kita akan menyakiti orang-orang di sekitar kita, dan pada akhirnya, kita akan saling menghancurkan satu sama lain. Tuhan memisahkan kita bukan karena Dia tidak sayang pada air mata kita. Dia memisahkan kita karena Dia tahu, di masa depan nanti, ada kebahagiaan lain yang jauh lebih suci dan indah yang telah Dia siapkan untukmu—sebuah kebahagiaan tanpa rasa bersalah, sebuah cinta yang bisa kau pamerkan pada dunia dengan bangga tanpa perlu bersembunyi di balik sudut remang-remang lagi."

Xander mendengarkan setiap bait kalimat itu dengan dada yang bergemuruh hebat.

Air mata akhirnya lolos dari sepasang matanya yang indah, mengalir melewati pipinya yang tegas. Kata-kata dari mulut 'Nora' tiruan itu terasa seperti sebuah pengampunan dosa yang selama ini dia cari.

Itu adalah kebenaran yang selama ini ditolak oleh egonya yang keras kepala.

"Tapi rasanya sangat sakit... aku tidak tahu bagaimana cara melangkah tanpamu," bisik Xander dengan sangat rapuh, pundaknya yang kekar tampak merosot.

Alceena tersenyum sangat tulus, sebuah senyuman keikhlasan yang memancarkan keindahan spiritual. Dia mengangkat tangan kanannya, mengusap air mata di pipi Xander dengan lembut, persis seperti yang dilakukan Xander padanya sepertiga malam tadi.

"Rasa sakit ini adalah proses pembersihan, Xander. Anggap saja ini adalah detoks dari racun-racun harapan palsu yang kita pelihara sendiri," ucap Alceena, menyisipkan ilmu kehidupan yang mendalam bagi siapa saja yang sedang berjuang melepaskan.

"Lepaskan aku dengan senyuman, Xander. Jangan bawa dendam atau penyesalan ke masa depanmu. Ketika kau mengizinkan aku pergi bersamanya, di detik itulah kau sebenarnya sedang membebaskan jiwamu sendiri dari penjara masa lalu. Berhentilah menangis untuk sesuatu yang sudah Tuhan ambil darimu, karena demi Tuhan... apa yang hilang darimu akan digantikan dengan sesuatu yang jauh lebih baik, yang akan mencintaimu dengan cara yang utuh dan direstui oleh semesta."

Xander terdiam, memejamkan matanya rapat-rapat saat sentuhan tangan Alceena di pipinya memberikan kehangatan yang luar biasa.

Di dalam kegelapan batinnya, Xander perlahan-lahan melepaskan genggaman eratnya pada bayangan Nora di Chicago.

Dia membiarkan bayangan wanita itu berjalan menjauh, menghilang di balik cahaya altar, dan untuk pertama kalinya dalam dua minggu terakhir, dada Xander terasa begitu lapang.

Beban berat yang menghimpitnya seolah runtuh, digantikan oleh sebuah kedamaian baru yang merayap masuk ke dalam hatinya.

Saat Xander membuka matanya kembali, ilusi tentang Nora telah sepenuhnya lenyap. Di hadapannya, hanya ada seorang wanita luar biasa bernama Alceena Brox Riccardo yang sedang menatapnya dengan mata yang masih basah namun dipenuhi oleh binar kekuatan.

Sandiwara perpisahan itu telah berakhir, namun dampaknya nyata—meninggalkan sebuah tanda awal dari proses penyembuhan dua jiwa di bawah langit malam Los Angeles.

1
ida wati
Xander said : hei hei hei kutil dino......akulah yg sudah unboxing Alceena jd singkirkan gossip murahanmu itu 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: wkwkkw🤣🤭
total 3 replies
ida wati
dah lah cari aman aja daripada daripada yekaannn 😄😄😄😄😄
Ros 🌷🦋: iya dong🤭
total 1 replies
ida wati
HA HA HA HA HA #ketawajahat
ida wati
mana ada adegan pemersatu bangsa cuma 10 menit 🫣🫣🫣
Ros 🌷🦋: hahaha lawak 🤣🤣
total 1 replies
ida wati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
si modus 🤣
Ros 🌷🦋: kesayangan author 🤣
total 1 replies
ida wati
Xander ini manusia atau semacam tembok berlin? 😄🤣
Ros 🌷🦋: Haha Ngakak saya🤣
total 1 replies
ida wati
kalo pilem ultramen pasti ada sinar laser dari mata nya 🤣🤣🤣
♔, Seleneᥫ᭡𐂅◇☆, ꧁
Luar biasa
ida wati
wkwkwkwk akoh kira udh 20an 🤣 ternyatahh mabelastaon 🤣
Ros 🌷🦋: Haha berondong 🤣
total 1 replies
ida wati
kurang 2 kata mutlak nya thor 🤣
Ros 🌷🦋: typo kak🤭🤣
total 1 replies
ida wati
waduh basah kuyup 🤣 lanjutkan 🤣
Ros 🌷🦋: wkwkw🤭🤣
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
cerita xander sama alceena seruu😍
Ros 🌷🦋: ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
wahh cerita xander😍
Ros 🌷🦋: Happy reading kak 🫶
total 1 replies
ida wati
ENG ING ENG.......DUARRRR 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: wkkwkw🤣🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Thor,, cerita Mrs. Only his mana,, kok gk ketemu??
Ros 🌷🦋: Sudah saya hapus Kak😭 nanti habis Tamat Cerita Ini baru tak buat ulang kak🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Lhaaa,, yg jebol gawang aja xander,, punya ank dr mna? Pede banget anda tuan angrybet,, bakal di ketawain keras ama bang xander🤣🤣
Ros 🌷🦋: Angry bird 😭😭
total 1 replies
durrotul aimmsh
wah...bakal ada pertarungan sengit ini
Ros 🌷🦋: heheh Ma'aciww komentarnya kak🙏🏻
total 1 replies
ida wati
haduhhh Alceena sm Xander yg terancam akoh yg deg2an 🤣🤣🤣 gamau liat ahh 🫣🫣🫣
Ros 🌷🦋: wkkwwk siapkan Cemilan 🤣
total 1 replies
ida wati
haduhhhh masalah baru 😏
Ros 🌷🦋: Hihihi semangat di dunia nyata ya kak🥰🫶
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!