Akibat dari cinta satu malam membuat Nara harus merelakan masa mudanya, setelah dikeluarkan dari kampus, ternyata Nara juga di usir dari rumah oleh keluarganya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annis13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 18
" hay boy, apa kabar,,?
" baik pah, papa gimana kabarnya,,?
" sama papa juga baik, " lalu ia menghampiri istrinya yang sudah menunggu,
" Hai istriku apa kabar" kuda Pak Reza ke istrinya,
" apa sih pah gk jelas deh" sahutnya dengan muka bersemu merah , Mama Anita Salah Tingkah dengan godaan suaminya,
Regan yang melihat tingkah orang tuanya memutar bola matanya dengan sinis
" Haduh serasa dunia ngontrak aja nggak ingat umur" gerutunya
" Sirik aja kamu Gan pengen makanya nikah biar ada yang bisa digoda"
Regan hanya diam tidak menanggapi kejahilan Papanya ia langsung pergi begitu saja tanpa menunggu orang tuanya, Regan segera masuk ke dalam mobil,
...****************...
tidak terasa waktu yang ditunggu-tunggu datang juga seminggu telah berlalu di mana Regan telah melakukan tes DNA,
Regan saat ini ia sudah berada di rumah sakit menunggu hasilnya, Namun karena mungkin terlalu cepat datangnya saat ke ruangan milik dokter Bram ,,dokter Bram belum ada dia masih berada di ruang operasi,
" bro lu udah disini rupanya, sejak kapan,?
dokter Bram yang baru saja dari tempat lain akan memasuki ruangannya terkejut melihat keberadaan Regan.
" Belum lama kok, Bram mungkin ada kali satu setengah jam kali, "
" buset gak sabar bener lu, Gan " kelakar nya
" biarin, ini gw udah nunggu sejak dari kemarin, coba aja kalau hasilnya bisa cepet , udah dari kemaren gw gedong tuh anak gw, "
" yakin tuh anak lu,? ledek Dokter Bram.
" yakin lah, dilihat dari wajahnya dan karakter itu Emang dari hasil benih gw, ya meski gk semua nya si, ada juga sekilas mirip ibunya " jelas Regan
dokter Bram tertawa renyah mendengar ucapan Regan, ia pun segera mengambil hasil tes DNA nya di laci, dan segera menyerahkan ke Regan ,
" nih gw, sengaja , tak bagi beberapa bagian, fan gw juga tes di rumah sakit mikin nyokap, " ucap Dokter Bram.
Regan pun menerima amplop nya, dengan tergesa-gesa ia membuka amplop tersebut,
Deg
Jantung Regan serasa ingin copot keluar, saat melihat hasil yang terpampang jelas di kertas tersebut,
yang dimana hasilnya 99 % positif,
Regan dan Rigel adalah ayah dan anak.
air mata gak terbendung lagi, Regan menangis, ternyata pemikirannya benar, jika Rigel ada putranya,
" positif Bram, dia anak gw, yang gk gw ketahui,"
dokter Bram tersenyum senang, ia tidak menyaka temannya sudah menjadi seorang ayah,.
" selamat Gan, lu udah jadi seorang ayah, "
" Terima kasih Bram, gw pulang dulu, gw mau nemuin putra gw dulu " Regan segera kekuar dari ruangan Bram tanpa menunggu jawaban terlebih dahulu,
Dokter Bram hanya menggeleng kepalanya dengan pelan,.
" semoga kamu mendapatkan kebahagiaan Gan" do'a nya,
...****************...
tepat pukul 11.30 siang, Regan sudah berada di TK Tempat putranya sekolah, untuk menjemput Rigel,,Iya sudah tak sabar ingin memeluknya, Iya sungguh tidak menyangka ternyata bocah yang mirip dengannya ternyata adalah putra kandungnya sendiri,
Regan tersenyum melihat Rigel kekuar dari sekolahnya, ia pun menghampiri Rigel.
" lho ko om bos yang jemput " seru Rigel yang melihat Regan menunggu dirinya,
Regan segera memeluk dan menggendong erat Rigel, Iya berharap bisa mengobati rasa Rindunya pada sosok seorang ayah, Regan merasa bersalah karena tak bisa melihat tumbuh kembang Rigel,
"Rigel mau ikut om gak,,?
Dengan antusias Rigel segera mengangguk pelan" ikut om, Rigel mau, "
" ya sudah, ayo kita pergi sekarang,, pamit dulu sama bu guru,, "
" bu gulu, Rigel pamit pulang ya, ligel gak les dulu"
" baik Rigel, Hati-hati ya, apa dia ayahmu,,?
" selamat ya akhirnya ayah Rigel pulang,, "
tapi sayang Rigel tidak mendengar ucapan bu guru, karena sudah berlalu pergi bersamaku Regan,
setelah berpamitan dengan bu guru Salma, Rigel segera masuk ke dalam mobil, . sepanjang perjalanan Rigel bercerita tentang kegiatannya di sekolah maupun di rumah, tiada hentinya ia bercerita,