NovelToon NovelToon
Dua Sisi Sangkar Emas

Dua Sisi Sangkar Emas

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Elara Tulus

Lampu kristal yang menggantung di ruang tengah kediaman keluarga Arkatama tidak pernah benar benar mampu menghangatkan dingin yang membeku di antara Kyna dan Julian. Lima tahun pernikahan seharusnya menjadi perayaan tentang kesetiaan namun bagi Kyna itu adalah lima tahun pengabdian dalam sunyi yang mencekam. Tepat pada malam peringatan pernikahan mereka sebuah kebenaran pahit terkuak melalui celah pintu kamar mandi yang tertutup rapat. Di sana di bawah kucuran air yang menderu Kyna mendengar suaminya menggumamkan satu nama yang selama ini menjadi hantu tak kasat mata dalam hidup mereka yakni Elara sang cinta pertama yang baru saja menginjakkan kaki kembali di tanah air.

Julian adalah pria yang membangun tembok es di sekeliling hatinya namun bagi Elara pria itu bersedia menjadi api yang menghangatkan. Setiap kali Julian pergi dengan alasan membantu seorang teman yang sedang kesulitan Kyna hanya mampu menjawab dengan seulas senyum tipis dan kata kata pendek yang menyembunyikan luka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elara Tulus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 18

Mendengar racauan itu, tubuh Kyna mendadak kaku, disusul oleh rasa mual yang teramat sangat yang bergolak di dalam perutnya. Pelukan Aldrian yang erat dan bau alkohol yang menyengat terasa seperti jerat yang mencekik napasnya.

Pria ini... benar-benar begitu sombong dan buta oleh egonya sendiri.

Bagaimana bisa Aldrian menyimpulkan bahwa kalimat "sesuatu yang memberiku semangat hidup dan sangat kucintai" itu ditujukan untuknya? Selama lima tahun ini, apakah Aldrian mengira bahwa pusat semesta Kyna hanya berputar di sekelilingnya? Apakah dia mengira Kyna adalah tanaman merambat yang tidak bisa hidup tanpa pohon tempatnya bersandar?

"Lepaskan, Aldrian," desis Kyna, suaranya sedingin es di kutub utara.

Namun, Aldrian yang setengah sadar justru makin menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Kyna, menggumamkan janji-janji kosong yang terdengar seperti lelucon paling hambar di telinga Kyna. "Nara... Nara itu cuma masa lalu, Kyna. Kamu istriku. Selama kamu patuh, posisi Nyonya Wibowo nggak akan pernah bergeser... Aku tahu kamu cuma cemburu..."

"Aku bilang lepas!"

Dengan sisa seluruh tenaga yang dimilikinya, Kyna menyentak pergelangan tangannya dan mendorong dada Aldrian sekuat tenaga. Karena pengaruh alkohol yang berat, keseimbangan Aldrian goyah. Pria itu mundur beberapa langkah hingga betisnya membentur tepian ranjang, membuatnya jatuh terduduk di atas kasur.

Napas Kyna memburu. Dia berdiri di ambang pintu kamar, menatap suaminya dengan pandangan penuh rasa jijik yang tidak lagi disembunyikan.

"Aldrian, buka matamu dan dengar ini baik-baik," kata Kyna, suaranya bergetar bukan karena sedih, melainkan karena kemarahan yang tertahan. "Postingan itu sama sekali tidak ada hubungannya denganmu. Semangat hidupku, sesuatu yang sangat kucintai... itu adalah menari. Itu adalah duniaku yang sempat hancur, bukan kamu!"

Aldrian mendongak, matanya yang merah dan sayu mencoba mencerna kata-kata Kyna melalui kabut mabuknya. Keningnya berkerut dalam. "Menari? Kaki kamu... kamu sudah nggak bisa menari, Kyna. Jangan kekanak-kanakan. Kamu cuma punya aku sekarang..."

"Aku tidak hanya punya kamu, Aldrian. Dan sebentar lagi, aku bahkan tidak akan memilikimu lagi," sahut Kyna dengan senyum tipis yang sarat akan cemoohan. "Tidur dan sadarkan dirimu. Berada di satu ruangan denganmu malam ini membuatku muak."

Tanpa menunggu balasan lagi, Kyna membalikkan badan, melangkah tertatih-tatih keluar dari kamar utama dan menutup pintu dengan bantingan keras. Dia berjalan menuju kamar tamu di ujung lorong, mengunci pintunya dari dalam, lalu menyandarkan punggungnya di balik pintu.

Dinding kamar tamu itu dingin, namun hati Kyna terasa hangat oleh api tekad yang menyala. Dia melirik kalender digital di ponselnya.

H-29.

Hanya tinggal dua puluh sembilan hari lagi. Setelah itu, Aldrian boleh menyombongkan diri sesukanya, boleh mengira seluruh wanita di dunia ini berlutut demi cintanya, dan boleh hidup dalam delusi kehebatannya bersama Anara. Kyna tidak peduli lagi.

Kyna merebahkan tubuhnya di ranjang kamar tamu yang asing. Anehnya, meskipun baru saja menghadapi keributan dengan Aldrian, dia bisa merasakan kantuk yang luar biasa mulai menyerangnya. Jiwanya yang baru saja disegarkan oleh panggung tari malam tadi memberinya kedamaian yang belum pernah ia rasakan selama lima tahun ini.

Keesokan paginya, Kyna terbangun oleh suara ribut-ribut dari arah ruang tamu. Ketika dia keluar dengan kursi rodanya, dia mendapati ruang tamu sudah dipenuhi oleh tiga orang kurir yang sedang mengangkut paksa seluruh sofa kain abu-abu, karpet geometris, dan menurunkan lampu gantung kristal mewah atas perintah Sani. Di ambang pintu, Aldrian berdiri dengan wajah pucat menahan amarah, memegang sebuah dokumen legal dari bank yang menyatakan bahwa hak guna bangunan apartemen tersebut telah resmi dicabut per hari ini, sementara ponsel di tangannya terus bergetar menampilkan nama ibunya yang menelepon dengan histeris karena saham keluarga mereka mendadak anjlok akibat rumor perselingkuhannya yang bocor ke publik.

1
falea sezi
sejauh ini. muter doank ini novel🤣 pret rugi baca nya gue😒
falea sezi
jahat bgt si bangsat😒
falea sezi
bukannya Julian kok jd andrian
Emi Sudiarni
bgusvsib ceritanya. tpi bingung bacanya kerna bolak balik dsk beraturan
Emi Sudiarni
sdih bngat ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!