NovelToon NovelToon
TERSESAT DI DESA MISTERIUS

TERSESAT DI DESA MISTERIUS

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / TKP / Hari Kiamat
Popularitas:78.6k
Nilai: 5
Nama Author: Cublik

Semua bermula saat regu berjumlah enam anggota mahasiswa hendak bertolak ke sebuah perkampungan pelosok demi tugas KKN, mereka menolak ikut rombongan bus kampus, memilih menaiki mobil pribadi.

Sampai pertengahan jalan, sang sopir berbelok arah, mencari jalur alternatif agar cepat sampai tujuan, tapi malah memasuki wilayah tidak terdaftar pada peta digital maupun konvensional.

Keanehan, kejanggalan mulai terjadi kala sang waktu merambat memasuki malam hari. Langit berangsur-angsur berubah warna layaknya api menyala.

Ada apa sebenarnya? lantas bagaimana dengan nasib para mahasiswa, termasuk Candra Kanti, gadis pendiam yang dapat merasakan aura mistis disekitarnya ...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cublik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai menunjukkan taring : 16

“Kami boleh ikut tidak, Pak?” Aji menawarkan diri, dia juga ingin mencari keberadaan Mayang. Mereka sudah berteman semenjak pertama kali menjadi mahasiswa junior.

“Lebih banyak orang yang membantu, maka semakin besar peluang menemukan Mayang!” Widi berjalan paling depan, disusul sang menantu dan pelayan rumahnya.

“Abeer, lu jagain Kanti sama Ahwaya. Jangan ditinggal sendirian mereka!” Sambara menepuk pundak pemuda berwajah cemong terkena asap.

“Kalian hati-hati!” Abeer menyanggupi.

Rombongan para pria itu tergesa-gesa melewati jalan desa. Tangan mereka menggenggam senjata tajam – parang, kayu, celurit.

“Kalian masuklah ke dalam kamar, atau mau menunggu di rumah saya?” bu Sasmi menawari.

Abeer menyahut. “Kalau boleh, saya butuh teh hangat atau kopi, Bu?”

“Boleh. Tentu boleh. Ayo masuk!” Ia berjalan lebih dulu setelah mengucapkan terima kasih kepada ibu-ibu membantu memadamkan api, dan sekarang mulai kembali ke hunian mereka.

Kanti sama sekali tidak terlihat bersemangat. Pikirannya rumit, kejadian ini terlalu tiba-tiba dan cepat, sampai bingung harus mulai dari mana menghubungkannya.

“Mayang, lu baik-baik aja, kan?” Ahwaya memeluk dirinya sendiri. Lelah fisik, stress pikiran, membuat tubuhnya lemah.

Mereka bertiga menunggu di kursi meja makan. Teh sedang diseduh oleh Lilis.

‘Apa yang harus aku lakukan? Nyai, bisakah kamu membebaskan belenggu, atau beritahu aku bagaimana caranya?’ keinginan mengembalikan keistimewaannya kian meningkat, dia gak mungkin hanya berdiam diri.

Suara gelas diletakkan pada permukaan meja, mengembalikan fokus Kanti. “Terima kasih, Kak.”

Lilis mengangguk singkat. Menaruh piring berisi ubi kukus yang dibuat sore hari tadi.

“Kalau butuh ke kamar mandi, masuk saja ke dapur rumah ini. Boleh dipakai mandi dan lainnya.” Bu Sasmi keluar dari bagian belakang dengan membawa sesuatu mengeluarkan harum sedap.

“Ini ada sate daging Rusa. Kita beruntung, sebelum kebakaran, sempat menyembelih dua hewan tersisa, jadi gak gosong dilahap api.” Piring bulat lengkap dengan bumbu sambal kacang ditaruh pada tengah-tengah meja.

Ahwaya menelan ludah, tergiur oleh aroma dan minyak dipermukaan daging menggugah selera.

Abeer langsung mengambil dua tusuk sekaligus, tanpa sungkan menikmati sambil memejamkan mata. Suara cecapnya terdengar nyaring.

Lewat tatapan mata, Aya bertanya kenapa pahanya dicubit oleh Kanti saat dia mau mengambil satu tusuk sate.

Kanti melirik cepat bu Sasmi, Lilis yang masih memperhatikan Abeer makan dengan rakusnya.

‘Jangan! Kali ini tolong dengerin aku!’ peringatnya tanpa mengeluarkan suara, cuma gerak bibir jelas.

Kening Aya mengerut, antara menurut atau tetap mencoba mencicipi daging yang membuatnya ketagihan, sampai seperti orang mabuk minuman keras.

“Kamu kenapa, Ahwaya? Tumben gak menyentuh daging Rusa, pun minumnya tidak disentuh?” Bu Sasmi sedikit heran.

Aya mendongak, pipinya basah oleh air mata. “Saya kepikiran Mayang, Bu. Mana dia lagi sakit.”

“Warga tengah mencarinya, mereka berusaha sebaik mungkin. Semoga kali ini juga masih sama seperti sebelumnya, Mayang selamat,” hibur bu Sasmi.

Kanti merasa ada yang janggal dengan kalimat tadi, tidak terdengar nada antusias seperti kapan hari, seolah mereka sudah dapat menebak hasil sebelum usai pencarian.

“Bu, apa kalau sudah diculik makhluk gaib itu, kemungkinan selamatnya tipis?” tanyanya penuh kehati-hatian.

“Masalahnya Mayang sudah pernah dilukai, dan racunnya pun belum sepenuhnya keluar dari dalam tubuh,” bu Sasmi menghela napas panjang.

“Kemarin itu yang menyelamatkan Mayang, mbah Munah kan? Bisakah kita meminta tolong lagi ke beliau, Bu?” ia teringat tentang sosok dukun sakti, belum pernah ditemuinya.

“Jika malam ini Mayang belum ditemukan, besok pagi saya pergi ke sana meminta bantuan. Penglihatan mbah Munah tidak dapat diandalkan jika cahaya redup,” katanya bernada sedang.

“Boleh kami ikut, Bu? Sekalian mau ngucapin terima kasih atas bantuan tempo hari,” entah kenapa nada Kanti sedikit memaksa.

“Silahkan kalau mau ikut. Tapi naik pickup, tidak keberatan, ‘kan?”

“Kebetulan saya suka naik kendaraan bak terbuka, Bu.” Kanti mengangguk, tidak memberikan kesempatan bagi bu Sasmi mencari alasan lain.

Setelahnya mereka sama-sama minum teh dalam diam. Terdengar suara Abeer mengunyah sate – satu piring dihabiskan sendiri olehnya.

Kanti dan Ahwaya cuma makan ubi kukus dan teh hangat.

Keheningan itu berlangsung sedikit lama, setiap orang tampak larut pada pikirannya sendiri, sampai terdengar suara ribut-ribut diluar rumah.

“Lapor, Nyonya.” Pak Aan berjalan tergesa-gesa, lalu berdiri di depan bu Sasmi.

Di bawah meja, Aya menggenggam tangan Kanti, perasaannya tidak enak.

“Katakan!”

“Kami melihat bercak darah mengarah ke jurang. Setelah ditelusuri ternyata darah manusia, kemungkinan besar milik Mayang,” lapor pria berambut putih.

Aya langsung histeris, badan lemas. “Gak mungkin, Mayang pasti baik-baik saja!”

Abeer menjatuhkan gelas teh, rasa lezat daging berubah hambar, dia menangisi sang kekasih.

“Apa dia ditemukan, atau cuma jejak darahnya saja, Pak?” lirih Kanti, wajahnya pucat, sorot mata sayu.

Pak Aan menggeleng. “Cuma tetesan darah.”

“Terus kenapa bapak bisa sangat yakin kalau itu Mayang?” selidik Kanti, dia mulai sedikit memperlihatkan sikap kritis.

“Saya sudah mengecek warga desa Latu abang, tidak ada laporan kehilangan, selain Mayang,” pak Aan masih terlihat tenang, gesturenya juga sama tenangnya.

“Berarti bener Mayang?” Aya bersandar sepenuhnya pada kursi kayu.

“Pak, Bu … boleh saya tahu makhluk jadi-jadian itu rupanya seperti apa? Biar kami bisa antisipasi _”

Brak!

Bu Sasmi memukul meja makan, ketegangan langsung terasa. “Sudah berapa kali saya peringatkan! Jangan sekali-kali menyebut kawanan mereka!”

“Tidak menyebut dan memikirkan pun rumah ini diserang. Bisa jadi kami target mereka, karena aneh rasanya … tiba-tiba mobil terjebak, lalu kami terperangkap disini. Semua hal itu tidak mungkin terjadi secara kebetulan bukan?” Kanti juga bersikeras, sudah kepalang tanggung, pun telah jatuh korban.

Mimik wajah bu Sasmi melembut. “Selama kalian menurut, semuanya bakalan aman.”

“Lantas gimana dengan Mayang? Sehabis diserang, dia sakit seperti orang lumpuh, berbicara saja tak mampu. Tiba-tiba diculik disaat kami terlelap. Saya paham jika ibu dan warga desa ini ingin melindungi, tapi tolong beritahu kami. Setidaknya warna bola matanya!” Candra Kanti berbicara tegas, begitu pula ekspresinya, datar.

Tuk. Tuk. Tuk ….

Baik Kanti, Aya, dan Abeer, menoleh ke Lilis yang tengah mengetuk meja.

Istrinya Tejo berdiri di ujung meja, jari telunjuknya terarah pada sesuatu, memberikan petunjuk ….

.

.

Bersambung.

1
Ayudya
sampai sekarang Kanti dan teman teman nya belum juga menemukan jalan keluar
Siti Umaroh
semangat thorrrrr Thor jangan serius serius ya BKIN ada nuansa romance nya hihii aku suka semangat thorrr suka bgt sma Sambara SMA aya
Al Fatih
apa yang kau lihat aji 😱 ???
mamaqe
jiii...spil doongggg
Shee_👚
apa yang di liat aji, manusia kah?? atau apa🤔🤔
Shee_👚
ampun deh ngebayangin mereka mengamati itu dapur aku ko ya merinding takut ada penampakan🤣🤣🤣
Shee_👚
aduh deg deg an aku
Shee_👚
ko ya serem banget di kasih makan banyak biar gemuk, terus di potong dah kaya ayam🤭
Mudahlia Fitha
aji Sakha jgn macam macam satu macam aja udah BKIN haredang
Shee_👚
bisa jadi hanya sandiwara agar kalian terkecoh
Diah_Kustantie ✨💛
Yg di liat aji adalah “ masa depan cerah bersama kanti “ ea ea ea 🤣
Siti Umaroh: haha iyakan ka semoga GK ada korban lgi
total 1 replies
Shee_👚
nah nah apa bener lilis🤔🤔
duh pusing aku🤭
Shee_👚
nah widi tau sesuatu itu, atau jangan² anjjing semalam anak buah widi??🤔
Maritanias
😍😍😍😍😍😍😍😍
Maure Nia
pasti mahluk aneh...
syizfaiz
hayooo ji cepat katakan, apa yg kamu liat sekarang 😱😱😱
Maure Nia
Kanti usaha terus say💪
Dew666
💎💎💎
Monica Lora
ap yg kamu lihat.. aku bobok dlu.. serem ah...🤭🤭
moon
wah wah wah, bisa bintitan kalo hobi tukang intip diterusin 🤭🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!