NovelToon NovelToon
Cintamu Bukan Untukku

Cintamu Bukan Untukku

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nana

Sudah 5 tahun sejak pernikahanku dengan Raymond. Di depan keluarga dan teman, kami adalah pasangan yang harmonis. Tapi ketika di dalam rumah kecilku, aku merasa hampa. Ini terasa seperti aku bermain sandiwara selama 5 tahun lebih. Aku pun tidak tahu apa yang salah dengan diriku sendiri kenapa aku masih memaksa diriku untuk bersamanya. Tapi satu hal yang pasti, suamiku mencintai statusnya sebagai suami bukan mencintaiku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 18

Ray pulang ke rumah keesokan harinya, setelah semalaman ia mabuk mabukan di bar. Tepat saat membuka pintu ia sedikit merasa ada yang kurang. Lalu ia masuk ke dalam ruang tamu dan kondisinya sudah hampir kosong.

"bi Ais... BII," teriaknya.

Bi Air berlari tergopoh-gopoh dari dapur menghampiri tuannya. "iya tuan."

"apaa rumah ini habis kemalingan?"

"eh? tidak tuan, semalam aman aman saja."

"tapi kenapa barang-barang di rumah menghilang?"

"Oh semalam nyonya pulang dan membereskan barang yang sudah usang, mau diganti yang baru katanya."

"termasuk foto?"

"fotonya mau diganti bingkai."

"oh ya sudah."

Ray menghela nafas lega karena ternyata ia sudah mengkhawatirkan kemungkinan yang tidak mungkin terjadi. Lalu ia menaiki anak tangga menuju ke kamar.

"oh iya, Llyn mana?"

"nyonya sudah berangkat."

"pagi sekali."

"tidak tau tuan, mungkin ada urusan penting di kantor."

"yahh, memang ada proyek baru sih. Ya sudah, kembali bekerja sana."

"iya tuan."

Saat masuk kamar dan membuka lemari, hanya ada baju miliknya di sana. Bahkan aksesoris pun hanya ada miliknya saja. "mungkin sedang di laundry," gumamnya. Llyn memang memiliki kebiasaan melaundry pakaiannya satu bulan sekali meskipun tidak semuanya.

Untuk tas, sepatu, dan perhiasan sering dibawa ke ahlinya untuk dirawat. Jadi bukan hal aneh jika tiba-tiba lemarinya kosong. Hanya saja dulu tidak benar-benar sampai kosong seperti ini.

Malam ini pun sama seperti malam sebelumnya, Llyn tidak pulang ke rumah. Ray semakin gelisah karena hal itu. Saat di kantor, ia tidak langsung naik melainkan menunggu Llyn di lobi. Saat istrinya datang ia langsung datang dan menarik tangannya menuju lift.

Karyawan lain yang sebelumnya berada di dalam lift pun langsung keluar. "kemana saja kamu beberapa hari ini?"

"lembur."

"lembur apanya? semalaman kamu tidak ada di kantor maupun rumah."

Ray menunjukkan rekaman CCTV di ponselnya. Llyn memalingkan wajahnya lalu menjawab dengan sedikit gugup. "aku di rumah teman."

"siapa? laki-laki atau perempuan? di mana rumahnya?"

Llyn menghela nafas lelah, lalu menarik paksa tangannya yang masih dicengkram oleh Ray. Setelah lepas, ia mundur satu langkah kemudian menatap tajam mantan suaminya itu.

"dengar, sekarang aku sudah tidak memiliki kewajiban menjawab semua pertanyaanmu."

"apa maksudmu? aku ini suamimu."

"tapi kita di kantor, ingat peraturan yang kamu buat sendiri untukku. Hanya karena di sini kamu atasanku, jangan seenaknya membuat peraturan lalu melanggarnya."

Ting (pintu lift terbuka)

Llyn langsung keluar dari lift dan berjalan cepat menuju meja kerjanya. Di belakangnya, Ray mengekor lalu ia berhenti sebentar di depan meja Llyn. Ia terus menunduk mulai fokus bekerja, mengabaikan sosok pria di depannya. Sampai akhirnya Ray masuk ke dalam ruangannya sendiri.

Llyn melihat kalender di mejanya lalu melingkari tanggal hari ini. Lusa ia resmi keluar dan akan langsung berangkat, itu artinya besok adalah hari terakhir. Setelah pesta ulang tahun kakeknya Ray, Llyn sudah memberi info terkait perceraiannya. Tapi ia meminta agar semua orang diam, tidak perlu bertanya apapun kepada Ray.

Sertifikat rumah sudah kembali menjadi miliknya, saham perusahaan suaminya yang ia miliki juga sudah ia lepaskan. Tidak ada lagi yang akan mengikatnya kembali kepada pria itu.

"bu Llyn apakah besok kamu ikut makan malam perusahaan?" tanya salah satu sekertaris Ray kepadanya.

"makan malam dalam rangka apa? aku belum dapat infonya."

"oh iya infonya ditempel di papan pengumuman, tidak lewat grup chat. Dalam rangka target penjualan tim marketing tembus tiga kali lipat. Jadi perusahaan membuat perayaan kecil untuk semua orang."

"baiklah, aku akan ikut," jawabnya sambil tersenyum.

Menurutnya itu momen yang kebetulan, ia jadi bisa menganggap itu sebagai makan malam perpisahan.

1
Fatmah Ajahra
𝒎𝒂𝒏𝒕𝒂𝒏 𝒔𝒖𝒂𝒎𝒊𝒏𝒚𝒂 𝒔𝒖𝒔𝒂𝒉 𝒎𝒐𝒗𝒆 𝒐𝒏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!