NovelToon NovelToon
Suami Dadakan Untuk Alyra

Suami Dadakan Untuk Alyra

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Hamil di luar nikah
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lylia Yuu

“Kau itu memang benalu! Mengganggu dan menempel seperti parasit. Gagal mendapatkan kakaknya, sekarang adiknya yang kau incar? Dasar wanita sampah!”

Hidup Alyra hancur hanya dalam satu malam. Semua bermula saat ia memergoki lelaki yang begitu dicintainya tengah bercumbu dengan wanita lain. Alyra memilih pergi, tetapi pria itu tak terima ditinggalkan. Dalam amarah dan ego yang membabi buta, ia merenggut paksa kehormatan Alyra sehingga gadis itu hamil.

Sejak saat itu, hidup Alyra berubah menjadi mimpi buruk. Alih-alih bertanggung jawab, mantan kekasihnya justru menikahi wanita simpanannya. Sementara Alyra, yang menanggung malu seorang diri, dipaksa menerima keputusan dua keluarga untuk menikah dengan adik dari pria yang telah menghancurkan hidupnya.

Bisakah Alyra bertahan dalam ikatan tanpa dasar cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lylia Yuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SDUA 24

“Penulis Alyra yang terhormat … apakah Anda tidak tertarik bekerja sama dengan saya?”

“Uhuk!” Mineral yang baru saja diteguknya seketika muncrat ke arah suaminya. “Apa?”

Erlan memejamkan mata, menarik bibirnya ke dalam. Tak ada kesempatan menghindar, air itu telah mengguyur penuh wajahnya. “Kenapa harus sekaget itu?” Ia meraih tisu di atas meja, mengusap pelan pipinya.

“M-maaf!” Alyra reflek bangkit dari kursi, tubuhnya mencondong ke depan, membantu mengelap tetesan di wajah korban semburannya.

“Lagian … tiba-tiba banget ngasih tawaran kayak gitu,” ujar Alyra.

“Ini bukan tiba-tiba,” sahut Erlan, kini menatap serius ke arah istrinya. “Gue udah berencana dari lama, cuma belum nemu waktu yang pas aja buat ngebahas soal ini secara pribadi.”

Suara dentingan piring keramik seakan menjadi musik latar di siang itu, memberi jeda di antara dua insan yang tengah serius membahas perihal kerja sama untuk kesekian kalinya.

“Terima kasih, Mas,” ucap Erlan kepada pramusaji di sela obrolannya dengan sang istri. Pesanan aneka seafood favorite Alyra telah tersusun rapi di atas meja.

“Kenapa aku?” Alyra menatap penasaran.

“Apa maksudmu?” Sang suami tak balik menatap, sibuk memakai sarung tangan plastik di kedua tangannya, ia mulai mengupas beberapa udang bumbu saus tiram.

“Maksudku … banyak penulis lain yang jauh lebih baik, dan—”

“Mau tau alasan gue nawarin ini ke Lo?” Erlan menyela, sorot matanya tidak seramah tadi.

“Iya,” sahut Alyra seraya menganggukan kepala.

Erlan diam sekian detik, menatap penuh arti, raut wajahnya begitu sulit ditebak. Kemudian ia menghela napas.

“Apaa? ….” Alyra menunggu dengan setumpuk rasa ingin tahu, namun sang suami justru menggantung ucapannya.

“Erlan—”

Tangan besar nan berotot itu terangkat, menjejalkan udang yang telah dikupas ke mulut istrinya.

Hap!

Alyra tak bisa berkata-kata, hanya menatap kaget, lalu mengunyah pelan.

“Makan dulu, kita bisa bahas itu nanti.”

.

.

.

Dua hari kemudian.

Suasana rumah produksi Star Gold Pictures tampak sibuk menjelang siang. Para staf berlalu-lalang membawa berkas dan tablet, sementara suara dentingan keyboard serta diskusi antardivisi saling bersahutan memenuhi ruangan.

Deretan poster series dan film populer terpajang rapi di sepanjang lorong, berpadu dengan cahaya lampu putih yang memantul di lantai marmer mengkilap.

Di balik dinding kaca ruang kreatif, beberapa editor terlihat fokus menatap layar monitor, memutar ulang potongan adegan demi adegan tanpa henti.

Alyra berjalan dengan langkah santai sampai akhirnya tiba di divisi tim penulis. Ia berdiri seraya menatap cukup lama sang sahabat yang terlihat fokus pada pekerjaannya.

Annika menyipitkan mata, menatap layar laptop, lalu jemarinya bergerak mengetik sesuatu.

“Ada yang perlu direvisi-kah, naskahku?” tanya Alyra, yang langsung mengundang perhatian tim di satu ruangan.

Annika reflek menoleh. “Alyra?” Alisnya terangkat tak percaya. “Tumben ke kantor?”

Sebagai penulis kontrak yang telah lama berkecimpung di industri hiburan, Alyra tidak diwajibkan bekerja di kantor. Perusahaan memberinya kebebasan untuk menulis di mana pun selama target dan revisi tetap terpenuhi.

Tak hanya untuk dirinya, ketentuan itu berlaku untuk semua penulis di bawah naungan Star Gold.

“Kenapa? Apa penulis dilarang mengunjungi kantor?” Alyra melangkah mendekat, lalu duduk di balik meja kerja yang sudah cukup lama kosong tiada pemiliknya. “Kenapa meja ini masih kosong? Kasih aja ke ruangan tim lain, mana tau ada yang butuh.”

“Kenapa repot-repot? Lo pikir perusahaan kekurangan dana sampai harus berbagi kursi di tiap divisi?” balas Annika, meski tak saling menatap, telinganya siaga mendengarkan ocehan sahabatnya.

Alyra hanya membalas dengan helaan napas panjang.

Perempuan berpenampilan biasa itu kini menutup laptop, menatap lekat sahabatnya, seolah tahu Alyra tengah dilanda gelisah.

“Ada apaa? … buruan cerita,” ucap Annika. “Apa rumah mertuamu udah terasa sesak sekarang?”

“Gue lagi dilema.” Alyra menjatuhkan wajah di atas meja, tatapannya sarat penuh kebimbangan. “Kontrakku dengan Star Gold berakhir bulan ini. Gue bingung harus perpanjang kontrak, atau … mengundurkan diri?”

Annika menatap sekeliling. Kebetulan, hari ini beberapa editor dan penulis sibuk, baru saja pergi rapat untuk membahas proyek masing-masing, sehingga hanya dirinya dan Alyra yang tertinggal di ruang divisi itu.

“Kenapa bingung? Lo dapet tawaran yang lebih menjanjikan?” tanya Annika setelah memastikan keadaan aman untuk melanjutkan sesi curhat.

“Entahlah ….” Suara Alyra seperti tak bergairah. “Gue juga nggak tau. Apakah di sana lebih menjanjikan, atau justru … lebih mencekik.”

Perempuan berambut sebahu itu tersenyum singkat. “Siapa dia? Perusahaan mana yang udah bikin seorang Alyra jadi stress dan dilema? Hah?”

“Pradana Group.” Alyra kini mengangkat wajah, menatap dengan mantap iris coklat milik sang sahabat.

“What?!” Annika jelas terkejut. “Pradana Group? Perusahaan milik keluarga Erlan?”

Alyra menganggukan kepala.

.

.

.

Stefani duduk berselonjor di atas ranjang besar miliknya, jemari lentik itu sibuk memainkan gelas wine di tangan.

Lampu kamar bernuansa keemasan membuat ruangan mewah itu terasa hangat, berbanding terbalik dengan senyum licik yang sejak tadi menghiasi wajahnya.

Sementara di sofa dekat jendela, Velisa tampak mondar-mandir gelisah. Sesekali ia menggigit kuku, matanya menyala penuh kekesalan saat nama Alyra disebut.

“Lo yakin Erlan beneran ngomong gitu?” Stefani menyeringai sinis. “Dia mau rekrut Alyra ke rumah produksi Pradana Group?”

“Itu yang gue denger,” sahut Velisa, raut wajahnya sama sekali tak bisa tenang. “Masalahnya, Ervin dan Erlan lagi memperebutkan Alyra untuk diajak kerja sama. Sial!” Ia mendengus kesal. “Sehebat apa, sih, tulisannya? Sampai dua pria bodoh itu berebut!”

“Jangan menyebut Erlan bodoh. Dia jauh lebih cerdas dari suamimu itu!” tekan Stefani.

Velisa melirik sinis, lalu menjatuhkan diri ke atas sofa. “Ini bukan saatnya untuk ngebahas itu. Buruan pikirin cara buat hancurin si jalang gila itu.”

“Kenapa mesti gue yang mikir? Lo lupa, tempo hari Lo bilang mau nyusun rencana buat menjebak perempuan itu?” tuntut Stefani. Memang begitu adanya, sang sepupu telah menawarkan otak untuk mengurus jebakan dan menyingkirkan target.

“Iya lagi, sial!” Velisa meremas erat jemarinya.

“Gue punya ide.” Stefani mendadak berdiri, wajahnya berbinar culas setelah ssbuah ide gila melintas di benaknya.

“Apa itu?” Velisa menatap tak sabaran, begitu penasaran.

“Gue bakal masuk ke Pradana Group. Gue penulis yang punya nama besar, mereka nggak mungkin nolak gue, ‘kan?” Ia tersenyum jumawa, rasa percaya dirinya seolah meluap tinggi. Lebih tinggi dari sebuah harga diri.

“Setelah gue berhasil masuk … gue bakal membidik Alyra dari dekat, memastikan dia hancur, sehancur-hancurnya.”

Keduanya tertawa culas, membayangkan kemenangan bahkan sebelum perang dimulai.

*

*

Bersambung.

1
partini
jajat sekali kalian,,tapi orang selalu berhasil wehhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!