NovelToon NovelToon
Menjemput Takdir Yang Sempat Terpisah

Menjemput Takdir Yang Sempat Terpisah

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Selamat, Ibu Alana. Bayinya laki-laki, sehat, dan tampan sekali," ucap sang dokter tersenyum hangat.

​Alana mencium kening putranya dengan air mata yang terus mengalir. "Hai, sayang... Ini Ibu. Mulai hari ini, cuma ada kita berdua. Ibu berjanji akan menjagamu dengan seluruh hidup Ibu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

LEMBARAN RAHASIA YANG TERBUKA

Samudera menarik napas panjang, mencoba menguasai gemuruh di dadanya. Ia mengepalkan tangannya di dalam saku celana. Rasa hampa yang menyiksanya selama empat tahun terakhir mendadak sirna, digantikan oleh debaran kepastian yang kuat.

​"Rendy," panggil Samudera, suaranya terdengar rendah namun penuh penekanan yang mutlak. "Batalkan semua agenda saya malam ini."

​"Baik, Pak. Lalu... ada hal lain?"

​Samudera menatap ke arah koridor jalan tempat Alana dan anaknya menghilang. "Cari tahu unit rumah mana yang baru saja dimasuki oleh wanita dan anak kecil tadi. Saya mau datanya lengkap sebelum matahari terbenam. Jangan sampai kehilangan jejak mereka lagi."

Matahari baru saja tenggelam, menyisakan semburat jingga di langit kompleks perumahan elit itu. Di dalam rumahnya, Alana bergerak dengan gelisah. Ia sudah mengunci semua pintu dan jendela, bahkan menarik gorden rapat-rapat.

​"Ibu, kenapa rumahnya jadi gelap?" tanya Arka polos, mendongak menatap ibunya sembari memeluk sebuah buku cerita.

​Alana mencoba tersenyum, meski jantungnya masih berdegup kencang. Ia berlutut di depan Arka dan mengusap rambutnya yang lembut. "Tidak apa-apa, Sayang. Ibu cuma mau kita makan malam lebih awal hari ini. Arka mau makan sup ayam kesukaan Arka?"

​"Mau!" seru Arka riang, langsung melupakan keheranannya.

​Sementara Arka makan dengan lahap di meja makan, Alana berdiri di dekat dapur dengan pandangan kosong. Tatapan laki-laki di taman sore tadi terus membayangi pikirannya. Ada otoritas dan kilat pengenalan di mata pria itu yang membuat Alana merinding. “Apakah dia mengenaliku? Apakah dia tahu tentang Arka?” Pertanyaan-pertanyaan itu terus berputar, menciptakan rasa takut yang amat sangat di hati Alana.

​Di luar rumah, sebuah mobil sedan hitam mewah berhenti perlahan di seberang pagar rumah Alana. Lampu mobil dimatikan, menyatu dengan kegelapan malam.

​Di dalam mobil, Samudera duduk di kursi belakang dengan tatapan tajam yang terkunci pada rumah dua lantai bernuansa minimalis tersebut. Di tangannya, terdapat sebuah gawai yang menampilkan dokumen laporan yang baru saja dikirimkan oleh Rendy.

Membaca nama lengkap putranya, rahang Samudera mengeras. Arkana Dirgantara. Nama yang indah, namun kenyataan bahwa anak itu harus lahir dan tumbuh tanpa nama ayahnya di lembaran hukum membuat hati Samudera berdenyut nyeri. Ada rasa kagum yang membuncah sekaligus rasa bersalah yang mendalam saat ia membaca bagaimana Alana berjuang sendiri, diusir oleh keluarganya, dan bekerja siang malam sebagai guru les demi membelikan rumah ini untuk anak mereka.

Profil Penghuni Unit 12-B:

​Nama: Alana Clarissa (26 tahun)

​Pekerjaan: Guru Les Privat Internasional (Matematika & Bahasa Inggris)

​Tanggungan: Satu anak laki-laki bernama Arkana Dirgantara (4 tahun, lahir tanpa nama ayah di dokumen sipil awal).

Membaca nama lengkap putranya, rahang Samudera mengeras. Arkana Dirgantara. Nama yang indah, namun kenyataan bahwa anak itu harus lahir dan tumbuh tanpa nama ayahnya di lembaran hukum membuat hati Samudera berdenyut nyeri. Ada rasa kagum yang membuncah sekaligus rasa bersalah yang mendalam saat ia membaca bagaimana Alana berjuang sendiri, diusir oleh keluarganya, dan bekerja siang malam sebagai guru les demi membelikan rumah ini untuk anak mereka.

​"Dia wanita yang luar biasa, Pak," bisik Rendy dari kursi kemudi, memecah keheningan. "Dia sengaja memilih kompleks ini dan memasukkan anaknya ke homeschooling untuk melindungi privasi anak itu."

​Samudera menutup gawai tersebut. Ia menyandarkan tubuhnya, menatap nanar ke arah jendela lantai dua rumah Alana yang lampunya menyala temaram.

​"Dia menyembunyikan putraku dari dunia karena dia takut dunia akan menyakiti anak itu," ujar Samudera, suaranya berat dengan emosi yang tertahan. "Dan dia melakukannya sendirian selama empat tahun."

​"Apakah Anda ingin saya mengetuk pintunya sekarang, Pak?" tanya Rendy bersiap-siap.

1
Lubna Aulia
Ceritanya bagus. Menarik alurnya
Lubna Aulia
Alur ceritanya bagus👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!