NovelToon NovelToon
SENTUHAN SANG MAFIA

SENTUHAN SANG MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mafia
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: MissSHalalalal

"Jika besok pria tua itu datang lagi untuk menagih jawabanmu, katakan padanya kau lebih memilih membusuk di sel ini," suaranya rendah, nyaris seperti desisan yang berbahaya.

Aku tersentak, mencoba mencerna kalimatnya. "Apa? Kau... kau menyuruhku tetap di penjara ini?"

"Ya," sahutnya pendek. "Aku tidak ingin menikah. Terlebih lagi, aku tidak ingin menikah denganmu. Kau tidak tahu apa yang akan kau hadapi jika melangkah masuk ke mansion utama sebagai istri seorang Grisham. Di sana, kau tidak akan hanya melihat darah, tapi kau akan mandi di dalamnya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MissSHalalalal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18

Limusin hitam itu melaju membelah kegelapan malam. Di kursi belakang, aku hanya bisa mendengar suara rendah Darrel dan Leo yang membahas koordinat keamanan dan jalur evakuasi cadangan. Setiap kata mereka terdengar seperti persiapan menuju medan tempur. Aku mencengkeram erat tas genggamku, berusaha menormalkan napas yang terasa semakin sesak.

​"Jangan perlihatkan ketakutan mu itu lily," suara dingin Darrel memecah lamunanku.

​Aku menoleh, melihatnya tetap menatap lurus ke depan. "Aku sedang mencoba," bisikku parau.

​Perjalanan itu berakhir di sebuah villa raksasa yang tersembunyi di balik perbukitan sunyi. Tidak ada lampu kelap-kelip hotel, hanya barisan pengawal bersenjata lengkap yang membentuk barikade manusia.

Saat pintu mobil terbuka, hawa dingin malam langsung menusuk kulitku. Darrel turun lebih dulu, lalu mengulurkan tangannya. Saat jemariku menyentuh telapak tangannya yang besar, ia menggenggamnya dengan sangat kuat—sebuah pegangan yang tak memiliki kelembutan, namun memberikan rasa aman yang aneh.

​"Ingat, tetap di sampingku," perintahnya sebelum kami melangkah menuju gerbang pemeriksaan yang sangat ketat.

​Kejutan pertama menghantamku saat kami tiba di titik sterilisasi. Leo memberikan kode, dan seorang pengawal wanita bertubuh kekar memintaku masuk ke sebuah bilik tertutup.

 Darrel melangkah masuk bersamaku, mengabaikan protes pengawal lain yang menyebutkan protokol pria dilarang masuk.

​"Jangan membantahku jika kau masih ingin kepalamu tetap di tempatnya," desis Darrel pada pengawal itu.

​Di dalam bilik yang dingin dan beraroma disinfektan itu, pengawal wanita tersebut memintaku menanggalkan seluruh pakaian. Aku berdiri mematung, menatap Darrel dengan mata berkaca-kaca, meminta perlindungan. Namun, ia hanya diam, menatapku dengan sorot mata yang tak terbaca. Satu per satu helai kain terlepas hingga aku berdiri telanjang bulat, merasa sangat rendah di bawah lampu neon yang terang benderang.

​"Angkat satu kakimu," perintah pengawal wanita itu sambil mengenakan sarung tangan latex hitam.

​Aku tersentak, rasa takut menyergapku. "Apa yang mau kau lakukan?" tanyaku dengan suara bergetar.

​"Pemeriksaan rongga tubuh, Nyonya. Protokol klan saingan sangat ketat. Kami harus memastikan tidak ada mikro-pemancar atau racun yang disembunyikan di dalam sana," jawabnya datar.

​Pengawal itu mendekat, namun sebelum ia sempat menyentuhku, Darrel menepis tangannya dengan kasar. "Menjauh," perintah Darrel.

​"Tapi Tuan Muda, ini prosedur—"

​"Aku bilang menjauh! Biarkan aku yang memeriksanya sendiri," suara Darrel merendah, penuh ancaman.

​Pengawal itu mundur dengan ragu. Darrel kemudian mengambil gel pelumas di meja medis kecil, mengoleskannya pada jemari panjangnya yang masih terbalut sarung tangan hitam tipis. Ia berlutut di depanku, membuatku harus bersandar pada dinding bilik yang dingin untuk menjaga keseimbangan.

​"Darrel, kumohon... jangan di depan mereka," bisikku sambil terisak pelan.

​"Diam, Lily. Ini demi nyawamu," katanya sambil menatapku tajam. Ia menarik kaki kananku ke atas bahunya, membuat area paling pribadiku terekspos sepenuhnya di bawah lampu ruang pemeriksaan.

​Tanpa peringatan, satu jemarinya menerobos masuk ke liang intiku. Aku memekik pelan, mencoba merapatkan paha, namun cengkeramannya di pinggulku sangat kuat. Jemarinya bergerak dengan teknik yang sangat presisi—mungkin sisi dokternya yang bekerja—ia meraba setiap dinding di dalam sana, mencari benda asing yang mungkin diselundupkan.

​Namun, sentuhan itu perlahan berubah. Darrel tidak hanya sekadar memeriksa; jemarinya mulai bergerak dengan ritme yang dalam dan sengaja. Ia menggunakan jempolnya untuk mengusap bagian luar intiku dengan gerakan melingkar yang lembut namun menekan.

​"Darrel... ahhh..." aku mendesah tak tertahan, kepalaku terkulai ke belakang. Rasa malu yang tadi membuncah kini perlahan terkikis oleh gelombang panas yang menjalar dari bawah sana.

​"Lihat ini," ucap Darrel pada pengawal wanita yang masih berdiri di sudut, suaranya terdengar serak. "Rongganya bersih. Hanya ada rasa takut... dan mungkin sedikit gairah yang tidak pada tempatnya."

​Jemarinya terus mengobrak-abrik bagian dalamku, bergerak lebih cepat dan lebih dalam, menyentuh titik-titik sensitif yang membuat lututku lemas. Ia terus menatapku, seolah ingin memastikan aku tetap sadar di tengah kenikmatan yang memalukan ini. Area intiku benar-benar menjadi tontonan, basah bukan karena benda asing, melainkan karena reaksi tubuhku atas perbuatannya.

​Saat aku merasa hampir mencapai klimaks di tengah pemeriksaan gila itu, Darrel mendadak menarik jemarinya. Ia berdiri, membersihkan tangannya dengan tisu, lalu menatap pengawal wanita itu dengan dingin.

​"Sudah cukup? Atau kau ingin aku menunjukkan lebih banyak lagi sampai dia pingsan di tanganmu?"

​Pengawal itu menunduk dalam, wajahnya memerah. "Sudah cukup, Tuan Muda. Silakan Nyonya berpakaian kembali."

​Aku merosot ke lantai, menutupi tubuhku dengan tangan yang gemetar. Dunia apa ini? Di tempat ini, bahkan bagian terdalam tubuhku tidak lagi memiliki privasi. Darrel membungkuk, membantuku berdiri, lalu membisikkan sesuatu di telingaku sebelum ia keluar.

​"Selamat datang di dunia Grisham, Lily. Di sini, integritasmu diukur dari seberapa dalam aku bisa mengendalikanmu."

Aku berusaha menutupi rasa lemas di kakiku saat melangkah keluar dari bilik pemeriksaan. Ada sesuatu yang terasa hilang begitu jemari Darrel mencabut paksa sensasi panas dari dalam diriku, meninggalkan kehampaan yang membuatku merasa sangat rapuh. Namun, Darrel tidak memberiku waktu untuk memproses rasa malu itu. Ia segera menggandeng lenganku, menarikku masuk ke aula utama yang megah.

*

​Begitu pintu ganda terbuka, ratusan pasang mata tertuju pada kami. Kilatan lampu kristal dan aroma cerutu mahal menyambut kedatangan kami. Aku merasa sangat kecil; hanya seorang gadis toko bunga yang kini diseret ke tengah panggung para monster.

​"Tegakkan kepalamu, Lily. Jangan biarkan mereka melihat ketakutanmu," bisik Darrel tepat di telingaku, suaranya sedingin es namun memberi kekuatan.

​Kami berjalan membelah kerumunan hingga langkah kami terhenti oleh sosok pria yang berdiri menghalangi jalan. Jantungku mencelos. Pria itu mengenakan setelan tuksedo biru gelap, terlihat sangat berwibawa dan berbahaya.

​"Marthin?" bisikku tak percaya.

​bukankah dia Kakak tingkatku di kampus yang terkenal ramah namun gigih mendekatiku. Hanya beberapa hari sebelum aku terjebak dalam kontrak Grisham, dia menyatakan cinta padaku di depan perpustakaan dan aku menolaknya dengan halus. Tapi Marthin yang berdiri di depanku sekarang bukanlah pria kampus yang kukenal. Tatapannya liar dan penuh tipu daya.

​"Wah, kejutan yang luar biasa," ucap Marthin dengan seringai licik. "Ternyata gadis bungaku yang manis sudah menjadi milik seorang Grisham."

​"Kenalkan, ini Lily. Istriku," ujar Darrel dengan nada yang sangat posesif. Ia menarik pinggangku lebih dekat, menunjukkan dominasinya.

​Marthin tertawa rendah, lalu melangkah satu langkah lebih dekat ke arahku. "Lily... kau tampak jauh lebih menggoda di balik gaun mahal itu daripada di toko bunga kecilmu. Aku tidak menyangka seleramu ternyata pria berdarah dingin seperti Darrel."

​Sebelum Marthin sempat menyentuh tanganku, Darrel lebih dulu menggeser tubuhnya, menghalangi akses pria itu terhadapku. Auranya mendadak berubah menjadi sangat membunuh. "Jangan melewati batas, Winston. Kau tahu apa konsekuensinya jika menyentuh milikku."

​Darrel segera membawaku menjauh ke sudut ruangan yang lebih sepi. Ia memutar tubuhku menghadapnya, matanya menyipit penuh selidik.

​"Kau mengenalnya?" tanya Darrel tajam.

​"Dia... dia kakak tingkatku di kampus," jawabku jujur, suaraku bergetar. "Dia selalu mengejarku dan mencoba mendekatiku selama berbulan-bulan. Beberapa hari lalu dia menyatakan perasaannya, tapi aku menolaknya."

​Darrel hanya menyunggingkan senyuman tipis yang terlihat sangat sinis. "Menarik. Kau baru saja menolak pangeran dari klan Winston, musuh bebuyutan Grisham yang paling licik."

​Aku tertegun. Marthin adalah seorang mafia? Pria yang sering membawakanku kopi dan membantuku membawakan buku-buku di kampus adalah musuh besar keluarga suamiku?

​"Ketahuilah satu hal, Lily," lanjut Darrel sambil merapikan helaian rambutku yang jatuh ke wajah. "Erlan tidak memilihmu secara asal sebagai menantu. Ada alasan mengapa kau yang dipilih di antara jutaan wanita di luar sana. Suatu saat, kau akan tahu bahwa masa lalumu tidak sesederhana yang kau bayangkan."

***

Bersambung...

1
Mia Camelia
semangat thor😄👍
makin seruu dan bikin penasaran🥰
double up dong biar makin puas 😂
Tuti Handayani
bagus banget
Mia Camelia
lanjut thor🥰🥰🥰
Mia Camelia
thor ceritaiin dong siapa ortu nya liliy???? kepoo nih thor🥰🥰🥰🥰
Mita Paramita
lagi Thor update 🔥🔥🔥
apakah Lily juga anak dari klan mafia juga? jadi penasaran 🤨🤨🤨
Vanni Sr
semkiin kereen yaaaa , mungkin lily ank angkt org tua nya dlu py kuasa
Mia Camelia
darel kejam gak mau denger penjelasan lily😔
Nanik Arifin
mengertilah Lily, Darrel hanya ingin melindungimy. dr awal hanya itu yg ingin Darrel lakukan, tapi kamu aj yg keras kepala, pakai acr kabur segala. sepertinya Darrel ingin memutus generasi klan ini. sepak terjang klan ini tak sejalan dg rasa kemanusiaan Darrel yg begitu besar. nyata dia seorang dokter yg empati & jiwa menolongnya tinggi.
Lily ikuti kata Darren, cukup kamu tersiksa 30 hari + 9 bulan. setelahnya kamu bisa bebas ( mungkin 🤔)
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Mia Camelia
semangat thor, 🥰🥰🥰
Erna Tazmania
seru..semangat tor
Mita Paramita
lagi Thor update lagi 😘😘😘
seru banget ceritanya
Vanni Sr
kereeeen darrel mulai cmburuu
Mia Camelia
gak sabar mau ngliat pesta nya , mpe lily merasa tertekan😂
Mia Camelia
ceritaiin sedikit thor tentang kaka nya darel ky gimana ??? jdi penasaran😂
Mia Camelia
seru banget thor🥰, ayoo update lgi yg banyak☺😄
Mita Paramita
lagi Thor 🤣🤣🤣seru banget ceritanya
Mia Camelia
seru banget ini👍🥰😄
Fariza Imut: seru aku suka ceritanya
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut lagi double up 🔥
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!