NovelToon NovelToon
Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: JAYDEN AHMAD

LIMA TAHUN IA DI INJAK-INJAK. SATU MALAM IA MEREBUT SEGALANYA.

Rizky Santoso adalah aib. sampah. suami tak berguna yang ditakdirkan untuk hidup di dapur, di bawah kaki istrinya yang kaya raya,
Adelia. selama 5 tahun, hinaan adalah sarapannya dan pengkhianatan adalah makan malamnya.

Ketika Adelia mencampakkannya demi seorang selingkuhan, ia pikir hidup Rizky telah berakhir.

DIA SALAH BESAR.

Di malam tergelapnya, takdir datang menjemput. Dua sosok misterius berjas hitam membawakan sebuah kebenaran yang mengguncang kota: pria yang ia buang adalah PUTRA MAHKOTA dari kerajaan bisnis yang paling berkuasa.

kini, Rizky kembali. Bukan lagi sebagai suami yang tunduk, tapi sebagai raja yang dingin dan tak tersentuh. ia akan duduk di singgasana kekuasaannya dan menyaksikan mereka yang pernah menghinanya...
bertekuk lutut.

Penyesalan Adelia tidak akan ada artinya. Karena dalam permainan takdir ini, sang pewaris telah kembali untuk mengambil apa yang jadi miliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JAYDEN AHMAD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24: BADAI YANG MENGUJI AKAR

Laporan analisis Bramantyo tergeletak di meja Rizky, sebuah anomali yang menarik di tengah badai yang melanda. Data-data itu, yang mengungkap kelemahan struktural GlobalNet di pasar Asia Tenggara, adalah informasi yang sangat berharga. Namun, setiap kali Rizky membaca nama "Bramantyo" di sampul laporan, keraguan dan kewaspadaan kembali menyergapnya.

Apakah ini benar-benar sebuah uluran tangan, ataukah jebakan yang lebih rumit?

Rizky memutuskan untuk tidak langsung bertindak berdasarkan laporan itu. Ia memerintahkan Haryo untuk melakukan verifikasi silang secara diam-diam, menggunakan jaringan intelijen bisnis mereka yang telah terbukti andal.

"Pastikan setiap angka, setiap klaim, bisa dipertanggungjawabkan, Haryo," perintah Rizky. "Dan cari tahu, apa motif sebenarnya Bramantyo mengirimkan ini.

Sementara itu, tekanan dari GlobalNet semakin mengganas. Serangan mereka tidak lagi hanya bersifat ekonomi atau hukum, tetapi mulai merambah ke ranah publik dan politik.

Media-media besar, yang entah bagaimana memiliki koneksi dengan GlobalNet, mulai menyebarkan narasi negatif tentang proyek Nusantara Connect.

Mereka menyoroti potensi kerusakan lingkungan, penggusuran masyarakat adat, dan dugaan korupsi dalam proses perizinan, meskipun semua tuduhan itu tidak berdasar.

"Tuan Rizky, ada demonstrasi di depan kantor pusat kita," lapor sekretaris Rizky, suaranya tegang.

"Beberapa aktivis lingkungan dan perwakilan masyarakat adat menuntut penghentian proyek Nusantara Connect.

Rizky menghela napas. Ini adalah taktik kotor GlobalNet untuk memprovokasi opini publik dan menekan pemerintah. Ia segera menghubungi tim komunikasi dan humas.

"Siapkan konferensi pers darurat. Kita akan hadapi ini secara transparan.

Undang perwakilan masyarakat yang terlibat langsung dalam proyek, tunjukkan bagaimana kita bekerja sama dengan mereka, bagaimana kita menjaga lingkungan.

Namun, konferensi pers itu tidak berjalan mulus. Di tengah penjelasan Rizky tentang komitmen Hadiningrat Group terhadap keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat, seorang jurnalis dari media yang dikenal pro-GlobalNet tiba-tiba melontarkan pertanyaan tajam.

"Tuan Rizky, bukankah Anda adalah sosok yang sama yang baru beberapa bulan lalu dikenal karena praktik balas dendam dan intrik bisnis yang kejam dalam mengakuisisi Maheswari Corp? Bagaimana publik bisa percaya pada integritas Anda sekarang, ketika Anda sendiri memiliki sejarah yang kelam?"

Ruangan seketika hening. Pertanyaan itu menusuk langsung ke jantung masa lalu Rizky, ke identitas "pewaris tersembunyi" yang kini berusaha ia tinggalkan. Wajah Rizky mengeras, tetapi ia tidak gentar.

"Saya tidak akan menyangkal masa lalu saya," jawab Rizky, suaranya tenang namun tegas.

"Setiap orang memiliki perjalanan, dan perjalanan saya telah membentuk saya menjadi seperti sekarang.

Yang bisa saya janjikan adalah, visi saya untuk Nusantara Connect adalah murni untuk membangun, untuk kemajuan bangsa.

Saya mengundang siapa pun untuk melihat langsung pekerjaan kami di lapangan, untuk menilai kami dari tindakan kami saat ini, bukan dari bayangan masa lalu.

Jawaban Rizky memang meredakan ketegangan, tetapi ia tahu, benih keraguan telah ditanam.

GlobalNet berhasil memutarbalikkan narasi, menggunakan masa lalunya sebagai senjata.

Di sisi lain, upaya Rizky untuk "membangun pemasok" juga menghadapi rintangan. Beberapa perusahaan rintisan lokal yang ia dekati, meskipun antusias dengan tawaran investasi dan bimbingan, tiba-tiba menarik diri.

Mereka melaporkan adanya 'tekanan tak terlihat' dari pihak-pihak yang tidak ingin mereka bekerja sama dengan Hadiningrat Group.

"Mereka mengancam akan memblokir akses kami ke pasar, Tuan Rizky," kata seorang CEO startup muda, raut wajahnya penuh penyesalan. "Kami tidak punya pilihan."

Rizky merasakan frustrasi yang mendalam. GlobalNet tidak hanya memonopoli pasar, tetapi juga mencekik inovasi dan menghancurkan potensi ekonomi lokal. Ini adalah pertempuran yang lebih besar dari sekadar bisnis; ini adalah pertempuran ideologi.

Konflik internal di Hadiningrat Group juga mulai memanas. Beberapa direktur senior, yang sejak awal meragukan pengalaman Rizky dalam proyek infrastruktur berskala nasional, kini semakin vokal. Mereka melihat serangan GlobalNet dan rintangan yang tak henti-hentinya sebagai bukti bahwa Rizky terlalu ambisius, terlalu berisiko.

"Proyek ini menguras sumber daya kita terlalu banyak, Tuan Rizky," kata Pak Wijaya, direktur keuangan senior, dalam rapat dewan direksi. "Kita harus mempertimbangkan untuk mengurangi skala, atau bahkan menunda proyek ini sampai situasi lebih kondusif.

"Menunda berarti menyerah, Pak Wijaya," balas Rizky tajam. "Dan menyerah bukanlah pilihan. Kita sudah terlalu jauh. Kita akan menemukan cara untuk mengatasi ini.

Suryo Hadiningrat, yang biasanya menjadi penyeimbang, kali ini memilih untuk mengamati dari kejauhan, membiarkan Rizky menghadapi badai ini sendiri. Ia tahu, ini adalah ujian kepemimpinan sejati bagi putranya.

Di tengah semua kekacauan ini, Haryo akhirnya datang dengan hasil verifikasi laporan Bramantyo.

"Laporan itu akurat, Tuan Rizky," kata Haryo, matanya menunjukkan kekaguman yang tak tersembunyi. "Setiap data, setiap analisis, sangat presisi. Bahkan ada beberapa informasi yang tidak bisa kita dapatkan melalui jaringan kita sendiri. Bramantyo benar-benar tahu seluk-beluk GlobalNet.

"Dan motifnya?" tanya Rizky, alisnya terangkat.

Haryo menghela napas. "Ini yang menarik, Tuan Rizky. Dari pengamatan kami, Bramantyo memang masih memiliki ambisi pribadi yang besar. Ia melihat GlobalNet sebagai ancaman bagi posisinya di anak perusahaan kita, dan ia juga melihat Anda sebagai satu-satunya orang yang bisa mengalahkan mereka. Ia ingin berada di pihak pemenang, dan ia ingin membuktikan nilainya.

Rizky tersenyum tipis. "Jadi, kesetiaan yang baru itu... lebih kepada kesetiaan pada dirinya sendiri, dan pada siapa pun yang bisa memberinya kekuasaan.

"Kurang lebih begitu," Haryo mengangguk. "Tapi untuk saat ini, kepentingannya selaras dengan kita. Ia ingin melihat GlobalNet jatuh.

Ini adalah dilema klasik. Bramantyo adalah sekutu yang kuat, tetapi juga pedang bermata dua. Menggunakan dia berarti mengambil risiko, tetapi mengabaikannya berarti membuang keuntungan strategis yang besar.

Rizky memejamkan mata sejenak, memikirkan nasihat Suryo: "Kepemimpinan sejati adalah memberi, bukan hanya mengambil." Ia telah mencoba membangun, mencoba berintegritas, tetapi GlobalNet terus menyeretnya kembali ke lumpur intrik.

"Haryo," kata Rizky, membuka matanya. "Siapkan pertemuan dengan Bramantyo. Empat mata. Dan pastikan tidak ada yang tahu.

Haryo mengangguk, memahami implikasi dari perintah itu.

Pertemuan itu berlangsung di sebuah lokasi rahasia, jauh dari mata-mata GlobalNet maupun Hadiningrat Group.

Bramantyo datang dengan setelan rapi, wajahnya menunjukkan campuran ketegangan dan antisipasi.

"Terima kasih atas laporan Anda, Bramantyo," Rizky memulai, tanpa basa-basi. "Sangat informatif.

"Saya selalu percaya pada data, Tuan Rizky," jawab Bramantyo, suaranya datar. "Dan data menunjukkan, GlobalNet adalah kanker yang harus diangkat.

Mereka tidak hanya merugikan Hadiningrat, tetapi juga menghambat pertumbuhan ekonomi di seluruh Asia Tenggara.

"Dan Anda ingin menjadi bagian dari operasi pengangkatan itu?" Rizky menatapnya tajam.

Bramantyo tersenyum tipis. "Saya ingin berada di sisi yang benar dari sejarah, Tuan Rizky. Dan saya tahu, Anda adalah orang yang akan menulis sejarah itu.

Rizky tidak sepenuhnya percaya pada kata-kata Bramantyo, tetapi ia melihat kilatan ambisi yang jujur di mata pria itu. Ambisi yang, untuk saat ini, bisa ia manfaatkan.

"Baiklah, Bramantyo," kata Rizky. "Saya akan memberi Anda kesempatan. Saya akan menempatkan Anda di tim inti strategi GlobalNet. Anda akan bekerja langsung di bawah saya. Tapi ingat, satu kesalahan, satu pengkhianatan lagi, dan Anda tidak akan pernah melihat matahari terbit lagi.

Ancaman itu tidak membuat Bramantyo gentar. Justru, ia melihatnya sebagai tantangan, sebagai pengakuan atas kemampuannya.

"Saya mengerti, Tuan Rizky. Dan saya tidak akan mengecewakan Anda lagi.

Rizky tahu, ia baru saja membuat keputusan yang berisiko. Membawa Bramantyo lebih dekat ke lingkaran dalamnya adalah seperti bermain api. Namun, ia juga tahu, untuk mengalahkan GlobalNet, ia membutuhkan setiap senjata yang bisa ia dapatkan, bahkan jika senjata itu adalah pedang bermata dua.

Dengan Bramantyo di sisinya, Rizky kini memiliki wawasan yang lebih dalam tentang cara kerja GlobalNet. Ia mulai menyusun strategi balasan yang lebih kompleks, tidak hanya bertahan, tetapi juga menyerang balik di titik-titik lemah yang telah diidentifikasi Bramantyo.

Namun, GlobalNet juga tidak tinggal diam. Mereka melancarkan serangan terakhir yang paling berbahaya: sebuah upaya untuk memanipulasi pasar saham, menjatuhkan harga saham Hadiningrat Group secara drastis, dan memicu kepanikan investor.

Ini adalah upaya untuk menghancurkan Hadiningrat Group dari dalam, memaksa Rizky untuk menyerah.

Rizky menerima kabar itu di tengah malam. Harga saham Hadiningrat Group anjlok, dan panggilan telepon dari para investor panik tak henti-hentinya berdering.

Ini adalah momen krusial, titik balik yang akan menentukan apakah ia akan berhasil membangun warisan, ataukah ia akan hancur di bawah badai yang diciptakan oleh GlobalNet.

Ia menatap layar komputer, melihat angka-angka merah yang berkedip-kedip.

Badai ini memang menguji akarnya, tetapi Rizky Hadiningrat, sang raja yang membangun, kini memiliki tim yang lebih solid, strategi yang lebih tajam, dan sekutu tak terduga yang siap bertaruh dengannya. Pertempuran ini belum usai, justru baru dimulai.

1
AHMAD SAEPUDIN
Mohon dukungannya yah warga NOVELTOON 🥰
"jangan lupa share, like, dan komen, maaf kalo ada alur yang berantakan komen aja di kolom komentar ini yahh☺️🙏♥️
Gio Raraawi
suka cerita nya
AHMAD SAEPUDIN: Makasih banyak kak 🙏 seneng banget kakak suka ceritanya, ditunggu terus ya kelanjutannya 😊
total 1 replies
Ngeju Aroma
joss
Ngeju Aroma
💪💪
Ngeju Aroma
semangat kak💪💪
AHMAD SAEPUDIN: Makasih banyak kak 🙌 sering-sering mampir ya, biar makin rame 😁☺️🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!