NovelToon NovelToon
Janda Kesayangan Tuan Mafia

Janda Kesayangan Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cintapertama / Mafia
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Ini merupakan Novel Sekuel dari Melepas para Benalu,

Wina tak pernah menyangka kisah hidupnya yang tragis membuatnya akhirnya bisa bertemu dengan lelaki yang sangat kejam tapi sangat mencintai dan menyayangi dirinya yaitu Alexander

Alexander adalah seorang Mafia kelas kakap yang bahkan polisi juga sangat segan kepadanya.

Pertemuan tidak sengaja itu pun menjadikan Tuan Mafia yang terkenal kejam dan tidak berperasaan itu akhirnya memiliki tempat pulang dan orang yang dia cintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18

Wina bersandar didasbord tempat tidurnya, dia menatap langit-langit kamar yang menjadi tempat tinggalnya sementara.

Dirinya menghela nafas beberapa kali guna mengusir kegelisahan hatinya tentang keadaan dua orang penyelamat anak-anaknya.

"Aku beruntung dikelilingi orang-orang yang menyayangiku dan perhatian padaku walau banyak sekali mencoba untuk menyingkirkan aku, entah aku salah apa".

Ditengah lamunannya, handphonenya berdering, dia mengkerut kan keningnya melihat orang yang belum sejam dia telpon sudah menelponnya kembali.

"Iya Hallo, apa yang kamu dapatkan? ". Tanya dengan penasaran.

"Maaf nyonya saya sudah mendapatkan apa yang anda inginkan, akan saya kirim lewat email seperti biasa, anda bisa mengeceknya karena disana sudah detail seperti keinginan anda". Jawabnya dengan mantap.

Wina menyunggingkan senyumnya walau tak ada yang melihat nya, dia sungguh senang orangnya ini bekerja dengan cepat, tak salah dia membayarnya mahal.

"Baiklah Terima kasih, aku akan kirimkan bonus nanti". Ucapnya lagi.

"Terima kasih nyonya, saya tutup dulu". Jawabnya dengan sopan.

Wina langsung membuka email yang dia sering gunakan untuk membaca informasi dari orang suruhannya, email yang hanya dirinya yang tahu bahkan Ratna sahabatnya sekaligus sekretarisnya pun tidak mengetahui nya.

Matanya melotot dan tangannya mengepal bahkan urat-urat lehernya terlihat menyembul keluar, amarah yang tertahan dalam dirinya meledak seketika.

"Kurang ajar, aku pasti akan membalas kalian setelah ini dan akan kupastikan kalian tidak akan bisa berdiri kembali". Sungutnya dengan penuh emosi.

Dia memukul kasur tempat tidur untuk melampiaskan amarahnya itu, dia sangat tidak menyangka jika orang-orang yang bekerjasama dengannya adalah orang yang bekerjasama dengan Mafia Jepang bahkan orang-orang dari perusahaannya ada yang ikut andil untuk menyingkirkan dirinya begitu juga dengan kedua sahabatnya itu.

Dia menutup emailnya kemudian menghubungi orang kepercayaan nya yang mengurus perusahaan tetapi sebelumnya dia sudah mengirim pesan pada Winda untuk mengurus para penghianat diperusahaan nya terutama kelaurga mereka.

"Tut.. tut.. Hallo nyonya".

"Hentikan semua kerjasama dengan perusahaan keluarga Hutama dan keluarga Ahmad sekarang juga, dan pastikan mereka membayar ganti rugi atas penyalahgunaan bahan baku dan telusuri semua pekerjaan mereka yang menyimpang". Ucapnya tanpa basa-basi dan tidak menjawab sapaan dari orang kepercayaan nya itu.

"Nyonya yakin? ". Tanyanya dengan tidak percaya.

Kedua perusahaan itu adalah perusahaan besar yang bertahun-tahun bekerjasama dengan perusahaan Aditama, sejak masih adanya kedua orangtua Wina, dia juga memiliki maksud lain selain urusan perusahaan.

"Lakukan saja, pastikan kalian mendapatkan semua penyimpangan yang dilakukan perusahaan itu pada perusahaan kita dan laporkan itu ke badan Hukum perusahaan, aku akan menelpon mereka setelah ini". Perintahnya tanpa mau diganggu gugat.

"Tapi nyonya". Ucapnya keberatan.

Dia tidak mungkin membiarkan sang nyinya memutuskan kerjasama itu, dia akan kehilangan yang tambahannya dan juga akan mendapatkan masalah besar dari kelaurga Hutama dan kelaurga Ahmad.

Mendengar keberatan sang orang kepercayaan pun, Wina menyunggingkan senyuman sinis, dia pikir Wina tidak tahu jika dirinya lah orang dalam yang selalu menjadi penghubung dengan para penjahat itu.

"Dengarkan baik-baik ini tuan Rayyan, aku susah tahu segalanya tentang apa yang kamu lakukan dibelakangku, jika kamu ingin selamat, pastikan untuk tidak bertingkah, kamu baru saja membangunkan singa yang telah tertidur, aku sudah melakukan langkah awal pencegahan dengan menahan keluargamu disuatu tempat". Ucapnya dengan nada dingin dan datar.

Rayyan tersentak kaget mendengar ucapan Wina itu, bagaimana cara Wina tahu perbuatan yang dia lakukan selama ini padahal jalannya sangat mulus dan hati-hati bahkan Ratna yang notabene nya adalah sekretaris Wina tidak tahu.

"Maaf nyonya, mungkin nyonya salah orang, saya tidak mungkin melakukan hal itu". Ucapnya dengan gugup.

Dia berusaha untuk tetap tenang menghadapi Wina, jangan sampai dia curiga kepadanya.

Walau dia tidak melihat bagaimana sikap Wina tapi entah mengapa dirinya merasakan aura sang nyonya yang berbeda dengan sebelumnya.

" Tidak usah mengelak tuan Rayyan, jika kamu ingin keluargamu aman maka lakukan apa yang ku perintahkan dan pastikan mulutmu tidak bocor pada mereka karena sekali saja kamu bertingkah maka akan kubuat keluargamu hilang tanpa sisa dan jika kamu tidak percaya silahkan hubungi keluargamu karena akan ada orang lain yang menjawab nya". Wina langsung menutup telponnya membiarkan Rayyan dengan ketakutannya.

Rayyan langsung menjatuhkan handphonenya, kini dia mematung dan wajahnya memucat seperti tak memiliki darah sama sekali.

"Tidak mungkin, mati aku". Cicitnya pelan seperti tikus terjepit.

Dia langsung bergegas mengambil handphonenya yang terjatuh dan menghubungi keluarganya, dia harus mencari tahu kebenarannya dan keberadaan keluarga kecilnya itu.

Istrinya tidak mengangkat telponnya, dia semakin gusar dan ketakutan, dia takut jika Wina benar-benar melakukan apa yang dia katakan tadi.

"Ya Tuhan, angkat sayang". Ucapnya semakin panik.

Wajahnya kini berkeringat dingin, tubuhnya bergetar hebat karena khawatir pada istri dan anaknya. Dia kembali mencoba menghubungi istrinya dan akhirnya diangkat tetapi wajahnya semakin memucat karena suara asing yang mengangkatnya.

"Hallo". Ucapnya pelan

"Kami sedang menahan keluarga anda atas perintah nyonya Wina, jika anda ingin keluarga kecil anda bebas silahkan berurusan dengan nyonya Wina, kami akan membebaskan jika beliau mengatakannya". Ucapnya tanpa menjawab sapaan dari Rayyan.

Tubuh Rayyan seketika limbung dan tidak punya tenaga, Wina tidak main-nain dengan perkataannya barusan.

"Jangan sakiti kelaurga sialan, aku akan membuat perhitungan pada kalian jika terjadi sesuatu pada mereka". Teriak Rayyan dengan emosi dan ketakutan.

bayangan istrinya terluka membuatnya kini ingin menangis karena kesalahan dirinya keluarga kecilnya menjadi korbannya.

"Itu terserah anda bagaimana bersikap tuan, anda mencari masalah pada orang yang salah, harusnya anda malu karena menusuk orang yang telah memberi anda makan dan kehidupan". Jawabnya dengan tajam dan dingin.

"Kumohon jangan lukai mereka, akan kulakukan apapun untuk menebusnya, kumohon jangan sakiti mereka". Ucapnya sangat memelas bahkan dengan suara bergetar menahan tangis dan juga amarah tertahan.

" Anda akan mendapatkan jawabannya dari nyonya Wina, silahkan anda berurusan dengannya". Jawabnya sambil mematikan sambungan panggilan itu secara sepihak.

"Hallo, hallo". Jerit Rayyan dengan putus asa.

Dia nyaris melempar handphonenya karena sangat emosi dan putus asa.

Drtd... drtd.. deringan telpon membuatnya semakin emosi tatkala melihat siapa yang menelponnya.

"Bagaimana, masih mau mencari masalah denganku tuan Rayyan". Ucap Wina tertawa dingin.

"Kumohon nyonya, jangan skaiti keluargaku, aku yang salah, aku mohon jangan lakukan itu". Tangisnya kini pecah seketika.

Doa tahu sekali watak Wina yang tidak pernah main-main dengan apa yang dia ucapkan, dia tidak mau terjadi sesuatu pada keluarganya

"Itu tergantung kesepakatan kita tuan Rayyan, jika anda bisa diajak kerjasama maka mereka akan aman, jika tidak anda pasti akan menyesalinya".

1
Ayudya
lah cari mati aja si Pras ma adeknya🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
lanjut kak
I Love you,
aka😁😁😁🤣🤣🙏🙏
Ayudya
semoga Wina bisa bahagia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!