Takdir hanya membawaku jauh dari tanah kelahiranku, bukan jauh dari hidupmu, sudah sejauh ini kenapa aku masih bertemu dengan mu lagi pria Brengkes! Alea Januartha
aku mencari mu 10 tahun lamanya, kamu datang padaku dengan cara seperti ini, kenapa kamu tidak mengakui, kalau itu kamu wanita kribo, kenapa harus ada kepergian untuk kedua kalinya, Jonathan Will
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia pakes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 18
"Pagi nona, ini masih sangat pagi untuk apa anda bangun nona?" Pak Mun sudah sangat sibuk mengatur chef yang ada didapur, Alea tentu saja bingung, untuk apa mereka masak sebayak ini, sedangkan penghuni rumah tidak ada.
"Saya terbiasa bangun pagi pak, apakah akan ada acara pak, kenapa masakan pagi ini sangat banyak?"
"Tidak nyonya, namun tuan muda ada disini, karena beliau jarang pulang nona, nanti jangan lupa temani tuan untuk sarapan nyonya, jika tidak maka kami semua akan kena imbasnya."
"Jo disini, astaga bagaimana bisa aku lama-lama dengannya," batin Alea, "Biar saya yang melakukan ini pak," ujar Alea sambil mendekat hendak membantu chef itu, namun langkah Alea terhenti saat mendengar perkataan chef Eren.
"Tuan muda tidak sembarangan makan makanan yang tidak bersih nyonya," sinis Eren, bukan hal baru lagi jika Alea sudah menjadi gosip hangat di mansion itu, apa lagi statusnya yang istri kedua, pasti pikiran negatif sudah banyak di pikirkan para penghuni mansion Jonathan.
"Saya akan melakukan itu dengan cara yang bersih, biarkan saya memasak untuk suami saya" ujar Alea, kali ini dengan suara yang cukup keras dan penuh tekanan di pendengaran Eren, akhirnya mau tidak mau Eren membiarkan Alea melakukan pekerjaan nya dan dia cukup membantu saja, Eren sedikit aneh, Alea seperti terbiasa melakukan pekerjaan dapur, apa mungkin Alea bekas seorang nani, pikir Eren.
Jam sudah menunjukkan pukul setengah 7 pagi, semua menu sarapan sudah tertata rapi disana, para art yang melihat menu pagi ini sedikit menahan tawa, pasalnya masakan Alea tidak ada menariknya, apa lagi tuan muda mereka tidak terbiasa dengan makanan kampung seperti sayuran, namun mereka juga tidak Berani menegur Alea, Karena Alea adalah majikannya juga.
"Sepertinya aku harus siap menerima kemarahan Tuan Jo, bagaimana kalau sampai nona Alea kena amukan tuan Jonathan, apa yang harus saya laporkan pada nyonya besar" batin pak Mun yang terus menatap menu sarapan di meja.
"Tuan muda sudah mulai menuruni tanggal pak Mun," lapor salah satu art yang berada di sana.
"Pergi kalian semua, dan hanya satu saja yang boleh menetap," perintah pak Mun, pak Mun menatap ke arah kiri terlihat Jonathan mulai dekat, namun Alea belum juga keluar.
"Pagi tuan muda."
"Dimana?"
"Akan saya panggil tuan," pak Mun segera berjalan cepat menuju kamar Alea, namun beberapa langkah Alea sudah terlihat menuruni tangga.
Alea yang paham pun segera menghampiri pak Mun dengan cepat, "Maaf pak sedikit telat" ujar Alea sedikit pelan di samping pak Mun, saat keduanya berjalan beriringan.
"Tidak apa nona muda, silahkan sarapan bersama tuan."
Alea menghampiri Jonathan, namun dia diam mematung saat melihat Jonathan menatap sarapan paginya dengan air muka tak bersahabat.
"Pak Mun!" Teriak Jonathan.
"Saya yang masak, dan mereka sudah mengingatkan saya untuk tidak masak sayur, tapi saya kekeh ingin memasak sayur," ujar Alea dengan cepat, sebelum Jonathan marah pada seluruh art yang ada dan termasuk pak Mun.
"Kamu sudah Berani hah! Sejak kapan kamu saya beri ijin untuk mengatur rumah ini!"
Alea mengepal tangannya kuat, dia tidak bisa memaki Jonathan, mengingat dirinya hanya sebuah penebus hutang oleh kedua orang tua angkatnya.
"Buang semua ini cepat!" Perintah Jo.
"Setidaknya makanlah sedikit tuan, karena Tidak semua orang seberuntung anda di luar sana, bisa jadi makanan yang anda suruh buang sangat berarti untuk orang di luar sana yang kelapan," Alea segera menutup mulutnya karena sudah banyak bicara.
Namun perkataan Alea mampu menyita perhatian seluruh asisten rumah tangga yang tidak jauh dari sana, termasuk Jonathan, pria itu menatap Alea dengan tajam, namun dia lebih ke fokus pada inti kata dari Alea, karena dia masih ingat kata-kata itu pernah iya dengan dari Shofia saat pertama kali dia memasak untuknya di apartemen dia dulu di Indonesia.
"maaf" ucap Alea cepat, karena tidak ingin membuat Masalah buat yang lain hanya karena kelancangan dia.
"cepat siapkan untuk saya!" perintah Jonathan pada Alea, sehingga membuat pak Mun dan yang lain melongo, apa lagi Eren, yang sejak tadi sudah bersiap untuk mendengar kan Jonathan menghina Alea, malah justru pria itu menerima semua dengan begitu saja, sulit di percaya, itulah pikir Eren.
Alea segera mendekat dan dia Mulai menyiapkan secara hati-hati sarapan untuk Jonathan, tidak dapat di pungkiri ini pertama kalinya setelah 10 tahun tidak pernah lagi bertemu atau bahkan melayani Jonathan seperti waktu itu, ada rasa aneh dalam dirinya, namun rasa muak itu lebih dominan, namun dia tidak bisa menunjukkan di hadapan Jo terang terangan, karena tidak ada yang tau siapa dirinya, yang mereka tau hanya Alea bukan Shofia di masalalu, Alea sudah selesai menyiapkan sarapan untuk Jonathan, wanita itu berdiri sedikit jauh dari Jonathan, hingga membuat Jonathan sedikit mengernyit bingung
"cepat duduk! Siapa yang menyuruh mu berdiri dengan mereka, apa kamu mau jadi pembantu disini!" sarkas Jonathan, sehingga membuat Alea segera berjalan mendekat dan duduk di sana, dia mulai menyiapkan makanan untuk dirinya, dan saat tiba waktunya makan Jonathan justru menatap dirinya, Jo penasaran gimana cara wanita di hadapan dirinya ini makan, namun tatapan Jo justru membuat Alea tidak jadi makan malah terus menunduk
"kenapa gak jadi makan?" tanya Jo yang terus menatap Alea, dia merasa pakaian Alea sangat Ribet sekali, mulutnya tertutup, terus gimana cara wanita itu makan.
"saya gak bisa makan di tatap orang tuan" ucap Alea pelan, karena takut salah bicara, Jo yang paham pun akhirnya melanjutkan sarapannya, tanpa sadar pria itu makan dengan lahap masakan Alea, sehingga membuat pak Mun tersenyum samar, setidaknya tuan muda nya itu menyukai masakan Alea, dan dia bisa menyampaikan kabar baik ini pada nyonya besar Jasmin, sudah bisa di pastikan wanita tua itu akan sangat bahagia.
Sedangkan di lain tempat ada Jesika Yang terus menah amarah dari semalam, "Aku sangat membenci kenyataan seperti ini, kenapa bisa dulu aku sangat di cintai secara mati-matian, oleh seorang Jonathan yang aku pikir hanya seorang asisten, justru dia konglomerat di negara ini, malah kini begitu jijik padaku hanya karena sebuah video itu, dan Parah nya lagi kini harus berbagi dengan wanita sialan itu, bagaimana mungkin! aku harus membagi kemewahan dan Jo sekaligus dengan wanita yang aku sendiri tidak tahu! bahkan Mama kandungku sendiri mengatakan bodoh hanya karena kegagalanku untuk membuat wanita itu pergi dari rumahku sendiri, sialan!! bukan Jesika namaku kalau tidak bisa menyingkirkan wanita itu, aku benar-benar akan membunuhmu Alea lihat aja nanti!" geram Jesika sepanjang perjalanan menuju rumah mewah mereka untuk menemui Alea sekaligus wanita sialan yang di bawa ibu mertua nya itu kedalam hidup rumah tangga dirinya dan Jonathan.
tidak lama mobil mewah milik Jesika kini sudah sampai di pekarangan rumah bak istana Itu, dia turun dengan anggunnya namun tetap dengan wajah garang dan sombongnya, semua penjaga paham betul kebiasaan nyonya muda pertama Jonathan itu, mereka semua membungkuk hormat, "bik!!" teriak Jesika seperti biasa.
"iya nyonya muda?" jawab sang bibik setelah sampai di hadapan Jesika.