NovelToon NovelToon
Sang Dewi Mengembala Cinta Delapan Dewa

Sang Dewi Mengembala Cinta Delapan Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Penyelamat / Mengubah Takdir
Popularitas:386
Nilai: 5
Nama Author: Usu dedek

Igrisia Devalona Bharata terlahir dari darah campuran dewa dan peri, hingga memiliki kekuatan dasyat dan di akui sebagai dewi alam. Namun kekuatan itu membuat para dewa merasa takut, hingga membuatnya jatuh ke dunia manusia dan kehilangan segalanya. Tekad dendam yang membara membuatnya bangkit mencari pecahan kristal jiwa, yang kini dimiliki oleh para pangeran di tiap kerajaan. Perjuangan panjang membuatnya berhasil mencapai tujuan. Namun perasaan yang terjalin dan kontak fisik yang terus terjadi membuatnya bimbang, haruskah dia membalas dendam atau tinggal di bumi dan hidup bahagia bersama pangeran yang dicintainya. Persaingan cinta pun tak terelakkan membuat igris harus mengambil keputusan di saat yang paling krusial.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Usu dedek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dewi menjadi basah

Apa hanya kerajaan Ornebic yang beruntung?"

"Apa kalian tidak dengar tadi? Dewi bisa mengikat kontrak dengan siapapun yang pantas asal pertukaran nya juga pantas," sergah Danji.

"Apa yang kalian tawarkan selain pangeran ini?" Tanya Danji pada penasihat kerajaan Ornebic.

"yang mulia, ... kelak jika anda datang ke kerajaan kami, raja telah berjanji akan memberikan gelang leluhur yang di penuhi kristal tanah. Itu adalah pusaka kerajaan yang selalu di incar kerajaan lain. Raja telah menuliskan titah melalui telepati,"

"telepati? apa itu kekuatan yang bisa berkomunikasi jarak jauh?"

"Ya benar. itu hanya di miliki oleh bangsa harimau putih tuan putri. Karena anda telah menjalin kontrak dengan pangeran kami, maka anda berhak mendapatkan kekuatan itu,"

Igris tersenyum. Lalu tiba-tiba Zean berubah wujud menjadi bayi harimau yang lucu dan menggemaskan. Tahap pertama perubahan wujudnya memakan banyak energi hingga Zean pun kelelahan. Igris pun menggendong harimau kecil itu dengan lembut.

"Jika masih ada kerajaan lain yang meragukan dan menolak, maka cukup sampai disini saja perjamuan ini. Selanjutnya silahkan para perwakilan dan para pangeran yang hadir memikirkan apakah ingin reformasi dan bergabung dalam kerajaan Neuzella atau ingin menentang dan terjadi perang. Aku akan menantikan kabar itu." ucap Igris lantang.

Tak lama rombongan pun pamit undur diri. Mereka akan memikirkan kembali rencana raja Hermes yang ingin menjadikan Neuzella sebagai satu-satunya negara sedangkan kerajaan lain akan bernaung di bawahnya. Tentu saja tak sedikit kerajaan itu yang menentang, mereka menganggap itu akan melemahkan kerajaan mereka, karena akan hidup di bayang-bayang Neuzella. Namun tak sedikit juga kerajaan yang ingin bergabung. Terutama kerajaan kecil dan lemah, mereka hanya memikirkan kesejahteraan rakyat semata seperti yang di lakukan kerajaan Ornebic.

Sementara di sisi lain banyak kerajaan yang mengatur siasat untuk mendapatkan kekuatan dewi itu, terutama Raja Nun dari bangsa bar-bar yang memiliki darah monster bercampur iblis. Ada juga kerajaan yang ingin sekali melihat langsung sang dewi tercantik yang kini jadi pembicaraan seluruh negri. Kabar tentang kontrak darah dan kekuatan sang dewi pun melesat ke seluruh penjuru dunia.

Sementara di istana Neuzella.

"putri, mulai sekarang berhati-hatilah, langkah yang yang anda ambil ini penuh resiko. Secara terbuka anda memamerkan kekuatan yang akan memicu terjadinya konflik. Banyak kerajaan yang tak bersedia tunduk akan mencecar anda." ucap Danji memberi peringatan.

Keduanya lalu berpapasan saling melewati. Igris tau, tindakannya barusan akan memancing berbagai suku yang hanya akan mengambil keuntungan. Tapi dia juga yakin pemilik kristal akan muncul mencari dirinya. Karena gejolak jiwa kristal akan mencuat ketika salah satu kristal bersinar. Terutama pemilik kristal jiwa yang belum mampu mengendalikan kekuatan spiritual itu.

"Zean, apa kau selamanya akan menjadi bayi harimau?" Tanya igris yang mulai risih dengan godaan bayi harimau itu.

Sudah berhari-hari pangeran Zean belum merubah wujudnya menjadi manusia. Saat menjadi bayi harimau Zean sangat manja. Membuat igris selalu membelainya. Kini sang dewi cantik itu telah lelah, karena telah mengeluarkan kekuatan yang membebani tubuhnya. Ia memberikan bayi harimau itu kepada Ana untuk di bawa ke tempat lain, sedangkan igris kembali ke kamarnya.

Saat ini igris berendam di dalam bak mandi yang telah di buat khusus oleh Danji. Bak mandi itu telah di isi air danau bulan dari kerajaan Bominic berkhasiat untuk memulihkan tubuh yang terkena luka dalam. Ramuan herbal spiritual juga ditambahkan ke dalam air itu untuk membantu igris mengisi kembali aura spiritual nya yang terkuras. Tanpa sehelai benang igris berendam menyegarkan diri di dalam bak besar tersebut. Matanya terlelap namun kesadaran nya masih ada.

Terdengar langkah kaki pelan memasuki ruangan itu, bayangan itu lalu membelai rambut igris dan meraba pipinya secara lembut.

"siapa?"

Sergap igris sembari menangkap tangan bayangan itu. Tapi sayang, bayangan itu lalu menghilang dengan meninggalkan aura ungu. Igris heran, tapi dia tau bayangan tadi bukan milik Zean apalagi Ana. Itu pasti orang asing yang telah sengaja bersembunyi di balik bayang-bayang malam.

"siapa itu tadi? apa itu kekuatan pemilik kristal jiwa? kenapa dia sembunyi seperti pencuri?"

Pertanyaan itu memenuhi isi kepala igris. Sesaat ia akan keluar dari dalam air tiba-tiba tubuhnya berat seperti ada seseorang yang menindihnya. Igris meronta ingin lepas, namun bayangan nakal itu malah mengecup bibir lembut sang dewi. Kecupan singkat itu terasa lama singgah di bibir mungilnya. Igris tak melawan, dia berdiri dan mencari sumber bayangan itu.

Sambil berjalan mengambil handuk igris terus bergumam. "siapa yang beraninya melecehkan ku? awas saja jika bertemu aku akan membunuhnya!" Ujar igris di iringi aura membunuh yang kuat.

Sesaat setelah itu dia mencoba melupakan kejadian tadi, igris membalut tubuhnya dengan handuk tebal dari bulu domba. Sambil berjalan menuju cermin tembaga, ia mengeringkan rambutnya dengan kekuatan angin miliknya. Tiba-tiba Zean datang entah dari mana dan langsung memluknya dari belakang.

"Zean, kenapa kau masuk ke kamar ku?" igris terkejut dan mendorong tubuh Zean.

"Bukankah kita ini pasangan? kenapa aku tidak boleh masuk?"

"pasangan apa? Kita memang terikat kontrak Zean, tapi tidak dengan romansa nya," ujar igris menjauh.

Zean lalu mendorong jatuh tubuh kecil igris ke tempat tidur. Braakkk. Igris tersentak, tiba-tiba dalam sekejap pria itu sudah berada di atas tubuhnya. Nafas igris sontak menjadi berat. Dada bidang dan perut kotak-kotak itu kian bertengger di atas dadanya. Zean langsung menciumi lehernya dengan penuh nafsu. Kecupan beruntun itu melewati leher dan dada igris. Membuatnya mendesah ringan tapi penuh hasrat. Mata igris sesekali tanjak ke atas.

"putri, bukankah di aula kau mengatakan aku adalah pasangan mu seumur hidup. Lalu kau sendiri yang mendadak memberikan ciuman itu. Apa kau tau, itu ciuman pertamaku."

"aku juga baru pertama melakukannya, tapi itu adalah syarat untuk kontrak darah. Menyalurkan kekuatan melalui ciuman." ucap igris tersengal.

"sial aku tidak bisa melawan, tubuhku jadi lemas," gumam igris dalam hati.

"itu artinya sentuhan fisik merupakan keharusan dalam kontrak. Itu juga bisa meningkatkan spiritual kan?, " lanjut Zean.

Kini bibir merah itu berhenti berucap, ia melabuhkan ciuman liarnya ke bibir sang dewi. Ciuman itu kian mengganas, lidahnya menari-nari menjiati leher putih mulus pemilik tubuh kecil itu. Hasrat Zean kian memuncak hampir kehilangan kendali. Igris semakin mengeliat, tubuhnya tak mampu melawan tekanan yang belum pernah di rasakannya itu. Hawa panas menjalar di sepanjang tubuhnya. Hasrat yang belum pernah dia rasakan semakin membawanya tenggelam di dalam awan.

Aaaaahhhh... Seketika igris kian mendesah panjang saat ciuman Zean sampai ke pahanya yang putih mulus. Kecupan menjalar Zean di sepanjang paha putih itu membuat zang dewi memgelepar kenikmatan.

Jari jemari pangeran harimau itu meggerayangi seluruh tubuh igris. Sang dewi itu menjadi basah, keringatnya mengalir. Bibir Zean tak henti menciumi leher dan dada sang dewi itu. Meninggalkan beberapa bekas di leher dan dadanya. Zain tak melepaskan ciuman nakalnya, membuat igris semakin mengeliat, mendesah, wajahnya memerah.

Puncak hasrat keduanya pun membara. Zean semakin tak tahan memandangi wajah dewi itu. Wajah yang memerah, nafas teregah seolah meminta hal lebih dari pengeran di atasnya.

Zean menukar posisi. Kini pria itu tepat di atas igris. Kakinya meregang paha igris. Zean membuka Zirah bulu nya. Dia menggapai tangan Igrisia dan meletakkannya di dada bidang miliknya.

"dewiku ... bolehkah aku..."

Ucapan itu terputus karena Zean tak tahan lagi. Zean membuka simpul handuk di dada Igris, lalu menciumi nya sepuas hati. Aaahhhh... aaaahhh ... jangan... jangaaann.... Zean... hentikan .... desahan sang dewi itu kian menguat. Tubuhnya mengeliat seraya lidah pangeran itu terus menghisap sesuatu yang mungil di sana. Denyut hiasapan manja itu membuat sang dewi melayang.

Sesaat kemudian Zean melepaskan handuk yang menutupi tubuh igris. Jemarinya mulai menggapai area yang terlarang di bawah sana. Perlahan jemari itu bermain di sana membuat sang dewi semakin basah menggeliat. Zean semakin bahagia melihat wanita pujaannya itu mengeliat dan mendesah pelan. Perlahan kepala Zean mengarah ke area tersebut. Paha Ingris di renggangkannya.

Mulai lidah nakal itu menyentuh sesuatu yang membuat sang dewi tak tahan lagi. Keringatnya mengalir deras bagai air hujan. Nafasnya semakin cepat. Sementara Zean semakin lihai memainkan lidah panjangnya disana. Aaaaahhhh sesekali dewi itu merintih ... Sekali lagi lidah lihai harimau itu menjiati ruangan hampa yang membuat dewi itu mendesah dalam.

"Aaaaarrrggghhh ... cukup ... "

Pangeran itu tak mau berhenti. Lidahnya kini berpindah lagi. Bibir merah itu kembali mencium bibir sang dewi. Ciuman panjang dan saling balas itu membuat keduanya berada di puncak hasrat. Zean memainkan lidahnya di perut Ingris membuat wanita itu menjadi geli.

Zean bangkit dan membuka seluruh pakaiannya. Tirai penutup kasur pun di labuhkan. Dengan tak sabar Zean menarik handuk penghalang tubuh dewi itu lalu membuang nya. Zean kembali menundukan kepalanya di tengah paha igris, sentuhan lidah panas yang membasahi area kecilnya membuat sang dewi mengelepar nikmat. Aaaahhhh ... desahan manja itu membuat jiwa Zean seamkin panas. Jari Zean terus menjepit area itu dan menggosoknya dengan sentuhan lidah nakal nya. Turun naik lidah nakal itu membuat daerah itu banjir. Wajah Zean yang telah memerah dengan tubuh yang tak tertutup lagi kini tak mampu menahan gejolak hasrat nya sendiri. Ia pun merintih.

"Dewiku, apa aku boleh .... ?"

Plaaaaakkk ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!