Di buang ke Desa Kenangan, tempat Oma-nya menghabiskan sisa umur. Nero Vano Christian malah tidak sengaja bertemu dengan seorang gadis manis bernama Ainun Salsabila Adiakara. Gadis yang awalnya hanya sekedar mengusik hati.. Lalu menjadi alasan untuk Nero mulai mengenal Tuhan.
Ikuti kisahnya~
Happy Reading ><
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BiMO33, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 3: DEFINISI GEMOY YANG SESUAI SYARIAT (NERO POV)
Gue balik ke ruang tengah dengan otak yang masih buffering. Bayangan cewek hijab pink tadi bener-bener gak mau lepas dari memori gue. Gue nyamperin Bi Devi yang lagi sibuk nata taplak meja.
"Bi, tetangga sebelah itu siapa sih? Yang pake hijab pink barusan?" tanya gue, sok-sok cool padahal kepo maksimal.
Bi Devi berhenti bentar, terus senyum ngeledek. "Oh, itu Non Ainun Salsabila Adiakara, Mas Nero. Panggilannya Ainun. Umurnya baru sembilan belas tahun, kuliah di Mesir tapi lagi liburan."
"Ainun Salsabila Adiakara... fancy name," gumam gue. Nama yang kedengeran agamis tapi ada vibes ningratnya dikit.
Gak lama setelah itu, pintu depan diketuk pelan. "Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam! Eh, itu pasti Ainun anter sup pesanan Oma," seru Bi Devi. "Mas Nero, tolong bukain pintunya dong, Bibi lagi nanggung nih!"
Gue langsung gercep. Gue benerin kaos, mastiin rambut gue gak berantakan meskipun di sini gak ada cermin aesthetic dan buka pintu kayu jati itu dengan sekali tarikan.
Deg.
Dia lagi di sana. Masih pake hijab pink yang tadi, tapi sekarang dia bawa rantang susun. Dan pas dia berdiri tepat di depan gue, gue baru sadar satu fakta yang bikin heart rate gue naik drastis. Dia pendek banget, woi!
(Gua yang salting akhhh~ tenangin author!!!)
Tinggi dia cuma sebatas dada gue. Gue berasa jadi raksasa di depan dia. Pas dia nunduk kayak tadi, yang kelihatan cuma puncak kepalanya yang ketutup kain pink. Tapi pas dia sedikit dongak, cuma buat mastiin siapa yang buka pintu gue bisa liat mukanya dengan jelas dari jarak deket.
Cuteness overload! Pipinya itu lho, chubby banget kayak bakpao anget. Matanya bulat, bulu matanya lentik, dan ekspresinya itu polos banget sampe gue ngerasa berdosa kalau mau ngomong kasar di depan dia. Dia bener-bener definisi cute yang hakiki, bukan cute hasil filter TikTok.
(Hmmm, ini Bang Nero lagi nyindir author nih...)
"Eh... ini, Mas. Sup untuk Oma Thalita," katanya lirih. Suaranya bener-bener selembut sutra.
Pas mata kita hampir tabrakan, dia langsung buang muka lagi ke bawah. Dia nunduk dalem banget, seolah-olah lantai rumah Oma itu jauh lebih menarik daripada muka ganteng gue yang biasanya dipuja-puja cewek di kota.
Gue ngerasa aneh. Seriously, baru kali ini ada cewek yang segitunya menjaga pandangan. Dia nggak takut sama gue, dia cuma... taat? Paham agama banget sampe natap lawan jenis aja dia hindarin.
"Oh, iya. Thanks, Ainun," kata gue, nyebut namanya pelan. Gue tebak telinganya yang ketutup hijab kayaknya memerah dikit. "Sini, biar gue yang bawa."
Pas gue ambil rantangnya, jari kita sedikit lagi hampir bersentuhan. Dia langsung narik tangannya kayak kena setrum, terus mundur satu langkah.
"Maaf, Mas. Saya permisi dulu. Assalamualaikum," ucapnya cepet-cepet, terus dia balik badan dan jalan setengah lari keluar pager.
Gue cuma bisa matung megang rantang sup yang masih anget. Gue narik napas dalem-dalem, dan entah kenapa bau supnya jadi kalah sama wangi bunga anggrek yang samar-samar ketinggalan pas dia lewat tadi.
"Gila..." bisik gue ke diri sendiri.
Gue, Nero Vano Christian, yang selama ini hidupnya cuma seputar night club, balap liar, dan cewek-cewek party, sekarang malah dibikin stuck sama cewek sholehah yang tingginya cuma sedada gue.
Tapi tiba-tiba gue sadar satu hal yang bikin mental gue breakdance. Gue megang kalung salib yang melingkar di leher gue, yang tersembunyi di balik kaos.
Wait... Dia Ainun Salsabila. Dari namanya aja udah jelas banget dia Muslimah yang taat. Sedangkan gue?
"Nero, Nero... lo kenapa malah jatuh cinta sama jalur yang logistiknya paling susah sih?" gue ngebatin sambil senyum kecut. Beda server itu sakitnya kerasa sampe ke tulang, padahal gue baru aja mulai naksir.