NovelToon NovelToon
Bawang Merah Yang Terluka

Bawang Merah Yang Terluka

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / CEO / Antagonis / Percintaan Konglomerat / Cintamanis / Romansa
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mami Al

Celina Andreas dijuluki sebagai bawang merah begitu tergila-gila dengan seorang pria sehingga berbagai cara ia lakukan buat menaklukkan hati sang pria incarannya. Meskipun pria itu mencintai adik tirinya.

Berhasilkah Celina menjadi istrinya atau cintanya hanya bertepuk sebelah tangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 18

Pagi ini perut Azka tak mengalami mual, ia memilih sarapan diluar bersama Elma. Karena dari kemarin dia sudah berjanji ingin bertemu tetapi sedang tak enak badan maka waktunya diundur.

"Aku benci sekali dengannya. Dia sudah merusak rencana aku masuk ke perusahaan Papa Hendra!" keluh Elma ketika Azka baru saja tiba di restoran dan duduk dihadapannya.

Azka tak segera menggubris keluh kesah Elma, hidungnya bergerak mengendus lalu ia menutup hidung dengan telapak tangannya.

"Kau kenapa?" Elma mengernyitkan keningnya.

"Parfum yang kau gunakan merusak penciuman hidungku!" cetus Azka.

"Apa?? Jadi, menurutmu parfum yang aku pakai baunya sangat aneh?" Elma sedikit kesal.

"Iya. Kau memakai parfum apa? Baunya sungguh aneh. Rasanya aku mau muntah!" tangan Azka yang satunya lagi memegang perut.

"Aku sering dan biasa memakai parfum ini. Kenapa baru kali ini kau protes?" tanya Elma heran.

"Benarkah?" Azka menurunkan tangan yang menutupi hidungnya.

"Astaga, Azka. Kau kenapa? Hari ini kau sungguh aneh?" Elma merasa pria dihadapannya bersikap aneh.

"Aku juga tak tahu, dua hari ini perutku sering merasa mual," kata Azka menjelaskan.

"Periksa ke dokter, kemungkinan kau sedang mengalami sakit!" saran Elma.

"Aku memang belum ke dokter," kata Azka lagi.

"Makanya, pergi ke rumah sakit!" kesal Elma.

"Baiklah, aku mau ke rumah sakit sekarang. Lain kali saja kita bicara lagi!" Azka lantas beranjak dari tempat duduknya.

"Kau mau ke mana?" tanya Elma yang bingung Azka malah berdiri.

"Ke rumah sakit, aku benar-benar tak nyaman kalau terus begini!" jawab Azka.

"Nanti saja, aku mau bicara serius denganmu. Aku butuh bantuanmu!" kata Elma mencegah Azka pergi.

"Apa yang kau butuhkan?" tanya Azka.

"Aku butuh pekerjaan. Aku sudah melamar pekerjaan di tempatnya orang tuanya Celina, tapi istrimu itu sudah merusak semuanya. Dia menggagalkan rencana aku dan ibuku!" jawab Elma.

"Perusahaan tempatku belum membuka lowongan pekerjaan. Orang tuaku juga takkan mungkin menerimamu," kata Azka menjelaskan, dia kembali duduk.

"Lalu apa yang harus aku lakukan? Menjadi istrimu?" tukas Elma.

"Nanti aku pikirkan lagi, sementara ini cari pekerjaan ditempat lain saja!" Azka kembali beranjak dari tempat duduknya.

"Kalau begitu berikan aku uang, aku mau ke salon untuk mempercantik penampilan!" pinta Elma, ia menyodorkan dan membuka telapak tangannya.

"Tak ada uang untukmu, sebagian gajiku aku serahkan buatnya!" Azka menolak memberikan.

"Kau memberikan dia nafkah?" tanya Elma heran, dia pikir Azka akan bersikap acuh dengan Celina.

"Meskipun aku tak memberikan uang utuh kepadanya, seluruh biaya keperluan rumah aku yang menanggung," jawab Azka.

"Kenapa kau baik sekali kepadanya? Bukankah kau tidak mencintainya?" tanya Elma lagi, ia curiga Azka sudah jatuh hati kepada Celina.

"Ini bukan tentang perasaan tapi tanggung jawab, dia memang mempunyai segalanya. Tapi, aku ini masih menjadi suaminya. Jika, kedua orang tuaku mengetahui aku tidak bertanggung jawab jangan harap kita bisa bertemu seperti ini!" jawab Azka menjelaskan.

Elma terdiam, ia tak bertanya lagi.

"Aku harus ke rumah sakit sekarang!" Azka kemudian berlalu.

Elma mengepalkan tangannya, hari ini ia tak berhasil meminta uang kepada Azka. Padahal, dirinya ingin bersenang-senang sebelum mendapatkan pekerjaan lagi.

-

Sejam kemudian, Azka sudah berada di ruangan salah satu dokter di rumah sakit. Dia kemudian berbaring dan mulai dilakukan pemeriksaan. Azka lalu menjelaskan beberapa gejala yang dialaminya 2 hari ini.

Setelah dilakukan pemeriksaan tak ada penyakit serius.

"Jadi saya tidak punya penyakit apapun, Dok?" tanya Azka bergegas bangkit dan duduk di sisi ranjang.

"Apa anda sudah menikah?" Dokter pria itu malah balik bertanya.

"Sudah, Dok!" jawab Azka.

"Apa istri anda sedang hamil?" tanya Dokter itu lagi.

Azka tak menjawab.

"Kemungkinan anda mengalami seperti wanita hamil," kata Dokter.

Azka mengernyitkan dahinya.

"Hal ini biasa, cuma jarang terjadi kepada seorang pria yang istrinya sedang mengandung."

Setelah mendapatkan penjelasan dokter, Azka kembali ke rumah buat beristirahat. Ia meminta pelayan membuat secangkir teh jahe buat menghilangkan rasa mualnya.

"Apa mungkin Celina hamil? Tapi kenapa dia tak memberitahu aku? Apa dia sengaja menyembunyikannya?" gumamnya.

-

Malam harinya, Celina dan Azka bertemu lagi di ruang makan. Keduanya menikmati makan malam tanpa suara. Hanya sekedar tatapan singkat. Azka cuma memperhatikan istrinya tanpa berani menanyakan.

"Kenapa kau menatap seperti itu? Apa aku mempunyai kesalahan?" Celina tampak tak nyaman terus ditatap.

Azka tak menjawab.

Beberapa menit kemudian, Azka lebih dulu mengakhiri makan malamnya. Ia masuk ke kamarnya buat meminum obat anti mual.

Setelah itu, Azka kembali keluar kamar dan mencari Celina memastikan apa benar istrinya itu sedang hamil atau tidak.

Azka akhirnya menemukan Celina yang sedang berada di ruang keluarga. Azka duduk disampingnya dan bertanya, "Apa kau lagi hamil?"

Celina menoleh ke samping dan menjawab, "Tidak."

"Jangan berani membohongiku, Celina!" Azka mengingatkan istrinya itu dengan tegas meskipun suaranya pelan.

Celina menarik napas pelan lalu dihembuskannya kemudian berucap, "Aku tidak hamil. Jadi, aku tak berbohong!"

"Tadi siang aku ke dokter dan dia mengatakan sakit yang aku alami hal biasa terjadi apabila istrinya sedang hamil."

Deg...

"Aku yakin kau lagi hamil!" Azka coba menerka.

Celina malah tertawa getir.

"Jangan coba main-main denganku, Celina!" Azka menatap serius istrinya itu.

"Azka, kau terlalu mengharapkan diriku hamil sampai kau mengalami ngidam seperti layaknya wanita hamil!" kata Celina berbohong.

"Jika kau tidak hamil, itu juga bukan menjadi masalah untukku. Aku cuma ingin bertanggung jawab saja kalau memang kau dinyatakan hamil!"

"Aku tidak hamil dan kau bisa menjalani hidupmu dengan tenang. Aku juga butuh kebebasan," kata Celina lagi.

Azka malah gantian tertawa mendengar perkataan Celina. "Kebebasan? Apa tidak salah? Kau sendiri yang meminta pernikahan ini, sekarang malah menginginkan kebebasan? Sungguh aneh, ya!"

"Setelah semua terbukti, kau bisa menjalankan hidup tanpaku. Aku cuma ingin membantumu sesuai permintaan mamaku!" Celina membatin.

"Kenapa diam?" tanya Azka.

"Aku tidak mau malam ini berdebat, jadi jangan ganggu waktu istirahatku!" jawab Celina beralasan.

"Jika kau memang terbukti hamil, jangan harap aku akan melepaskanmu!" Azka lantas berdiri kemudian berlalu.

"Oh, sial. Kenapa semua semakin runyam??" Celina merutuki rencana yang dibuatnya.

Di kamar, Azka mondar-mandir. Ia sangat yakin jika Celina sedang hamil. Namun, diherankannya Celina tak bicara jujur. "Apa aku harus mengirim seseorang buat memata-matainya?"

Ditengah kegelisahannya, ponsel Azka berdering. Ia segera menjawab panggilan itu, "Halo, Elma. Ada apa?"

"Azka, aku sedang diluar. Mobilku mogok, apa kau bisa menjemputku?"

"Aku tidak bisa, Elma. Naik taksi saja. Jangan manja!" Azka lalu menutup panggilan teleponnya.

"Dia kenapa selalu merepotkan aku? Apa dia tidak bisa melakukannya sendiri?" Azka mengumpat. Padahal, biasanya dia akan selalu cepat apabila Elma meminta bantuan. Entah, mengapa sejak menyentuh Celina perasaan dirinya kepada Elma perlahan memudar. Rasa cemburunya malah semakin besar ketika melihat Celina dekat dengan pria lain.

1
army julianto
aku binci ceritanya MC perempuannya idih najis bnget
army julianto
Thor jangan biarkan azka dg Celina bersatu plisss ceraikan mereka, aku paling tidak suka cerita kek gini TPI unjuknya tidak bisa cerai dan akan saling cinta, idih najis mkan cerita kaya bgini 🙏🙏🙏
falea sezi
kapan cerai nya
falea sezi
kn licik bngt si Elma buruan cerai aja biar. aja mlih Elma yg sok. polos cocok. aska sampah ma. Elma. sampah
falea sezi
bodoh kau celina
falea sezi
jangan ngemis celina
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!