NovelToon NovelToon
Kekasih Yang Tak Akur

Kekasih Yang Tak Akur

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Romantis
Popularitas:314
Nilai: 5
Nama Author: I Putu Merta Ariana

Nono dan Ayu adalah sepasang kekasih yang unik. Mereka sering bertengkar soal hal-hal kecil—mulai dari soal baju, jalan mana yang lebih cepat, sampai soal makanan. Tetangga bilang mereka kayak air dan minyak, nggak pernah akur. Tapi siapa sangka, di balik setiap pertengkaran dan perdebatan, tersimpan rasa sayang yang besar dan perhatian yang tulus. Bagaimana kisah mereka bertahan dan tetap bersama meski sering beda pendapat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I Putu Merta Ariana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Bahagia yang Penuh Cinta

Hari yang dinanti-nantikan akhirnya tiba. Matahari pagi itu bersinar begitu cerah, seolah ikut menyambut kebahagiaan yang sedang melingkupi keluarga Nono dan Ayu. Udara pagi terasa segar dan hangat, dipenuhi dengan aroma bunga-bunga segar yang menghiasi seluruh sudut rumah dan tempat acara pernikahan mereka.

Di kamar pengantin wanita, suasana terasa ramai namun penuh sukacita. Ayu sedang duduk di depan cermin besar, sementara ibu dan teman-teman wanitanya sibuk merapikan penampilannya. Ayu mengenakan kebaya pengantin berwarna putih bersih dengan sulaman benang emas yang indah dan rumit. Rambutnya dihiasi dengan bunga-bunga segar yang cantik, membuatnya terlihat begitu anggun, cantik, dan bersinar.

"Wah, Ayu cantik banget hari ini! Nono nanti bisa-bisa langsung terpana lihat kamu," seru Rina, teman dekat Ayu, sambil membetulkan sedikit hiasan di rambut Ayu.

Ayu tersipu malu melihat bayangannya di cermin. "Makasih ya, Rin. Aku sendiri rasanya kayak mimpi. Nggak nyangka hari ini akhirnya tiba."

Ibu Ayu yang berdiri di sampingnya pun menatap putrinya dengan mata berkaca-kaca penuh rasa syukur dan bahagia. "Ibu bangga banget sama kamu, Nak. Kamu udah tumbuh jadi perempuan yang baik dan kuat. Hari ini kamu bakal melangkah ke fase baru dalam hidupmu. Ingat ya, dalam pernikahan nanti, pasti ada suka dan duka, ada tawa dan mungkin ada air mata. Tapi selama kalian saling sayang, saling mengerti, dan saling sabar, semuanya bakal baik-baik saja."

Ayu meraih tangan ibunya dan menciumnya pelan. "Makasih banyak ya, Bu. Aku janji bakal jadi istri yang baik buat Nono dan bakal bikin kalian bangga selalu."

 

Sementara itu, di tempat persiapan pengantin pria, Nono juga sedang bersiap-siap. Dia mengenakan setelan jas berwarna biru tua yang elegan, dipadukan dengan kemeja putih bersih dan batik di bagian dalamnya. Penampilannya terlihat sangat tampan, gagah, dan dewasa.

"Wah, anak Ayah ini udah jadi laki-laki yang hebat ya," ucap Ayah Nono sambil menepuk bahu anaknya dengan bangga. "Hari ini kamu resmi jadi kepala keluarga, Nak. Tanggung jawabmu sekarang lebih besar. Jagalah Ayu dengan baik, sayangi dia, dan hargai dia selamanya."

Nono menatap ayahnya dengan tatapan serius tapi penuh cinta. "Aku janji, Yah. Aku nggak akan pernah nyeselin kepercayaan Ayah dan Ibu. Aku sayang banget sama Ayu, dan aku bakal usahain semuanya biar dia bahagia selamanya."

 

Acara pernikahan pun dimulai. Tempatnya dihiasi dengan begitu indah, menggabungkan keinginan Ayu yang penuh bunga dan sentuhan Nono yang hangat dan elegan. Tamu undangan yang datang pun ramai sekali, memenuhi tempat acara dengan suasana yang meriah dan hangat. Semua orang datang untuk memberi doa dan ucapan selamat bagi pasangan yang mereka sayangi.

Saat giliran akad nikah tiba, suasana menjadi hening dan khidmat. Nono berdiri dengan gagah di depan penghulu, sementara Ayu duduk dengan anggun di sampingnya, wajahnya tertunduk malu namun bersinar bahagia.

"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Saya terima nikahnya Ayu binti Bapak Ayu dengan mas kawin berupa seperangkat alat sholat dan uang tunai lima juta rupiah, dibayar tunai," ucap Nono dengan suara yang tegas dan lantang, menatap mata Ayu dengan penuh keyakinan.

"Sah!" seru penghulu dan semua orang yang hadir.

Seketika itu juga, tepuk tangan meriah menggema di seluruh ruangan. Air mata bahagia mengalir dari mata kedua orang tua mereka, dan senyum bahagia terukir di wajah semua orang. Nono dan Ayu kini resmi menjadi suami istri.

 

Sesi resepsi pun berjalan dengan sangat meriah dan menyenangkan. Nono dan Ayu menyapa semua tamu yang datang, menerima ucapan selamat, dan berfoto bersama. Tentu saja, di tengah kesibukan itu, sifat khas mereka yang "tak akur" tapi sayang tetap muncul.

"Eh, Mas Nono, jangan dong senyumnya kaku gitu! Coba senyum yang lebar, kan kita lagi bahagia," bisik Ayu pelan saat mereka sedang berfoto bersama keluarga.

Nono tertawa kecil sambil menoleh ke arah Ayu. "Ya ampun, Bu Nono. Ini udah senyum lebar lho. Kamu tuh ya, maunya yang sempurna terus. Tapi iya deh, aku senyum lebih lebar lagi buat kamu," jawab Nono lembut, lalu dia tersenyum lebar sekali, menampakkan giginya yang rapi.

Ayu mendengus pelan tapi tersenyum bahagia. "Hmph, baru tahu kamu. Dasar suamiku yang keras kepala."

Malam semakin larut, acara pun perlahan usai. Tamu-tamu mulai pulang dengan hati bahagia, meninggalkan Nono dan Ayu yang kini berdiri berdua di tengah tempat acara yang mulai sepi, sambil memegang tangan satu sama lain erat-erat.

"Bu Nono," panggil Nono pelan, menatap wajah istrinya yang cantik di bawah cahaya lampu yang hangat.

Ayu menoleh dan tersenyum manis. "Iya, Mas Nono?"

Nono mengusap pipi Ayu pelan dengan jarinya. "Makasih ya udah mau jadi pendamping hidup aku selamanya. Aku janji, aku bakal terus berusaha jadi suami yang terbaik buat kamu. Walaupun aku tahu, kita bakal terus berantem soal hal-hal kecil kayak biasanya, tapi aku janji rasa sayang aku ke kamu bakal selalu lebih besar dari apa pun."

Air mata bahagia jatuh dari mata Ayu. Dia memeluk pinggang Nono erat-erat dan menyandarkan kepalanya di dada suaminya itu. "Aku juga makasih banget, Mas. Aku sayang banget sama kamu. Aku janji bakal jadi istri yang baik, yang selalu ada di samping kamu, mendukung kamu, dan sayang sama kamu selamanya. Kita bakal terus jadi 'Kekasih yang Tak Akur' yang bahagia selamanya."

Nono memeluk Ayu balik dengan erat, mencium puncak kepala istrinya lembut. Di malam yang indah itu, di bawah langit yang berbintang, perjalanan baru mereka resmi dimulai. Perjalanan sebagai suami istri, penuh dengan cinta, tawa, perdebatan manis, dan kebahagiaan yang tak akan pernah berakhir.

1
Ayu Suryani
Bagus Banget Kak🥰
Ayu Suryani
Bagus kak😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!