NovelToon NovelToon
Putus Tunangan? Silakan, Duke!

Putus Tunangan? Silakan, Duke!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Wanita Karir / Time Travel
Popularitas:18.2k
Nilai: 5
Nama Author: Jeju Oranye

"Aku tidak mencintaimu, Duke Raphael. Dan kamu juga tidak mencintaiku. Jadi kenapa kita harus berpura-pura?"

Itulah kalimat pertama yang dilontarkan Catharina von Elsworth pada tunangannya, Duke Raphael yang terkenal dingin dan misterius. Semua orang shock. Bagaimana tidak? Catharina yang biasanya manja dan clingy, tiba-tiba jadi tegas dan cuek!
Yang tidak mereka tahu, jiwa di dalam tubuh Catharina sudah berganti. Dia sekarang adalah Sania--mantan karyawan kantoran yang mati konyol tersedak biji salak karena terlalu emosi menggerutu tentang bosnya yang menyebalkan.

Lebih parahnya lagi? Sania sadar dia masuk ke dalam novel romansa paling toxic yang pernah dia baca: "The Duke's Devoted Maid". Novel yang di benci nya.

Akankah Catharina berhasil mengubah ending toxic menjadi happy ending versi dirinya sendiri? Atau malah plot novel akan menariknya kembali ke takdir sebagai villain?
Yang jelas, kali ini Catharina von Elsworth yang akan menulis ceritanya sendiri!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeju Oranye, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENGAKUAN CATHARINA

"Eh, Cassian, bukankah kamu bilang mau bicara denganku tentang sesuatu yang penting?" ujar Seraphina mencoba memecah ketegangan yang mulai terasa mencekik.

"Oh, ya, benar. Tapi sepertinya bisa nanti saja. Aku tidak mau mengganggu kalian terlalu lama." Cassian masih menatap Victoria dengan tatapan yang sangat intens. "Victoria, mungkin nanti kita bisa berbicara empat mata? Ada sesuatu yang sangat ingin aku bicarakan denganmu. Sudah lama sekali."

Victoria terlihat ragu untuk sesaat, lalu akhirnya mengangguk pelan. "Baiklah. Nanti sore di taman kerajaan?"

"Sempurna. Aku akan menunggumu di sana." Cassian membungkuk sopan pada semua orang yang ada di ruangan lalu keluar dengan langkah yang terlihat sedikit tergesa, tidak seperti ketenangan yang biasanya ia tunjukkan.

Begitu pintu tertutup dengan bunyi pelan, Seraphina langsung memutar tubuhnya dan menatap Victoria dengan mata yang sangat lebar dan penuh tanda tanya.

"VICTORIA! Apa yang sebenarnya terjadi antara kamu dan kakakku?! Jelaskan sekarang juga!"

Victoria tersipu, wajahnya yang biasanya sangat tenang dan terkendali tiba-tiba memerah sampai ke telinga.

"Tidak ada apa-apa yang istimewa..."

"Bohong besar! Aku kenal kakakku dengan sangat baik! Dia tidak pernah terlihat gugup di depan wanita mana pun seumur hidupnya! Tapi tadi dia benar-benar gugup! Dan kamu juga terlihat sangat berbeda saat melihatnya tadi!"

Catharina tersenyum kecil. Ini menarik sekali. Sepertinya ada cerita cinta yang sedang berkembang atau mungkin berlanjut dari masa lalu.

Victoria menghela napas panjang, seperti menyerah melawan. "Baiklah, baiklah. Tapi ini rahasia yang sangat pribadi, kalian tidak boleh menceritakannya pada siapa pun. Aku serius."

Seraphina dan Catharina mengangguk dengan sangat bersemangat, mata mereka berbinar penuh rasa ingin tahu.

"Aku dan Pangeran Cassian pernah sangat dekat. Sangat, sangat dekat. Ini terjadi tiga tahun yang lalu, tepat sebelum aku berangkat untuk melanjutkan studi ke luar negeri."

"Dekat seberapa dekat maksudnya?" tanya Seraphina dengan nada yang hampir memaksa.

"Kami saling mencintai. Sangat mencintai, bahkan." Victoria menatap cangkir tehnya dengan tatapan yang jauh. "Tapi aku harus pergi untuk mengejar impianku belajar di luar negeri, dan Cassian harus tetap di sini untuk fokus pada tanggung jawabnya yang sangat berat sebagai pangeran. Jadi setelah banyak pertimbangan yang menyakitkan, kami memutuskan untuk berpisah dengan baik-baik."

"DAN KAMU TIDAK PERNAH MENCERITAKAN INI PADAKU SELAMA TIGA TAHUN?!" Seraphina hampir berteriak, suaranya naik beberapa oktaf.

"Karena aku sudah tahu kamu pasti akan bereaksi berlebihan persis seperti sekarang ini!"

Catharina tertawa melihat interaksi mereka yang sangat alami. "Tapi sekarang kamu sudah kembali ke sini. Kenapa tidak mencoba lagi? Kalian jelas masih memiliki perasaan satu sama lain."

Victoria menggeleng pelan, ada kesedihan di matanya. "Tidak semudah itu, Catharina. Aku sekarang seorang Countess dengan banyak sekali tanggung jawab berat terhadap rakyatku di wilayah timur. Dan Cassian adalah seorang Pangeran yang mungkin suatu hari nanti akan menjadi Raja kalau sesuatu terjadi pada kakaknya. Kami hidup di dua dunia yang sangat berbeda dengan tuntutan yang sangat besar."

"Tapi kalian saling mencintai! Itu yang paling penting!" protes Seraphina dengan penuh emosi.

"Cinta tidak selalu cukup untuk mengatasi semua masalah, Seraphina. Kenyataannya tidak sesederhana itu."

"Tapi cinta yang ditambah dengan komunikasi yang jujur dan komitmen yang kuat bisa menjadi cukup," ujar Catharina dengan nada yang lembut tapi yakin. "Percayalah padaku, Victoria. Aku baru saja keluar dari pertunangan dengan pria yang tidak aku cintai dan tidak mencintaiku dengan cara yang benar. Dan sekarang aku bertunangan dengan pria yang benar-benar aku cintai dan yang mencintaiku dengan cara yang sangat sehat dan tulus. Dan itu membuat perbedaan yang sangat, sangat besar dalam hidupku."

Victoria menatap Catharina dengan tatapan yang tertarik dan penuh pertimbangan. "Aku mendengar cerita lengkapnya tentangmu dan Duke Raphael. Kamu sangat berani membatalkan pertunangan yang sudah diatur oleh kedua keluarga. Keputusan seperti itu tidak mudah sama sekali untuk diambil."

"Memang tidak mudah. Tapi sangat perlu untuk kebahagiaanku sendiri. Dan aku sama sekali tidak menyesal mengambil keputusan itu."

Victoria terdiam sangat lama, matanya menatap jauh ke luar jendela, merenungkan kata-kata Catharina dengan sangat serius.

"Mungkin kamu benar. Mungkin aku memang harus bicara dengan Cassian dengan sangat jujur. Mendengar apa yang sebenarnya dia rasakan sekarang setelah tiga tahun berlalu."

"AKHIRNYA! ITU YANG AKU MAU DENGAR SEJAK TADI!" Seraphina melompat dengan sangat bersemangat dan memeluk Victoria dengan erat sampai wanita itu hampir kehabisan napas.

Catharina tersenyum lebar melihat mereka. Sepertinya alur cerita memang sedang berubah dengan cara yang sangat baik. Dalam cerita aslinya, Cassian berakhir sendiri dan kesepian karena tokoh utama yang egois hanya fokus pada tokoh utama pria. Tapi sekarang, dengan Victoria ada di sini dan perasaan mereka yang jelas masih ada, mungkin Cassian bisa mendapatkan akhir bahagia yang seharusnya ia dapatkan.

***

Sore harinya, Catharina menceritakan semua yang terjadi pada Lucian saat mereka berjalan-jalan santai di taman belakang kediaman.

"Jadi Pangeran Cassian dan Lady Victoria pernah menjalin hubungan? Itu sangat menarik," ujar Lucian sambil berpikir. "Aku pernah mendengar rumor tentang hal itu beberapa tahun lalu tapi aku pikir itu hanya gosip biasa tanpa dasar."

"Ternyata bukan sekadar gosip kosong. Mereka benar-benar saling mencintai dengan sangat dalam. Dan sepertinya perasaan itu masih sangat kuat sampai sekarang."

"Kamu berencana menjodohkan mereka?"

Catharina tertawa ringan. "Bukan menjodohkan dengan paksa. Hanya mendorong mereka untuk jujur pada diri sendiri dan satu sama lain. Sisanya sepenuhnya terserah pada mereka berdua."

Lucian mengecup kening Catharina dengan sangat lembut. "Kamu punya hati yang sangat baik, kamu tahu itu?"

"Aku hanya tidak ingin melihat orang lain mengalami penyesalan seumur hidup karena tidak berani mengambil kesempatan pada cinta yang sejati. Seperti yang hampir terjadi padaku kalau aku tidak membatalkan pertunangan dengan Raphael."

"Untungnya kamu sangat berani mengambil keputusan itu."

"Untungnya kamu ada di sampingku saat aku membutuhkan," koreksi Catharina sambil memeluk lengan Lucian dengan erat.

Mereka berjalan dalam keheningan yang sangat nyaman, menikmati matahari terbenam yang melukis langit dengan warna jingga dan ungu yang sangat indah.

Tiba-tiba, Lucian berhenti berjalan dan menoleh ke Catharina dengan wajah yang berubah sangat serius.

"Catharina, aku ingin bertanya sesuatu yang sudah menggangguku sejak lama. Dan aku ingin kamu menjawabnya dengan sangat jujur."

Catharina merasakan jantungnya berdetak sedikit lebih cepat dari biasanya. "Apa itu?"

"Kamu sudah beberapa kali mengatakan hal-hal yang sangat aneh dan tidak biasa. Tentang 'novel', tentang 'alur cerita', tentang 'garis waktu'. Apa sebenarnya maksudmu dengan semua kata-kata itu?"

Catharina merasa seperti dunianya berhenti berputar untuk sesaat. Ia terlalu sering ceroboh ternyata.

Ia menatap Lucian dengan ragu yang sangat besar. Haruskah ia bercerita? Haruskah ia mengatakan bahwa ia sebenarnya adalah jiwa dari dunia yang sama sekali berbeda yang masuk ke dalam tubuh karakter novel?

Tapi melihat mata Lucian yang penuh dengan kepercayaan yang tidak tergoyahkan dan cinta yang sangat tulus, Catharina memutuskan untuk jujur. Setidaknya sebagian dari kebenaran itu.

"Lucian, apakah kamu percaya pada konsep reinkarnasi atau perpindahan jiwa?"

Lucian terlihat sangat terkejut dengan pertanyaan yang tidak terduga itu. "Reinkarnasi? Maksudmu tentang orang yang meninggal lalu dilahirkan kembali dalam tubuh baru?"

"Bukan dilahirkan kembali sebagai bayi. Tapi jiwa yang berpindah ke tubuh orang lain yang sudah dewasa."

Lucian menatap Catharina dengan sangat serius, tidak ada senyuman di wajahnya. "Kenapa tiba-tiba kamu bertanya tentang hal seperti itu?"

Catharina menarik napas sangat panjang, mengumpulkan semua keberaniannya. "Karena aku bukan Catharina yang asli. Maksudku, tubuh ini adalah Catharina von Elsworth. Tapi jiwa di dalamnya bukan."

Keheningan yang sangat berat turun di antara mereka.

Lucian menatapnya dengan mata yang sangat lebar.

"Aku adalah jiwa dari dunia yang sama sekali berbeda yang masuk ke tubuh Catharina. Catharina yang asli sudah tidak ada lagi, jiwanya sudah pergi. Yang ada sekarang adalah aku, seorang wanita bernama Sania yang meninggal di dunia lain dengan cara yang sangat tidak masuk akal dan tiba-tiba terbangun di tubuh Catharina tanpa tahu bagaimana caranya."

Catharina menutup matanya dengan erat, sangat takut melihat reaksi Lucian. Takut ia akan menganggapnya sudah kehilangan akal sehat.

Tapi yang ia rasakan adalah Lucian menggenggam kedua tangannya dengan sangat erat dan hangat.

"Buka matamu, Catharina. Atau haruskah aku memanggilmu Sania?"

Catharina perlahan membuka matanya dan melihat Lucian tersenyum dengan sangat lembut, tidak ada rasa takut atau jijik di wajahnya.

"Aku tidak sepenuhnya mengerti apa yang kamu maksud dengan semua itu. Konsep dunia lain dan perpindahan jiwa sangat rumit dan asing bagiku. Tapi yang aku tahu dengan sangat pasti adalah, aku mencintaimu. Apa pun yang terjadi di masa lalumu, apa pun asal usul jiwamu yang sebenarnya, aku tetap mencintaimu dengan sepenuh hatiku. Karena kamu adalah kamu. Wanita yang luar biasa cerdas, berani, dan baik hati yang membuatku jatuh cinta tanpa bisa kutahan."

Air mata Catharina jatuh mengalir deras. Untuk pertama kalinya sejak ia terbangun di dunia ini, ia merasa benar-benar diterima sepenuhnya. Diterima tanpa syarat apa pun.

"Kamu tidak menganggapku sudah gila?"

"Mungkin kamu memang sedikit gila. Tapi aku juga gila karena sangat mencintaimu. Jadi kita sempurna satu sama lain."

Catharina tertawa di tengah tangisannya yang tidak bisa ia hentikan. Ia memeluk Lucian dengan sangat erat, seperti takut ia akan menghilang kalau ia melepaskannya.

"Terima kasih. Terima kasih sudah menerimaku apa adanya."

" Tentu saja sayang," bisik Lucian sambil membalas pelukan itu dengan sama eratnya. "Aku akan selalu menerimamu. Semua bagian darimu, tanpa terkecuali."

Dan di bawah langit senja yang berwarna jingga kemerahan yang sangat indah, mereka berdiri berpelukan dengan erat.

Dua jiwa yang akhirnya menemukan rumah sejati di dalam satu sama lain.

***

BERSAMBUNG

1
Dedi Dahlia
lihat saja kemenangan kebaikkan yang menang apa kejahatan yang menang semangat 💪💪
Dedi Dahlia
seandainya lucian tidak bisa percaya yang kamu katakan,tinggalkan dia masih banyak lelaki di dunia ini yang lebih baik dari lucian,up semangat 😁😁💪💪
Dedi Dahlia
jangan biarkan kejahatan menang thorr,buat Lucian ingat bukti kejahatan Elise dan Alexander kejahatan selama ini lanjut semangat./Smile//Smile//Pray//Pray/
Murni Dewita
👣
falea sezi
kapok salah sendiri tergoda ma pembokat gatel
CaH KangKung,
👣👣
Wega Luna
belajar beladiri berpedang,otak boleh maju kalo GK diimbangi bela diri sama saja nyetor nyawa,aku punya feeling kalo nanti si Elise di bebaskan Alexander😌 jangan sampai yh thor
putmelyana
next Thor ceritanya
Ayu Padi
yaaah Thor gimn bisa begitu...mereka minum racun ...GK rela laah Thor masa pelayan menang...
Nabil Az Zahra
baru bab 1 mudah"n seterusnya mnarik,
Ayu Padi
sama Thor ...GK sabar ...hrs putus sama Duke ...payah terkenal kejam dingin tp luluh sama pelayan yg penuh drama...
Wega Luna
boleh kah nonjok Alexander,,,,😒😒😒😒💀💀
partini
mati dua kali weh
Wega Luna
jangan sampai Thor ada korban ,
partini
lah pake cara lama dasar Kunti
Fatur Fatur
bikin eliese yang terkena racunnya sendiri thor
Rina Yuli
mampir thor ✋✋✋✋
Wega Luna
si Elise ini bener bener pick me🤣🤣🤣🤣🤣🤣,entah di novel atau di dunia nyata yg namanya Elise itu bikin naik darah
Wega Luna: bener🤣🤣🤣🤣, karena dari dunia nyata sekitar mangkanya aku berani bilang gitu
total 2 replies
partini
kalau terpuruk dan lari ke pelayanan fixx Duk Duk emang rendahan
partini
good story
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!