NovelToon NovelToon
Luka Rembulan

Luka Rembulan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Keluarga / Kutukan
Popularitas:347
Nilai: 5
Nama Author: Yikkii

Chandra Baswara lahir pada malam yang indah di bawah cahaya rembulan, tetapi kebahagiaan itu retak sejak awal ketika ayahnya menolak dirinya hanya karena tanda lahir besar di wajahnya. Sejak kecil Chandra tumbuh dengan kasih sayang ibunya, namun dunia di sekitarnya tidak selalu sebaik itu. Tatapan aneh, bisikan, dan ejekan membuatnya terbiasa menyendiri dan perlahan menutup hatinya dari orang lain. Baginya, hidup sendiri terasa lebih aman daripada harus kembali merasakan penolakan. Namun semuanya mulai berubah ketika seseorang hadir tanpa memandang kekurangannya, sementara sebuah rahasia yang selama ini disembunyikan keluarganya perlahan terungkap. Di tengah luka, penerimaan, dan pencarian jati diri, Chandra harus belajar memahami bahwa manusia tidak selalu sekejam yang ia bayangkan, dan bahwa nilai dirinya jauh lebih besar daripada apa yang terlihat di wajahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yikkii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PROLOG

...*"Untuk kalian yang merasa sempurna dan kalian yang merasa berbeda."-***Yikkii**...

...****************...

Malam itu langit terbentang begitu indah, seolah Tuhan sedang memamerkan kebesaran-Nya dengan cara yang paling lembut. Rembulan menggantung penuh di angkasa, menumpahkan cahaya peraknya ke permukaan bumi ini dari atas sana. Awan-awan putih berarak perlahan seperti halnya tirai halus yang disibakkan oleh angin, sementara bintang-bintang berkedip malu menemani sang bulan dalam langit yang tenang. Malam kala itu terlalu indah, terlalu megah untuk disebut sebagai malam biasa.

Benar saja, di bawah keindahan itulah sebuah kehidupan sedang terlahir.

Di balik dinding ruang persalinan, Seorang ibu bernama Mandira mempertaruhkan segalanya. Calon Ibu yang begitu cantik untuk di sebut sebagai seorang manusia, Hidungnya yang begitu elok mata yang idah diiringi oleh alis tebal melengkung sempurna. Banyak pria yang memujanya bukan hanya karena kecantikannya semata tetapi karena sifatnya yang sulit di temukan pada wanita lain.

Kini wanita yang sempuna ini tubuhnya lemah oleh rasa sakit yang menindih, napasnya tersengal, namun hatinya berdiri teguh. Sembilan bulan ia mengandung tanpa keluh, sekalipun tidak, menumbuhkan kehidupan dalam rahimnya dengan doa dan kasih yang tak pernah putus. Baginya, malam ini bukan tentang derita, melainkan tentang harapan yang akhirnya akan menyabut dunia.

Di luar ruangan, Indra berjalan mondar-mandir dengan langkah gelisah. Wajahnya tegang, rahangnya mengeras. Di dalam dadanya, bahagia, cemas, dan takut saling bertabrakan. Seumur hidupnya, Indra terbiasa hidup dalam pujian. Wajahnya tampan, tubuhnya gagah, hidupnya sering dianggap nyaris tanpa kurang. Tanpa ia sadari, keyakinan akan kesempurnaan itu tumbuh menjadi tuntutan bahkan terhadap darah dagingnya sendiri.

Di sampingnya berdiri Surya, adik kembar Mandira. Ia memperhatikan kegelisahan Indra dalam diam, menyimpan tanya yang tak berani segera diucapkan, mengapa seorang suami memilih menunggu di luar, ketika istrinya sedang berjibaku antara hidup dan mati di dalam sana?

Hingga akhirnya, di sela malam yang hening, tangis itu pecah.

Tangis yang nyaring.

Tangis yang kuat.

Tangis kehidupan.

Seorang bayi lahir ke dunia dengan selamat. Mandira selamat. Kehidupan menang di malam yang teramat indah.

Indra berlari masuk dengan dada berdebar oleh harapan yang membuncah. Bahagia mengalir deras di nadinya. Hingga Mandira, dengan suara lemah namun jujur, berkata bahwa anak mereka terlahir dengan sebuah tanda besar di wajahnya, sebuah tanda lahir berwarna lebih gelap yang membentang dari sebagian pipi hingga ke belakang telinga.

Disisi lain, sang bayi memiliki wajah yang begitu elok. Hidung mancung sempurna, bibir merah muda merekah alami, dan bulu matanya lentik seolah digambar dengan tangan paling telaten.

Menandakan bukan bayi yang buruk rupa, justru bayi tampan dengan caranya sendiri. Tampan dengan satu tanda yang kelak akan membuatnya berbeda.

Anak itu sehat.

Napasnya kuat.

Tubuh mungilnya bergerak dengan penuh kehidupan.

Namun mata Indra menangkap hal yang berbeda. Ia melihat tanda itu lebih dulu daripada wajah tampan anaknya. Ia melihat “Ketidak sempurnaan” nya lebih jelas daripada kehidupan yang baru saja hadir dengan ajaib. Harapan tentang anak lelaki gagah yang akan menjadi bayangan dirinya di masa depan runtuh perlahan di dadanya. Sesak menyergap bukan karena haru, melainkan oleh kecewa yang tak ia sanggupi menerima dengan lapang dada.

Sebaliknya, Mandira memandang anaknya dengan mata yang basah oleh syukur. Melihat bukan dari segi kekurangan, melainkan tanda Tuhan titipkan sebagai bagian dari takdir. Baginya, wajah itu bukan cacat, melainkan kisah yang kelak akan ditempa oleh kehidupan. Mandira menerima anak itu tanpa menawar, tanpa syarat, tanpa ukuran dunia.

Di antara dua hati yang berlawanan itu, Surya berdiri sebagai saksi bisu.

Indra menyerahkan sang bayi dengan tangan dingin lalu pergi tanpa menoleh, Surya menerimanya dengan jemari yang bergetar. Ia mengumandangkan azan pertama di telinga mungil itu dengan suara yang tercekat oleh tangis. Bahagia juga tampak di hatinya karena kehidupan baru lahir dengan selamat. Namun di balik bahagianya, amarah tumbuh perlahan, amarah tertuju kepada ayah yang memilih pergi di saat bayi baru saja membuka matanya pada dunia.

Tanpa meminta kesepakatan sang kakak, Surya memutuskan memberi sendiri nama kepada sang bayi. Bayi itu kemudian diberi nama Chandra Baswara. Cahaya bulan yang bersinar. Nama yang lahir dari kasih seorang ibu, di bawah rembulan yang menyaksikan segalanya.

Di balik indahnya malam itu, tak seorang pun benar-benar menyadari bahwa cinta dan luka telah lahir bersamaan. Seorang anak terlahir membawa ketampanan dan kehidupan, namun juga membawa luka bagi hati yang tak siap menerima bahwa kesempurnaan tak selalu hadir tanpa tanda. Di bawah rembulan yang tetap setia menggantung di langit, takdir mulai menulis luka dan cahayanya sendiri.

1
Roar22
jarang banget sih genre kayak gini, semangat-semangat aja thor/Determined/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!