NovelToon NovelToon
Si Manis Kesayangan Sang Mafia

Si Manis Kesayangan Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir / Vampir / Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi Wanita
Popularitas:18.8k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Xavier benci dua hal di dunia ini, kekacauan dan bulu kucing. Sebagai seorang mafia yang disegani hidupnya harus selalu steril dan terkendali.

Namun, semua itu hancur saat seekor kucing liar yang ia temui tiba-tiba berubah menjadi gadis cantik nan polos bernama Luna.

​Luna tidak tahu cara menjadi manusia. Dia berisik, manja, dan hobi mengacaukan ruang kerja Xavier yang rapi.

Xavier ingin mengusirnya, tapi setiap kali melihat mata bulat Luna, hatinya goyah.

Bagaimana bisa sang pemangsa justru tak berdaya di tangan mahluk manis seperti Luna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 19

Mobil SUV mewah itu membelah jalanan kota dengan kecepatan stabil. Di kursi belakang, Xavier duduk tegak dengan Luna yang meringkuk pulas di pangkuannya. Tatapan Xavier lurus ke depan, namun tangannya terus bergerak mengusap lembut bulu putih halus itu seolah itu adalah harta paling berharga di dunia.

"Gerry, belok di perempatan depan. Aku ingin pergi ke pet shop dulu," ucap Xavier tiba-tiba tanpa bisa diganggu gugat.

Gerry, yang sedang fokus menyetir sambil sesekali meringis menahan nyeri di asetnya, langsung tersentak. Ia melirik spion tengah dengan ekspresi tak percaya.

"Tapi Tuan, meeting dengan tuan Luke akan dimulai setengah jam lagi! Kita tidak mungkin datang terlambat. Anda tahu sendiri bagaimana paman anda itu, bukan? Dia bisa menggoreng kita hidup-hidup kalau kita telat semenit saja karena alasan beli pasir kucing!" protes Gerry dengan nada yang sedikit dramatis.

Xavier mengalihkan pandangan tajamnya ke arah spion, menatap mata Gerry. "Kau membantahku?"

Gerry langsung menelan ludah. Hawa dingin di dalam mobil mendadak turun drastis. "B–bukan begitu, Tuan. Maksud saya... secara logis, kucing nda juga sedang tidur cantik. Dia tidak akan tahu kalau anda belum membelikannya kalung berlian atau makanan organik sekarang. Kenapa harus repot-repot mempertaruhkan nyawa di depan tuan Luke?"

Xavier tidak menjawab. Ia hanya diam dengan tatapan yang semakin menusuk, membuat Gerry langsung memutar setir ke arah kanan tanpa berani mengeluarkan suara lagi.

"Baik, Tuan. Pet shop terjauh pun akan kita datangi. Nyawa saya nomor dua, keinginan kucing anda nomor satu," gumam Gerry pasrah, lebih kepada dirinya sendiri.

Xavier kembali menunduk, jemarinya menepuk kepala Luna. "Kau mengingatkan aku padanya," gumamnya sangat lirih.

Flashback On...

Dua belas tahun yang lalu, di sebuah jembatan tua yang berdiri angkuh di atas jurang curam pinggir hutan. Seorang anak laki-laki berusia tiga belas tahun berdiri gemetar di tepi pembatas. Air mata mengalir deras di pipinya yang lebam dan membiru.

"Kenapa mereka mem-bully-ku? Aku tidak cacat! Aku normal!" teriak Xavier kecil ke arah jurang yang gelap. Suaranya serak karena terlalu lama menangis.

Xavier adalah anak yang berbeda. Ia memiliki heterochromia, warna mata yang tidak senada. Biru laut di sisi kanan, dan cokelat keemasan di sisi kiri. Di sekolah elitnya, perbedaan itu dianggap sebagai kutukan. Teman-temannya menjulukinya anak pembawa sial atau setan bermata dua.

"Seharusnya aku tidak dilahirkan di dunia ini! Untuk apa aku ada kalau hanya untuk sendirian?" teriaknya lagi.

Dunia terasa begitu tidak adil. Bahkan Isabella dan Jonas, orang tuanya, memilih mengasingkannya ke mansion tua di pinggir hutan ini hanya agar citra keluarga tidak terganggu oleh anak aneh sepertinya.

Meong!

Xavier tersentak. Ia menoleh ke belakang dan menemukan seekor anak kucing putih bersih dengan mata biru sapphire yang jernih. Kucing itu duduk dengan tenang, menatap Xavier seolah sedang mendengarkan curhatannya.

"Meong... meong!" (Kenapa kau menangis, Anak Manusia?) tanya kucing itu, meski bagi Xavier itu hanya suara binatang biasa.

"Dari mana datangnya binatang menggemaskan ini?" gumam Xavier, menghapus air matanya dengan punggung tangan yang luka. "Apa... apa aku boleh menggendongmu?"

Seolah mengerti, kucing itu berjalan mendekat dan menggosokkan kepalanya ke kaki Xavier. Xavier pun menggendongnya. Ajaib, begitu bulu halus itu bersentuhan dengan kulitnya, rasa sesak di dadanya perlahan memudar.

"Tadinya aku berpikir untuk melompat dan mengakhiri hidupku di sini," bisik Xavier pada si kucing. "Tapi sepertinya tidak jadi. Kau mau berteman denganku?"

Kucing itu menjilat pipi lebam Xavier. Sebuah ikatan aneh terbentuk hari itu. Selama dua tahun, kucing itu selalu muncul di jembatan yang sama. Hingga usia Xavier mengijinkan dia menjadi remaja yang lebih kuat, tiba-tiba kucing itu menghilang tanpa jejak.

Xavier mencarinya setiap hari, menunggu di bawah hujan, namun kucing itu tak pernah kembali.

Penderitaannya tidak berhenti di sana. Saat usianya beranjak dewasa, sebuah tragedi penculikan terjadi.

Xavier disekap, disiksa secara fisik, dan dile-cehkan secara mental oleh kelompok misterius yang ingin menjatuhkan keluarga Jonas. Kejadian itu meninggalkan trauma mendalam yang membuatnya benci disentuh oleh manusia. Ia mengurung diri dalam kegelapan selama bertahun-tahun.

Hingga suatu hari, seorang pemuda bernama Gerry masuk ke kehidupannya.

"Tuan, kalau anda terus menangis, air mata anda bisa laku dijual untuk menyiram tanaman, tapi tidak akan membunuh musuh anda!" ketus Gerry saat itu.

Gerry yang mengajari Xavier bahwa di dunia ini, kau harus menjadi predator agar tidak dimangsa.

"Kejamlah, Tuan. Jangan beri ampun pada siapa pun yang menyentuh milikmu."

Flashback Off

"Tuan, kita sudah sampai di Pet Shop. Mau saya yang turun atau anda ingin membawa majikan kita itu masuk?" suara Gerry membuyarkan lamunan Xavier.

Xavier menatap Luna yang mulai menggeliat di pangkuannya. Kenangan tentang rasa sakit masa kecilnya masih ada, namun kehadiran makhluk ini seolah menjadi penawar yang aneh.

"Aku sendiri yang masuk. Jaga mobilnya, Ger," ucap Xavier dingin sembari menggendong Luna.

"Siap, Tuan. Saya akan berjaga di sini, sambil merenungi nasib aset saya yang malang," balas Gerry sembari menyandarkan kepalanya ke setir, menatap punggung bosnya yang masuk ke toko hewan dengan wibawa seorang raja.

Xavier tidak peduli pada Luke. Ia tidak peduli pada meeting miliaran rupiah itu. Baginya, memastikan kucingnya mendapatkan apa yang ia inginkan adalah cara dia menyembuhkan luka masa lalunya yang belum benar-benar kering.

1
Keysha Aurelie
gemes banget sama Vier😂 sudah mengakui menyukai Luna lagi🤣 suka aku dengan kejujuran ini😂
Luna itu bukan cacing 😭 tenang Vier nanti bisa dilanjutkan lagi , kamu bisa kasih pemahaman ke Luna😂
Keysha Aurelie: visual nya cocok banget sama mereka dan namanya Luna bikin gak nyangka aja ada love nya
total 1 replies
partini
dasar Gery lucknat 🤭🤭
uhhh cakep banget visual nya 👍👍👍👍 thanks Thor
Al Fatih
waow ...,, cocok bngt Kaka...,, utk Xavier dan Luna....,, pas bngt visualnya.

Vier..... pelan2 tho yooo jangan asal nyosor,, ntar Luna trauma lagi 😂
Opi Sofiyanti
akhirnyaaaaaa.... nymp jg bc ampe part ini.... stlh terpending sekian hr..... maaf y kak g ber mksd menimbun bab, tp emng aku g smpt bgt bc lama2....
Senja: Nah iya maknya ini, bulan ini blm buat buku baru lagi, habis lebaran saja.
total 3 replies
Eva Karmita
Sapir tahan ya jangan sampai Luna Lo amboxsing 😜🤭😄😄
Eva Karmita
ternyata Luna adalah obat mujarab untuk Sapir 🥰🥰🥰🥰
partini
kasih visual Thor dari belakang juga boleh 🤭
partini
buset dah cat menggatal sekali kau ini,kan aslinya kuncung ya menjilat dan mencakar,lost control ga ini sapir sering banget no baju baju
Keysha Aurelie
Vier ternyata Luna itu penawar terbaikmu , tanpa mendatangkan dokter , menuju Luna saja akan menjadi candu yang menenangkan 🤣 dan membuat ketagihan🤣🤣 kelihatan sayang banget Luna sama kamu Vier
Keysha Aurelie
pengganggu seperti Cat itu mending dimusnahkan atau dikasih pelajaran biar takut dan tak berani mengganggu atau mendekati lagi , kalau ada Cat muncul rasanya pengen tak dorong biar jatuh dari ketinggian 😂
partini
kaya Diego ga bisa sentuh sembarang balik gih skin to skin sama Luna biar sembuh ,,bagus juga Kya pesikopat ayo bunuh segera di cat
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Senja: Siapppp mak
total 1 replies
Natsa
when cemburu dibawa ke tempat kerja /Facepalm/
Natsa
diem salah jawab salah /Facepalm/
Dew666
🍎🍎🍎🍎🍎
partini
segampang itu si Luna Thor , Secara gitu dari awal konek ke sapir cuma daging doang udah beda aiahhhhh kucing anehhh
tinie
kenapa Luna malah kamu tinggal vier
kan Xander jadi semakin dekat dengan Luna
Al Fatih
Bayangkan adegan sarapan paginya Xavier dan Luna 🤭😍
Senja: Iya pengen yg ono pengen yg itu yg ganteng2🤣
total 3 replies
Keysha Aurelie
ciee cemburu nya menyeramkan sekali Vier, gak mungkin kalau gak ada perasaan bukan begitu Vier😂 ingat Luna itu gadis polos jadi dimaklumi 😂
hati hati Luna sama Xander itu
Keysha Aurelie
lanjut kak tetap semangat, selalu ditunggu up nya

Masih gak menyangka Vier bisa semanis itu 🤭 Lun kamu bener bener ya berani kiss pipi Sapir , Luna hanya Sapir yang boleh kamu cium yang lain jangan🤭😂
Vier kondisikan perasaanmu 🤣 pelan pelan ajari Luna ya , guru terbaik❤️
Senja: Siapp, 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!