NovelToon NovelToon
Aku Kembali

Aku Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Keluarga / Trauma masa lalu / Kebangkitan pecundang / Antagonis Jahat / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yourfee

Ervana yang lahir dari keluarga Moses merasa hidupnya berubah setelah kehadiran anak angkat keluarganya yang begitu disayang semua anggota keluarganya. Orang tuanya dan kakak laki-lakinya lalu memperlakukan Renita, adik angkatnya dengan penuh kasih sayang. Ia diasingkan, semua hal yang menjadi miliknya kini direbut perlahan oleh Renita Moses. Air mata dan kesakitan itu membuatnya nyaris gila. Ervana kalah dan memilih mengakhiri hidupnya dengan cara yang tak biasa, bunuh diri. Namun, jiwanya yang terperangkap dalam kegelapan sepertinya masih enggan untuk meninggalkan dunia penuh dosa ini. Ervana lalu kembali dengan versi baru yang membuat keluarganya tercengang.
"Aku kembali hanya untuk memberi pelajaran pada mereka bahwa aku tidak pantas diperlakukan seburuk ini". Persis ketika ia membuka matanya, kehidupan baru menyambutnya. Ervana lalu hidup menurut kepercayaannya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourfee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18. Bian itu ancaman!

 Renita menunduk dalam-dalam di hadapan kedua orang tuanya, memainkan peran anak baik yang selalu melekat padanya. Ruang keluarga itu penuh dengan lukisan-lukisan seni bernilai jual tinggi, membuat siapapun yang melihatnya seakan tau seberapa sukses keluarga Moses sekarang. Lengang, semua orang sibuk dengan pikiran masing-masing.

"Ibu". Suara pelan keluarga dari bibir Renita. Di pangkuannnya, gadis itu menyatukan kedua tangannya dengan khidmat.

"Kenapa, Nak?" Eva menatap intens wajah anak angkatnya. "Apakah ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?" Tanya Eva sekali lagi.

"Ini soal Bian". Bibir Renita terlihat bergetar. Gadis itu memainkan perannya dengan baik. Tujuannya sekarang adalah membuat Bian terlihat buruk di mata orang tuanya.

"Bian si pengawal itu? Ada apa dengan dia?" Efendi mulai mengeluarkan suaranya.

"A-aku tidak ingin dibilang lancang, tapi aku selalu memikirkan hal ini sampai aku susah tidur".

"Renita, kau kenapa Nak?" Efendi bertanya dengan prihatin". Tidak, Renita tidak boleh sakit! Gadis itu adalah sumber keberuntungan keluarganya.

"Ayah dan ibu mungkin sedikit terkejut tapi aku tidak bisa menyembunyikan ini lebih lama lagi. Aku pernah melihat Bian menghabiskan waktunya bersama Kak Renita beberapa kali. Sekali lagi, aku tidak bermaksud mengadu domba siapapun tapi aku melihat interaksi tak biasa di antara mereka. Itu terlalu manis untuk dibilang kebetulan. Apakah ayah dan ibu ingat? Bian bahkan rela dihukum kakak sulung hanya karena ia memberi tumpangan pada Kak Vana. Ia bahkan melanggar aturan yang dibuat kakak sulung secara terang-terangan. Aku takut jika semakin lama ia dibiarkan bekerja di rumah ini, semakin sering ia melanggar perintah ayah dan ibu ataupun Kak Lucas. Bian benar- benar bukan pengawal yang baik, ayah". Renita menundukkan kepalanya penuh dengan ketakutan yang dibuat-buat. Di mata keluarga Moses, ia hanyalah gadis rapuh penuh ketakutan yang begitu pantas untuk dilindungi bak berlian.

"Begitu menurutmu, Nak?" Efendi bertanya pelan seolah meragukan ucapan gadis di depannya ini.

"A-ayah maaf aku lancang! Aku terlalu berani memberikan pendapat padahal aku hanyalah anak angkat di rumah ini. Maafkan aku, ayah". Sedetik kemudian, Renita menjatuhkan tubuhnya ke lantai dingin rumah itu lalu berlutut di hadapan kedua orang tuanya persis seperti kaum rendahan. Mulutnya beberapa kali mengeluarkan beberapa kalimat permintaan maaf yang begitu bertentangan dengan isi hatinya.

"Renita, apa yang kau lakukan? Bangunlah,Nak! Jangan pernah merendahkan dirimu untuk hal seremeh ini. Berapa kali harus ibu katakan jika kau bukan anak angkat. Kau adalah anak yang ibu besarkan dengan cinta dan perhatian. Kau anak ayah dan ibu, kau adik Lucas". Eva menggenggam erat tangan Renita lalu memeluknya dengan erat seolah-olah ingin meleburkan tubuh gadis itu. Renita membalas pelukan ibunya tak kalah erat. Tak ada yang sadar jika gadis itu tengah menarik sudut bibirnya, membentuk senyuman licik yang begitu berbahaya.

"Kau benar, Renita! Bian terlalu berbahaya. Pria itu adalah ancaman. Dia telah berani melawan Lucas padahal aku sendiri begitu segan pada pria pemarah itu. Ini benar- benar tidak bisa dibiarkan! Bian harus dipecat. Ayah tidak ingin sikap tidak patuhnya menjadi contoh buruk bagi pengawal yang lain. Terima kasih atas sarannya, Nak. Ayah begitu menghargainya". Efendi mengelus kepala putrinya dengan sayang. Seorang pelayan yang menyajikan teh untuk keluarga cemara itu melakukan tugasnya dengan tangan bergetar. Sedikit tidak menyangka jika pengawal kepercayaan keluarga itu harus dipecat karena fitnahan si anak pungut.

"Sama-sama, Ayah. Aku benar-benar tidak punya maksud untuk menghancurkan pekerjaan Bian, tapi-".

"Nak, tenanglah! Kau itu putri keluarga Moses. Kau punya hak yang sangat besar di rumah ini".

Pukul tiga sore waktu setempat, Bian dipanggil ke ruang kerja Efendi Moses. Pria muda itu datang dengan tergopoh-gopoh. Dadanya sedikit bergemuruh melihat wajah santai sang tuan padahal anaknya yang mendekam di rumah sakit jiwa mungkin tersiksa di sana.

"Tuan memanggilku?" Bian bertanya dengan kepala tertunduk. Dilihat dari sudut manapun, semua orang pasti tau jika Bian hanyalah pengawal kepercayaan keluarga yang bekerja untuk keluarganya. Bian pria baik-baik, tidak seperti yang diucapkan Renita. Efendi Moses sedikit ragu, namun ia tak mau putri kesayangannya itu kecewa. Ia sudah berjanji dan sebagai pria sejati ia harus menepatinya.

"Kau dipecat!" Ucap Efendi tanpa memandang wajah pria itu. Entah ekspresi apa yang diperlihatkan Bian sekarang ia tidak tau. Terlalu takut kesedihan pria itu akan mengurungkan niatnya. Efendi Moses adalah pria lembut yang hanya berlaku keras pada putrinya yang saat ini masih menjadi antagonis di matanya.

"Dipecat? Kenapa Tuan?" Reaksi terkejut itu sedikit palsu. Efendi Moses tidak tau jika pria muda di depannya ini bahkan tersenyum tipis seolah merasa bebas karena sebentar lagi bisa lepas dari kendali keluarga kejam ini.

"Bian, maafkan aku! Tapi ini sudah menjadi keputusan keluargaku. Aku tidak ingin mengatakan alasannya karena ini mungkin sedikit tidak ada bagimu. Jangan khawatir! Kau akan mendapatkan upah yang besar sebelum meninggalkan rumah ini. Maafkan aku, Bian!" Tidak ada yang penampakan pria berkuasa. Efendi bahkan menunduk dalam-dalam seperti pria pengecut.

"Tidak apa-apa, Tuan! Bukankah ini sudah menjadi keputusan keluarga Moses? Aku hanyalah seorang pengawal yang harusnya selalu patuh pada perintah majikanku". Kalimat itu terdengar seperti sebuah penghiburnya, namun bagi Efendi itu membuat rasa bersalah di hatinya kian berkobar. Bian tau akan hal itu dan ia sengaja melakukannya!

"Aku pamit, Tuan". Bian meninggalkan pria yang masih sibuk berperang dengan hati nuraninya itu. Pria itu melangkahkan kakinya dengan mantap. Beban besar di pundaknya seperti terangkat. Setelah ini tidak ada lagi yang menghalanginya untuk memberi pertolongan pada Ervana. Ia tak perlu patuh dan tunduk pada aturan keluarga Moses. Setelah ia keluar dari rumah ini, kebebasan akan menjadi miliknya. Sudut bibirnya terangkat sedikit, membentuk senyuman licik yang mematikan. Nyatanya, Bian tidak selemah itu. Banyak hal rumit yang tidak diketahui siapapun. Pria itu mengambil ponselnya setelah membereskan segala perlengkapannya. Setelah ini, tidak ada Bian sang pengawal. Setelah ini, ia akan menjadi pria bebas yang siap menghancurkan siapa saja.

"Sebentar lagi aku akan keluar dari rumah keluarga Moses. Jemput aku jam lima sore". Ucapnya dengan nada pelan yang penuh perhitungan.

Pria itu meraup wajahnya dengan kasar, sedikit tidak rela meninggalkan tempat penuh kenangan bersama Ervana ini.

"Nona, sebentar lagi kebebasan bukan hanya milkku tapi milikmu juga". Langit sore itu terlihat mendung seolah meratapi nasib buruk sang pengawal.

"Aku tidak akan kalah". Ucapnya penuh amarah dan tekad.

1
EMA
Semangat kk lanjut nya 💪 💪
EMA
Semangat kk 💪💪💪
Afee: Makasih kaaa🥰
total 1 replies
EMA
Lanjut kk
Alvi
lanjut thorrrr🔥🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!