NovelToon NovelToon
Dicintai Ugal-Ugalan Oleh Suami Amnesia

Dicintai Ugal-Ugalan Oleh Suami Amnesia

Status: sedang berlangsung
Genre:Berbaikan / Suami amnesia / Perjodohan / CEO
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Empat tahun menikah tanpa cinta dan karena perjodohan keluarga, membuat Milea dan Rangga Azof sepakat bercerai. Namun sebelum surat cerai diteken, Rangga mengalami kecelakaan hebat yang membuatnya koma dan kehilangan ingatan. Saat terbangun, ingatannya berhenti di usia 22 tahun. Usia ketika ia belum menjadi pria dingin dan ambisius.

Anehnya, Rangga justru jatuh cinta pada Milea, istrinya sendiri. Dengan cara yang ugal-ugalan, manis, dan posesif. Di sisi lain, Milea takut membuka hati. Ia takut jika ingatan Rangga kembali, pria itu bisa kembali menceraikannya.

Akankah cinta versi “Rangga 22 tahun” bertahan? Ataukah ingatan yang kembali justru mengakhiri segalanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 18.

Sandiwara itu dimulai jauh lebih rapi dari yang Rangga bayangkan.

Keesokan harinya, Milea pulang lebih malam dari biasanya. Ia tidak lagi memberi kabar tentang dirinya, tidak pula menanyakan kabar Rangga.

Meski Rangga merasakan perubahan Milea, dia tetap memainkan perannya—dingin. Tak bertanya, tak menegur. Meski sikap Milea yang terasa asing itu mulai mengusik dadanya.

Dua hari kemudian saat Rangga kembali menjemput Milea di kantor, ia melihat sebuah pemandangan yang membuat langkahnya tertahan.

Seorang pria berdiri di depan gedung kantor Milea, berdiri di dekat wanita itu. Tingginya hampir setara dengan Rangga, wajahnya tampan, dengan senyum santai yang terlalu akrab. Pria itu menyerahkan satu cup minuman coklat pada Milea, kesukaan wanita itu. Milea menerimanya sambil tersenyum, senyum yang dulu hanya ia berikan pada Rangga.

Dada Rangga terasa menegang.

“Terima kasih,” ucap Milea ringan.

“Sama-sama, malam ini jadi?” Tanya Pria itu.

Milea mengangguk. “Jadi.”

Percakapan itu singkat, namun cukup untuk membuat kepala Rangga dipenuhi pertanyaan. Ia ingin melangkah mendekat, ingin bertanya siapa pria itu. Tapi ia teringat tekadnya sendiri, sandiwara ini harus terus berjalan.

Malam itu, Milea kembali pulang larut.

“Kau dari mana?” tanya Rangga akhirnya, berusaha terdengar biasa saja.

“Bertemu teman,” jawab Milea singkat, tanpa menatapnya.

“Teman siapa?”

“Temanku,” balas Milea dingin, lalu berlalu menuju kamarnya sendiri. Sejak Rangga memulai sandiwara, keduanya kembali tidur terpisah.

Jawaban itu menusuk lebih dalam dari yang Rangga perkirakan.

Hari-hari berikutnya, pria baru itu semakin sering muncul. Menjemput Milea dan mengantar pulang. Kadang hanya sampai depan rumah, kadang berhenti lebih lama. Tawa mereka terdengar jelas dari balik jendela, tempat dimana Rangga selalu mengintip.

Jenny tidak berbohong pada Milea, pria itu memang pandai bersandiwara. Namanya Arga, teman lama Jenny yang sudah diberi peringatan tegas... jika dia tidak boleh melewati batas.

Namun bagi Rangga, tak ada yang terasa seperti sandiwara.

Setiap tawa Milea dengan pria itu, setiap tatapan ringan yang ia tangkap, membuat kepalanya berdenyut. Ingatannya yang hilang seolah bersekongkol dengan rasa takut yang baru, ia takut benar-benar kehilangan Milea.

Pada suatu malam, Rangga tak lagi mampu menahan diri.

“Kau berubah,” ucapnya saat Milea hendak masuk kamar.

Milea berhenti melangkah, menatap Rangga datar. Namun wanita itu tak mengatakan apapun dan melanjutkan langkahnya.

Rangga mengepalkan tangan, dadanya terasa sesak oleh perasaan yang begitu jelas. Cemburu, takut, dan penyesalan yang menumpuk menjadi satu. Dan ia sadar, sandiwara ini tak lagi sepenuhnya di bawah kendalinya.

Ia hanya berdiri mematung, menatap punggung Milea yang kembali melangkah masuk ke kamar. Pintu tertutup perlahan tanpa suara keras, tapi cukup untuk membuat dadanya terasa runtuh.

Malam itu, Rangga kembali gagal tidur nyenyak. Dia bergadang semalaman, memikirkan segalanya.

Bayangan Milea dan pria bernama Arga terus berputar di kepalanya. Ia mencoba mengingat dengan keras, apakah dulu sebelum hilang ingatan ia pernah merasakan ketakutan seperti ini? Takut kehilangan seseorang, takut ditinggalkan bukan karena takdir... melainkan karena pilihannya sendiri.

Pagi harinya, Milea bersikap seperti orang asing. Sarapan tanpa sepatah kata, berpakaian rapi, lalu pergi tanpa menoleh. Rangga ingin menghentikannya, tapi lagi-lagi ia menahan diri.

Sandiwara ini… dia yang memulainya.

Di perusahaan, Rangga tak lagi fokus. Beberapa kali ia mengecek ponsel, berharap ada pesan dari Milea, bahkan jika hanya sekadar kata-kata dingin. Tapi layar ponselnya tetap kosong.

Sore harinya, saat Rangga menjemput Milea. Lebih tepatnya, menunggu di mobil seperti biasa. Ia kembali melihat Arga, kali ini lebih dekat. Pria itu berdiri terlalu dekat dengan Milea, tertawa pelan, lalu… merapikan helai rambut Milea yang tertiup angin.

Rangga keluar dari mobil tanpa sadar, kedua tangannya mengepal kuat.

“Apa yang kau lakukan pada istriku?” suaranya rendah, tertahan.

Arga menoleh, kaget. Milea ikut berbalik, wajahnya tetap tenang.

“Tenang saja,” ujar Milea dingin. “Dia hanya temanku.”

“Seorang teman seharusnya tidak menyentuh,” balas Rangga, rahangnya mengeras.

Arga mundur selangkah, membaca situasi. “Aku pergi dulu,” ucapnya singkat pada Milea.

Setelah Arga pergi, keheningan menggantung di antara mereka.

“Kau cemburu?” tanya Milea akhirnya.

Rangga menatapnya, napasnya berat. “Tidak.“

Milea menghela napas panjang.

Wanita itu berbalik pergi, meninggalkan Rangga dalam kegelisahan.

Sekitar pukul sembilan malam, pintu rumah terbuka perlahan. Milea masuk dengan wajah tenang, dia baru saja kembali dari rumah orang tuanya untuk memberikan waktu pada Rangga.

“Kamu sudah makan?” tanyanya ringan sambil meletakkan tas.

Rangga menoleh cepat. “Lea…”

Tidak ada air mata dari wanita itu, tidak ada suara gemetar. Milea bahkan tersenyum tipis.

“Kamu kelihatan banyak pikiran,” lanjut Milea sambil melepas sepatu. “Mau aku bikinin teh hangat?”

Rangga berdiri mendadak. “Lea, jangan kayak gini.”

“Kayak apa?” Milea menoleh.

“Seolah nggak terjadi apa-apa.”

Milea berhenti berjalan, lalu mengangguk pelan. “Oke.”

Ia mendekat, hingga Rangga bisa melihat pantulan wajahnya sendiri di mata Milea. “Kalau begitu... berhentilah bersandiwara, Rangga. Karena aku juga lelah.”

Rangga akhirnya menyadari, kejujuran tak lagi bisa ditunda.

“Aku lihat kamu sama Jenny bicara terlalu berlebihan, apa kamu sengaja?”

Rangga mengatupkan rahang. “Aku—”

“Kamu mau aku membencimu,” potong Milea. “Biar kamu bisa pergi tanpa merasa bersalah.”

Rangga membeku.

“Kamu mau aku yang ninggalin kamu, biar kamu bisa bilang ke dirimu sendiri... kalau ini bukan pilihanmu.”

Rangga menggeleng, napasnya tercekat. “Lea, aku cuma—”

“Kamu mau sendirian,” Milea menatapnya tajam sekarang. “Karena kamu merasa hidupmu bukan milikmu lagi.”

Keheningan jatuh.

Rangga menunduk, tangannya mengepal. “Kamu tahu?” suaranya terdengar serak.

“Aku tahu kamu sedang dihantui sesuatu,” jawab Milea. “Aku tahu kamu bertemu seseorang, aku tahu kamu berubah karena masa lalu.”

Milea menarik napas dalam-dalam. “Tapi aku tidak tahu… sampai sejauh apa kamu mau menyakiti dirimu sendiri.”

Rangga langsung menyadari, jika dia telah gagal membuat Milea membencinya. Tapi justru, dia sedang menghancurkan dirinya sendiri. Ia tertawa kecil, menertawakan dirinya sendiri. “Aku memang ahli dalam menyakiti, bukan?”

“Jujurlah padaku, apa yang kamu coba sembunyikan?” Desak Milea.

Rangga mengangkat wajahnya, matanya memerah. “Radit.”

Nama itu jatuh seperti beban.

“Aku sudah tau, dia meninggal… karena aku.“ Ucap Rangga dengan suara hampir tidak terdengar. “Aku yang menyetir di malam kecelakaan itu, tapi aku malah hidup. Harusnya aku yang mati, bukan Radit.”

Tubuh Milea menegang.

“Dan aku hidup dengan jantungnya,” lanjut Rangga sambil menekan dadanya. “Aku bisa hidup… karena dia.”

Milea masih diam.

“Aku nggak tahu semua detailnya,” Rangga tertawa getir. “Tapi setiap kali aku melihat matamu… aku merasa bersalah. Karena matamu, milik Radit.”

Sunyi.

Milea tidak langsung bereaksi, ia menatap Rangga yang sedang mencoba memahami dunia yang tiba-tiba runtuh.

“Jadi itu, alasan kamu melakukan semua ini.” Baru lah Milea bicara.

Rangga mengangguk, wajahnya basah oleh air mata. “Setelah aku mengetahuinya, setiap aku melihat matamu… aku merasa bersalah pada Radit.”

Milea mendekat satu langkah. “Lalu, sekarang... kau ingin bagaimana?”

Rangga membuka mata, tatapannya kosong. “Aku takut… kalau aku ingat semuanya, aku akan kembali jadi pria pengecut yang menyakitimu.”

Milea mengangkat tangan Rangga, menempelkannya ke dada pria itu. “Rasakan jantung Radit di dalam tubuhmu, jantungnya berdetak sangat kuat... karena Radit ingin kamu tetap hidup.”

Ia lalu menuntun tangan Rangga ke wajahnya sendiri. “Dan mata Radit yang jadi bagian tubuhku… karena Radit ingin aku melihat dunia dan juga melihatmu.”

Air mata Milea akhirnya jatuh. “Jangan kamu ubah pengorbanan itu jadi hukuman, Radit tidak mati supaya kamu membenci dirimu sendiri.”

Pertahanan Rangga akhirnya runtuh. Ia jatuh berlutut, memeluk pinggang Milea erat-erat. Tangisnya pecah, seperti luka tujuh tahun yang akhirnya dibiarkan berdarah.

“Aku takut mencintaimu,” isaknya. “Karena kalau aku bahagia… seolah Radit mati sia-sia.”

Milea berlutut ikut memeluknya, tangannya menguvsap rambut Rangga lembut.

“Rangga... cintamu bukan pengkhianatan, dan hidupmu bukan dosa.”

Milea mendekatkan kening mereka. “Dan aku, tidak akan pernah bisa membencimu...”

Rangga terisak lebih keras.

“Kalau kamu mau pergi,” lanjut Milea tegas tapi lembut, “Pergilah karena kamu benar-benar ingin... bukan karena kamu merasa tidak pantas untuk mencintaiku.”

Milea menatapnya dalam-dalam. “Tapi kalau kamu bertahan… bertahanlah sepenuhnya. Jangan setengah-setengah.”

Rangga mengangguk lemah. “Aku mau bertahan, kalau kamu masih menginginkanku.”

Milea tersenyum di antara air mata. “Aku sudah terlalu lama menunggumu, mana mungkin aku nggak menginginkanmu.“

Keduanya berpelukan, tapi pelukan itu berubah. Bukan lagi pelukan takut kehilangan, tapi pelukan orang-orang yang memilih tetap tinggal meski tahu luka masing-masing.

1
Miss Typo
oh ngilang karna lumpuh dan dibawa ke luar negeri, tapi harusnya ngabarin Milea hadeh
skrg dah terlambat untuk bersama Milea, tapi tuh Ethan terobsesi bgt sme Milea. semoga rencana Rangga berhasil.
apa gak seharusnya Milea dikasih tau ya, takutnya nanti bisa salah paham. apa orang tua Milea dikasih tau Rangga?
Desyi Alawiyah
Ternyata Ethan juga mengalami lumpuh yah.. Tapi, kenapa Ethan ngga memberi kabar ke Milea sih.. Ya minimal lewat chat atau apa gitu... 😅
Desyi Alawiyah: Cowok mah gitu Kak, suka ngilang pas lagi sayang-sayangnya... 😅😅🤭
total 2 replies
Desyi Alawiyah
Ethan kamu mundur aja deh, jangan deketin Milea lagi... Dia udah jadi istri orang, jangan sampe kamu jadi pebinor.. 😌
Tiara Bella
obsesi bahaya itu bt milea....semoga, Rangga, Arga,sm jenny bs ngadepin Nathan ya....
tinie
oooh jadi dia juga sama ,TPI kenapa orang tuanya tidak memberi kabar sampai sekarang
malah datang kayak maling, datang dengan cara tidak baik baik
Rita
alasannya kshn juga sih salahnya disini dia obsesi,Milea jg sdh bahagia sama Rangga harusnya bs merelakan
Rita
bagus biar kmunya g merasa sendiri aplg ini menyangkut mantan ma sahabat
Aditya hp/ bunda Lia
ooh, ... jadi ternyata si Ethan juga parah yah saat kecelakaan dia lumpuh
Miss Typo
ceritakan semua ke Rangga dan Arga ya Jen, biar ada solusi. Ethan gila dia bener² msh terobsesi ke Milea
Nie
baru juga bahagia udh ada aja yg mengganggu ,ayo Jen,kasih tau Arga ma Rangga dan Milea mulai saat ini ga boleh sendiri ya
tinie
si sethan 🤔🤔🤔
Rita
duhhh kurang ajar nih S ethan😜😂😂😂😂
Rere💫: Setan kagak tuh 🤣🤣🤣
total 1 replies
Nadiyah1511
trbuka sama Rangga+milea Jen cari solusinya sama2...jgn bertindak gegabah
Desyi Alawiyah
Jangan mau Jen.. Jangan mau kamu diperalat sama Ethan..

Lebih baik kamu kasih tahu Rangga deh, biar Rangga yang urus semuanya... 😌
Aditya hp/ bunda Lia
👍👍👍
Rita
🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍
Aditya hp/ bunda Lia
apa hubungan si Ethan sama keluarga Vano?
Tiara Bella
Ethan bener² terobsesi sm milea...segala cara dilakuin sm dia bt misahin milea sm Rangga
Aditya hp/ bunda Lia
waduh Ga tahan dulu dong jangan langsung esmosi gituuuuu ... buahayaaa
Rita
waduh Rangga awas ada masa lalu ma fans baru istrimu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!