NovelToon NovelToon
Forensik Adalah Seorang Antagonis

Forensik Adalah Seorang Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Wanita Karir / Psikopat / Antagonis / Balas Dendam / Bad girl
Popularitas:954
Nilai: 5
Nama Author: Gdc Hb vl

Zielga Nadine adalah seorang forensik kepolisian yang terkenal karena kecerdasannya dalam memecahkan kasus-kasus tersulit. Kemampuannya membawa banyak penghargaan dan membuat namanya dikenal sebagai salah satu ahli forensik terbaik.

Namun di balik sosoknya yang brilian, Zielga menyimpan masa lalu yang kelam. Semasa SMP, ia mengalami perundungan brutal dan kehilangan harga dirinya berkali-kali. Luka itu tak pernah sembuh—dan menjadi api yang membakar seluruh hidupnya.

Bagaimana jika forensik jenius yang dipercaya semua orang ternyata menyimpan agenda gelap?

Inilah kisah benturan antara dendam yang membara dalam diri Zielga dan upaya polisi mengungkap kebenaran.
Siapa yang akan menang: Zielga, yang bertekad membalas semua rasa sakitnya, atau aparat kepolisian yang tanpa sadar sedang memburu rekan mereka yang paling mereka hormati?

Di atas kertas bertuliskan “Keadilan”, sebuah pertempuran dimulai.

cerita ini hanya fiksi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gdc Hb vl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 17

''kakak tu gak tau apa-apa, ini cuma narkotika biasa yang gak berbahaya kak, kakak balikin barang itu sekarang'' ucap reza.

mendengar hal itu tiska menatapnya dengan tatapan kekecewaan yang lebih dalam ''enggak akan perna!!''

tiska kemudian berbalik pergi keluar ruah reza tampa menoleh sedikitpun.

reza mendesah, dia kemudian melangkahkan kakinya mengejar sang kakak yang telah keluar dari rumah.

''kak,kakak!, balikin kak'' teriak reza di halaman rumahnya. dia kemudian menarik tanang kanan tiska mencegah sang kakak pergi.

tiska segerah berbalik ke arah reza sambil menghempaskan tangannya ''lepasin!''

''kak balikin, aku perlu itu, buat_

"Buat apa!!, za kamu gak ngerti juga kalo ini sangat berbahaya, kamu tu masih muda za!, jangan hancurin masa depan kamu dengan melakukan hal ini!" Ucapan tiska melembut ketika menasehati sang adik, walaupun dia sangat kecewa pada adiknya, dia tak mungkin membiarkan adiknya terus masuk ke dalam jurang.

Raut wajah kesal reza terlihat saat mendengar kata-kata kakaknya "emangnya kak ngerti apa!, aku melakukan ini juga gak merugikan kakak kan, toh mau aku rusak atau enggak itu gak ada urusannya sama kakak!!"

Wajah tiska mulai berkaca-kaca kembali saat adiknya mengatakan hal itu, dia mengalihkan pandangannya ke arah yang lain menahan sekuat tenaga air matanya agar tak jatuh.

"Kubilang enggak, ya enggak!" Nafas tiska tak beraturan ketika mengatakan hal itu,setetes cairan bening mengalir keluar dari mata kirinya, dia mengigit bibirnya menahan sesuatu yang bergejolak di dadanya.

''baiklah...kalau begitu, kau bukan adikku dan jangan temui aku lagi" ucap tiska dengan nafas yang tesekal, dia membuang nafasnya dengan rasa lelah lalu pergi dari hadapan reza.

reza mematung di tempat saat menyadari apa yang dia katakan ''kak_

BRAKK!!

reza langsung terdiam di tempat saat sang kakak menutup pintu pagar sangat kuat.

Raut wajahnya syok terlihat jelas di wajah reza. Dengan langkah kaku dia berjalan masuk ke dalam rumahnya.

Sedangkan tiska segera mengendarai motornya mengendarai mobilnya meninggalkan pekarangan rumah reza.

Air matanya terus menetes saat mengingat apa yang adiknya katakan tadi, dia merasa sakit hati.

Saat di perjalanan tiska tak sengaja melihat tong sampah umum di jalan, di sana dia berhenti sebentar, membuang kantong plastik hitam ke tong sampah itu lalu melajukan mobilnya kembali seolah tak terjadi apa-apa.

Di sisi lain reza yang masih syok masuk ke dalam rumahnya, amarah dan kekesalan pada dirinya memuncak

"AAGKK!!!!"

Duk

Duk

Dia berteriak marah pada dirinya sediri hingga memukul dinding dengan keras.

Setelah beberapa menit amarah reza mereda, dia melangkah cepat menuju kamar mengambil jaket yang tergantung di pintu.

Langkah nya lebih cepat saat dia pergi keluar sambil mengunci rumahnya.

***

Malam hari sekitar pukul 12 malam reza pulang.

Dia berjalan sempoyongan dengan wajah yang terlihat tidak baik dan matanya yang agak linglung.

Kepala reza pusing, setelah dia mengkonsumsi sesuatu, tangannya gemetar saat mencoba membuka pintu rumah nya.

Tak berselang lama pintu itu terbuka, namun reza merasa sedikit aneh pintu tersebut terasa tak ter kunci saat dia membukanya.

Pikiran itu tak reza pedulikan, saat ini dia hanya peduli dengan rasa bersalah terhadap kakaknya.

Saat reza memasuki rumahnya, lampu-lampu di rumah tersebut mati, hingga rumah reza terlihat gelap, dia berjalan ke arah tombol lampu untuk menghidupkan nya.

Clek

Bunyi tombol lampu terdengar, namun lampu di ruangan itu masih tak menyala membuat reza langsung panik dan menekan tombol berulang kali.

Ia sedikit panik, tiba-tiba sebuah pikiran melintas di benaknya pikiran untuk menelepon kakaknya dan meminta maaf.

Jari-jarinya gemetar saat membuka ponsel dan menekan aplikasi hijau, rasa pusing menjalar di kepala reza.

Penglihatan nya mulai kabur, namun dia tak menghentikan niatnya untuk meminta maaf pada kakaknya, dia tersu mencari-cari hingga sedikit melihat nama kakak di aplikasi hijau itu.

Dia kemudian menghubungi kontak tersebut, namun reza tak menyadari bahwa yang dia hubungi bukan kakaknya melainkan nomor yang bertuliskan wandri.

Saat dia menghubungi tiba-tiba bunyi suara telepon berdering keras di belakang reza, dia terkejut, dan, melihat ke belakang.

"Kakak!?" Seru reza.

Di hadapan reza seseorang yang bertubuh kurus mirip kakaknya berdiri menggunakan pakaian serba hitam serta masker.

rasa pusing dari kepala reza semakin hebat,pandanganya sedikit rabun dia menatap sosok tersebut dengan rasa bersalah.

di hadapan reza dalam rasa pusing dengan pandangan yang kabur dia melhat sosok misterius itu sebagai kakaknya.

hal ini membuat reza segera berlari memeluk kakaknya.

''kakak!'' ucap reza.

di sisi lain wandri yang ponselnya tiba-tiba berbunyi panik segera ingin dia matikan, saat ingin dia matikan dia tak sengaja tekan tombol hijau yang menjawab panggilan tersebut.

karena panik wandri segera ingin mematikan panggilan itu, tetapi dia tak sengaja menekan tombol rekam percakapan yang tertera di ponsel.

''iss'' kesal wandri.

''kakak!'' wandri terdiam saat reza memanggilnya kakak. dia menegakan kepalanya menatap reza dengan heran.

bruk

namun tanpa aba-aba reza memeluk wandri dengan erat sambil berkata ''Kak aku minta maaf, harusnya aku tak melakukan itu kak, maaf kan aku!"

reza memeluk wandri sambil menangis tersedu-sedu,menganggap wandri sebagai kakaknya. tubuh wandri mematung saat merasakan pelukan reza, rasa jijik menyelimuti dirinya kala mengingat saat-saat di mana reza menghina dirinya.

Sejujurnya reza tak menghinanya sekali atau dua kali, dia sering menghina wandri saat wandri meminjam uangnya, dan kali ini wandri tak tahan lagi.

mengingat semua hinaan reza wandri mengangkat tangan kirinya yang memegang sebuah pisau kecil di tangannya.

crass!!!

mat reza melotot saat merasakan sebuah tusukan di lehernya. dia menatap sosok sebagai kakaknya dengan tatapan tak percaya.

''kakak,apa yang kau lakukan'' ucap reza, dia melangkah mundur sambil memegangi pisau yang menancap di lehernya.

resa sakit menjalar di sekujur tubuhnya saat pisau tersebut menancap di lehernya, dia secara spontan mencabut pisau tersebut membuat cairan merah keluar lebih banyak melalui lehernya.

Kedua lutut reza menghantam keramik dengan keras , dia tak sanggup lagi menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.

tangan kananya trus memegangi lukanya mencoba menahan darah dan menghilangkan rasa sakit nya.

namun semua usaha reza sia-sia mulutnya mulai mengeluarkan darah, rasa sakit menjalar lebih hebat mematikan semua sarafnya, reza terbaring di lantai tak mampu lagi menahan semuanya.

matanya perlahan menutup dan satu-satunya yang ia lihat untuk terakhir kalinya adalah sosok kakaknya. ''kakak'' ucap reza sebelum matanya menutup sepenuhnya.

mata wandri menatap dingin tubuh reza yang terbaring di lantai, dia tersenyum ketika menyaksikan penderitaan reza, orang yang pelit dan suka menghinanya ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!