Flora, seorang gadis cantik yang mengalami kejadian di luar nalar. Ia kembali ke masa lalu! Flora yakin kalau sebelumnya dia benar-benar sudah mati, bahkan ia sendiri masih merasakan sakit di sekujur tubuhnya akibat terbakar api yang melahap dirinya di malam itu.
Meskipun berat dan sulit untuk di percaya akan situasi tersebut, Flora menganggap kalau tuhan telah memberikan kesempatan kedua padanya, semata-mata untuk membuat Flora memperbaiki semua kesalahan yang telah dia perbuat di kehidupan sebelumnya.
Dan yang paling penting adalah, ia kembali bertemu Daniel, laki-laki yang sangat dia benci di kehidupan sebelumnya, Daniel adalah sosok pria tampan namun lumpuh yang di jodohkan oleh sang papa dengan Flora.
"Terlahir Kembali! Kali ini aku tidak akan salah pilih lagi!" ucap Flora penuh tekad.
Kesalahan apa yang telah di lakukan Flora di kehidupan sebelumnya? Dan apa penyebab kematiannya? Penasaran bukan? Ayo ikuti kisahnya di sini bersama author.
"Terlahir Kembali, Menikahi CEO Lump
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
"tuan muda, bukan kah dua hari lagi adalah hari ulang tahun mu?" tanya Hans sambil tersenyum di hadapan Daniel.
Daniel fokus dengan dokumen penting dari perusahaan yang saat itu baru saja di bawa Daniel kepada nya untuk di priksa.
"Apa pentingnya dengan hari itu?" ucap Daniel singkat tanpa menatap lawan bicara yang ada di hadapannya.
Hans sudah terbiasa dengan sikap dingin tuan muda nya itu, wajah datar tidak pernah tersenyum kecuali dengan Flora.
"Ya, aku hanya mengingatkan mu," ucap Hans lagi.
"Kau pikir aku sudah amnesia?" jawab Daniel.
"Heem, bukan begitu, tapi bukan kah bagus jika tuan muda mengadakan pesta, degan begitu tuan muda akan bertemu dengan nona Flora, bukan kah kalian sedang marahan?" jelas Hans lagi.
Ia mengetahui hal tersebut karena setelah pergi dari mansion sampai sekarang Flora tidak ada kabar.
"Kau sangat berharap kalau dia datang? Hari ulang tahun ku bertepatan dengan hari ulang tahun laki-laki miskin yang tidak berguna itu, menurut mu dia akan memilih siapa?" ungkap Daniel lagi. Kali ini dia menutup dokumen tersebut dan menatap Hans.
Hans terdiam tidak tau harus menjawab apa.
"Bukan kah akhir-akhir ini nona selalu berusaha dekat dan menempel dengan mu? Apa salahnya jika kita menguji, menurut ku ini saat yang tepat untuk menguji apakah nona benar-benar sudah berubah atau masih sama seperti dulu," lanjut Hans.
Daniel terdiam beberapa menit.
"Hans benar, ini mungkin saat yang tepat untuk aku melihat apakah Flora benar-benar sudah melupakan Liam atau tidak, tapi aku benar-benar tidak siap menerima kenyataan kalau dia kembali menipu ku, huh, Daniel, kapan kau jadi selemah ini? Bukan kah kau sudah bertekad untuk tidak melepaskan nya lagi kali ini?" batin Daniel.
"Tuan muda, bagaimana dengan ide ku?" tanya Hans menunggu jawaban.
"Terserah, lakukan saja," kata Daniel pasrah, seolah-olah ia tak peduli, padahal dia juga sangat ingin tau siapa yang di pilih Flora kali ini.
"Baik lah tuan muda, serahkan semuanya padaku," jawab Hans sambil tersenyum penuh percaya diri.
"Sejak kemarin dia tidak menghubungi ku, apakah dia masih marah?" lagi-lagi Daniel bergelut dengan batin nya.
"Oh iya, tuan muda, jangan lupa pukul sembilan ada pertemuan pribadi dengan rekan bisnis dari kota xxx," sampai Hans kepada Daniel.
"Di mana?" jawab Daniel singkat.
"Mall XX," ujar Hans.
"Siapkan mobil,"
"Baik tuan muda." Hans berdiri dari duduknya dan kemudian berlalu pergi dari hadapan Daniel.
Sejenak masalah ulang tahun dan Flora terlupakan.
Satu jam berlalu.
Mall XX
"Nona Flora, sudah lama aku tidak melihat mu, apa yang bisa aku bantu? Kau mencari sesuatu?" tanya menejer mall yang saat melihat Flora datang bergegas menghampirinya dan melayani nya secara langsung.
Flora di mal XX adalah pelanggan VVIP dia selalu di layani dengan baik di sana.
"Huh, sejujurnya aku sangat pusing sekarang, ini pertama kalinya aku mencari kado untuk seorang laki-laki, jadi aku bingung, menurut mu apa yang harus aku berikan padanya di hari ulang tahun nya ini?" ungkap Flora sambil melihat sekeliling.
"Hmm, nona Flora pasti ingin mencari kado untuk pacar miskin parasit nya itu lagi, kira-kira kali ini apa ya, yang harus aku tawarkan?" batin sang menejer yang sebelumnya sudah terbiasa melayani Flora membeli segala sesuatu untuk Liam barang-barang mahal.
"Nona, jika orang yang ingin kau beri hadiah masih orang yang sama, kau bisa membeli barang sama dengan bentuk yang berbeda seperti biasanya, bukan kah kau bilang dia sangat suka itu?" ucap sang menejer memberi saran.
"Bukan orang yang sama, ini berbeda, dia sosok yang dingin dan irit bicara, berwibawa memiliki gelar yang istimewa, bukan orang sembarangan apalagi miskin," ucap Flora menjelaskan secara seksama.
"Orang lain? Apakah bukan orang biasanya lagi? Apa kau benar-benar sudah mengganti pasangan mu?" sang menejer terkejut setelah mendengar cerita Flora yang memperjelas sosok baru ini.
"Yang jelas dia bukan orang baru atau orang lama, dia spesial bagiku, kau ini banyak tanya sekali, kau bahkan belum menawarkan ku satu barang pun," lirih Flora.
"Ah maaf nona, kalau begitu ayo ikut aku, aku punya barang bagus dan mewah tentunya cocok dengan yang kau maksud," sang menejer pun menuntun Flora ke tempat barang itu.
Tak butuh waktu lama mereka pun tiba di sana, ternyata itu adalah tempat kancing manset.
"Wahhh," Flora terkesima setelah melihat ke dalam boks kaca yang di dalam nya tersusun puluhan pasang kancing manset.
"Nona Flora, ini kancing manset emas putih dengan batu ruby, menurut ku dengan sosok yang kau ceritakan tadi, ini benar-benar cocok, mewah dan juga elegan, cocok untuk lengan jas," ucap sang menejer sambil memperkenalkan sepasang benda indah tersebut.
Mata Flora berbinar melihat benda tersebut, dia langsung membayangkan betapa bagusnya jika benda itu diberikan kepada Daniel cocok dengan kepribadian nya.
"Boleh aku melihatnya?" tanya Flora.
"Tentu," ucap menejer sambil menyerahkan benda yang berada di dalam kotak beludru biru muda itu.
Sementara itu tak jauh dari sana, Tara yang tadinya berniat datang ke mall tersebut untuk mencari hadiah sederhana yang bisa dia berikan kepada Liam di ulang tahun ini tiba-tiba melihat Flora yang juga berada di sana.
"Flora, kenapa dia ada di sini? Bukan kah seharusnya dia berada di sorum mobil untuk membeli hadiah ulang tahun Liam? Aku harus menghampiri nya," Tampa pikir panjang Tara segera menghambur Flora.
"Berapa harganya?" tanya Flora.
"Hanya tiga puluh juta nona," ungkap sang menejer lagi.
"Bagus sekali kalau begitu segera bungkus untukku yang ini," printah Flora yang kemudian kembali menyerahkan barang tersebut kepada sang menejer.
"Baik nona,"
"Tunggu dulu,"
Tara kini tiba di dekat Flora dan buru-buru menghentikan mereka.
Flora dan menejer mall tersebut segera menoleh ke arah Tara.
"Flora, kau pasti ingin membeli hadiah untuk Liam kan? Bukan kah dia akhir-akhir ini sangat ingin mobil sport? Kenapa kau malah membeli kancing manset? Liam kan tidak memakai jas," ucap Tara terlihat kesal.
"Lalu apa masalahmu? Apakah giliran mu mengatur uangku?" lirih Flora dengan tatapan tajam.
"Tidak, bukan begitu maksudku, aku hanya ingin kau dan Liam kembali berbaikan kau harus membuat nya senang jika kau ingin mendapatkan hati dan perhatian nya," jelas Tara lagi.
"Kalau begitu kau saja yang belikan, menejer, gesek kartu," Flora menyerahkan kartu kredit nya kepada menejer mall yang kemudian langsung memproses pembayaran tersebut.
"Kau jangan menyesal, kau membelikan Liam barang murah dan tidak berguna untuk nya sperti ini, hubungan kalian hanya akan semakin buruk," ucap Tara lagi.
Sementara itu Flora dan menejer mall tidak mempedulikan nya, barang yang di beli sudah selesai di proses Flora menerima barang dan kartu nya setelah itu bergerak pergi dari sana tampa memedulikan Tara.
****
maaf aku update lama, kewalahan sekali 🙏🥰
prcpt pst ultah ny kk... gk sbr aq.