Yezana Quenbiy zalreta pemimpin dari mafia Black Shadow, yang harus merenggang nyawa di tangan musuh bebuyutannya.
dia bertransmigrasi ke tubuh seorang Antagonis dalam novel berjudul "My sweet girlfriend".
antagonis yang memiliki ending tragis dalam novel. apakah dengan masuknya Zana pada tubuh si antagonis akan bisa mencegah kejadian buruk itu?
dan bisa membalas dendam kepada mereka yang sudah bertindak semaunya pada gadis malang ini.
sampai jumpa di chapter 1 🍑
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Im Astiyy_12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18. Alea
...TRANSMIGRASI YEZANA...
...🎵 Thursday's Child Has For To Go by TXT...
...Wajib dengerin😭...
Happy reading ....
Setelah kejadian di sekolah yang cukup membuat mood nya anjlok seharian, kini Nina tengah berada di sebuah taman yang berada di dekat kompleks nya.
Sore yang indah dengan angin sejuk menerpa rambut halus miliknya membuatnya terombang-ambing karena sapuannya. Satu cup es krim rasa coklat juga sudah ia tandaskan hanya menyisakan stiknya saja.
Brukk!
Seorang anak kecil jatuh di hadapannya, dengan cekatan Nina menghampiri anak itu dan membawanya ke bangku yang dia duduki barusan. Anak kecil itu menangis dengan cukup kencang membuatnya bingung harus melakukan apa.
"Eeh- berhenti nangisnya dong, mau kaka beliin es nggak?" tawarnya pada gadis kecil itu.
Gadis kecil itu menatap Nina dengan tatapan sayunya, mata bulat nya basah karena air mata hidung mungil nya juga memerah. Imut! Satu kata untuk gadis manis ini.
"M-mau, tapi kaya abang nggak boleh terima pemberian orang gak di kenal," ucapnya ragu.
Nina tersenyum lalu menyodorkan tangannya ke arah gadis kecil itu, "Kenalin nama kaka Nina, nama kamu?"
Sebelum menerimanya jabatan tangan Nina anak itu melirik sedikit ke arah Nina yang berada di hadapannya, "N-nama aku Alea,"
"Oke Alea, sekarang kita bukan orang asing jadi kaka bisa beliin es krim buat kamu."
Mata Alea berbinar benar juga kata kaka ini, "Ayo kak bell es krim," katanya semangat.
"Let's goo!" serunya menuntun gadis itu di sampingnya.
Setelah mendapatkan es krim mereka berdua kembali duduk di bangku taman sembari memakan es mereka, "Kaka cantik aku mau Abang," ujarnya setelah menghabiskan es nya.
"Emang Abang kamu dimana?"
"Tadi Abang pamit ke toilet sebentar dan suruh Ale tunggu jangan kemana-mana, tapi Ale malah pergi kejar kupu-kupu sampe ke sini." Jelasnya dengan kepala menunduk.
Nina mengelus kepala Ale, "Yaudah ayo kaka bantu cari abang kamu,"
Alea mengangguk dengan antusias, "Ayo kak,"
Mereka berjalan mengelilingi taman untuk mencari keberadaan Abang dari Alea ini, "Kakak itu abang Alea!" tunjuknya pada pemuda yang tengah menatap kesana-kemari dengan tatapan khawatirnya.
"ABANGGG!" seru Alea berlari ke arah abangnya.
Pemuda itu memeluk Alea dengan penuh kasih sayang, "Kamu kemana aja si Al? Kan Abang udah bilang jangan pergi-pergi sendiri." katanya dengan khawatir, "Kamu ada yang luka nggak?" memeriksa seluruh tubuh adiknya.
"Abang Alea nggak kenapa-kenapa, kaka cantik ini yang tolong Alea tadi," tunjuknya pada Nina yang berada di belakangnya.
"Kak Nina kenalin dia Abang Ale namanya bang Azi."
"Loh Arzi, dia adik lo?"
"Dia anaknya tante gue Nin, makasih banget Lo udah jagain dia." kata Arzi dengan ekspresi lega.
Nina mengangguk, "Yaudah lain kali jangan di tinggal sendiri,"
"Iya Nin, sekali lagi makasih,"
"Iya, ya, santai aja."
"Al yuk pulang, ibu kamu udah nungguin kamu di rumah. Nin kita pulang dulu." Nina menganggukan kepalanya untuk menjawab.
"Kaka cantik babay~" seru Ale melambaikan tangannya pada Nina, dan di balas dengan lambaian tangan juga dari Nina.
...♡(ӦvӦ。)...
"Nina berhenti kamu, ada yang mau ayah bicarakan sama kamu?!" ujar Galen yang sepertinya sudah menunggu kepulangan Nina, lihat saja jam sudah menunjukan pukul sembilan namun ayahnya masih duduk di sofa dengan tenang.
Nina mengangkat alisnya bingung, sepertinya seharian ini dia tidak membuat masalah dengan gadis protagonis itu, "Apa?"
"Ikuti saya," perintahnya mengajak Nina ke ruang kerjanya.
Galen melemparkan sebuah surat ke hadapan Nina, "Kamu harus mau!"
Dahi Nina mengernyit lalu membuka dokumen itu. "Apa urusannya dengan saya?"
"Saham perusahaan Altafier anjlok dan itu karena ulah kamu yang suka membully! Para klien memutuskan untuk mengakhiri kerjasama kita. Dan karena itu perusahaan kita mengalami banyak kerugian!"
"Dan sebagai gantinya kamu harus menyetujui perjanjian itu,"
Nina melirik map berwarna hijau itu dengan malas, "Heh Galen, lo sinting apa gimana si? Lo pikir gue mau di nikahin sama aki-aki hahh?!"
"Kamu harus mau, karena ini perintah bukan permintaan!"
Nina tersenyum smirk, "Ya kalo gitu, kenapa ngga lo suruh aja tu anak kesayangan lo?"
"Jangan membantah Nina, kamu harus menyetujui perjanjian ini!"
Brakkk!!
"Sekali gue bilang nggak mau ya berati gue nggak mau! Dari pada ribet maksa- maksa gue buat nikahih tu aki-aki kenapa ngga lo aja yang nikahin dia. Beres kan?!"
"Sekali lagi Lo ganggu hidup gue, bakal gue pastiin hidup Lo dan semua yang Lo punya bakal musnah!" ujarnya dengan nada rendah namun penuh ancaman.
"Sialan! Anak itu harus menyetujui perjanjian ini!"
...(✷‿✷)...
Brakkk!
Pintu kamar nya ia banting dengan keras, (padahal pintunya nggak salah hiks).
"Arghhhh! Galen sialan, bisa-bisanya dia mau jual anaknya sendiri, bapak nggak punya adab! Babiii!" seru Nina sembari memukuli bantal guling nya, membayangkan jika bantal itu adalah si Galen.
Nina menghentikan kegiatannya sejenak, "Tunggu, emang di novel ada kejadian kayak gini? Se Inget gue si nggak ada.... "
"SIALL! Novel udah nggak bisa di jadiin patokan huhuuu! Terus hidup gue gimana? Bebas dari mati masa harus nikah sama aki-aki si! Mending nikah sama si Jamet dari pada tu kakek peyot!" ujarnya ngawur.
Nina menendang-nendang udara untuk menyalurkan rasa kesalnya, dunia novel sialan! Kenapa harus dirinya yang di tarik ke dunia gila ini! Pantas saja Nina asli menyerah dengan kehidupannya yang ini karena ini memang benar-benar sampah!.
Bagaimana dengan rencana untuk dirinya menjadi pengacara (pengangguran banyak acara) apakah hidup damai nya akan terusik dengan semua masalah ini?.
Huhuuu ... Dia ingin hidup bebas di kehidupan keduanya ini, oke mulai saat ini dia akan menyusun rencana untuk membongkar fakta di balik kematian ibu dari Nina, serta membuka semua sandiwara dua manusia beban itu.
...~TBC~ ...
...Ayo sampaikan pesan-pesan kalian buat mereka?...
...Sampai jumpa di chapter selanjutnya ~ ...
...Oh ya jangan lupa Vote and coment🎀...
Plakk terus apa.