NovelToon NovelToon
MANTAN ISTRI CEO

MANTAN ISTRI CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa Fantasi
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumi

Dikhianati. Ditinggalkan. Ditindas.
Itu yang Miracle dapat setelah 5 tahun berjuang untuk Morgan mantan suaminya.
Tapi Miracle bukan wanita yang bisa diinjak lalu dibuang. Tiga tahun kemudian, namanya jadi momok di dunia bisnis. Dia kembali bukan untuk balikan. Dia kembali untuk membeli perusahaan itu. Dan untuk membuat Morgan berlutut di hadapannya.
Siapkah kamu menyaksikan seorang "Mantan Istri" merebut kembali tahtanya?
Kita ikuti sepak terjang mantan istri CEO...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.18. Miracle Mengamuk.

"Gio, makasih udah mau nemenin aku untuk pertama kalinya disini. Kamu baik banget, kuat banget nahan pening sama demamnya." ucap Miracle sambil mengganti kompres Gio.

"Mira kamu dimana?"

"Aku terus di sini kok. Nggak kemana-mana. Mau nemenin kamu, kamu boleh diem, atau ngeluh aku dengerin."

"Mira..jangan tinggalin aku, kamu tahu aku tidak punya teman di sini, aku kesepian tiap hari."

"Aku akan menemanimu setiap hari kalau kamu datang ke rumah ini. Aku juga akan masakin kamu bubur setiap pagi. Cepat sembuh ya, kita akan sarapan berdua."

Kriinggg....Kriinggg...

Hape Miracle berbunyi.

[Hallo ini siapa?]

[Nona, saya O.B di kantor, tolonglah nona pak Morgan sakit, panasnya tinggi, saya bingung mau dibawa kemana?]

[Aku ke kantor sekarang]

"Maaf Gio aku harus ke kantor, Morgan sakit, pinjam mobilnya ya." ucap Miracle tanpa menunggu jawaban Gio.

"Bi...tolong bikinin tuan bubur, aku ke kantor sebentar, teman ku sakit."

"Ya nona..." ucap bi Asih bingung, ini baru jam 4 pagi, nona Mira sudah pergi, padahal Tuan sakit. pikir bi Asih menatap kepergian Miracle.

Klinik Kantor Lantai tiga.

Miracle memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia sangat khawatir kalau Morgan telat di bawa ke klinik.

Sampai di kantor Miracle buru-buru ke lantai 27 kantor Morgan"s Kitchen. Bukannya Arini kemarin datang, kenapa Morgan sekarang ada di kantor dalam keadaan sakit? bathin Miracle.

"Pak Dul, sudah dari tadi disini, kenapa tidak langsung dibawa ke Klinik?"

"Tuan tidak mau, dia terus memanggil nama nona. Saya juga tidak berani bertindak tanpa seijin Tuan atau nona Mira."

"Tolong ambil kursi roda..."

"Siap nona..."

Pintu lift terbuka, Miracle mendorong Morgan dan di sampingnya pak Dul. Pegawainya kaget semua.

"Boss Mira, Pak Morgan kenapa?" tanya perawat mengambil alih kursi roda Morgan. Dia mendorong ke UGD.

"Demam dari semalam. Mungkin karena hujan-hujanan kemarin." sahut Miracle.

"Maaf suster, ralat, saya kurang tahu karena apa dia sakit..."

Aku berpikiran Gio. bathinnya.

Morgan dibaringkan di bed. Kompres dingin ditempel di jidat. Dia sudah melek, matanya sayu. Wajahnya pucat.

"Makasih sudah datang dan membawaku ke klinik. Apa kamu menginap di rumah pria itu."

"Ditelepon oleh pak Dul aku cepat datang, Gio juga sakit, tapi aku terpaksa meninggalkan."

Hape Morgan menerima notif. Tapi Miracle menyambar Hapenya.

"Mungkin itu notif untuk Audit."

"Udah aku yang handle nanti. Tidur dan istirahat sehari."

"Nggak percaya sama aku? aku sudah sembuh."

"Percaya. Makanya jangan mati di depanku." Miracle menuangkan air untuk minum obat.

Hening. Cuma suara AC terdengar. Pak Dul diam di pojok tidak berani melihat kedua boss besar itu berdebat kecil.

"Aku mau kembali menengok Gio, kasihan dia belum ke dokter."

Morgan minum perlahan. Terus menarik tangan Miracle saat dia mau pergi.

"Mira duduk di sini 5 menit saja. Boleh?"

Miracle diem. Akhirnya duduk di kursi sebelah bed. Jaga jarak. Morgan merem.

"Kamu kalau khawatir keliatan banget tau. Alisnya menyatu, apa mengkhawatirkan Gio?"

"Istirahatlah nanti pak Dul akan mengantar mu balik ke kantor."

 "Iya Bu Direktur..." ucap Morgan merem.

Lima menit kemudian napas Morgan sudah teratur. Demamnya turun dikit.

"Pak Dul, tolong jaga dia, kalau sudah boleh pergi, ajak Tuan kembali ke kantor, aku mau balik dulu."

Tiba-tiba pintu terbuka. Asisten audit masuk.

"Bu Direktur rapatnya gimana?"

Miracle berdiri melihat jam. Tatapannya balik jadi es. Dingin.

"Lanjut tanpa dia. Saya yang presentasi. Siapin data Q2. Saya balik jam sembilan."

"Baik boss..."

Miracle keluar. Tapi sebelum menutup pintu, ia menengok Morgan sekali lagi.

Sampai di Apartment Arka, Gio sudah duduk di meja makan. Miracle buru-buru duduk di sebelah Gio.

"Bagaimana demamnya sudah baikan, kamu masih pening?" tanya Miracle menempelkan tangannya di kening Gio.

"Sudah baik." jawab Gio kesal.

"Kamu marah, aku cuma membantu Morgan. Kalau tidak ada aku dia mungkin sudah mati. Tadi dia pingsan..."

"Aku juga sakit kamu tidak panggilkan dokter atau Morgan lebih penting?"

"Gio, kamu mengertilah, aku disana memikirkanmu, sampai aku salah ucap dengan perawat, aku mengira mengantar kamu."

"Mandi sana, aku tunggu untuk sarapan."

"Ya aku mandi dulu, sebentar pukul.09.00 aku berangkat ke kantor, Audit dimulai."

Pukul 09.20. Ruang Rapat Morgan's Kitchen.

Proyektor masih menyala, dua puluh orang menunggu Miracle sambil bisik-bisik tak sedap.

"Bos yang mengantarkan Tuan CEO ke klinik. Pagi-pagi sekali kata pak Dul."

"Mungkin masih ada hari, padahal kemarin selingkuhan Tuan Morgan datang kesini."

"Kalau tidak ada Boss, kantor ini sudah jadi abu. Bangkrut."

Mereka terus bergosip sampai pintu ruang rapat terbuka.

Dor.

Miracle masuk dengan langkah teratur, wajah datar. Rambutnya dikuncir. Dia memakai blazer item. Tapi auranya...berbeda. Tajam banget.

"Rapat lanjut. Saya yang gantiin Pak CEO." ucap Miracle lalu duduk di kursi.

Direktur Keuangan batuk-batuk tanda kurang setuju.

"Tapi Bu, data Q2 kan.."

"Semuanya ada di saya."

Dia klik slide, suaranya mantul ke tiap sudut ruangan.

"Deviasi 12%. Iya. Karena vendor lama kalian telat 3 bulan dan mark up harga 20%."

Slide ganti. Foto invoice. "Ini buktinya."

Beberapa direktur mulai berkeringat. Hening dan saling lirik.

"Terus selama ini kalian lapor apa ke Pak Morgan? apa alasan masih proses atau sedang ditangani. Alasan klise." ucap Miracle dengan suara meninggi.

Miracle membanting map, wajahnya merah membara. Ia merasa rugi membantu Morgan. Karyawan disini tidak bisa diandalkan. Mereka tidak ada tanggung jawab.

"Kalian tahu tidak, tiga bulan kalian menunda bonus akhir tahun, untuk 50 karyawan! Aku tidak mengerti pikiran kalian."

Hening. Yang kedengeran cuma suara AC dan detak jan

"Pak Morgan demam 39° kemarin masih maksa duduk di sini, karena dia nggak percaya sama kalian. Memang benar dia tak boleh percaya." ucap Miracle dengan suara tinggi dan mata merah menahan marah.

"Bu Miracle, tolong jaga nada...." ucap Manager HR.

"Nggak." Potong Miracle melangkah ke depan.

"Mulai hari ini, semua pengadaan di atas 500 juta harus tanda tangan saya. Audit eksternal masuk minggu depan. Siapa yang main-main saya pecat hari itu juga." ancam Miracle.

"Bam." Dia menutup laptopnya.

"Rapat selesai. Evaluasi divisi keuangan jam tiga sore di ruangan saya."

Miracle keluar dengan tergesa-gesa. Pintu dibanting pelan tapi berwibawa.

Di dalam klinik lantai 03. Morgan terbangun karena mendengar kabar dari WhatsApp grup yang sangat heboh.

"BU MIRACLE NGAMUK. LEGENDARIS."

Morgan senyum sambil merem.

"Ganas banget sih istriku..." ucapnya dalam hati. Seandainya waktu bisa di ulang kembali dia tak akan membuat Miracle bersedih.

*****

1
Cu
next
Ci
morgan tak bisa menerima kenyataan
Ca
novel baru semangat baru
Bo
lanjut penasaran
Be
sabar ya miracle
Bu
lanjut thor💪
Bi
morgan cemburu
Ba
si morgan kesenangan
Sin
suka thor👍
Lala
jangan hanya pasrah, takutnya kesenangan
🦂ALVARENDRA 𝐀⃝🥀
hahaha,..
ini yang namanya ingat wajah ea ingat rasanya....
tapi rasa itu tak selalu nyaman....
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
kenapa diladenin trs kalau kau kesel sama Morgan🥱🥱
90
makin penasaran thor. lanjut cepat
89
suka banget sama jalan ceritanya
88
novel baru nih
87
wkwk, ngakak banget.
86
waw Fotonya keren
85
lanjut jangan lama
84
semangat ya
83
ceritanya sangat bagus guys. yuk baca yuk!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!