Sabrina Anastsya Nugroho seorang gadis muda yang diumurnya yang muda, ia harus melewati banyak ujian di masa SMAnya ia harus kehilangan kedua orang tuanya yang meninggal akbiat kecelakan tak berselah lama kepergian orang tuanya sabrinapun harus menghadapi adiknya kecelakaan dan koma bertahun-tanun.
Dari kejadian itu semua ia bertemu dengan sahabat lama kedua orang tuanya. Dan dijodohkan dengan anak laki-laki sahabat kedua orang tuanya.
Menghantarkannya untuk jatuh cinta pertama kalinya, diselama pernikahan mereka banyak badai yang menerpa mereka.
Seberapa besar kah? Cinta keduanya. Apakah mereka akan bertahan, dengan banyaknya badai yang akan memisahkan mereka?
Selamat Membaca💕
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momo30, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
"Heyy sabrina aku lapar kamu lapar tidak?! Kalo kamu lapar cepat ganti gaunmu, kita makan diluar!."
"Iya aku lapar ka."
"Cepat ganti gaunmu aku tunggu diloby."
Setelah menganti gaunya dan melepas bulu mata palsu yang ia pakai, saat ini sabrina menggunakan derss berwarna cream tas selempang kecil berwarna hitam dan flat shoes dengan warna senada dresnya, ia pun menggerai rambutnya. Setalah dirasa cukup ia pun keluar dan turun ke loby.
Setalah keluar dari lift sabrina pun mencari-cari rizky yang masih mengobrol dengan beberapa pegawai hotel.
"Ehh dia udah ganti baju, ganti baju dimana?." Monolog sabrina.
"Ka rizky." Panggil sabrina.
Rizkypun menoleh kearah sabrina yang sudah menghampirinya, dan langsung menarik tangan sabrina keluar hotel dan masuk kemobil.
"Kamu mau makan apa?."
"Terserah ka rizky saja."
"Baiklah."
Sedikit canggung memang karena sebelumnya mereka memang belum saling kenal dan baru sekali ketemu ketika fitting baju dan setelah itu tidak ada lagi.
"Kamu mau pesan apa ?."
"Ka aku makannya banyak lo kaa."
Mendengar jawaban sabrina rizky tertawa, melihat rizky tertawa sabrina terpesona dengan ketampan rizky.
Ya tuhan dia ganteng kalo seperti ini tapi kalo dingin dan galak dia menyeramkan. Batin sabrina.
"Hahahaha kenapa memangnya kalo kamu makannya banyak ha ? pesanlah sesukamu."
"Serius nih ka ?."
"Iyaa aku serius sabrina pesanlah sesuka mu, kamu kira aku engga sanggup bayar apa ?."
Sabrina hanya menganggukan kepalanya tanpa sadar dan membuat rizky kembali tertawa sampai-sampai pelayan didepanpun ikut terpesona dengan ketampanan rizky.
"Hahaha pesanlah apapun itu aku sanggup membayarnya."
Mendengar hal itu membuat sabrina mendapatkan angin segar, diapun menyebutkan semua apa yang ingin makan sehingga rizky yang mendengarpun kaget dia meresa tidak percaya apakah sabrina bisa memakan semua yang dia pesan sedangkan badannya kecil mungil yang tingginya hanya sebahu rizky.
"Kamu yakin bisa habiskan ini semua sabrina ?."
"Hmm iyaaa kaa." Sahut sabrina sambil tersenyum ke arah rizky.
Sabrina makan dengan lahapnya tanpa ada rasa jaim sedikitpun kepada rizky, yang dia pikir yang penting dia kenyang laparnya hilang. Rizky yang melihat sabrina makan dengan lahapnya mendadak laparnya hilang melihat sabrina makan yang begitu lahap dan menikmati makanan yang ada didepannya.
"Uhukuhuk."
"Pelan-pelan makannya ini minum dulu."
Melihat rizky yang memberikan minum membuat sabrina malu dan membuat wajahnya memerah karena malu, rizky yang melihat wajah sabrina memerah hanya tersenyum menahan ketawanya.
"Berapa umurmu ?."
"20 tahun, kaka ?."
"28."
"Ihhhh ko tua banget sih kaa, ko belum nikah nikah hahaha."
"Sembarangan kamu !."
"Iyaiya maaf ka, jangan galak galak dong ka sabrina takut tau. Kaka engga punya pacar yaa ? jadi belum nikah nikah."
"Punya."
"Iyaa ? terus gimana pacarnya ? kan kaka udah nikah dijodohin sama aku ?."
"Punya kemarin baru aku putusin kemarin malam."
"Ohh yaa why ? gara gara dijodohin sama aku ?."
"No dia selingkuh, kemarin aku mergokkin dia di kamar hotel."
"Sabar yaaa kaa nanti digantiin sama yang lebih baik." Ucap sabrina sambil mengusap usap bahu rizky.
"Heyyy aku udah nikah sekarang sama kamu !."
"Ehhh ohiyaa ka hehehehe lupa hehehe."
Ni anak polos banget yaa, jangan-jangan belum pernah pacaran juga. Batin rizky.
"Terus nasib pacar kamu gimana ? dijodohin sama aku."
"Hahahaha sabrina engga punya pacar ka, engga pernah mikirin buat pacaran sabrina sibuk ngurusin syran sama toko bunga peninggalan mamah."
...----------------...
Karena asyik mengobrol sambil makan tanpa mereka sadari makanan didepan mereka habis ludes tak tersisa.
"Kamu kecil-kecil makannya banyak yaa."
"Kan sabrina udah bilang kalo sabrina makannya banyak ka."
"Iyaiya. Mba mana bilnya ?."
"Ini pak."
Rizky pun memberikan kartunya setelah menunggu kartunya kembali, merekapun kembali kehotel tempat mereka menginap lebih tepatnya itu hotel rizky sendiri. Diselama perjalanan mereka sudah mulai berbicara tidak ada rasa canggung lagi.
"Oiyaa syran itu siapa ?."
"Ohh dia adik aku ka."
"Ohiya ? kemana dia kenapa engga datang tadi ?."
"Dia dirumah sakit kaa lagi koma."
"Ehh sorry, ko bisa ?."
"Iya 3 tahun yang lalu syran kecelakan ditabrak lari sama orang setalah mamah dan papah meninggal karena kecelakan pas mau balik kesini dari kota B."
"Om tama sama tante karina kecelakan ?."
"Kaka tau sama papah dan mamah aku ?."
"Iya taulah om tama sama tante karinakan sahabat mamah sama papah, dulu aku sempat ketemu waktu tante karina masih hamil sebelum aku sama mamah dan papah pindah keluar negeri."
"Ohiyaa ka pas mamah lagi hamil besar ? aku mana yaa ?."
"Iya pas hamil besar tapi kayanya itu lagi hamil kamu deh hahahaha kamu tanya kamu lagi dimana masih didalam perut hahaha."
"Kok kaka bisa ngomong gitu sih ?."
"Iya soalnya aku gak tau syran, seingatku dulu aku ketemu om tama sama tante karina baru menikah otomatis itu kamu kan hhahha."
"Ohh hahhahhaa."
"Udah nyampe, kamu duluan aja ya aku ada urusan bentar."
"Oh ya udah ka, sabrina duluan ya."
Sabrinapun kekamar mereka dia merasa lelah begitu sangat-sangat lelah, dan merasa badanya lengket dengan keringat dia memilih untuk memanjakan dirinya degan berendam di dalam bathtub.
Sebelum berendam sabrina memilih untuk membersihkan sisa-sisa make up yang masih menempel diwajahnya dilanjutkan dengan mencuci mukanya, dan memilih menggunakan lulur diseluruh badannya, setelah itu barulah dia berendam didalam bathtub dengan air hangat.
"Ahhhh segar sekali rasanya."
Setelah dirasa cukup sabrinapun mengakhiri mandinya dan dilanjutkan ritual menggunakan skin care, setalah selesai dengam seluruh ritualnya dia merebahkan badannya di atas ranjang yang berukurang king size itu yang terasa empuk perlahan-lahan ia pun tertidur.
Rizkypun masuk kekamar sebenarnya ia tidak ada urusan, dia hanya menghindari kecanggunngan diantara mereka sebenarnya dia sudah masuk saat sabrina didalam kamar mandi yang masih dengan ritualnya karena dia mendengar sabrina masih bernyanyi nyanyi dia pun memilih keluar kembali. Setelah dia kembali lagi dia berharap sabrina sudah selesai dengan ritualnya.
"Ooohh dia sudah tidur."
Rizky pun bergegas kekamar mandi untuk membersihkan badannya setalah itu ia pun berbaring disebelah sabrina melepas penat, tanpa ia sadari sabrina berguling dan memeluk tubuhnya.
Dan mencium aroma tubuh sabrina dan betapa wanginya rambut sabrina membuat tubuhnya menegang, dan dilihatnya dua kancing piyama sabrina terbuka memperlihatkan belahan dada sabrina begitu sangat terlihat jelas dimatanya gunungan yang begitu menggoda dirinya yang putih padat kenyal, menggoda dirinya. Ya tentu saja, ia tergoda karena dia lelaki normal yang membuat seluruh tubuhnya menegang dan membuat adik kecilnya bangun.
"Ooohhhhh shit shit shit." Umpat rizky.
mampir juga yuk ke karya aku, kita sama2 suport rating &like ❤