Sifa tidak pernah menyangka dengan nasib nya, ia harus menjadi Pengantin Pengganti, Kakak kandung nya sendiri yang tiba-tiba kabur di hari pernikahan nya sendiri.
Bagaimana Kisah nya.. hanya di Novel Pengantin Pengganti
Follow Me :
Ig : author.ayuni
Tiktok : author.ayuni
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18
Sudah 5 hari Sifa menginap di rumah kedua orangtuanya, komunikasi dengan Revan pun cukup baik dan lancar, setiap malam setelah kegiatan Revan selalu menghubungi Sifa, ia pun tidak masalah selama ia pelatihan Sifa menginap di rumah kedua orangtuanya, karena ia pun merasa khawatir jika Sifa tinggal sendiri di rumahnya.
Revan : " Gimana kuliah kamu ? "
Sifa : " Lancar kok Mas, aman "
Revan : " Ya sukurlah, sepertinya pelatihan ini tidak sampai 14 hari, karena beberapa materi pelatihan sudah dipadatkan, kemungkinan besok atau lusa aku sudah kembali "
Sifa : " Oh ya bagus dong Mas "
Revan : " Hmm "
Revan merasa aneh dengan ucapan Sifa, ia tertawa kecil.
Sifa : " Kok ketawa sih Mas, kenapa ? "
Revan : " Nggak, gak apa-apa "
Sifa dan Revan melanjutkan obrolan nya melalui sambungan telepon, tanpa mereka sadari sepertinya mereka berdua sedang dilanda kasmaran.
Dilain tempat Sita keluar dari kamarnya, ia melihat pintu balkon rumah masih terbuka, ia berjalan terdengar samar-samar suara yang ia kenal. Benar saja Sifa sedang duduk berselonjor sambil menempelkan benda pipih pada telinganya.
Sesekali ia mendengar tawa kecil yang keluar dari bibir adiknya.
Ia pastikan Sifa sedang bertelepon ria dengan Revan suaminya.
Sungguh nelangsa Sita kali ini, setelah ia menolak dinikahkan dengan Revan demi Leon, ia berjuang agar Leon bisa diterima oleh kedua orangtuanya, ia banyak membantu Leon dengan materi yang ia berikan, namun disaat itu pula ia diselingkuhi oleh Leon.
Tidak dapat dipungkiri cukup sakit hati Sita saat ini. Namun kedua orangtunya bahkan Sifa pun belum mengetahui jika hubungan Sita dan Leon sedang tidak baik-baik saja.
Sita tidak bisa berlama-lama melihat keakraban Sifa dengan Revan, cukup membuat hatinya teriris.
Bukankah ini kesalahan yang ia buat sendiri ?
Sita melangkahkan kakinya mundur satu langkah dan..
Brakk..
Vas bunga yang biasa disimpan disana tersenggol Sita sehingga jatuh, membuat Sifa pun terhenyak kaget.
Sifa beranjak dari duduknya. Revan pun mendengar suara Vas itu jatuh.
Revan : " Apa itu ? "
Sifa : " Gak tau Mas, sebentar aku liat "
Sifa berjalan masuk kedalam rumah, terlihat Sita sedang berjongkok merapikan pecahan vas bunga itu.
" Kak Sita " ucap Sifa.
Sita tidak bergeming ia tetap merapikan pecahan Vas Bunga itu.
" Kakak ngapain disini, sampe mecahin Vas Bunga " ucap Sifa.
" Kakak lewat aja, mau tutup pintu, kirain gak ada kamu diluar " balas Sita.
" Hati-hati Kak, nanti tangan kakak luka " susul Sifa lagi.
Lalu ia berjalan melewati Kakak nya, masuk kedalam kamar. Di ujung telepon Revan masih menunggu dan mendengar obrolan Sifa dan Sita.
Sifa : " Mas Masih disana ? "
Revan : " Masih, ada apa ? "
Sifa : " Vas bunga pecah, katanya kesenggol Kak Sita "
Revan lalu mengalihkan pembicaraan, ia kembali ngobrol dengan Sifa, hingga akhirnya mereka berdua larut sama-sama tertidur dengan sambungan telepon yang belum terputus.
***
Keesokan harinya, Sita berharap bisa bertemu dengan Leon, ia ingin memastikan hubungannya denga Leon, karena semenjak kejadian di cafe tempo hari Leon semakin sulit untuk di hubungi.
Ia sudah berada di kantor dimana Leon berkerja. Ia masuk kedalam kantor dan berjalan menghampiri meja resepsionis.
" Selamat siang ada yang bisa kami bantu ? "
" Siang Mbak, apa saya bisa bertemu dengan Leon ? " tanya Sita.
" Sebentar ya Mbak "
Resepsionis itu terlihat menghubungi seseorang melalui telepon, tidak lama ia kembali menutup teleponnya.
" Maaf Mbak, atas nama Leon sudah resign dari perusahaan ini sekitar satu minggu yang lalu, setelah di selidiki ia pun mengambil uang kantor dan hingga saat ini pihak kantor belum tahu keberadaannya, apa mungkin Mbak mencari Leon dengan kasus yang sama ? " tanya Resepsionis itu.
" Apa Resign ? O..oh terima kasih banyak ya Mbak "
" Ya sama-sama "
" Permisi "
" Ya silakan "
Sita berjalan keluar perusahaan hati dan pikirannya tidak karuan.
" Ya Tuhan apa ini sebenarnya ? Leon apa yang kamu sembunyikan dari Gue " gumam Sita.
Ia mencoba menghubungi semua teman-teman Leon namun tidak ad satu pun yang mengetahui keberadaan Leon dimana.
" Lo jangan bohongin Gue, Lo pasti tau kan Leon dimana ? " ucap Sita kepada salah satu sahabat Leon.
" Gue gak tau Sit, asal Lo tahu ya, Leon udah bawa kabur duit Gue, masa iya Gue nutupin Leon dari Lo, Gue juga cari dia ! "
" Apa ?! " Sita cukup kaget dengan ucapan sahabat Leon.
Selama ia berhubungan dengan Leon, ia tidak pernah tahu jika Leon seperti itu, ia melihat Leon adalah laki-laki normal yang baik-baik saja, entah karena ia sedang dimabuk cinta pada saat itu sehingga keburukan Leon sama sekali tidak terlihat entah lah.
Sudah kesana kemari, ia pun mendatangi rumah Leon yang disana hanya ada asisten rumah tangganya saja.
" Eh Mbak Sita, mau cari Mas Leon ? " tanya asisten rumah tangga Leon.
" Iya Mbok, Leon nya ada ? "
Asisten rumah tangga nya hanya menggeleng.
" Tidak ada Mbak, sudah seminggu ini Mas Leon tidak pulang kesini, Ibu dan Bapak juga sudah mencari kemana-mana namun tidak ada, dari kemarin sudah banyak yang kesini, dari kantor, teman-temannya, bahkan dari pihak kepolisian, semua mencari Mas Leon "
" Ya Tuhan " Sita memijat-mijat peilipisnya.
" Ayah dan Ibu tidak disini ? "
" Bapak dan Ibu mengungsi dulu ke tempat adiknya, karena kejadian ini Bapak sempat jatuh sakit Mbak, jadi Ibu membawanya ke rumah adiknya dulu " ucap Asisten rumah tangga itu menjelaskan.
" Ya sudah Mbak, terima kasih ya "
" Sama-sama Mbak Sita.. Yang sabar ya Mbak "
Sita hanya mengangguk, ia lalu melangkahkan kakinya meninggalkan rumah Leon. Ia tidak habis pikir mengapa hidupnya menjadi seperti ini hanya karena Leon.
" Kenapa Lo jahat banget sama Gue Leon ! Berapa pun yang Lo minta gue selalu kasih, tapi ternyata Lo penipu ya !! " Gumam Sita ia terus saja bergumam sambil berjalan.
Ia tidak tahu harus mencari Leon kemana lagi, semua teman dan sahabat nya sudah dihubungi, ke kantor tempat tinggal semua sudah di datangi, apakah ia harus menerima saja nasibnya dengan yang berujung seperti ini ?
Ataukan Sita akan tetap mencari keberadaan Leon sampai ketemu ?
Namun yang jelas sekarang ini ia harus menerima, dirinya yang ditinggalkan begitu saja oleh Leon dan Sifa yang semakin dekat dengan Revan.
Disaat yang bersamaan mobil berwarna hitam berhenti tepat disampingnya.
Ciitttt
Sita pun menoleh ke arah mobil itu, ia melihat kaca mobil terbuka.
" Sita, mau kemana ? Jalan sendiri ? " tanya Novan.
" Lo lagi, kok Lo ada disini ngapain ? " Sita balik bertanya.
" Ada kerjaan tadi, ayo masuk " ucap Novan.
Tanpa ragu Sita langsung masuk dan duduk tepat di kursi penumpang sebelah Novan.
" Lo kenapa ? kayanya mumet banget " tanya Novan yang melihat Sita memang terlihat lusuh.
" Gak apa-apa " ucap Sita.
" Hmm.. Kenapa ? Pacar Lo buronan sekarang " ucap Novan.
Sita menoleh
" Maksud Lo apa ? "
" Perusahaan dimana Pacar Lo kerja itu anak perusahan dari perusahaan tempat Gue kerja, berita ini udah nyebar kok "
Sita hanya menghela nafas dalam.
Dalam perjalanan tanpa disadari Sita menceritakan semuanya ke Novan, Novan hanya bisa menyimak, sambil tersenyum kecil.
" Sita, Lo masuk ke perangkap Gue sekarang ! " batin Novan.
🌺🌺🌺
Jangan lupa dukung author dengan vote, like dan komennya ya ❤️