Farel adalah seorang Ceo tampan yang bersikap dinggin bertemu dengan gadis cantik yang cuek bernama Nayla.
hal itu membuat pertengkaran bak kucing dan anjing jika mereka bertemu.
Namun karena takdir, mereka di satukan dalam ikatan cinta pernikahan.
Apakah mereka akan bersatu atau bahkan mereka akan berpisah?
Bagaimana kah kelanjutan nya?
Simak terus ceritanya ya
Jangan lupa tinggalkan jejak like, komentar, dan vote nya ya readersku😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
nayla pingsan
"Nay, kamu nanti nebeng temen kamu dulu ya!" pinta Bu naya
"Kenapa?"
"Mobil kamu dipinjam papa buat ke rumah sakit. mobil papa lagi di bengkel"
"hembtz, ya udah deh. nanti Nayla gampang lah, pakai go-car juga bisa"
sambil memakan sarapan roti nya
"Terserah kamu nay"
setelah beberapa menit sarapan. akhirnya Naila bergegas berangkat dengan kaki yang berjalan patah patah.
"Mah, Nayla berangkat ya"
"Hati-hati dijalan nay"
"Iya mah"
"Itu kaki ngapain kaya gitu nay?"
"Kena meja mah" jawab Nayla asal
Nayla pun membuka handphone dan mulai memesan go-car
"baik mbak, ditunggu ya"
"iya, agak cepat sedikit ya pak"
"oh iya. saya usahakan"
setelah sekian lama menunggu akhirnya mobil pun datang.
"atas nama kak Nayla ya?"
"iya"
"silahkan kak"
jalanan pun terlihat padat. dan mobil pun berjalan merayap
"aduh, kenapa macet sih" batin Nayla sembari melihat jam di tangannya
Tingg!!!
pesan dari ......
.....:"Nay lo dimana?"
Nayla :"*gue lagi dijalan nih, kena macet"
.....:"buruan ada meeting global nih"
Nayla:"ah iya bentar lagi nyampek nih*"
"Masih lama ya pak?"
"iya sepertinya begitu mbak"
"Ya udah saya jalan aja pak, ada udah lumayan dekat kok"
"Capek ntar mbak"
"Nggak apa apa pak,
ini kembalian nya tidak usah pak" sembari menyodorkan uang ke sang sopir
"Terimakasih mbak"
Nayla keluar dari mobil dan mulai berlari tertatih tatih di pinggiran jalan.
Sepuluh menit sudah Nayla berlari. akhirnya sampailah di lobi tempat kerja nya. tampak sudah terlihat Sepi, tanda bahwa meeting sudah dimulai
aduh, pasti udah dimulai nih. mam*us gue telat lagi. gimana nih? masuk aja kali ya.
Nayla masuk dengan nafas terengah engah.
kok tiba tiba kepala gue pusing
Nayla tetap masuk ke dalam ruangan meeting, seketika semua orang tertuju padanya.
Farel yang hari itu mood nya sedang tidak bagus, kesalahan karyawan sedikit saja membuatnya naik darah.
"Selamat pagi semuanya" sapa Nayla ragu
"Siapa suruh kamu masuk? hah?" bentak Farel
"Maaf pak, saya tadi kena macet. jadi saya telat" dengan pandangan tertunduk
"Saya tidak mau tau alasan kamu"
"Sekarang kamu keluar dari ruangan ini, saya tidak suka orang yang tidak disiplin"
Nayla berbalik arah dan saat itu pandangan mata nya kabur. dan akhirnya .....
*bruugggg...
Naila pingsan di depan pintu ruangan rapat*.
seketika para peserta meeting pun terkejut.
"Oke tenang semuanya, rapat saya serahkan ke Rekhan, saya permisi"
farel lalu berlari memapah tubuh Naila ke mobil nya, dibantu dua karyawan nya.
"terimakasih, kalian boleh kembali. saya akan bawa dia ke rumah sakit terdekat"
"Baik pak" jawab mereka serentak
Farel membawa Nayla ke rumah sakit terdekat
"Sus, ini tolong di periksa segera ya"
"baik pak"
Farel menunggu di ruangan tunggu dengan cemas
"Kenapa dia sampai pingsan sih, biasanya juga tahan banting dia" gumam farel
setelah sekian lama nya, dokter pun akhirnya keluar dari ruangan Nayla
"Bagaimana keadaan teman saya dok?"
"Teman bapak baik baik saja, dia hanya kecapean saja, hanya butuh istirahat dia akan sembuh lagi"
"Syukurlah kalau begitu. terimakasih dok"
"Sama sama"
Faarel pun masuk ke dalam ruangan kamar Nayla.
"Bisa bisanya pingsan sih" kata farel memandangi Nayla yang masih tak sadarkan diri
"Gue minta maaf ya"
"Iya deh gue salah, ngaku gue"
beberapa menit kemudian Nayla pun tersadar
"Auwww, dimana nih?" kata Nayla sembari memegang kepalanya
"Pusing" rengeknya lagi
"Jangan banyak gerak dulu. kamu di rumah sakit"
"Rumah sakit, kok bisa?" tanyanya tak percaya
"Iya tadi kamu pingsan"
Nayla terdiam, mencoba mengingat kejadian tadi pagi
"oh, iya tadi gue pusing! terus tiba tiba penglihatan gue kabur, terus nggak inget lagi gue" batin Nayla
"Oh iya, udah inget gue."
"Terus Lo ngapain disini?" tanya Nayla galak, teringat farel membentaknya tadi pagi
"Jagain Lo lah, gue tanggungjawab kali."
"Nggak perlu! gue bisa sendiri. udah sana pulang aja Loe"
"Nggak bisa, gue disini sampai Loe sembuh"
"Gue udah sembuh kali, pulang sekarang juga bisa" jawab Nayla sembari turun dari ranjangnya.
Nayla menuju sofa di kamar nya, dengan berjalan bertatih tatih
"Kaki Lo kenapa p*ncang gitu"
"Lo fikir apa kalau nggak Lo injek kemaren" jawab Nayla sewot
"Lebay"
"Ya udah ayo, katanya pulang" ajak Nayla
"Pulang aja sendiri. gue ogah nganterin Lo"
"Dasar siluman Lo" dengan tangan siap meninju farel
"Sana pulang sendiri"
"Oke" Nayla berjalan meninggalkan farel yang masih duduk
"Jangan cari ini tapi" kata farel memperlihatkan handphone warna merah
"Hahhh? handphone gue??"
"Balikin nggak? sini balikin!" sambil meraih handphone itu dari tangan Farel
"Eits, nggak bisa ya?" ejek Farel
"Makanya Tingginya ditambah"
"Gue balikin! tapi Lo harus pulang bareng gue, apa kata anak kantor kalau Lo pulang sendirian? dikira gue jahat donk ntar"
"Emang Lo jahat kan?"
"Ya udah terserah Lo aja sih, kalau nggak mau ya handphone Lo gue bawa, gue lempar nanti ke sungai"
bener bener ini anak!! sabar nay!! sabar!
"Iya gue ikut Loe"
"Nah tinggal ngomong gitu susah banget"
Nayla membuang pandangannya ke atap ruangan.
"Ya udah ayo pergi" ajak Farel
Nayla akhirnya mengekor di belakang Farel
Baca Part awal kayaknya seru..