Vanya, Gadis SMA berusia 18 tahun terpaksa menjalani pernikahan dengan Daffin, Laki-laki yang telah menodainya, Yang ternyata adalah lelaki yang selalu bertindak semaunya dan juga kasar.
Namun siapa sangka setelah pernikahan itu secara perlahan Daffin mulai berubah dan juga mulai mencintai Vanya.
Bagaimana usaha yang Daffin lakukan untuk meluluhkan hati Vanya yang selalu bersikap dingin kepadanya?
Bukan cerita CEO, Hanya sebuah cerita perjuangan lelaki yang telah menghancurkan hidup wanita yang menjadi istrinya, Agar wanita itu dapat menerima ia dengan sepenuh hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yunyun veganezth, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dilema
Lampu bioskop kembali menyala Vanya melepaskan genggaman tangan Niko, Selama film berlangsung Niko tak sedikitpun membiarkan tangan Vanya terlepas ia terus menggenggamnya..
Ada sedikit rasa kecewa pada Vanya karena mereka harus segera keluar.
Perasaan baru juga sebentar batin Vanya
Sesampainya di luar gedung bioskop
"Kalian mau kemana lagi habis ini?" tanya Niko
"Mau makan dulu nih,Laper banget gue" jawab Fani
"Kalau gitu aku duluan ya, mau ke toko buku dulu" ujar Niko
"Loh enggak ikut makan dulu Nik?" tanya Meta
"Enggak deh nanti aja belum tenang kalau belum dapet bukunya" ucap Niko
"Oh iya kalau kamu udah mau pulang Telpon aku aja ya nanti aku anter ke bengkel yang tadi"ucap Niko kepada Vanya
"Iya" ucap Vanya singkat
Niko pun berlalu dan pergi ke toko buku
"Va asli ini lo atau bukan jawab gue?"tanya Fani sambil memegang bahu Vanya
"Apaan sih lo " ucap Vanya sewot sambil menurutkan tangan Fani dari bahunya
"Abis lo aneh hari ini iya iya aja biasanya lo nolak mulu"ujar Fani
"Ya sekali-kali enggak apa-apa kan, Bukannya masa SMA kita cuma tinggal hitungan bulan aja, Gue cuma pengen nikmatin masa-masa sekarang" ucap Vanya
"Iya Riri jadi sedih pokoknya kita kuliah sama-sama lagi ya" ujar Riri
"Iya Ri itu bisa diatur, Cuma sekarang cacing diperut gue udah enggak tahu aturan nih, Yuk ah cari tempat makan laper gue" ucap Fani sambil mengelus perutnya
"Iya iya ayo"ucap Vanya
Akhirnya mereka makan di sebuah tempat makan cepat saji, Setelah selesai makan Fani mulai membuka pembicaraan kembali
"Va, Tadi lo ngapain aja sama si Niko?"tanya Fani to the point
"enggak ngapa-ngapain"ucap Vanya pipinya mulai memerah
"Hmm masa? Itu muka udah kayak kepiting rebus gitu, Jangan-jangan c*p*k*n lo ya"sergah Fani
Uhukk uhuk uhuk
Meta tersedak
"Sembarangan!" ujar Vanya sewot
"Lo kalo ngomong suka ceplas ceplos aja" ujar Meta setelah batuknya berhenti
"Ya abisnya penasaran gue, Mana abis gue tanya juga si Vanya mukanya langsung merah gitu, Kan gue jadi curiga"Ujar Fani
"Enggak, Tadi tuh dia pegang tangan gue doang udah" ucap Vanya
"Masa sih? Sekaku itu dia?"tanya Fani masih penasaran
"Iya lagi pegangan tangan doang aja udah bikin gue keringet dingin mana enggak mau dilepasin lagi"ujar Vanya pura-pura sebal
"Tapi lo suka kaannn" ledek Fani
"Lagi kenapa enggak lo kasih dia kesempatan aja sih,Kayaknya anaknya ga neko-neko mungkin nyokap lo juga bisa luluh kalau sama dia"ujar Meta
Vanya hanya bisa tersenyum
Ia tak ingin berharap lebih, Meskipun ia nyaman dan senang berada disamping Niko
"Udah yuk balik, Udah sore nih " ajak Fani
"Iya yuk, va jadi bareng Niko?" tanya Meta
"Jadi, Oh iya pinjem handphone dong Ta mau telpon Niko handphone gue kan mati"ucap
Vanya
"Iyaaa.. Nih.." ucap Meta seraya memberikan ponselnya
Vanya mulai menelpon Niko
"Halo Nik, Ini Vanya kamu ada dimana?" tanya Vanya
"Oh aku lagi di kasir nih mau bayar bukunya dulu, Kamu udah mau pulang ya?" ujar Niko
"Iya" jawab Vanya
"Ya udah kamu tunggu ya nanti aku nyusul kesitu" ucap Niko
"Iya, aku tunggu ya"ucap Vanya
"Nih Ta, Makasih ya" ucap Vanya seraya memberikan ponselnya kepada Meta
"Udah nih? Ya udah gue balik duluan ya Va"ujar Meta
"Iya sama gue juga "ujar Fani
"Aku juga Evan udah jemput didepan katanya"ujar qriri
"Jadi gue ditinggal sendiri nih?" tanya Vanya
"Ya kan bentar lagi pangeran berkuda putih dateng Va"ledek Meta
"Tau tuh gue enggak mau jadi obat nyamuk pokoknya gue balik duluan , Bye ! "ujar Fani seraya berbalik dan berjalan pergi
"Iya riri Juga duluan ya takut Evan marah kelamaan nunggu" ucap Riri dan ikut pergi
"Ta~~~~ Gue ditinggalin juga nih"ucap Vanya memelas
"Iya deh nyerah gue, Gue tungguin sampe si Niko kesini"ujar Meta
"Nah gitu dong" ucap Vanya sambil tersenyum
Saat sedang menunggu Niko tiba-tiba Vanya memalingkan wajah, dan terlihat salah tingkah
"Vanya lo kenapa?" tanya Meta yang sadar dengan gelagat Vanya
"Enggak apa-apa, Ta kita samperin aja kali ya ke toko buku lama banget udah sore nih kalau enggak lo bilang ke dia kita tunggu diparkiran aja biar cepet"ujar Vanya yang mulai terlihat tidak tenang
"Ya udah ayo kita nunggu diparkiran" ajak Meta sambil berusaha menelpon Niko
Mereka berdua menunggu diparkiran, Tidak lama kemudian Niko datang menghampiri mereka
"Maaf Va lama ya, Langsung jalan aja nih sekarang?"ujar Niko
"Iya ayo"ajak Vanya
"Ya udah lo berdua hati-hati, nik nitip Vanya ya" ucap Meta
"Iya tenang aja, Kita duluan ya" ucap Niko
Meta hanya mengangguk
Dijalan Niko mulai mengajak Vanya berbicara, Tapi Vanya hanya diam, Ia mengingat saat sedang menunggu Niko bersama Meta.
Saat itu ia tidak sengaja melihat orang yang paling tidak ingin ia lihat, Sedang tersenyum menyeringai ke arahnya dari kursi yang jaraknya tidak begitu jauh dari tempat mereka duduk
"Daffin ! " batin Vanya
Lalu ia memalingkan wajahnya dan segera mengajak Meta pergi dari sana
"Va, Vanya kita udah sampe nih"ucap Niko yang membuyarkan lamunan Vanya
"Oh iya makasih ya"ucap Vanya
Lalu ia mengambil motornya dan pulang kerumah dengan Niko yang menemaninya di sepanjang jalan.
Note : Jangan lupa tinggal kan Like dan juga Votenya. Terima kasih😊
Lanjut baca terus semangat 💪
makasih 🙏🏻😊
tp kn emang niatnya Thor bikin skenario yg kayak gini.
nunggu Vanya positif Bru mom's nya d kasih tau kl Vanya kecolongan d perkosa kakak kelas.
pokok ngikut kakak Thor aja lah