Pengusir hantu dari zaman kuno yang memilih untuk bunuh diri karena ingin hidup normal ternyata bereinkarnasi ke tubuh seorang Idol terkenal.
Lee Jaehyun pada akhirnya harus menjalani dua kehidupan dengan dua pekerjaan yang berbeda.
Di mata semua orang, dia dikenal sebagai Maknae dari grup Idol terkenal di Korea Selatan bernama MYTH, namun semua berubah ketika terdapat sebuah masalah serius akibat roh jahat yang membuatnya harus kembali berprofesi sebagai Munyeo Naja.
Demi mewujudkan impiannya di kehidupan keduanya yang damai, dia harus kembali berurusan dengan roh jahat. Satu demi satu masalah serius mulai muncul dan misteri yang selama ini tertutup mulai terkuak. Bahkan dia beberapa kali nyaris mati karena terlibat dengan para arwah gentayangan!
Apakah dia bisa mewujudkan keinginannya untuk jadi Idol normal tanpa harus berurusan dengan hantu? Ataukah terpaksa melibatkan semua rekannya dalam bahaya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayano Kaname, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18.
Saat ini, di lokasi syuting, Jaehyun yang baru saja selesai ‘membunuh’ hantu wanita itu tidak bisa merasa tenang.
Alasan pertama adalah karena firasatnya berkata ada hal lain yang akan terjadi.
Kedua adalah soal misteri kemunculan makhluk itu sendiri.
Ia baru saja mengecek handphonenya dan melihat notifikasi pembayaran yang masuk. Sejujurnya, tidak ada nilai pasti untuk transaksi antara Jaehyun dengan Han Yeon. Ia hanya mengatakan bahwa dirinya ingin kaya.
Sebagai seorang idol, bukan hal sulit dengan popularitasnya sekarang. Hanya saja, keadaan aneh yang mengharuskannya menggunakan kekuatan Munyeo Naja adalah sebuah pengecualian.
Seperti sebelumnya, Jaehyun hanya ingin menjadi kaya dan hidup tenang. Untuk alasan itulah ia melakukan semua ini.
“500.000 won? Ini…banyak untuk orang biasa tapi kurang lebih cukup bagiku.”
“Sekarang, aku harus memastikan tidak ada hal aneh yang terjadi. Lagipula, aura kematian yang mengelilingi semua orang di sini adalah hasil dari pengaruhnya.”
“Jika wanita mengerikan itu sudah hilang sepenuhnya, maka aura semua orang termasuk Han Yeon seharusnya sudah baik-baik saja.”
“Aku rasa yang pertama adalah melihat Shihan dan yang lainnya.”
“Jika mereka tidak lagi mengalami hal buruk, artinya semua sudah–”
“Jaehyun!” seseorang memanggil Jaehyun dari arah depan. Itu adalah Yuno yang menghampirinya.
Sikap Jaehyun mulai berubah menjadi anggota termuda dengan tatapan polosnya.
“Hyung? Apa yang terjadi? Kenapa buru-buru?”
“Aku yang seharusnya bertanya begitu. Shihan bilang kau keluar dari studio begitu kita selesai rekaman. Habis dari mana?”
“Oh, itu–”
“Benda itu, pedang replika mainanmu kan?” Yuno mendekati dan mencoba menyentuhnya,
“Kenapa dibawa-bawa seperti itu?”
Jaehyun tidak bermaksud menyembunyikannya atau melarang Yuno menyentuhnya. Disaat mantra miliknya tidak bekerja, pedang itu hanya mainan.
Dengan santai, Jaehyun berkata bahwa dia hanya membawanya untuk hiasan saja. Siapa yang akan percaya dengan alasan aneh itu? Tentu saja normalnya tidak ada.
Tapi Yuno memilih untuk tersenyum dan percaya pada kata-kata maknae mereka.
Meskipun saat ini mereka sedang mengobrol, Jaehyun masih tetap bekerja. Ia melihat aura di tubuh Yuno.
“...”
Ekspresi tajam dan wajah seriusnya menunjukkan apa yang dilihatnya.
“Masih ada. Meski tipis, tapi masih ada…aura kematian itu. Ini aneh.”
“Kenapa? Bagaimana bisa? Apakah hantu wanita itu masih hidup setelah aku bunuh?”
“Penyebab yang menjadi sumber semua ini memang masih belum diketahui tapi mustahil bisa seperti ini.”
“Apakah harus menemukan sumbernya terlebih dahulu agar semuanya bisa kembali seperti semula?”
“Tapi, aku masih belum mengetahui apapun. Sebaiknya tidak mengambil tindakan dan melihat bagaimana selanjutnya.”
“Aura kematian itu juga sangat tipis, setidaknya tidak akan menyebabkan hal buruk untuk sementara.”
Jaehyun hanya mengikuti apa yang harus dilakukannya. Bertingkah seperti remaja normal biasa dan menyelesaikan pekerjaannya.
Sementara itu, Han Yeon yang sudah ada di rumah hanya bisa melihat handphone-nya dan terus mengirimkan pesan pada Jaehyun.
Malam itu, MYTH pulang tanpa Han Yeon. Sagan yang menjadi supir dan mengendarai mobil milik agensi MYTH.
“Chief Han sangat jarang sekali mengambil waktu pulang cepat.”
“Aku ingin tau apa yang terjadi? Apa istrinya sangat ingin suaminya pulang cepat?”
Percakapan sederhana sebagai bentuk obrolan ringan pengantar pulang membuat suasana di dalam mobil sedikit lebih tenang. Namun, Jaehyun terus melihat handphone-nya.
Banyak hal yang dibicarakan keduanya melalui chat tersebut.
[Kalian akan langsung pulang, kan?]
[Aku harap semua baik-baik saja. Kau hanya bilang semua sudah selesai. Apa kau yakin, Jae?]
[Bicara soal bisnis, 500.000 won tidak terlalu sedikit untukmu kan? Haruskah aku mengirimkan bayaranmu sedikit lebih tinggi?]
Jaehyun terdiam sebelum ia membalas pesannya. Sekilas, dia melihat Shihan dan yang lain. Aura kematian yang terlihat di matanya sangat tipis, namun tidak ada tanda-tanda bahwa bahaya mengancam mereka.
[Tidak ada hal yang aneh. Sebaliknya, apa kau merasakan sesuatu?]
Itulah balasan yang dikirimkan oleh Jaehyun. Hanya beberapa detik, Han Yeon langsung membalasnya.
[Tidak ada. Aku merasa baik-baik saja. Istriku sangat senang aku pulang cepat. Kalian benar-benar tidak masalah aku tinggal tadi kan?]
[Itu semua idemu, kan? Awas saja kalau kau protes ya]
“Tidak. Aku tidak apa-apa. Shihan-hyung dan yang lain pun tidak masalah,” gumam Jaehyun pelan. Itu adalah kalimat yang diketik olehnya. Setelah mengirimnya, ia memasukkan handphone ke dalam saku dan berpikir sejenak.
“Kita lihat bagaimana situasinya mulai besok.”
“Studio lantai 5 itu…apakah ada hal yang mengerikan lagi atau…”
*
*
*
Dari sebuah ruangan yang gelap, terlihat seseorang yang berdiri di dekat jendela. Sebuah ruangan dengan jendela yang sangat besar, lebar dan menembus sinar rembulan.
Di malam yang tenang itu, di dalam ruangan yang berada di atas bangunan tinggi, seseorang terlihat sangat serius.
“Aku rasa seharusnya mereka tidak lagi bertahan.”
“Menyingkirkan mereka perlahan memang bukan hal yang baik.”
*
*
Terdapat bayangan yang mungkin…mengancam mereka dengan tujuan yang masih belum diketahui.
kaka dapet ide ceritanya dari mana sihhhh
aku yakin, demon lord sebelah dan mulut terkutuk pasti muji!
/Scream//Scream//Scream/
Agaki-sama.. aku lupa/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/