Seorang gadis bernama Sheritta yang bekerja di sebuah toko pastrynya bersama dengan kedua orang temannya yaitu Ethelia dan Vienna yang juga membantunya untuk membuka toko itu sampai akhirnya sekarang dapat berjalan dengan beberapa karyawan lainnya.
Ia menyadari pria yang lebih tua darinya 2 tahun yang merupakan langganan toko pastrynya itu ternyata adalah orang yang sama yang dulu pernah menyelamatkannya dari sebuah musibah.
Pria itu bekerja di perusahaan kosmetik yang di mana terdapat suatu rahasia yang selalu ditutup oleh perusahaan kosmetik yaitu portal yang berada di sebuah ruangan diskusi dipercaya pada zaman dulu portal itu selalu terbuka lebar dan tidak pernah tertutup.
Apakah isi dari portal itu? Bagaimana bisa terdapat portal rahasia di sana? Dan apakah kehidupannya Sheritta berubah total setelah kejadian aneh ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Carmellia Amoreia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 18 - RELATIONSHIP BETWEEN US
Di saat itu, pacarnya Zayden sedang mengenakan atasan merah maroon dengan cardigan berwarna jingga serta bawahan celana panjang jeans dan rambut panjangnya yang lurus terurai rapi sedang duduk sambil memainkan ponselnya.
Setelah Zayden berjalan menghampirinya dan berdiri di depan pacarnya itu sambil tersenyum bahagia, pacarnya itu pun langsung melihat kembali ke arah Zayden lalu berdiri dengan senang dan memeluknya.
Aku yang menyadari itu pun langsung menghadap ke belakang untuk melihat pacarnya dan ternyata setelah lebih lama aku melihatnya dengan jeli dan teliti, pacarnya Zayden itu rupanya adalah Celline. Temanku sejak kecil dulu, namun aku tidak menyangka ternyata dia masih tinggal dekat denganku. Pantas saja dia mau ikut denganku ke RS saat kami ingin pulang dari perusahaan tari balet itu.
Tiba-tiba Ethan yang merupakan temannya Zayden itu pun menatapku dan tetap saja masih mengajakku berkenalan dengan menanyakan namaku, “Oh iya kamu namanya siapa?”
Aku yang mendengar pertanyaan itu pun langsung menoleh dan menatap kembali ke arah sumber suara itu lalu menjawab pertanyaan orang itu sambil mengulurkan tanganku untuk berjabat tangan, “Namaku Sheritta, kalau kamu?”
Ia pun mengulurkan tangannya juga dan berjabat tangan denganku lalu menjawab, “Namaku Ethan, salam kenal”
Lalu aku pun tersenyum tipis kepadanya, setelah itu aku berinisiatif bertanya sesuatu padanya karena dia terlihat sangat dekat dengan Zayden tadi saat Zayden menghampirinya, “Salam kenal juha, oh iya kamu temannya Zayden yah?”
“Iya dia juga rekan kerjaku di kantor sih” jawabnya sambil tersenyum biasa padaku.
Aku pun hanya mengangguk saja setelah mendengar jawaban darinya, lalu lanjut melihat ke arah Zayden yang sedang mengobrol bersama Celline sambil duduk berdua di sana setelah mereka berpelukan. Sepertinya percakapan mereka sungguh lebih seru daripada pembicaraanku dengan Zayden deh.
Dari sini aku bisa melihat raut wajah Celline di sana yang terlihat sangat bahagia saat berbicara dengan Zayden, aku tidak pernah melihatnya sesenang itu saat di perusahaan tari balet bersamaku. Tiba-tiba Ethan yang dari tadi melihatku sedang serius menatap ke arah Zayden dan Celline itu pun akhirnya berkata kepadaku tentang temannya itu, "Itu mereka berdua udah pacaran 2 tahun, aku agak kaget ternyata temanku ini langgeng juga"
Aku pun langsung merasa kaget mendengarnya, kukira mereka baru saja berpacaran. Ternyata sudah dari lama, akhirnya setelah mendengar hal itu aku pun berkata kembali kepadanya seolah tidak ada apa-apa yang sedang terjadi, "Owalah bagus deh kalau gitu, akan lebih baik kalau cepat-cepat menikah"
"Iyaa betul, dia terakhir pernah bilang kalau dia ingin menikah di Prancis, Paris. Memang sungguh romantis dia" jawab temannya yang bernama Ethan itu sambil merasa geli sendiri.
Warna suaranya putih dan juga biru langit, ini artinya memang semua yang dia katakan adalah benar. Aku pun menghela napas panjang lalu berpikir, asalkan dia sekarang sudah bahagia bersama pilihannya, aku tidak apa-apa deh. Ya sudah lah kalau sudah begini, selamat deh buat Zayden.
...***...
“Gimana latihan baletnya tadi sayang? Maaf ya belum sempat ketemu lagi” kata Zayden dengan tatapan mata yang penuh penyesalan sambil memegang tangan kirinya Celline.
“Gapapa kok yang” jawab Celline sambil tersenyum senang dan mengelus rambut Zayden dengan lembut.
Tak berapa lama, Celline pun menidurkan kepalanya di bahunya Zayden lalu berkata dengan nada yang terdengar seperti sedang bercanda, “Aku sebal deh sama kamu selalu ga ada waktu buat nemenin aku”
“Maaf ya sayang, besok aku ada waktu kok buat kamu. Kita bisa jalan-jalan bareng kok” jawab Zayden sambil tersenyum lalu mengelus rambutnya Celline itu.
Tak lama kemudian, Celline membenarkan posisinya dan berdiri lalu melihat ke arah Zayden. Setelah itu ia pun berkata dengan nada suara yang sudah memendam lama rasa kesal itu, “Aku besok sibuk sayang, kamu tuh gak pernah ngertiin aku!!”
Zayden yang menatap lembut Celline itu pun langsung berdiri dan menenangkan Celline dengan memegang kedua pundaknya Celline lalu berkata dengan nada suara yang tenang, “Aku ngerti kok, kamu bisa jadwal aja sendiri kapan kamu ada waktu luang ya sayangku”
Setelah mendengar itu, Celline pun langsung melepaskan tangannya Zayden dari pundaknya itu dengan ekspresi muka yang menunjukkan kekesalan kepadanya. Beberapa saat setelah itu, tiba-tiba ada seorang pria yang sedang berjalan ke arah Celline dengan ekspresi muka sangat senang sambil membawa minuman kesukaan Celline yaitu Thai Tea.
Celline yang menyadari kedatangan pria itu pun langsung menghampirinya dengan ekspresi muka yang senang lalu berkata, “Sayang, kamu baik banget deh udah beliin aku Thai Tea. Kamu tahu aja aku udah lama ga minum Thai Tea”
Pria yang mengenakan kaos lengan panjang berwarna merah dengan bawahan celana panjang abu-abu itu pun tersenyum manis kepadanya dan mengeluarkan Thai Tea yang sudah ia bawakan untuk Celline dan memberikannya.
Pria itu pun tidak sengaja melihat ke arah Zayden, lalu menatap Celline kembali karena tadi sejak ia sedang berjalan ke sini, ia melihat mereka berdua sedang bermesraan lalu ia pun bertanya kepadanya, “Sayang, tadi yang kamu ajak bicara itu siapa? Kalian berdua romantis banget kelihatannya”
Celline yang baru saja menerima Thai Tea pun menatap pria itu dan menjawab dengan santai, “Dia bukan siapa-siapa kok, aku gak kenal sama dia”
Tak berapa lama, Zayden yang mendengarkan percakapan itu semenjak dari tadi itu pun merasa sangat kesal dan emosi. Lalu tanpa berlama-lama lagi ia langsung saja menghampiri mereka berdua dan berkata kepada pria itu, “Mohon maaf tapi sebelumnya, Celline adalah pacarku”
“Maaf den, tapi dia pacarku sekarang. Kamu ga bisa main ambil gitu aja” jawab pria itu sambil menatap dengan perasaan kesal kepada Zayden.
Zayden pun kebingungan setelah mendengar kata-kata pria itu karena ia tahu namanya. Saat Zayden melihat lagi siapa sebenarnya pria itu, ternyata ia adalah Elio. Teman dekatnya Sheritta yang selalu membantunya mengurusi pajak. Zayden pun langsung mengenalinya sejak itu lalu berkata kepada Celline dengan kesal.
“Celline, aku udah ga mau tahu lagi tapi hubungan kita sampai sini aja ya dan lain kali jangan pernah kamu hubungi aku lagi untuk selamanya”
Celline pun melihat ke arah Zayden dan tertawa kecil lalu menjawab dengan tegas, “Oke, baguslah! Sekarang pergilah ke jalanmu sendiri sana dan jangan pernah dekat dengan kita berdua lagi!!”
Zayden pun melihat ke arah Elio dan berkata kepadanya, “Elio, tolong kamu jaga baik-baik Celline ya”
Elio pun langsung menoleh ke arah Zayden dan tersenyum senang lalu berkata kepadanya dengan ekspresi muka yang bahagia, “Iya den, aku tahu kamu sebenarnya menyukai siapa dan maka itu aku ingin kamu menerimanya dan mengikuti jalan hidupmu sendiri”
Zayden pun langsung terdiam dan teringat akan Sheritta yang juga merupakan teman masa kecilnya yang selalu ia cari keberadaannya. Zayden pun hanya tersenyum tipis kepada mereka lalu berkata kepada Tuhan dalam hati, Tuhan tolong matikan semua perasaanku jika dia bukan ditakdirkan untukku dan bantu aku untuk melepaskan kepergiannya dengan ikhlas dan berhenti mencari tahu tentangnya.
Setelah itu ia pun pergi berjalan kembali ke tempat Ethan dan Sheritta berada.
Lalu, saat Zayden sudah kembali berjalan meninggalkan Elio dan Celline. Mereka berdua pun pergi berjalan ke arah mobilnya Elio yang sedang terparkir di seberang taman itu. Mobil yang berwarna abu-abu itu adalah mobil milik Elio, ia pun menyalakan mobilnya menggunakan kunci mobil yang baru saja ia keluarkan dari saku celananya dan membukakan pintu mobil itu untuk Celline. Celline pun dengan senang hati masuk ke dalam mobilnya dan setelah itu Elio pun menutup pintu mobilnya itu.
Elio pun masuk ke dalam mobilnya sendiri dan tercium aroma khas dari mobil itu yang di mana hal itu karena pengharum di mobilnya itu memiliki wangi mawar segar.
Tiba-tiba Celline menatap ke arah Elio dan berkata kepadanya dengan perasaan bersalah, “Maaf sayang, yang tadi itu gapapa kan? Aku bikin keributan sama Zayden”
“Tidak apa-apa sayang” jawab Elio sambil menyalakan musik di radionya itu. Lalu ia pun melanjutkan sambil menoleh ke arah Celline dan menyentuh tangan kanannya, “Kamu berhak memutuskan hubungan dengan masa lalumu itu, tapi sekarang kita kan sudah bersama”
Celline yang mendengar pernyataan itu pun langsung tersenyum lebar dan mencium pipinya Elio lalu berkata, “Terima kasih sayang, love you hehe”
Elio pun tersenyum malu lalu menatap ke arah Celline dan mencium keningnya. Setelah itu ia pun tersenyum senang lalu berkata, “Love you juga sayang”
Setelah itu, Elio pun memegang setir mobilnya dan menginjak pedal gas mobilnya lalu tak berapa lama akhirnya mereka pun berangkat dari sana.
yuk mampir kenovel aku