NovelToon NovelToon
Rahasia Dibalik Pernikahanku

Rahasia Dibalik Pernikahanku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Perjodohan / Contest / Tamat
Popularitas:7.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: olip05

Sepertinya alam semesta ingin bercanda denganku, orang yang ku cintai meninggalkanku di saat mendekati hari pernikahan kami. meninggalkan luka yang menurutku tidak ada obat untuk menyembukannya walaupun dia kembali untuk minta maaf.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon olip05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 17

Arun.

“nia kemana?” tanya mita, saat dia menemuiku di ruang tamu

“sudah pulang”

“eh ko udah pulang, tadi aku belum sempat kenalan dengan benar sama dia”

“setiap hari juga kamu bakal ketemu, dia tinggal di sebelah apartemen kita” ucapku.

Nia adalah sepupuku dan sudah aku anggap seperti adik kandungku sendiri, nia anak yatim piatu ibu dan ayahnya sudah meninggal sejak kelas empat SD akibat kecelakaan mobil kemudian dia di asuh oleh kedua orang tuaku jadi aku sudah menganggapnya seperti adik perempuanku. Dia baru lulus kuliah di salah satu universitas luar negri yang ada di paris. Dan mulai besok akan bekerja di perusahaanku, dia bekerja di perusahaanku bukan karena bantuanku tapi hasil usahanya sendiri. Untuk bisa bekerja di perusahaanya seleksinya cukup ketat, tidak sembarangan orang bisa bekerja di perusahaanku. Dan sepupuku nia bisa di terima kerja karena usahanya sendiri bukan karena bantuan orang dalam. Bahkan aku saja baru tahu tadi saat dia memberi tahu bahwa besok dia bekerja di perusahaan ku. Kalau saja dia tidak bilang mungkin aku tidak akan tahu bahwa dia bekerja di perusahaanku.

“hah tinggal di sebelah apartemen kita, beneran?”

“kamu cek aja sendiri” jawabku acuh

Aku beranjak dari sofa, ingin melanjutkan pekerjaanku yang sempat tertunda saat di ruang kerja tadi.

“oiya kamu tadi udah makan siang?” tanya mita.

Aku lupa kalau aku belum sempat makan

siang. Bahkan sekarang sudah sore, tadinya saat aku sudah beres memasak dan ingin membangunkan mita agar bisa makan bersama tapi terjadi peristiwa yang membuatku kesal. Siapa yang tidak kesal dia menganggapku mantan pacarnya saat menciumku. Walaupun aku tidak mencintainya tetap saja aku kesal dianggap sebagai pelampiasaannya. Setelah meluapkan kekesalanku lewat ciuman tadi, aku langsung masuk ke ruang kerjaku, dan melupakan makan siangku.

“belum” jawabku datar

“kalau begitu ayo makan dulu” mita menarik tanganku menuju dapur, mengambil piring dan memasukan makanan ke dalam piring, ternyata mita sudah hapal dengan porsi makanku. dia meletakan piring yang sudah terisi dengan makanan ke hadapanku kemudian mengambil air dingin untuk ku. Wow aku cukup terkejut juga dia sudah mulai hapal dengan kebiasaanku. Melihatnya seperti itu rasa kesal di hatiku tiba-tiba saja menghilang.

“kamu nggak makan?” tanyaku, melihat mita tidak mengambil makan untuk dirinya

“maaf tadi saat bangun tidur perutku sangat lapar jadi aku makan lebih dulu, aku kira kamu juga udah makan ternyata belum” jawab mita

Wajar saja dia sangat lapar, mengingat dia menangis sangat histeris saat ada panggilan masuk ke ponselnya. Aku yang menunggunya untuk makan, dia malah makan lebih dulu.

“oh ok tidak apa-apa” aku mulai mamasukan makanan ke dalam mulutku, aku melirik ke arah mita yang duduk di sebelah kursiku. Melihat bibirnya sedikit bengkak mengingatkan aku saat menciumnya tadi sepertinya aku sedikit kasar saat menciumnya. Mungkin karena terbawa rasa kesal juga jadi aku bermain sedikit kasar lagi pula salah siapa menggapku kalau aku ini mantannya.

“makanan ini kamu beli atau kamu masak sendiri?” tanya mita

“menurut kamu?”

“aku bertanya kenapa kamu malah balik bertanya?” tanya mita lagi

“ya aku hanya ingin tahu seberapa kuat insting kamu setelah makan masakan ini”

“kalau kamu yang masak kayanya nggak mungkin, kalau belipun rasanya tidak terlalu enak” kata mita sembari menempelkan telapak tangannya di dagunya

“jadi menurut kamu masakan ini nggak enak?”

“bukan maksudku tidak enak tapi jika di bandingkan dengan masakan di restoran rasanya beda sekali” jawab mita

“oh begitu, terus kenapa nggak mungkin kalau aku yang masak?”

“saat pertama aku masuk ke apartemen ini, di dapur sama sekali tidak ada peralatan masak jadi mana mungkinkan kamu yang masak”

“tapi itu bukan berarti aku tidak masak”

“jadi semua ini kamu yang masak?” tanya mita dengan nada tidak percaya

Aku hanya diam dan mengangkat bahu acuh sambil memasukan makanan kedalam mulutku

“aku tidak percaya ternyata kamu jago masak juga”

“kenapa kamu tidak percaya kalau aku bisa masak” ucapku sedikit tidak jelas karena masih ada makanan di mulutku

“makanannya telan dulu baru bicara, nanti kalau keselek gimana” setelah mita mengatakan perkataan tersebut tiba-tiba saja aku keselek, aku batuk-batuk karena perih di tenggorokan. Mita langsung memberiku air sambil mengusap-usap punggungku.

“tuhkan aku bilang apa” ucap mita lalu mengusap bibirku dengan tisu yang ada di meja. Oh tuhan jarak wajah kami dekat sekali hanya beberpa senti, aku melihat bibir mita yang sedikit bengkak dan ingin sekali menciumnya. Oh ayolah apa yang aku pikirkan aku bahkan hari ini sudah dua kali menciumnya. Kalau di pikir-pikir aku ini seperti anak kecil mendapatkan perkaluan seperti ini oleh mita.

“masih sakit tenggorokannya?” tanya mita membuyarkan lamunanku

“oh sudah tidak ko” jawabku

“lain kali telan dulu makananya baru bicara” ucap mita sambil mengacak-acak rambutku lembut. Hey aku benar-benar seperti anak kecil di perlakukan seperti ini tapi ada rasa senang di hatiku ada rasa hangat menyeliputi hatiku

“makasih” ucapku. Dan mita hanya tersenyum dan kembali duduk di sampingku

“tidak lanjutkan lagi makannya?” tanya mita

“aku sudah tidak mau” jawabku

“tapi ini sedikit lagi”

“aku sudah tidak mau mit”

Mita menggeserkan piringnya ke dekatnya “ayo buka mulutnya” mita menyodorkan makanan di sendok ke depan mulutku, mau tidak mau aku membuka mulutku dan menerima suapannya. Sekarang aku mulai mengetahui sifatnya bahwa mita tidak ingin jika perkataannya di bantah apalagi soal menyisakan makanan. Aku yang sudah beberapa kali makan bersamanya selalu melihat jika dia makan maka piringnya tidak menyisikan makanan.

********

Kami masih memberlalukan batasan jarak saat tidur, seperti malam ini pula terlentang guling di tengah-tengah kasur. Aku yang sedang membaca buku di atas daerah kasurku mulai tidak pokus saat melihat mita keluar dari kamar mandi dengan baju tidur yang cukup seksi menurutku, karena malam-malam kemarin mita selalu tidur dengan baju lengan panjang begitu pun dengan celananya yang panjang tapi malam ini dia memakai celana yang menyerupai hot pants dan lengan baju di atas siku. Apakah mita akan menguji kenormalanku sebagai lelaki. Aku menelan ludahku saat mita mulai mendekat ke kasur. Mita melepas tali rambut yang mengikat rambutnya mataku tidak lepas melihat apa yang di lakuakan mita. Kemudian mita membaringkan tubuhnya di atas kasur aku langsung kembali menatap buku yang ada di pangkuanku saat mita menoleh kepadaku. Aku yang merasa sudah tidak bisa lagi pokus membaca, meletakan buku di atas nakas lemari mini yang ada di samping kasur kemudian mematikan lampu.

Saat aku sudah mematikan lampu mita menyalakan lampu tidur yang ada di samping kasurnya. Lampu tidur itu baru-baru kemarin aku beli karena mita tidak bisa tidur dalam keadaan gelap. Sebelumnya aku tidak ada lampu tidur di kamarku karena aku sudah terbiasa tidur dalam keadaan gelap tapi sekarang aku sudah tidak tidur sendirian lagi di kamar ini jadi aku tidak boleh egois dan mulai menyesuaikan diri.

“mita tadi pagi kenapa kamu menangis saat ada panggilan masuk ke ponselmu?” tanyaku, aku tidak sengaja mengingat kejadian tadi pagi saat aku meletakan buku dan melihat ponsel mita berada di samping bukuku.

Mita terdiam cukup lama sebelum menjawab pertanyaanku “Arun bolehkah aku tidak menjawab pertanyaanmu itu?” ucap mita dengan posisi membelakangiku

“oh tidak apa-apa, kalau kamu tidak mau menjawab” ucapaku, padahal dalam hatiku aku ingin tahu kenapa mita menangis sampai dia sesak napas saat ada panggilan masuk ke ponselnya. Aku hanya tidak ingin kejadian ini terulang lagi dan tidak mau meliahat mita bersedih. Setelah itu tidak ada percakapan lagi di antara kami.

Aku terbangun dari tidurku, merasa tidak nyaman saat aku ingin mengubah posisi tidurku. Aku membuka perlahan mataku, dan ada tangan yang memlukku, aku tahu siapa pemilik tangan ini. Aku melepaskan tanganya dan menggeser tubuhnya menjauh dariku dan ada hal yang mengejutkan lagi. baju tidur mita menyingsat sampai atas dada, aku bisa melihatnya dengan jelas walaupun kamar ini gelap tapi dekat kasur mita lumayan terang karena cahaya lampu tidur. Di tambah mita tidak memakai br*. Apa salahku mendapat cobaan seperti ini di tengah malam. Aku mengepalkan tanganku saat tangan ini ingin menyentuh benda kenyal itu. “arun kendalikan dirimu” ucapku monolog. Aku langsung menarik selimut sampai menutup wajah mita, aku tidak peduli kalau dia susah bernapas karena diapun sudah membuat aku susah bernapas, aku langsung membelakangi mita dan berusaha memejamkan mataku untuk tidur kembali.

1
Surati
Bagus ceritanya 👍🙏🏻 semangat thor 💪👍
BEBE
luar biasa
Wulandari Aswad
Luar biasa
RithaMartinE
luar biasa
Anna Khairurr
Luar biasa
Ian Sumaryani
bagus ceritanya bikin baper pembacanya......dan rasa yg disampaikan ke oembacanya dpt bgt.....lanjutkan thor.....utk cerita yg lain ditunggu
Sunarti
gitu ya hra ganti rugi
Sunarti
pasti Abian menghamili perempuan lain dan hea secepatnya nya si nikahi
Lia librata
alurnya susah di tebak tapi aku menikmati membaca novel ini
Elli Jafar
Luar biasa
Elli Jafar
Lumayan
Yadi
membagongkan
Ayu Puspita
cerita nya amburadul gak jelas banget.. sahla.. mita haduh jelek banget cerita nya
Ma Em
Kecewa
jinnie
sebagai perempuan, aku kecewa sama kamu mita. bagaimana mungkin km masih menyimpan dan memelihara rasa cinta mu pada laki² yg sudah membuangmu... abian jahat, tapi kamu lbh jahat lg ternyata.. dengan sengaja menyimpan cinta pd bian dihatimu disaat km saat ini menjadi seorang istri dari laki² yg menyelamatkan harga diri keluargamu, laki² yg memperlakukanmu sangat baik, wlpn ia menikahimu krn terpaksa.. kejam dan bodoh kamu mita
Ray Aza
baru tau ngidam bikin otak bodoh..
Ray Aza
othorlah... siapa lagi emang.. 😅
Fitri Yanti
tadi bingung siapa ini ruri dan Zidan gak tahunya ortu ma camer nya
Diniyah Arini
ceritanya bagus bgt ikut baper walaupun masih karya awal. sukses selalu thor
luiya tuzahra
definisi ngejagain jodoh org si abian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!