NovelToon NovelToon
Anak Haram Suamiku

Anak Haram Suamiku

Status: tamat
Genre:CEO / Selingkuh / Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: mama reni

"Jika kamu ingin melihat pelangi, kamu harus belajar melihat hujan."

Pernikahan Mario dan Karina sudah berjalan selama delapan tahun, dikaruniai buah hati tentulah hal yang didambakan oleh Mario dan Karina.

Didalam penantian itu, Mario datang dengan membawa seorang anak perempuan bernama Aluna, yang dia adopsi, Karina yang sudah lama mendambakan buah hati menyayangi Aluna dengan setulus hatinya.

Tapi semua harus berubah, saat Karina menyadari ada sikap berbeda dari Mario ke anak angkat mereka, sampai akhirnya Karina mengetahui bahwa Aluna adalah anak haram Mario dengan wanita lain, akankah pernikahan delapan tahun itu kandas karena hubungan gelap Mario dibelakang Karina?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Delapan Belas

"Sekarang aku kabulkan keinginan kamu dan Zoya. Kita berpisah dan jatuhkan talak untukku saat ini juga!" seru Karina dengan penuh penekanan.

Setelah mengucapkan itu akhirnya pertahanan Karina goyah. Tangisnya jatuh membasahi pipi. Dia hanyalah wanita biasa yang bisa sakit hati dan terluka saat mengetahui rumah tangganya di ambang perpisahan.

Dari semua kesakitan yang Mario lakukan, perbuatannya yang tak melarang saat Zoya mengatakan pada semua orang jika dia istrinya itu yang paling menyakitkan.

Mario seolah menyetujui apa yang wanita itu lakukan. Bukankah dengan begitu, seolah dia mengakui jika mereka telah berpisah.

Karina berdiri di depan Mario, mata merah karena air mata yang terus mengalir. "Aku tidak bisa lagi hidup dengan kebohonganmu," katanya dengan suara terputus. "Jika aku masih bertahan, setiap hari bersamamu terasa seperti neraka."

Mario terkejut, wajahnya pucat. "Karina, jangan katakan itu. Aku minta maaf, aku tidak bermaksud menyakitimu. Aku cinta kamu, dan aku ingin memperbaiki kesalahanku."

"Tapi kamu sudah melakukannya," Karina menjawab, suaranya tegas. "Aku ingin cerai. Aku tidak ingin lagi menjadi korban kebohonganmu."

Mario berlutut di depan Karina, memegang kaki wanita itu. "Tolong, Karina, jangan tinggalkan aku. Aku tidak bisa hidup tanpamu. Aku akan melakukan apa saja untuk memperbaiki kesalahanku. Aku tak bisa lakukan apa-apa karena Zoya selalu menggunakan Aluna sebagai senjatanya!"

Karina menarik kaki dari genggaman Mario. "Cinta? Kamu tidak tahu arti cinta. Kamu hanya tahu kebohongan dan pengkhianatan. Aku tidak percaya lagi."

Mario menatap Karina dengan mata penuh harapan. "Aku akan memperbaiki kesalahanku, aku janji. Beri aku kesempatan."

Karina menggelengkan kepala. "Terlambat. Aku tidak bisa lagi percaya. Aku ingin sendirian."

Mario bangun, memeluk Karina. "Tolong, jangan tinggalkan aku. Aku tidak bisa hidup tanpamu. Lakukan apa pun yang bisa membuat hatiku lega. Kamu mau memukulku, menghukum'ku apa saja aku terima, karena aku memang salah. Tapi jangan pernah pergi dariku, Karin!"

Karina mendorongnya. "Aku ingin sendirian. Jangan ganggu aku lagi."

Mario mundur, wajahnya penuh kesedihan. "Aku tidak akan menyerah. Aku akan menunggumu, Karina. Jika memang kamu ingin sendiri, aku bisa mengantar kamu liburan kemana saja. Aku janji tak akan menggangu. Aku hanya akan mengawasi kamu dari kejauhan. Kemanapun kamu mau pergi, akan aku turuti. Tapi setelah itu kamu harus tetap di sampingku."

Karina kembali duduk dihadapan suaminya itu. Memandangi wajah pria itu yang menunduk.

"Katakan salahku apa, biar nanti saat kita berpisah tak ada penyesalan lagi. Biar nanti aku bisa merubah diri ini jika diizinkan bertemu orang baru lagi," ucap Karin.

"Salahmu tak ada, Karin. Semua itu salahku. Aku yang terbawa napsu hingga terjebak pada hubungan terlarang. Aku mohon maafkan aku, Karin!" ucap Mario dengan suara memohon.

Karina kembali berdiri di depan Mario, matahari sudah memancarkan cahaya emas di belakangnya. Dia menatap Mario dengan mata penuh kesedihan dan kekecewaan.

"Mas, aku ingin tahu sesuatu dari kamu," Karina berkata dengan suara lembut namun penuh makna. "Apakah kamu benar-benar mencintai aku?"

Mario terkejut, wajahnya berubah merah. "Tentu saja, Karina. Aku sangat mencintaimu."

Karina tersenyum sedih. "Jika kamu benar-benar mencintai aku, lepaskan aku. Biarkan aku bahagia dengan orang lain. Aku tidak ingin lagi terjebak dalam kebohongan dan kesakitan ini terus menerus. Setiap di dekat kamu, aku kembali merasa sakit dan sakit lagi. Menurutku, perpisahan adalah jalan terbaik bagi kita."

Mario menggelengkan kepala, matanya berkilauan dengan emosi. "Aku tidak bisa melepasmu, Karina. Kamu adalah bagian dari hidupku."

Karina merasa hatinya terhimpit. "Bagian dari hidupmu? Atau hanya objek untuk memuaskan egomu? Kamu tak pernah menganggap aku ada. Kamu telah membuat aku malu dan merasa terhina dihadapan karyawan. Saat ini pasti semua sedang membicarakan'ku. Aku merasa harga diriku telah terinjak-injak!"

Mario berlutut di depan Karina, memegang tangannya. "Sekali lagi aku minta maaf, aku tak punya pilihan, Karina. Zoya mengancam'ku dengan mengatasnamakan Aluna. Aku tak bisa berbuat banyak. Aku tak mau Aluna terluka. Percayalah Aluna, aku mencintai kamu, dan aku tidak bisa hidup tanpamu."

Karina menarik tangan dari genggaman Mario. "Jika kamu tidak mau melepas'ku, berarti kamu tidak pernah mencintai aku. Kamu hanya mencintai egomu sendiri."

Mario bangun, wajahnya penuh kesedihan. "Karina, jangan katakan itu. Aku benar-benar mencintaimu."

Karina tersenyum ironis. "Cinta sejati tidak pernah memenjarakan, tapi membebaskan. Lepaskan aku jika kamu memang mencintaiku. Biarkan aku bahagia. Bersamamu hanya akan menambah luka dan sakit hati."

Mario menggelengkan kepalanya. Air mata tampak jatuh membasahi pipinya. "Tidak, Karin. Aku tak bisa. Aku tak mungkin bisa melepaskan kamu!"

Karina tak peduli lagi apa yang diomongkan Mario. Dia berjalan menuju pintu keluar. Hatinya sangat terluka saat mengetahui pria itu membenarkan saja apa yang dilakukan Zoya.

Jika pada awalnya dia berpikir untuk memaafkan kesalahan Mario jika memang pria itu telah berubah, tapi setelah mengetahui jika dia tak dianggap selama lima tahun ini, Karina memilih mundur.

Karina melangkah keluar dari ruang kerja Mario dengan langkah tegak, mata menatap lurus ke depan. Dia memasuki ruang kerja karyawan, di mana semua orang terdiam, dari tadi sebenarnya mereka telah yakin terjadi keributan. Mereka menunggu kejadian berikutnya.

"Aku ingin mengumumkan sesuatu," Karina berkata dengan suara stabil, namun sedikit bergetar. "Aku adalah istri sah Mario, bukan Zoya. Dia telah berbohong kepada kalian semua."

Semua karyawan terkejut, mata mereka berpindah dari Karina ke Mario yang berdiri di belakangnya.

"Tapi aku tidak akan memperpanjang penderitaan ini," Karina melanjutkan. "Aku akan mengabulkan kemauan Zoya. Aku dan Mario akan segera berpisah."

Mario melangkah maju, wajahnya penuh penyesalan. "Karina, tolong maafkan aku. Aku tidak bermaksud menyakitimu."

Karina menatap Mario dengan mata dingin. "Maaf tidak bisa menghapus rasa sakit yang kamu dan Zoya timbulkan."

Semua karyawan terdiam, menyaksikan drama yang terjadi di depan mereka.

"Aku minta maaf di depan kalian semua," Mario berkata, suaranya terputus. "Aku salah karena telah mengkhianati cinta Karina. Aku hanya mencintai istriku, Karina." Mario berucap dengan pelan. Dia tak tahu lagi apa yang akan diucapkan.

Setelah mengatakan itu, Karina berbalik, meninggalkan kantor tanpa menoleh ke belakang. Langkahnya tegak, kepala tinggi, meninggalkan Mario dan kebohongannya di belakang. Dia tak akan menangis di depan Mario. Dia harus terlihat tegar walau hatinya saat ini remuk.

"Karina, tolong!" Mario berteriak, namun suaranya hilang oleh pintu kantor yang tertutup rapat.

Semua karyawan menatap Mario dengan pandangan penuh kekecewaan dan penyesalan. Mereka melihat betapa atasannya itu sangat terpukul.

1
Evi Anjani
mampir🥰
maya ummu ihsan
ya ampun sampe punya anak umur 4 thn
ollyooliver🍌🥒🍆
kasihan anak karina, ibunya dipanggil bunda, ayahnya dipanggil papi..berasa anak sambung atau anak tiri..punya orangtua kandung tapi panggilannya berbeda..dari.awal juga udah gak nyambung BUNDA PAPI..harusnya dari awal karina juga dipanggil mami karina..jangan bunda karena akan keterusan pd anak kandung karina. malah kek posisinya dengan aluna..anak sambung bagi karina
ollyooliver🍌🥒🍆
aluna..aluna..aluna..tapi zoyanya dinikahin belum lahi doyan veve zoya.

bener" pria redflag..ketemu wainta bodoh seperti karina..bener" pasangan toxic😌
ollyooliver🍌🥒🍆
aduh..karina masih saja bodoh! apa yg dilakukan mario selama ini, yg lebih memilih aluna daripd lo sebagai istrinya itu sama saja dia juga gak mencintaimu..apalagi lima tahun berkhianat sampai dinikahi pula🤭
ollyooliver🍌🥒🍆
AKU TAK MAU MEMBAGI CINTAKU DENGAN WANITA LAIN...kan BUKAN KHILAF LAGI CERITANYA..emng mario DOYAN sama ZOYA😏
ollyooliver🍌🥒🍆
khilaf mulu, lo menceritakan dari suduh pandang mario, itu ceritanya bukan khilaf..gimana seh. gak konsisten😒
ollyooliver🍌🥒🍆
disuruh karina lagi, ini pemeran utama wanitanya emng sungguh bodoh. kalau mario mau memperbaiki pernikahannya, dia akan melakukannya tanpa arahan karina..bahkan saat karina belum.kembali..ini mah namanya istri sah yg terlali bodoh!
ollyooliver🍌🥒🍆
kalau mario mau membuktikannya , dan bersungguh" memperbaikk harusnya bukan karna arahan dan suruhan dari karina...itu gak tulus namanya. karena bukan atas inisiatif mario.
ollyooliver🍌🥒🍆
penyesalanku agak terobati karena kehadiran aluna? bukannya harusnya masih menyesal dan bahkan menyesal seumur hidup karena menghasilkan anak dari perbuatannya dan membuat karina terluka seumur hidup..

aduh..aduhh..gak enak banget dibaca thor..kata"nya gak pantas setelah melukai perasaan karina
ollyooliver🍌🥒🍆
terjebak satu malam? bilangnya khilaf tapi dinikahin otomatis vevenya dinikmati terus, bahkan sebelum dinikahi setelah terjenak satu malam, ada malam" berikutnya..

enaknya veve zoya🤤
ollyooliver🍌🥒🍆
lah kan lo ngikutin kemauan zoya bukan karena aluna doang, tapi servis vevenya zoya..aduh sampai karina gk adapun ttp bohong
ollyooliver🍌🥒🍆
nah kan. karina bodoh kalau kembali dengan mario. bukan cuman vevenya dinikmati tapi sampai dinikahin dong..bukan tanggung jawab sama aluna yg dia bilang pd karina..tapi sama maminya.🙃
ollyooliver🍌🥒🍆
bodoh banget yg ngedukung karina merebut mario..kalau mario emng cinta sekalioun tdk, jika dia.mmng menghargai pernikahannya..harusnya mario yg turun tangan sendiri. bukan yg bergerak malah karina..si mario malah keenakan, besar kepala..merasa sangat berharga diperebutkan dua wanita😌
ollyooliver🍌🥒🍆
disatu sisi gw dukung karina ingin memperthankan statusnya tapi itu jika mario juga mau mempertahankan dan membuktikannya..dan tdk selaku.membawa" nama aluna tapi disatu sisi, gw gak setuju karena mario seperti pria yg sangat berharga buat karina setelah penghianatan yg dilakukannya...mario pasti.merasa besar kepala...dia merasa kega bahwa penghianatannya hanya perkara kecil buat karina dan tdk terlalu.membuat karina kecewa..jadi kalau sdh begitu..mario akan terus.mengulangi kesalahannya😌
ollyooliver🍌🥒🍆
sesaat?

kapan jujurnya sih nih orng.
ollyooliver🍌🥒🍆
istri satu" tapi veve diduain😌
ollyooliver🍌🥒🍆
karena aluna? jawabannya aja...mungkin, wkwkkw doyan veve zoya nih. ngakunya khilaglf tapi berzinah berkali"..

nih orng mmng gak pantas dipertahanin😌
ollyooliver🍌🥒🍆
nah lu juga udah salah, tapi bawa" aluna..katanya cinta tapi lebih memilih zoya dengan alasan anak..pdhl lu bisa mengambil aluna dengan bukti" ancamam zoya..pake otak dong bagaimana caranya..kekiatan bukan karena aluna tapi.emng lu maunya sama zoya.
ollyooliver🍌🥒🍆
ndk bisa hidup tanpamu, tapi zoya mengakui istrinya..dia dengan tenang menerima...

cinta? mana ada cinta seperti itu😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!