assalamualaikum,
hai jumpa lagi dengan saya vera
novel ini menceritakan perjalanan seorang wanita yang menantikan pendamping hidupnya.
lailatul zahwa seorang wanita karir yang berencana menikah setelah wisuda S2 nya. ia pun pergi ke acara wisuda dengan membawa setumpuk undangan dan dibagikan kepada teman temannya juga beberapa orang dosen.
namun takdir berkata lain, laila harus kehilangan calon suaminya beberapa hari sebelum janur kuning melemgkung. laila terpuruk dan mengurung diri hingga ia mendapat teguran dari perusahaan tempat ia bekerja.
ahirnya dengan berat hati laila melepaskan pekerjaan yang ia dapat sebagai bonus dari predikat comlude sarjana nya. ia dipanggil bekerja dengan posisi yang cukup bergengsi, bukan sebagai karyawan biasa.
ahirnya laila memutuskan menjalankan usaha mama dan menjemput jodoh disana. sudah banyak pernikahan orang yang ia rancang dan laksanakan sehingga menjadi meriah dan meninggalkan kesan bahagia yang bisa di kenang seumur hidup.
dan laila pun berharap ia juga bisa menata pernikahannya sedemikian rupa dengan lelaki yang mencintainya. dan mampu mendampinginya sampai ajal memisahkan mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vera irmayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERJALANAN KERETA
Di pintu masuk stasiun, seorang kakek tua berjalan perlahan sembari menyeret koper hitam. Sedangkan sang istri menenteng tas hitam dan terus mengikuti langkah sang suami. Sesekali kakek melihat tuisan yang terpasang, mencari petunjuk arah peron.
Sesampainya di dalam, kakek pun menemui petugas check in kereta dan menanyakan waktu leberangkatan dan lokasi peron kerwta yang akan dinaiki kakek dan nenek.
"maaf kek nek, bisa saya bantu bawakan kopernya, tujuannya kemana kek?" tanya seosang laki laki berseragam hijau.
"kami mau ke jakarta mas, kata mas yang tadi kereta tujuan jakarta ada di peron 4" jawab kakek
"mari kek lewat sini, hati - hati teangga nya sedikit licin" jelas petugas saat menunjukkan arah menuju peron 4
"terimakasih mas" jawab kakek yang kini sudah menggandeng tangan nenek karena koper dan tas yang dibawa kakek dan nenek sudah berpindah ke tangan petugas stasiun.
"maaf kek, bisa saya lihat tiket keretanya" tanya petugas stasiun saat sudah sampai di peron 4
"ini mas, sepertinya kelas eksekutif 1" jawab kakek sembari menunjukkan tiket yang dipegangnya
"baiklah kalau begitu ikut saya kesana ya kek" jawab petugas kereta sembari menunjuk sebuah kursi tunggu
"terimakasih ya mas" ucap nenek sembari menyodorkan uang lima puluh ribu rupiah.
"ini terlalu banyak kek, maaf" jawab petugas stasiun lirih
"sudah ambil saja sisanya untuk tambah uang jajan anakmu" jelas nenek
"terimakasih nek, maaf saya tinggal ya, insyaallah lokasi ini nanti tidak begitu jauh dari gerbong kereta yang akan dinaiki kakek dan nenek" jelas petugas stasiun
"terimaksih banyak lo mas, semoga rezekimu lancar"
"aamiin, terimakasih kakek nenek, semoga selamat sampai tujuan" ucap petugas stasiun penuh haru mencium punggung tangan kakek dan nenek
Saat petugas stasiun yang membawakan koper dan tas kakek ingin kembali ke pintu keluar, terlihat seorang laki laki dan perempuan paruh baya memanggilnya dan menunjukkan tiketnya kepada petugas tersebut.
Petugas menunjuk ke arah berlawanan dari kakek dan nenek duduk. Namun saat dilihat tempat duduk di arah yang ditunjuk sudah penuh sesak, laki - laki dan perempuan paruh baya itu bwrjalan ke arah kakek dan nenek. Mereka pun duduk di kursi sebelah kakek yang masih kosong.
Laki - laki dan perempuan paruh baya itu pun melwmparkan senyuman dan mengangguk kepada kakek saat mereka hendak duduk.
"mau ke jakarta ya pak" tanya si bapak kepada kakek
"iya mas, kami kangen sama anak cucu yang di jakarta" jawab kakek
"mas nya mau ke jakarta juga" tanya kakek balik
"iya pak, mau nengok anak kami yang merantau ke jakarta
Tak lama mereka bertegur sapa, terlihat kereta dari arah jakarta dan akan kembali menuju jakarta pun tiba. Suara petugas stasiun memberi tahu melalui pengeras suara yang terdengar di seluruh stasiun.
Setelah penumpang yang turun, petugas kembali mengumumkan kepada penumpang tujuan jakarta untuk masuk kedalam kereta.
"mari kek, saya mau cari gerbong ekonomi dulu, biasanya paling ujung" ucap bapak tadi kepada kakek
"oh ya mari mas, saya juga mau masuk ke gerbong saya" jawab kakek sembari membantu nenek berdiri
ahirnya bapak dan ibu paruh baya pun saling berjabat tangan dan melemparkan senyuman. kakek sempat memberikan nomor ponselnya ketika berbincang singkat. yang dipikir kakek tujuan mereka sama dan berencana akan bertemu saat sudah berada di jakarta.
kakek dan nenek masuk kedalam gerbong kereta eksekutif 1. kakek melihat tiket dan bagian atas kereta mencari nomor kursi yang akan di duduki kakek dan nenek.
"ayo sini nek" ucap kakek sembari menuntun nenek ke arah kursinya.
"iya kek, pelan pelan ya, nenek capek" sahut nenek sembari mengeratkan genggaman tangannya
"iya nek iya, kakek juga ndak bisa kalo lari - lari" jawab kakek lagi
setelah kakek dan nenek duduk, kakek mengeluarkan air mineral. kakek dan nenek pun minum bergantian.
setelah semua penumpang naik, kereta pun berangkat. masih ada beberapa kursi kosong yang biasanya akan di iso penumpang di stasiun berikutnya.
"tidur nek kalau capek, 5 jam perjalanan lumayan buat istirahat" ucap kakek sembari meletakkan botol mineral di kantong kursi depan nenek.
"iya kek" jawab nenek sebari membenarkan posisi duduknya ke arah yang lebih nyaman untuk tidur
nenek hanya tidur di dua jam perjalanan pertama. sisanya dihabiskan dengan melihat pemandangan sepanjang perjalanan kereta sembari memakan bekal yang dibawa nenek dari rumah.
seaampainya di jakarta, nenek dan kakek turun dari kereta perlahan lahan. bahkan kakek memilih turun paling ahir, agar tidak berdesakan dengan penumpang lain. terlihat laki laki berseragam mendekati kakek. ia menawarkan jasa mengangkut barang sampai ke pintu keluar. kakek dan nenek pun menyetujuinya.
petugas pengangkut barang pun berjalan di depan kakek dan nenek sembari membuka jalan untuk sepasang lanjut usia yang tak henti berpegangan tangan.
sesampainya di pintu keluar sudah terlihat dari jauh cucu kesayangannya melambaikan tangan dengan senyuman yang selalu merka rindukan. saat sudah berjumpa merka pun berpelukan dengan cucu kesayangannya.
"mas barangnya langsung ke parkiran ya, ayo kek nek" ucap nya sembarienggandeng tangan nenek
setelah semua barang dimasukkan kedalam mobil dan petugas pengangkut berpamitan, cucu kesayangan nenek pun melajukan mobil nya menembus keramaian kota.
sesampainya dirumah kakek dan nenek beristirahat di kamar yang sudah di siapkan oleh cucu kesayangan mereka. setelah makan malam mereka pun saling bertukar cerita, bercanda dan tertawa. bahagia mereka bercampur menjadi satu. melepas rasa rindu berbulan bulan tak berjumpa.