NovelToon NovelToon
My Fake Knight

My Fake Knight

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Roman-Angst Mafia
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di bawah langit Las Angeles, Scarlett Langford bertarung melawan kemiskinan dengan kecerdasan dan percaya diri.

Demi mempertahankan harga dirinya di High School, gadis yatim ini nekat menciptakan sebuah kebohongan besar sebagai kekasih rahasia Millian Vale-Knight—Pria yang tak pernah ia temui.

Namun, takdir gemar bercanda.

Saat bekerja paruh waktu sebagai pelayan pesta borjuis, Scarlett terlibat bentrokan sengit dengan seorang pemuda kaya yang angkuh dan bermata heterochromia.

Tanpa rasa takut, Scarlett memaki pria tersebut seraya berteriak bahwa ia hanya takut jika pria itu adalah Millian Vale-Knight .

Scarlett tidak pernah tahu bahwa pria 'brengsek' yang baru saja ia maki di depan mukanya justru adalah Millian yang sesungguhnya.

Ketika tameng kebohongan menabrak realitas, akankah kepalsuan ini berubah menjadi jerat cinta, atau justru menjadi awal dari kehancuran Scarlett?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#24

Terik matahari siang yang membakar lapangan perkemahan tidak mampu mencairkan atmosfer dingin yang mendadak melingkupi sudut tenda logistik.

Di sana, berdiri seorang gadis dengan tangan terlipat di dada, sepasang matanya yang dilapisi riasan mahal menatap lurus ke arah meja panjang kelompok B-4 tanpa berkedip.

Dia adalah Anna.

Sejak kedatangannya pagi tadi, Anna merasa seolah-olah ia telah dilemparkan ke dalam sebuah dimensi alternatif yang tidak masuk akal.

Semua interaksi manis, panggilan sayang yang menggelikan, hingga adegan suap-menyuapi yang baru saja dipertontonkan oleh Millian Vale-Knight dan Scarlett Langford di depan publik, sama sekali tidak luput dari pantauan matanya yang tajam.

Anna mengepalkan jemarinya hingga kuku-kuku cantiknya memutih.

Sisi arogansinya sebagai putri bangsawan properti Los Angeles menolak keras untuk menerima kenyataan visual di depannya.

Informasi yang ia terima dari desas-desus kampus ternyata benar-benar tertinggal jauh.

Ternyata... wanita yang selama ini disembunyikan oleh Millian sebagai kekasih rahasianya adalah seorang wanita murahan dan miskin seperti dia? batin Anna, bibirnya bergetar menahan luapan sinis yang luar biasa pekat.

Anna benar-benar tidak pernah melihat atau mendengar nama Scarlett Langford di dalam lingkaran sosial kelas atas mereka selama ini.

Bagaimana mungkin dua orang dari kasta yang berbeda bak langit dan bumi ini bisa menjalin hubungan asmara secara diam-diam selama satu tahun penuh?

Pikiran Anna mendadak berputar mundur, mengingat bagaimana kerasnya pertahanan yang dibangun oleh lingkaran pertemanan Millian untuk melindungi privasi hubungan ini.

Beberapa bulan yang lalu, di sebuah pesta privat di Bel Air, Anna bahkan pernah melakukan tindakan nekat.

Dipicu oleh rasa penasaran yang membakar, ia sengaja menyembunyikan ponsel milik Millian di dalam tasnya selama beberapa jam, hanya karena ia ingin meretas dan melihat nama atau nomor kontak yang menjadi kekasih rahasia pria itu selama satu tahun terakhir.

Namun, usahanya gagal total. James dan Arthur adalah jenis sahabat yang memiliki loyalitas buta.

Mereka adalah tipe pria yang siap melakukan apa saja—termasuk berbohong, memalsukan enkripsi data, dan memasang badan—demi menyembunyikan serta menjaga rahasia sang sahabat agar tidak bocor ke tangan orang luar seperti Anna.

"Aku yang menemani Millian sejak kami masih merangkak di sekolah dasar..." lirih Anna sangat sinis, suaranya tenggelam di bawah deru angin gunung.

Matanya menyipit keji menyaksikan bagaimana tangan kecil Scarlett kembali bergerak mengarahkan sendok ke mulut Millian.

"Dan seorang Hama miskin sepertimu bisa dengan mudahnya naik takhta dan menguasai hatinya? Tidak... tidak akan pernah kubiarkan hal menjijikkan ini terjadi, Scarlett Langford."

Sementara itu, di ujung meja panjang yang menjadi pusat perhatian, Scarlett sama sekali tidak menyadari adanya sepasang mata penuh dendam yang sedang menguliti figurnya dari kejauhan.

Fokus otaknya saat ini justru sedang berputar keras, berusaha mencari jawaban logis dari teka-teki kehidupan asmara Millian yang asli.

Mendengar janji gila tentang "melunasi jatah ciuman nanti malam" yang baru saja diucapkan Millian dengan begitu lancar, Scarlett memundurkan sedikit tubuhnya.

Ia menatap Millian dengan tatapan menyelidik yang tajam, mencoba mengabaikan debaran aneh di dadanya.

"Hei, Knight," bisik Scarlett dengan nada suara yang direndahkan, memastikan Delaney yang sedang asyik memakan pudingnya tidak mendengar.

"Apa kau sama sekali tidak takut kalau kekasihmu yang asli di luar sana akan cemburu setengah mati jika mendengar bualan mesummu ini di depan publik?"

Millian tidak langsung menjawab. Ia mengambil gelas kertas berisi air mineral, meneguknya perlahan untuk membasahi tenggorokannya sekaligus menekan rasa perih dari sariawan di bibir bawahnya.

Setelah meletakkan gelasnya, ia menggelengkan kepalanya dengan gerakan yang sangat santai.

"Kekasihku itu... dia adalah wanita yang sangat pengertian, Baby," jawab Millian dengan nada suara baritonnya yang sarat akan kebanggaan fiktif.

Sudut bibirnya ditarik ke atas, membentuk senyuman tipis yang provokatif.

"Dia bahkan tidak pernah marah-marah atau mengeluarkan kata-kata ketus seperti titisan setan sepertimu. Dia adalah definisi dari wanita penyabar."

Scarlett mencibir pelan, melipat kedua tangannya di depan dada. "Oh, ya? Lalu apa yang membuat pria arogan sepertimu bisa bertekuk lutut padanya selama setahun penuh?"

Millian memajukan sedikit wajahnya, menatap lurus ke dalam manik mata indah Scarlett dengan kilat mata yang mendadak berubah menjadi sangat dalam dan intens.

"Kau mau tahu apa hal yang paling kucintai dari dirinya? Dia... memiliki kemampuan yang sangat luar biasa untuk mengimbangi setiap ritme ciumanku. Makanya, aku bisa begitu setia dan mengunci hatiku hanya untuk dirinya seorang."

Uhuk!

Scarlett hampir saja tersedak air liurnya sendiri mendengar jawaban yang diucapkan Millian dengan ekspresi wajah sewajar mungkin.

"Wah... kau benar-benar seorang bajingan rupanya," kata Scarlett bercanda, menyunggingkan tawa sarkastis untuk menutupi rasa canggungnya yang kian menggunung.

Namun, rasa penasaran jurnalis dalam dirinya mendadak terusik. "Apakah dia... memang berada di lingkungan kampus San Marino ini juga?"

Millian mempertahankan tatapan matanya, mengunci pandangan mata Scarlett dengan intensitas yang sanggup membuat dinding pertahanan mana pun runtuh.

Di dalam lubuk hatinya, Millian sedang tertawa terpingkal-pingkal, merasa sangat terhibur melihat bagaimana gadis pintar dari San Marino ini begitu mudah mempercayai seluruh alur rekayasa fiktif mengenai sosok "gadis pengertian" yang ia ciptakan sebagai tameng harga diri.

"Iya," jawab Millian dengan nada suara yang sengaja dibuat terdengar misterius namun pasti. "Dia... selalu ada di sekitarku, Scarlett."

Tentu saja dia ada di sekitarku, karena sosok kekasih rahasia yang kuhadapi tidak pernah ada, Nona Pelayan Gila, tambah Millian di dalam batinnya, menahan seringai kemenangannya agar tidak pecah menjadi tawa lepas.

Scarlett mendengus pekat, merasa sedikit kesal karena jawaban Millian terkesan sangat abstrak.

Untuk mengembalikan dominasi harga dirinya yang sempat goyah akibat cerita ciuman fiktif itu, Scarlett mendongakkan dagunya dengan gaya angkuh yang sangat menawan.

"Terserah di mana pun dia berada," cetus Scarlett dengan kelancaran verbal yang sarat akan arogansi.

"Tapi aku bisa memastikan satu hal dengan sangat mutlak: kekasih pengertianmu itu pasti tidak akan pernah bisa secantik diriku. Asal kau tahu saja, sahabat terbaikku di San Marino—Brianna—selalu mengatakan bahwa aku adalah wanita tercantik yang pernah ia temui seumur hidupnya."

"Pfhhhh...!"

Kali ini, giliran Millian yang tidak mampu menahan volume suaranya. Pria itu meledak dalam tawa rendah yang terdengar sangat mengejek, menggeleng-gelengkan kepalanya dengan ekspresi tidak habis pikir.

"Kau sedang menghayal di siang bolong, Scarlett?" cibir Millian, menurunkan sedikit kacamata hitamnya untuk menatap Scarlett dari ujung kepala hingga batas dada dengan pandangan menilai yang sangat menyebalkan.

"Visualmu itu sama sekali tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan standar kekasihku. Lagipula... coba perhatikan bentuk tubuhmu baik-baik. Dadamu itu cenderung rata, dan—"

"Fuck!"

Sebuah umpatan kasar dalam bahasa asing spontan lolos dari bibir Scarlett sebelum Millian sempat menyelesaikan kalimat penilaian fisiknya yang kurang ajar. Sepasang mata indah Scarlett langsung berkilat penuh amarah yang menyala-nyala.

Taring harga dirinya terluka parah akibat hinaan fisik yang dilemparkan secara blak-blakan di depan wajahnya.

"Kau... kau berani membicarakan dan menilai fisikku dengan begitu enteng di depan wajahku, hah?!" desis Scarlett dengan nada suara yang bergetar menahan geram, tangannya di bawah meja mengepal erat hingga buku jarinya memutih.

"Asal kau tahu saja, Tuan Vale-Knight yang Terhormat, aku saat ini masih berada dalam fase pertumbuhan! Dan kau dengan begitu tidak tahu malu menghina bentuk fisikku?!"

Scarlett memajukan tubuhnya, menatap Millian dengan pandangan yang sanggup membunuh seekor singa dewasa. "Sialan kau, bajingan arogan!"

Millian justru menanggapi ledakan emosi Scarlett dengan senyuman sinis yang semakin lebar, sama sekali tidak merasa bersalah atas ucapan jujurnya. Ia menopang dagunya dengan sebelah tangan, menatap Scarlett dengan binar mata yang memprovokasi.

"Aku tidak sedang menghinamu, Baby. Aku hanya sedang menyuarakan sebuah kejujuran murni dari sudut pandang seorang pria normal," sahut Millian dengan nada suara yang sangat santai tanpa beban.

"Dan kurasa... pemikiran objektif mengenai standar fisik seperti itu disetujui oleh hampir semua kepala pria normal di dunia ini. Jadi, terima saja kenyataannya."

Mendengar pembelaan diri Millian yang begitu menyebalkan, Scarlett menarik napas dalam-dalam, bersiap untuk meluncurkan serangan verbal balasan yang jauh lebih brutal demi menghancurkan harga diri sang pangeran Bel Air sebelum sesi makan siang ini berakhir.

1
Mita Paramita
nih pasti sih Ana yang lagi jadi paparazi dadakan 😈😈😈
Rosdianah 🌷: hihihi author up besok lanjutan nya kak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
delaney cemburu liat Scarlett jadi pacar palsu millian 🤨 itu nama Moore mungkin kah masih keluarga sama Scarlett sama sama klan moore
Mita Paramita: kirain mereka satu klan abis nama belakang delaney ada Moore ny sama kayak nama belakang nenek scarlet 🤨
total 2 replies
Mita Paramita
susahkan dapetin hati Scarlett 🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: wkwkwk Aman kata yang🤣🤣
total 1 replies
Mita Paramita
😍😍😍lovestruck nih mereka
Rosdianah 🌷: semoga tetap stay dan gak bosan ya kak reader
total 1 replies
Mita Paramita
millian bisa jadi gentleman juga🤣🤣🤣🤣 buat dapetin hati scarlet
Rosdianah 🌷: hihihi 🤣
total 1 replies
Mita Paramita
lagi Thor yang banyak 😈😈😈
Rosdianah 🌷: Author sibuk dunia nyata 🙏🏾🫶🫶 besok Double Up 🥰
total 1 replies
Ainun Mahya
gk doble up nih kak🤭?
Rosdianah 🌷: huhu maapin author 🫶 author Sibuk dunia nyata 🙏🏻
total 1 replies
Ainun Mahya
halloooo kak, mana lanjutannya nih???
Rosdianah 🌷: author Up hari ini ya kak🫶
total 1 replies
Debu Nakal
thor... daku lagi mager bgt hari ini
apa bisa up yg banyak biar aku semakin mager
pleaseeee
Rosdianah 🌷: Huhuhu author Hari ini ada acara keluarga. ada si Di Draff nanti author up ya kak. ma'aciww banget kak Readers undah selalu tungguin up🫶🏻🫶🏻🥰
total 1 replies
Mita Paramita
pasti ibu scarlet udah diculik Nene lampir nih😈😈😈
Rosdianah 🌷: Author silent 🤭🤣
total 1 replies
Ainun Mahya
😍😍😍😍 bagusssss
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak 🫶🥰
total 1 replies
Ainun Mahya
lanjut terus, doble up🤭
Rosdianah 🌷: Huhuhu blm bisa double Up untuk Minggu ini kak🙏🏻🫶
total 1 replies
Mia Camelia
nah gitu dong mereka akur😂🤣
Rosdianah 🌷: sesuai maunya kak Readers 🤭
total 1 replies
Mita Paramita
wah udah mulai Deket nih pasangan ini🤣🤣🤣 tinggal nunggu jadian aja
Rosdianah 🌷: wkkwkw 🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Pulang kamp scarlett ketempelan,, masak titisan setan ketempelan,, jd yg titisan setan siapa sebenernya🤭
Rosdianah 🌷: entahlah author mau menghilang 🤣
total 1 replies
Ayusha
sekalian modus si kadrun😄
Rosdianah 🌷: modus terus dia 🤣
total 1 replies
Ayusha
kadrun beraksi 🤭
Rosdianah 🌷: plish dia harus dibawa pulang 🤣
total 1 replies
Mita Paramita
first kiss dua dua nya nih😍😍😍
tinggal ketahap talking stage 🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: uhu🥳🤣
total 1 replies
Ayusha
bukan nya "ayo pergi ke altar" /Sleep/
Rosdianah 🌷: Hihihi 😅
total 1 replies
Ayusha
yaelah, belom juga digigit udah sarimaman aja
Rosdianah 🌷: wkwk🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!