NovelToon NovelToon
Legenda Mutiara Yin-Yang Primordial

Legenda Mutiara Yin-Yang Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Budidaya dan Peningkatan / Mengubah Takdir
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bahari

Tiga tahun lalu, Lin Tian adalah jenius nomor satu di Kota Daun Merah sebelum takdir menghancurkan seluruh meridiannya. Menjadi sampah yang diinjak-injak semua orang tidak membuat pemuda ini menyerah pada nasib buruknya.
Keberuntungan berubah saat darahnya membangkitkan Mutiara Yin-Yang Primordial, pusaka kuno yang menyimpan jiwa Permaisuri Iblis seksi bernama Yue Chan. Di bawah bimbingan sang permaisuri, Lin Tian memulai jalan kultivasi ekstrem melalui pembantaian dan kultivasi ganda.
Dia bukan pahlawan suci, melainkan kultivator bermuka tebal yang sangat realistis. Jika musuh terlalu kuat, dia akan melarikan diri, menyebarkan racun, atau menikam dari belakang.
Namun, siapa pun yang berani menyentuh wanitanya akan menghadapi pembalasan paling kejam. Saksikan kisah Lin Tian menghancurkan surga dan menjadi penguasa tertinggi alam semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Penipuan Tingkat Dewa

Langkah kaki yang terdengar halus dari arah tangga kayu itu membimbing pandangan mata Lin Tian menuju sesosok wanita matang berpakaian sutra merah menyala. Lekuk tubuhnya yang sangat berisi bergoyang dengan ritme konstan yang bisa membuat perhatian pria fana langsung teralihkan dalam sekali tatap.

Wanita itu melemparkan seulas senyuman profesional yang tampak penuh daya pikat magis saat matanya yang lentik menangkap siluet jubah hitam longgar milik Lin Tian. Dari balik kain kasa penutup wajah, Lin Tian sempat menelan ludahnya secara diam-diam melihat pemandangan indah yang tersaji di depan matanya.

“Saya adalah Ya Fei, manajer utama yang bertanggung jawab atas pengelolaan operasional harian di Paviliun Harta Kota Daun Merah ini,” ucap wanita itu dengan nada suara yang terdengar sangat merdu sekaligus ramah.

Dia memberikan isyarat tangan yang sangat anggun untuk mempersilakan Lin Tian melangkah menuju ke arah area ruang tamu khusus yang terletak di sudut lantai dua. “Kira-kira benda berharga seperti apa yang sedang dicari oleh seorang Senior Alkemis agung seperti Anda di tempat kecil kami ini?”

Lin Tian menekan seluruh gejolak ketertarikan fisiknya dengan cara mengalirkan sisa esensi Yin dingin ke seluruh permukaan ujung jari tangannya. Dia sengaja mendengus dengan suara tua serak yang dipenuhi oleh getaran energi internal yang cukup konstan agar tidak memicu kecurigaan taktis.

“Orang tua ini sedang mencari beberapa tangkai Rumput Yang Murni dan sebutir Buah Api Spiritual tingkat tiga untuk menyelesaikan eksperimen medis terbaru,” balas Lin Tian dengan nada suara yang sengaja dibuat sangat datar seolah-olah menganggap remeh komoditas tersebut.

Mendengar nama dua jenis komoditas medis langka itu disebutkan, sepasang mata lentik milik Ya Fei seketika berkilat menunjukkan ketertarikan bisnis yang sangat mendalam. Institusi perdagangan miliknya memang kebetulan baru saja mengamankan pasokan barang tersebut dari wilayah pegunungan luar melalui rombongan pengawal berbayar.

“Paviliun Harta tentu saja memiliki barang yang Senior inginkan, namun harga pasaran untuk kedua jenis objek tersebut saat ini sedang mengalami kenaikan yang cukup signifikan,” tutur Ya Fei sembari mengamati reaksi fisik dari sosok misterius di depannya.

Sebelum Lin Tian sempat memberikan respons verbal palsunya, suara langkah kaki yang sangat berisik dan terkesan terburu-buru terdengar memecah keheningan lantai dua. Seorang pemuda berpakaian jubah brokat emas dengan hiasan giok mewah di sepanjang ikat pinggangnya tampak berjalan masuk dengan gaya yang sangat arogan.

Pemuda ini adalah Tuan Muda Kota, Wang Teng, yang dikenal memiliki sifat keras kepala serta basis kultivasi tingkat ketujuh ranah pengumpulan Qi berkat sokongan pil obat ayahnya. Di belakang tubuh Wang Teng, tampak dua orang pengawal tua bertubuh tegap yang memancarkan aura spiritual puncak tingkat kedelapan ranah pengumpulan Qi.

“Manajer Ya Fei, aku mendengar bahwa rombongan dagangmu baru saja membawa kembali sebutir Buah Api Spiritual tingkat tiga dari wilayah perbatasan hutan,” seru Wang Teng tanpa mempedulikan keberadaan sosok berjubah hitam yang sedang duduk di sofa kayu.

Dia langsung melemparkan sebuah kantong kulit berisi tumpukan batu spiritual tingkat rendah ke atas permukaan meja kaca dengan ekspresi wajah penuh kemenangan. “Aku bersedia membayar dua kali lipat dari harga standar untuk mengamankan buah tersebut demi mendukung proses kultivasi teknik api milikku.”

Ya Fei tampak memperlihatkan ekspresi wajah yang sedikit canggung karena situasi transaksi bisnis ini mendadak menjadi tumpang tindih akibat kedatangan sang otoritas kota. Lin Tian yang berada di balik topeng hitam justru tersenyum licik karena melihat sebuah peluang taktis untuk melancarkan aksi penipuan tingkat tingginya.

‘Bocah, lihat ke arah kotak kayu rongsokan yang berada di rak pojok bawah dekat dengan posisi berdirinya pengawal berbaju emas itu,’ sebuah suara sensual tiba-tiba-tiba saja beresonansi di dalam pusat kesadaran roh Lin Tian. Yue Chan tampak sedang menunjukkan arah menggunakan jari telunjuk rohnya yang lentik dengan ekspresi wajah yang sangat penuh teka-teki.

Lin Tian mengalihkan pandangan matanya secara samar menuju ke arah rak penyimpanan barang bekas yang dipenuhi oleh lapisan debu tebal di sudut ruangan. Di sana terdapat sebuah lempengan besi berkarat berbentuk mirip tungku obat kecil yang sudah pecah di bagian sisinya dan diberi label sebagai barang rongsokan tanpa nilai jual.

‘Itu adalah fragmen dari Tungku Sembilan Naga Primordial yang memiliki sisa segel api kuno di bagian lapisan terdalam strukturnya,’ jelas Yue Chan dengan nada suara yang perlahan berubah menjadi cukup serius. ‘Nilai magis dari besi tua itu seribu kali lipat lebih berharga daripada buah murahan yang sedang diperebutkan oleh anak kecil di depanmu.’

Sifat bijak bercampur kelicikan alami Lin Tian langsung bekerja secara instan untuk menyusun sebuah skenario perang psikologis yang sangat rapi. Dia sengaja berdiri dari sofa kayu lalu mengeluarkan sebuah tawa tua yang terdengar sangat meremehkan hingga memicu perhatian dari Wang Teng.

“Anak muda dari keluarga mana yang bertindak begitu lancang dengan mencoba memotong jalur transaksi milik orang tua ini?” ucap Lin Tian dengan suara serak yang sengaja diberi tekanan energi spiritual pembunuh tingkat rendah.

Wang Teng yang merasa harga diri tingginya sebagai anak penguasa kota ditantang langsung memutar tubuhnya dengan sepasang mata yang menyala penuh kemarahan. “Orang tua bangka, apakah kamu tahu dengan siapa kamu sedang berbicara saat ini di wilayah hukum Kota Daun Merah?”

Lin Tian tidak mempedulikan gertakan verbal dari pemuda arogan tersebut dan justru berjalan mendekati rak penyimpanan barang bekas dengan langkah kaki yang terkesan sangat tenang. Dia mengambil sebutir batu permata palsu berwarna merah menyala yang diletakkan di dalam kotak kaca terdekat lalu mengamatinya dengan ekspresi penuh kekaguman palsu.

“Manajer Ya Fei, orang tua ini bersedia mengalah untuk memberikan Buah Api Spiritual itu kepada anak kecil yang tidak berpendidikan ini,” ujar Lin Tian sambil meletakkan kembali batu permata palsu tersebut ke tempatnya semula.

Dia kemudian menunjuk ke arah lempengan besi berkarat di rak bawah menggunakan ujung jari tangannya yang terbungkus oleh kain hitam longgar. “Sebagai gantinya, aku hanya menginginkan barang rongsokan besi tua ini dan beberapa tangkai Rumput Yang Murni untuk menggenapi keperluan tungku obatku.”

Melihat tindakan Lin Tian yang lebih memilih besi berkarat daripada buah spiritual langka, Wang Teng seketika menduga bahwa ada sebuah rahasia besar yang sedang disembunyikan oleh alkemis misterius ini. Sifat serakah dan kecurigaan tinggi dari Tuan Muda Kota itu langsung terpancing sepenuhnya menuju ke dalam jebakan psikologis yang telah dipasang.

‘Dasar bodoh, orang tua bangka ini pasti tahu bahwa besi tua itu sebenarnya adalah sejenis pusaka kuno yang menyamar,’ pikir Wang Teng dengan keyakinan taktis yang sangat keliru di dalam benaknya.

Dia segera melangkah maju menghalangi jalur tangan Lin Tian yang hendak mengambil lempengan besi berkarat tersebut dengan gerakan fisik yang sangat cepat. “Tunggu dulu! Karena barang ini berada di dalam area Paviliun Harta, aku juga memiliki hak hukum yang sama untuk mengajukan penawaran harga!”

Ya Fei yang melihat perubahan situasi aneh ini hanya bisa mengerutkan alis indahnya karena dia sendiri tahu bahwa besi tua itu sudah berada di rak tersebut selama lima tahun tanpa ada satu pun ahli yang meliriknya. Namun, sebagai seorang pebisnis matang, dia tidak akan melewatkan kesempatan emas untuk menaikkan nilai profit lembaga perdagangannya.

“Karena ada dua pihak yang tertarik pada objek yang sama, maka kita akan menentukan pemiliknya melalui sistem penawaran harga tertinggi,” cetus Ya Fei dengan senyuman penuh intrik bisnis yang sangat menawan.

Lin Tian sengaja memperlihatkan gestur tubuh yang sangat panik dan marah dengan cara menghentakkan kaki kanannya ke atas lantai kayu hingga mengeluarkan suara berdentum cukup keras. “Lancang! Orang tua ini sudah bersikap mengalah sekali, jangan mengira bahwa kesabaranku tidak memiliki batas puncak!”

Sikap panik palsu yang ditunjukkan oleh Lin Tian justru membuat Wang Teng semakin merasa yakin bahwa dugaannya tentang nilai pusaka tersembunyi dari besi berkarat itu adalah seratus persen benar. “Aku menawarkan lima ratus batu spiritual tingkat rendah untuk membeli lempengan besi tua ini!” teriak Wang Teng dengan penuh rasa percaya diri yang sangat meluap-luap.

Lin Tian tampak gemetar seolah-olah menahan amarah yang sangat mendalam di dalam jubah hitamnya sebelum akhirnya mengeluarkan suara dengusan yang sangat keras. “Enam ratus batu spiritual! Jangan coba-coba menguji kedalaman dompet milik seorang master alkemis, anak muda!”

Wang Teng tertawa terbahak-bahak melihat reaksi emosional dari sosok berjubah hitam tersebut yang menurutnya sudah mulai terpojok secara finansial. “Satu ribu batu spiritual tingkat rendah! Jika kamu mampu memberikan penawaran yang lebih tinggi dari itu, maka barang rongsokan ini akan resmi menjadi milikmu!”

Lin Tian terdiam selama beberapa saat dengan posisi kepala yang tertunduk dalam seolah-olah sedang mengalami kekalahan mental yang sangat telak di hadapan publik. Sifat konyol dan bermuka tebal miliknya membuat dia harus menahan tawa sekuat tenaga agar tidak merusak performa akting luar biasanya saat ini.

“Baik, baik, baik! Sungguh sebuah generasi muda yang sangat luar biasa kaya dan penuh dengan kebodohan finansial,” ucap Lin Tian dengan nada suara yang mendadak berubah menjadi sangat santai dan dingin dalam seketika.

Dia melangkah mundur kembali ke arah meja kasir utama lalu menyerahkan beberapa puluh batu spiritual tingkat rendah miliknya yang tersisa untuk membayar Rumput Yang Murni. “Manajer Ya Fei, silakan bungkus tanaman herbal milikku, dan biarkan Tuan Muda Kota yang terhormat ini menikmati pusaka besi berkarat hasil kemenangan besarnya.”

Wang Teng yang baru saja menyadari perubahan drastis dari intonasi suara dan sikap fisik Lin Tian seketika merasakan sebuah hantaman firasat buruk yang sangat pekat di dalam hatinya. Dia melihat ke arah lempengan besi berkarat di tangannya yang sama sekali tidak memancarkan fluktuasi energi magis apa pun setelah dialiri oleh tenaga spiritual internal miliknya.

Ya Fei yang menyadari bahwa Tuan Muda Kota baru saja masuk ke dalam perangkap penipuan psikologis tingkat tinggi dari sang alkemis misterius langsung menahan senyumnya dengan jubah lengan jinjingnya. Transaksi resmi telah dicatat di atas lembaran kertas emas klan, dan tidak ada satu pun pihak yang diperbolehkan untuk menarik kembali penawaran yang sudah disepakati secara hukum kota.

Lin Tian menerima bungkusan berisi beberapa tangkai Rumput Yang Murni dengan ekspresi wajah tersembunyi yang sudah sangat puas dan penuh dengan kemenangan taktis. Dia melirik sekilas ke arah wajah Wang Teng yang kini sudah berubah warna menjadi hijau keunguan akibat menahan rasa malu dan penyesalan batin yang teramat sangat pekat.

Sebelum situasi di dalam ruangan tersebut berubah menjadi pertumpahan darah akibat kemarahan Wang Teng yang mulai memuncak, Lin Tian sudah terlebih dahulu memutar tubuh tegap jubah hitamnya menuju ke arah pintu keluar. Sifat realistis miliknya selalu mengingatkan untuk segera pergi meninggalkan tempat kejadian setelah berhasil menguras harta kekayaan musuh dengan cara main kotor dari belakang.

“Manajer Ya Fei, orang tua ini akan kembali datang saat acara pelelangan besar dimulai besok malam untuk membawa beberapa kejutan medis baru,” seru Lin Tian dengan suara tua seraknya yang menggema di sepanjang lorong tangga lantai pertama.

Ya Fei menatap siluet punggung jubah hitam yang perlahan menghilang di balik pintu utama dengan sepasang mata lentik yang dipenuhi oleh rasa penasaran intelektual yang sangat mendalam. Sosok alkemis misterius bermuka tebal itu telah berhasil menciptakan sebuah pertunjukan komedi penipuan paling epik yang pernah terjadi di dalam sejarah Paviliun Harta Kota Daun Merah.

1
septian arista
bersikap dingin dan acuh tak acuh boleh saja
tapi ini kok aku rasa keterlaluan bersikap dingin kepada semuanya walaupun orang itu baik dan benar-benar setia kepada dia
septian arista
terlalu dingin
bahkan terhadap orang yang berbuat baik kepadanya
septian arista
bagus
tak perlu membuang-buang energi hanya untuk menyelamatkan orang yang pernah mencampakkanmu dan memandang rendah pada dirimu👍👍👍
Arinto Ario Triharyanto
MC nya kebanyakan makan, di ulang2 mulu membahas makan buah doang
Sutono jijien 1976 Sugeng
jurus petarung jalanan
Arinto Ario Triharyanto
harusnya kultivasi ganda dulu bentar biar tambah joss 🤭
Blue Manusia Biasa
terlalu sombong kau Lin Tian
Arinto Ario Triharyanto
demen dah kalo kultivasi ganda 😎
septian arista
trik yang sangat licik namun memberikan hasil yang sangat apik👍👍👍🤣🤣🤣
septian arista
habis sih sampai ke akarnya jangan Sisakan satupun👍👍👍
yos helmi
tiba2 kakek sakit ??? cerita mulai ngawur.. thor jgn terlalu tolol
Bahari: Iya, saya tolol. maapin ya🙏
total 1 replies
yos helmi
😍😍😍😍
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!