Zuyyina Al Humaira seorang gadis cantik nan imut yang terlahir dari keluaga sederhana.
Sang ayah yang hanya bekerja sebagai seorang petani hanya mengandalkan dari hasil kebunnya untuk kehidupan sehari-hari.
Dia mempunyai tekat yang kuat untuk memperdalam ilmu agamanya di pesantren DARUL QUR'AN.
Dengan kebaikan sang ummi mau menerima Zuyyina di pesantrennya.
Akankah Zuyyina mampu menjalani hari-harinya sang sangat di sibukkan dengan kegiatan-kegiatan pesantren.
Bagaimanakah kisah cinta Zuyyin yang jatuh hati dengan seorang anak dari putra yai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝐀❣️𝐅, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18
🍂🍂🍂🍂🍂
Ummi pun hanya menggelengkan kepalanya, Ummi kira anaknya ini pendiam ternyata setelah jatuh cinta kelakuannya sama kaya abahnya.
Setelah lama berkutat didapur Zuyyin pun kembali ke kamar Gus Atha untuk membersihkan diri karena sudah merasa lengket semua.
selama dua puluh menit di kamar mandi Zuyyin yang tak kunjung keluar, Gus Atha pun telah selesai melaksanakan sholat Dzuhur dan Zuyyin pun belum keluar kamar mandi.
Tok tok tok.
"Sayang, kenapa lama banget di kamar mandinya!!!" ucap Gus Atha hawatir karena tak kunjung keluar.
"Maaf aku lupa bawa ganti, apakah hubby bisa ambilkan baju ganti untukku." Ucap Zuyyin ragu.
tanpa menunggu lama Gus Atha pun mengambilkan apa yang di butuhkan istrinya lengkap dengan kaca mata kuda dan pengamannya, tak lupa pula roti tawar belom ada selai stroberi nya.
"Buka pintunya."
Zuyyin pun hanya menyembulkan kepala sambil mengulurkan tangannya untuk menerima.
"Makasih." Sambil menerima batang yang di bawakan suaminya.
"Hmmm, jangan lama-lama ntar kedinginan." Sambil berlalu menuju sofa singgle yang ada di sudut ruangan.
"Sayang." ucap Gus Atha.
"Nggih gus." Jawab Zuyyin langsung menghampiri Gus Atha yang ada di sofa.
"Bisa nggak panggilannya di ganti biar agak romantisan dikit, honey, sayang, abi, Abang, hubby atau apa gitu, jangan manggil Gus." Ucap Gus Atha dengan mengerucutkan bibirnya. Zuyyin pun langsung tersenyum melihat Gus Atha.
"Apa nggih." Ucap Zuyyin sambil mengetuk-ngetukkan jarinya di dagu.
"Ya terserah kamu sayang, kan tadi sudah aku kasih pilihan."
"Hubby aja nggih." Ucap Zuyyin sambil tersenyum dan memperlihatkan lesung pipinya dan menambah kecantikannya beribu-ribu kali lipat.
"Ok, aku manggil sayang dan kamu panggil aku hubby."
Gus Atha pun langsung mengecup ke dua tangan Zuyyin yang ada di sampingnya, Zuyyin pun tak tak mengelak karena pelukan hangat dari Gus Atha. Ada perasaan aneh yang timbul dari diri Zuyyin.
Apa yang di lakukan Gus Atha sukses membuat Zuyyin tersipu malu dan menolak permintaan suami itu dosa, selagi itu tak melanggar agama.
.
.
.
Selepas sholat ashar , Gus Atha pun menyuruh Zuyyin untuk bersiap-siap.
"Sayang, siap-siap gih, kita keluar sebentar."
Gus atha mengajak Zuyyin jalan-jalan untuk pergi ke taman kota dengan menggunakan motor sportnya, untuk menikmati sore yang indah.
Gus Atha pun menuruni anak tangga satu persatu dengan menggandeng tangan Zuyyin, ternyata di ruang keluarga ada ummi dan Abah yang lagi menonton TV.
"Assalamualaikum, Ummi, Abah." Sambil menyalami tangan kedua orang tua nya.
"Kalian mau kemana?" Tanya Ummi yang melihat anak dan menantunya sudah rapi.
"Mau jalan Ummi." Ucap Gus Atha.
''Baiklah, kalian hati-hati di jalan, jangan ngebut." Ucap Ummi.
Mereka pun berjalan beriringan menuju samping rumah dimana Gus Atha menyimpan motor sportnya.
"Ayo naik." Ucap Gus Atha.
"Gimana naiknya tinggi banget by!!!" Ucap Zuyyin ragu akan naik.
"Pagangan pundak byby."
Perlahan tapi pasti, kini motor sport yang di kendarai oleh Gus Atha dan Zuyyin pun melaju dengan kecepatan sedang untuk membelah jalanan yang begitu ramai lancar.
Gus Atha yang tau kalau Zuyyin berpeganan di belakang pun meminta tangan Zuyyin untuk memeluknya.
"Sayang……"
"Iya by."
"Siniin tangan kanannya."
"Buat apa!!!"🤔
"Buat pegangan lah, ntar kamu jatuh."
Dengan ragu Zuyyin pun mengulurkan tangan kanannya dan merangkul tubuh Gus Atha dari samping. Dengan sigap Gus Atha pun meraih tangan Zuyyin lalu mengecup tangannya kemudian mengarahkan tangannya agar berpegangan dengan memeluk tubuh Gus Atha.
Gus Atha tahu pasti Zuyyin masih merasa canggung akan berpegangan dengan dirinya. Zuyyin yang menurut saja hingga Gus Atha pun mengusap punggung tangan Zuyyin dan melajukan kendaraannya ke taman kota.
Gus Atha pun memarkirkan motornya, mengajak Zuyyin berjalan ke arah taman yang ada bangkunya. Gus Atha pun terus menggenggam erat tangan Zuyyin seperti enggan melepaskan genggamannya, sementara Zuyyin yang belum terbiasa merasa grogi dan malu bergandengan tangan di tempat umum.
Mereka pun sejenak untuk duduk di taman tersebut dan mengobrol kesana kemari dan tak lupa pula Gus Atha mengeluarkan rayuan mautnya agar Zuyyin tak canggung dan itupun berhasil membuat hati Zuyyin meleleh. Tak lupa pula mereka pun berselfie ria untuk mengabadikan momen kencan sesudah halal itu sangat indah.
"Mau beli apa buat nanti buka puasa, hemmm."
''Terserah hubby." Ucap Zuyyin yang sudah merona merah wajahnya bak kepiting rebus.
Mereka pun berjalan beriringan menyusuri jalanan dan melihat-lihat aneka jajanan di sepanjang trotoar. Mulai dari gorengan, Boba, kebab, Sempol ayam, pentol bakar, sop buah semua lengkap di sana ada juga menu takjil buat berbuka puasa. Ahirnya zuyyin pun menjatuhkan pilihannya ke tukang martabak manis dan sop buah. Tak lupa pula Zuyyin membelikan untuk Adzkiya dan kawan-kawannya.
"Yuk pulang." Ajak Gus Atha semberi berjalan ke arah saat memarkirkan motornya.
"Sini pakai dulu helmnya."
Zuyyin pun hanya menurut saja saat di pakaikan helmnya.
Motor pun kini melaju dengan kecepatan sedang untuk kembali ke rumah.
Setelah sampai di bagasi Zuyyin melihat jam di pergelangam tangannya, masih ada waktu lima belas menit, kini Zuyyin pamit ke kamarnya untuk memberikan martabak manis untuk Adzkiya cs.
"Mbak, ini ada martabak sama es buat mbak dan yang lainnya." Ucap Zuyyin sambil menyerahkan kantung plastik yang ada di tangannya.
"Ciye……. yang habis jalan-jalan sama guse." Goda Adzkiya.
"Apaan sih, mau gak nih!!! Aku bawa balik lagi ya kalo gak mau."
"Eh jangan dong, pamali itu namanya. Masak iya abis di kasi mau diminta kembali."
"Makasih ya."
Zuyyin pun hanya menganggukkan kepala dan pamit kembali ke ndalem Karena adzan magrib sebentar lagi.
bersambung.
Makasih ya yang sudah mengikuti karya emak😘😘😘😘
jangan lupa tinggalkan jejaknya
Like
Komen
Giftnya juga.
komen yang baik ya, biar jadi mood booster bagi emak.🥰🥰🥰