Terlambat Mengerti 1
Arini gadis berusia 19 tahun, mahasiswi semester 2 sebuah perguruan tinggi negeri. Diusianya yang sangat belia dia harus menyandang status ibu dari seoarang bayi perempuan hasil pengkhianatan sahabat dengan tunanganya. Keputusan apa yang akan diambil Arini selanjutnya, apa dia akan membuang bayi itu atau menitipkanya di panti asuhan ataukah merawatnya sendiri dengan segala resiko yang harus dihadapi.
Penasaran ceritanya ? yuk ikuti kelanjutanya..
Terlambat Mengerti season 2
Bagaimana nasib cinta Cila dan Agam ketika mereka dihadapkan pada kenyataan bahwa hubungan mereka terhalang tembok kebencian yang tertanam kokoh dihati Agam karena kisah masa lalunya. Akankan Cinta mampu mengalahkan kebencian tersebut, ataukan justru Cinta baru yang akan hadir menghapus luka...
____________________________________
Cover by pexels
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kurnia Setiyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
Arini sangat bersyukur gaji pertamanya cukup untuk memenuhi kebutuhan satu bulan ke depan, bahkan Arini juga bisa menyisihkan uangnya untuk menyicil utang yang telah dilunasi Doni.
"Bu ini buat pegangan ibu mbok suatu saat ada kebutuhan mendadak," ujar Arini.
"Ibu sudah nggak banyak kebutuhan, buat beli susu Cila saja." Bu Mira tidak mau merepotkan putrinya itu.
"Ya sudah kalau Ibu butuh apa-apa, Ibu bilang saja ya!"
"Iya nak."
"Bu, Aku kasian sama Cila kalau tiap hari pulang larut malam terus. Gimana ya Bu baiknya?" Arini meminta pendapat Ibunya.
"Bi Inah kan sekarang sudah jarang jualan ke pasar, coba kamu bilang ke dia siapa tahu mau mbantu kamu jagain Cila. Biar nanti gantian sama Ibu."
"Apa Ibu nggak papa, aku takut Ibu sakit lagi," Arini nampak khawatir.
"Ibu nggak papa, sekarang Ibu sudah sehat."
" Tapi Ibu janji nggak boleh sampai kecapean," Arini bergelayut manja pada ibunya.
Arini sangat bahagia karena akhir-akhir ini hati ibunya sudah melunak, beliau lebih kelihatan memperhatikan dan mempedulikan Cila. Sikapnya sudah sangat jauh berubah dari saat Cila masih bayi.
Arini segera menemui Bi Inah untuk memintanya membantu menjaga Cila. Dengan senang hati Bi Inah menerima tawaran Arini.
Seperti biasa Arini berangkat pagi-pagi, dan sesuai rencana kemarin, Cila tidak lagi ikut dengannya tapi Arini titipkan pada Bi Inah. Cila sangat nurut dengan Arini sehingga tidak sulit bagi Arini untuk membujuk Cila.
Sebelum ke kantornya Arini sempatkan mampir ke TPA untuk mengurus kepindahan Cila ke sekolah yang baru sekaligus berpamitan dan sekedar mengucapkan terimakasih atas bantuannya menjaga Cila selama ini.
Sesampainya di kantor, Arini langsung mengerjakan semua tugasnya dengan fokus. Sementara di ruang kerja Bu Mirna sedang diadakan rapat membahas artis yang akan menjadi brand ambasador produk mereka.
Setelah dengan berbagai pertimbangan akhirnya diputuskan untuk menggandeng artis yang namanya sedang melejit yaitu Irena Putri. Dan Untuk menghandle tugas ini langsung ditunjuk Sari Manager bagian Pemasaran sebagai penanggungjawabnya
Berita tentang Iren yang akan digandeng untuk menjadi brand ambasador dengan cepat meluas ke karyawan lain. Sementara Arini yang fokus dengan pekerjaannya tidak begitu mempedulikan kabar-kabar di luar pekerjaannya itu, hingga dia tidak mengetahui tentang berita tersebut.
Bu Sari segera menghubungi Manager Iren, tanpa menunggu lama panggilan pun tersambung.
"Hallo..., selamat siang! Bisa bicara dengan Manager Nona Iren?" Sapa Sari dari ujung teleponnya.
"Ya...,saya sendiri, ada yang bisa saya bantu?"
"Sebelumnya saya minta maaf Pak, saya bermaksud untuk mengajak Nona Iren untuk bekerja sama dengan perusahaan kami." Sari menjelaskan dengan cukup tegas.
"Kerjasama yang seperti apa ya? Saya kurang paham."
"Begini, Kami dari perusahaan kosmetik lokal asal Jogja ingin menggandeng Nona Iren untuk menjadi brand ambasador prodak kosmetik kami," jelas Sari.
"Kalau begitu saya akan melihat jadwal Mba Iren dulu, dan juga membicarakannya langsung padanya."
"Terimakasih banyak Pak, kami menunggu kabar gembira dari pihak Bapak."
Setelah menutup teleponnya Raka segera menemui Iren yang kebetulan jadwalnya kosong untuk hari ini.
"Ren, baru saja aku mendapatkan tawaran kerjasama dari sebuah perusahaan kosmetik lokal asal Jogja. Mereka ingin mendaulat kamu menjadi brand ambasador produk mereka. Apa kamu bersedia?" Raka menjelaskan dengan cukup rinci.
"Jogja..., baiklah terima saja. Sekalian aku pulang kampung." Iren menerima tawaran tersebut tanpa berpikir panjang.
"Apa kabarmu nak, kamu pasti sudah besar sekarang. Mama Iren pasti menjagamu dengan baik, dua tahun lalu mama mencari kalian tapi kalian sudah pindah rumah. Mama merindukanmu nak." Tanpa disadari Iren meneteskan air matanya, bagaimana pun dia seorang perempuan biasa.
Sementara di tempat lain Arini sedang berada di kantin saat jam makan sian, tiba-tiba Bu Mirna sang Direktur menghampirinya.
"Apa boleh aku duduk di sini?" tanya Bu Mirna.
"Silahkan Bu, ini malah suatu kehormatan bagi saya," ujar Arini dengan senyum manisnya.
"Nggak usah terlalu formal, anggap saja aku ini Kaya kakak kamu."
"Terimakasih Bu, tapi rasanya kurang sopan," jawab Arini sedikit canggung.
"Apa boleh aku tanya sedikit masalah pribadi?" tanya Bu Mirna.
"Memangnya apa yang mau Ibu tanyakan kepada saya?" Arini malah balik bertanya.
"Apa kamu sudah kenal lama sama Doni?"
Arini terdiam sejenak, " Aku mengenalnya baru setahun lebih, semenjak aku bekerja di restonya." Arini menjawab dengan ragu, dia sedikit kaget dengan pertanyaan bosnya itu
"Maaf pertanyaanku membuat kamu terkejut, Oya aku belum cerita ya kalau Doni itu adik kandung aku."
"Doni itu jarang sekali perhatian sama perempuan, dia hanya akan memberikan perhatiannya jika dia memang benar-benar menyukai perempuan itu. Oya maaf ya jadi ganggu makan siang kamu, aku pergi dulu ada urusan mendadak." Mirna beranjak meninggalkan Arini dengan gugup setelah membaca pesan di ponselnya.
"Oya Bu, terima kasih." Arini tidak mengerti apa maksud bosnya itu.
Mungkin Mirna ingin membuka pikiran Arini agar Arini tahu bahwa Doni memiliki perasaan yang lebih pada Arini.
Jam kerja berakhir tepat saat Arini menyelesaikan pekerjaannya. Dengan gugup dia pergi ke resto Doni. Arini lupa tidak mengabari Doni kalau mulai hari ini Cila sudah tidak lagi dia titipkan di TPA sebelah, sementara handphone nya lowbat sehingga tidak bisa menghubungi Doni sekarang.
Sesampainya di resto, terlihat Doni dengan panik mondar-mandir sambil memegang Handphone menghubungi seseorang. Jelas yang dia hubungi itu Arini.
"Maaf Mas, aku lupa nggak ngabarin Mas lalu Cila sekarang aku titipkan ke tetangga sebelah," ucap Arini yang nafasnya terengah-engah.
"Oooh..., begitu rupanya, aku hanya khawatir saat aku jemput Cila tidak ada." Doni sedikit kecewa dengan ucapan Arini.
"Tadi aku sudah berpamitan pada penanggung jawab di sana, apa nggak ada yang bilang ke Mas Doni ya kalau Cila pindah."
"Tidak ada," jawab Doni singkat.
"Maaf, sudah membuat Mas khawatir."
Arini merasa bersalah ketika melihat kekecewaan di wajah Doni.
"Apa yang aku harapkan, aku memang tidak pernah ada di hatinya. Kenapa mesti kecewa jika dilupakannya dalam banyak hal." Batin Doni mencoba meredam kekecewaannya.
Sore sampai dengan malam saat Arini pulang, Doni tidak nampak sama sekali. Tidak seperti biasanya yang selalu mondar-mandir mengecek semua hal di restonya.
Bahkan sampai dengan pagi saat Arini bangun, sama sekali tidak ada panggilan atau sekedar chat dari Doni. Padahal biasanya Doni selalu menghubunginya sekadar menanyakan Cila.
Perasaan Arini mulai kacau. Arini mulai sadar ada yang hilang dari kebiasaannya, entah karena senang dengan perhatian Doni atau dia merindukannya atau bahkan hanya sebuah rasa bersalahnya pada Doni karena hal kemarin, Arini sendiri sulit memaknainya.
Di kantor sudah heboh berita tentang Iren yang resmi menjadi brand ambasador prodak mereka. Pikiran Arini yang tidak fokus membuat berita itu hanya angin lalu yang bahkan tidak didengarnya sama sekali karena memang untuk bagian itu bukan tugas dan tanggung jawabnya.
****
Happy reading
pacaran menjauh menderita
sampe lika liku laki2 SAH ttp aja gt, lgsg baca end aja deh
cila itu anak tiri tantemu loh
cila ke agam
utk cinta sejati akan tau balik ke t4 nya..
yo wes lah obati agam aja lha
penyelamat jika ada apa pun.