Jika aku bisa memilih antara dia atau dirimu maka aku tak kan pernah ingin mengenal kalian..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Selvi Noviyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
"Ibu makan dulu, setelah itu ibu harus minum obat agar segera sembuh oke.. " ucapnya dengan tersenyum menatap wajah sang ibu dengan penuh rasa pengertian
Sedangkan sang ibu yang mendengarkan ucapannya pun membalas senyumannya lalu menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan apa yang di katakan.
Dengan telaten dia menyuapi sang ibu dengan diiringi candaan cerita bagaimana keadaan di luar, ia ingin mengajak sang ibu keluar namun keadaan yang tak memungkinkan mengingat banyak orang-orang yang ingin selalu mengusiknya dan tak ada yang menyukai dirinya termasuk ayahnya sendiri yang menjadi musuh besarnya. Hanya di sebuah rumah miliknya lah ia percaya dan yakin akan keselamatan sang ibu, ia lah yang menentang ke inginan sang ayah untuk menghabisi nyawa seorang ibu yang tak tau apa kesalahannya, dengan tekat yang kuat ia menyembunyikan sang ibu walaupun resikonya besar dan ia yang harus menanggung sendiri.
Suapan demi suapan telah diberikan hingga tanpa terasa piring yang ia pegang kini kosong tanpa ada yang tersisa sedikit pun.
Ardiansyah yang selalu dipanggil Ardi atau Dian, laki-laki yang mempunyai paras wajah yang tampan dan juga tubuh yang tegap. Hidupnya begitu keras hingga jiwa kepribadiannya yang lembut seakan hilang seketika dan akan tetap ada jika bersama sang ibu yang ia temui dahulu.
Kebanyakan orang yang mengenalnya akan selalu memanggil ia dengan nama Dian sedangkan sang ibu yang ada di depannya memanggilnya dengan nama Ardi, dan itu yang membuatnya bahagia, karna mendiang sang ibu selalu memanggil sebutan nama Ardi kapan pun dan di mana pun.
Ia risih dan sangat tak menyukai dengan nama Dian karna nama itu ia banyak berjasa bagi sang ayah yang sangat tidak ia sukai.
Kepribadian gandanya membuat sang ayah memanfaatkan nya dengan melatih agar dirinya menjadi seperti sang ayah yang juga seseorang yang kejam dengan menghalalkan semuanya demi menuruti ambisinya. Termasuk ingin melenyapkan nyawa sang ibu yang ada di depannya.
Di usia 17 tahun telah banyak korban yang hilang hanya karna terpaksa menuruti apa kata sang ayah, namun di saat usia yang menginjak 20 tahun sang ayah sangat memanfaatkan kelemahannya untuk melakukan apa yang di inginkan menuruti ambisi sang ayah yang tak pernah ada kata usai dan lelah. Usia yang menginjak tua tak membuatnya untuk segera bertobat melainkan semakin menjadi dengan meraih ambisi yang tak pernah hilang, baik kekayaan tahta dan juga jabatan.
Ia teringat saat di harus kan untuk melenyapkan nyawa seorang anak kecil yang tak tahu apa kesalahan orang tuanya di depan sang ayah, dengan terpaksa ia melepaskan peluru tepat di dada sang anak dan sebuah erangan kesakitan pun terdengar sangat pilu. Dian yang telah mengendalikan tubuhnya seakan terbujuk dengan panggilan yang selalu di banggakan sang ayah membuatnya melupakan akan pesan sang bunda. Sedangkan Ardi hanya bisa pasrah dan juga menyesali atas apa yang telah di lakukan. Dengan sigap Ardi yang telah mengendalikan tubuhnya berlari menatap sang bocah kecil yang terkapar dengan tubuh penuh dengan berlumuran darah segar di lantai, dengan perasaan penyesalan ia segera menolong sang bocah kecil dengan di gendong ke arah mobil namun baru beberapa langkah sang bocah tak lagi bernapas.
Seketika tubuhnya seakan hilang kendali kaki yang kokoh berdiri dengan tegap dengan tatapan yang tak di mengerti. Tangan yang masih mengendong sang anak dengan pelan ia letakkan di lantai .
"Ayah sungguh dirimu tega.. !" Ardiansyah dengan menatap sang ayah yang kini sedang mengeluarkan asap di balik mulutnya dengan wajah yang angkuh
"Hahahah.. dasar anak bodoh, aku tak menyukai dirimu yang lemah seperti ini " Ucapnya dengan sombong lalu berdiri meninggalkan Ardiansyah yang saat ini menatap sang anak yang ada di depannya.
......................
...Sebuah bujuk rayu yang membuatmu goyah Sebuah insting yang tak membuat mu berkutip sebuah Inspirasi yang membuat mu maju dan juga sebuah tekanan yang membuatmu Tega......
... ...
...----------------...
Rate Favorit Like dan Komen💜
Salam kenal & salam sayang🤗😘
Justru karena mencintai itu rela mengalah membiarkan Dia bahagia dengan Dunianya dan kebebasannya tanpa harus terkekang dengan segala aturan yg kita buat.
Level tertinggi mencintai itu, ketika kita rela melepaskannya disaat hati sangat mencintainya 😊
Hingga akhirnya jatuh sejatuh²nya dan berakhir dengan kecewa dan luka.
Apabila semua itu blm siap maka jaga hati untuk tidak jatuh cinta 🤧
Bukan perpisahan yang ditangisi, tapi pertemuan yang harus disesali..
Kecewa sama diri sendiri dan hati yang begitu mudahnya jatuh cinta dan terbuai 🥺
ada hubungan apa merekaa sama dera..