Note :
JANGAN PLAGIAT ATAU TAMBAL SULAM!
INGAT AZAB
Carilah Rezeki yang halal dengan mencari ide sendiri.
_
_
Drama percintaan beda usia ✅
Novel yang nggak ada konfliknya ✅ (Tapi Bohong)
Hidup Marsha dan Jeremy berubah seratus delapan puluh derajat. Gara-gara sebuah pakaian berbentuk mirip kacamata alias kutang, mereka terjebak dalam sebuah pernikahan konyol yang sejatinya sudah direncanakan oleh nenek-nenek mereka.
Bagaimana bisa Jeremy seorang CEO tampan nan tajir harus menikahi gadis berumur sembilan belas tahun yang lebih pantas menjadi keponakannya?
"Nahasnya aku harus mengambil alih beban keluarga Tyaga" ~ Jeremy
cover by Tiadesign_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adinasya mahila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18 : Syarat Kimi
“Tidak bisa!”
Richie menoleh Marsha yang mengedip tanpa dosa. Ide nikah siri jelas tidak dia dan Kimi antisipasi. Putri semata wayang mereka itu sepertinya dewasa dini. Ini lah yang membuat Richie sebagai papi agak ketar-ketir. Marsha bisa saja melakukan tindakan tidak terpuji jika dibiarkan begitu saja. Menikahkan putrinya itu semata-mata sebagai langkah antisipasi agar Marsha tidak terjebak pergaulan bebas dan malah menghancurkan masa depannya sendiri.
“Kenapa Rich?"
Nova sontak kaget dan tidak terima, tangannya dan Cantika sudah bergandengan di bawah sana, mereka takut.
“Aku tidak akan menikahkan Marsha sebelum usianya legal untuk menikah, lagipula tak lama lagi dia akan berumur sembilan belas tahun.”
Richie menatap Jeremy yang sejak tadi memilih untuk mendengarkan dengan seksama. Sebagai pria dia harus menunjukkan kesopanan dan keseriusannya ke orangtua Marsha. Meski sejatinya ada udang di balik bakwan, dia hanya menggunakan Marsha sebagai alat buang sial.
“Kami juga punya syarat untuk Jeremy,” imbuh Richie. Kali ini pria itu menoleh sang istri dan memberikan waktu wanita itu untuk menjelaskan.
“Jangan buat Marsha hamil sebelum usianya menginjak dua puluh tahun.”
“Apa?”
Nova menggebrak meja. Kimi yang kaget dan sadar bahwa permintaannya akan membuat gempar pun hanya bisa memejamkan mata. Sedangkan Marsha sudah terjingkat karena kelakuan Nova, gadis itu bahkan menjatuhkan daging steak hingga mengenai gaun malamnya.
“Kimi, apa kamu bercanda? bagaimana bisa kamu melarang suami istri untuk hehaheha?” omel Nova. Dadanya naik turun, untung saja dia tidak memiliki tekanan darah tinggi.
“Sabar bestie sabar,” pinta Cantika, dia tarik lengan sang sahabat agar mau duduk dan tenang.
“Aku tidak melarang mereka melakukan itu, aku tahu sudah seharusnya Marsha melayani Jeremy sebagai istri setelah menikah, hanya saja untuk hamil dan melahirkan dibutuhkan kesiapan fisik dan mental.” Suara Kimi bergetar, sebagai seorang ibu dirinya seperti dihadapkan dengan dua pilihan yang sulit. Memilih menginjak bara api atau pecahan kaca. Netra wanita itu sudah merambang, dia menatap Jeremy dengan ekspresi memohon.
Marsha yang melihat sang Mami sedih pun menunduk, dia merasa bersalah. Seketika dia merasa menjadi anak yang begitu buruk. “Mami,” lirihnya.
“Aku hanya ingin kamu menerima syarat ini Je,” ucap Kimi. Ia memalingkan muka untuk menarik napas. Kimi mengusap air mata yang sudah mengalir ke pipi. “Hah …tidak, ini bukan syarat. Ini adalah permohonanku sebagai ibu yang selama sembilan bulan mengandung dan bertaruh nyawa melahirkan Marsha,” imbuhnya penuh ketegasan.
Jeremy bangkit dari kursinya, dia mendekat ke arah Kimi dan langsung memeluk tubuh wanita itu. Semua orang pun sukses dibuat tercenung, terlebih Richie yang sejak menikah tidak pernah melihat sang istri dipeluk pria lain selain ayah mertuanya.
“Je, lepaskan istriku!” titah Richie tapi Kimi malah seperti mengambil kesempatan dan balas memeluk Jeremy.
Richie semakin tak habis pikir, dia melotot dan menyenggol lengan putrinya. “Marsha, lakukan sesuatu!”
“Sudahlah Pa biarkan saja, mungkin Mama ingin merasakan pelukan perjaka,” jawab Marsha dengan santai.
“Hah … yakin kamu Jeremy sudah perjaka?” seloroh Richie. Semua orang yang satu meja dengannya pun memandang dengan gurat tak percaya. Namun, hinaannya itu berhasil. Kimi mengurai pelukan begitu juga dengan sang calon mantu.
Jeremy memilih untuk tak memperdulikan ucapan Richie, dia genggam tangan Kimi dan menepuknya lembut. Entah dari lubuk hati atau hanya sandiwara, pria itu pun berkata, “Aku akan mengabulkan keinginan tante Kimi, aku janji!”
“Siapa juga yang nafsu dengan putrimu yang bodinya bak kaleng biskuit Mondai,” gumam Jeremy di dalam hati.
_
_
_
Scroll ke bawah 👇
nanti tak pinjemin ke Orang tua ku....