Setelah membaca tolong tekan LIKE ya.
Diusia yang menginjak usia 25 tahun Keysha Prameswari harus dihadapkan dengan Daniel remaja baru lulus SMA yang setia mengganggunya dengan kata-kata gombal.
Berawal dari pertemuan tak sengaja mereka membuat Daniel jatuh cinta dengan Keysha pada pandangan pertama, Daniel dengan gigih berusaha meraih cinta Keysha meskipun sering di acuhkan tetapi Daniel tak pantang menyerah.
Berbeda dengan Keysha yang merasa ragu karena perbedaan usia mereka.
Yuk ikuti perjuangan Daniel dalam meluluhkan hati Keysha dan keluarga nya.
"Mbak I Love You,"
Yuk kepoin cerita mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ismiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gagal jalan berdua
Sesampainya di rumah Keysha....
Motor sports Daniel berhenti di depan rumah Keysha, Keysha turun dan membuka pintu gerbang agar Daniel membawa motornya masuk.
"Bawa masuk motornya biar tidak menganggu pengguna jalan yang lain," pinta Keysha kepada Daniel.
"Terimakasih sayang," jawab Daniel membuat Keysha malas.
"Bisa tidak jangan panggil sayang terus," ketus Keysha merasa risih mendengar panggilan itu sontak Daniel tertawa melihat ekspresi wajah cantik itu.
"Ha ha ha ha kan itu tandanya aku sayang kamu," jawab Daniel membuat Keysha melotot.
"Ku panggil honey aja ya," kata Daniel membuat Keysha menggeleng tanda tidak setuju.
"Terus apa?" tanya Daniel binggung.
"Ah sudahlah jangan bahas nama panggilan lagi, ayo masuk tuh di tunggu Ayah dari tadi," ajak Keysha yang jengah mendengar panggilan aneh-aneh yang keluar dari mulut Daniel.
Mereka berdua berjalan beriringan menuju arah sang Ayah yang sudah menunggu kedatangan Keysha di depan terasa rumah dari tadi.
"Assalamualaikum om," sapa Daniel meraih tangan Ayah Keysha untuk di cium. Keysha pun melakukan hal yang sama dengan Daniel.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatu,"
"Key tadi ayah penasaran kenapa motor kamu di antar sama orang ke rumah ternyata...." kata ayah Keysha tidak melanjutkan ucapannya memandang ke arah Daniel.
"Maaf Om, tadi saya ingin mengantar mbak Keysha pulang jadi motornya saya suruh orang yang antar ke rumah," jelas Daniel merasa takut melihat raut wajah Ayah Keysha yang menyeramkan.
Ayah Keysha menghela nafas panjang, ada-ada saja ulah bocah di hadapannya itulah pikir Ayah Keysha.
"Key cepat masuk mandi," perintah sang Ayah.
Keysha menurut dan masuk ke dalam.
"Kenapa kamu masih berdiri di situ, kamu tidak pulang?" kata Ayah Keysha yang melihat Daniel mematung di tempatnya.
"Om sebenarnya saya mau mengajak....." Daniel tidak melanjutkan ucapannya karena melihat tatapan mata Ayah Keysha yang seperti ingin menelannya bulat-bulat.
Glekkk
'Tuh muka ayah mertua serem banget, ya sudahlah besok saja aku jalan sama mbak cantik,' batin Daniel.
"Hei nak, kamu ngajak siapa? sebenarnya kamu mau bilang apa," tanya ayah Keysha penasaran melihat gelagat Daniel yang terlihat gusar.
"Ti-tidak Om, saya mau pamit," elak Daniel ingin cepat pergi dari hadapan Ayah Keysha karena merasa takut.
"Ya sudah hati-hati di jalan," kata ayah Keysha.
Daniel pun pasrah niat hati ingin jalan berdua dengan Keysha gagal. Daniel menuju motornya dengan langkah gontai.
Daniel melajukan motornya tak lupa memberikan salam kepada ayah Keysha. Motor Daniel melaju pesat meninggalkan rumah Keysha.
"Lho yah mana nak Daniel?" tanya bunda pada ayah karena tidak melihat keberadaan Daniel.
"Pulang Bun," kata Ayah singkat.
"Kok pulang, nih siapa nanti yang akan meminum teh buatan bunda," kata Bunda memperlihatkan sedang membawa nampan berisi teh dan cemilan.
"Taruh di depan televisi biar Kean yang minum," usul Ayah.
Bunda Keysha masuk dan menaruh teh itu sesuai perintah sang suami.
🍃🍃🍃🍃
Daniel sampai di kediamannya. Setelah memasukkan motornya ke dalam garasi, Daniel berjalan gontai menuju kamarnya.
Daniel memandang sekilas ke arah temannya yang berada di ruang tengah sedang menonton acara kesukaan mereka.
"Kenapa tuh bos mukanya kusut?" kata Jefri kepada Iqbal.
"Tidak dapat jatah mungkin," celetuk Yudha membuat mereka semua melotot pada dirinya. Secara reflek Bimo melempar batal ke arah Yudha.
"Maksud lo apa Yud?" kata Bimo kesal mendengar ucapan absurd dari Yudha.
"Santai kali, maksudku mungkin bos tidak kiss! Ya kamu taukan maksudku," kata Yudha santai.
"Bos mah beda, bukan seperti kamu otaknya," kata Jefri sebal dan ikut melempar bantal ke arah Yudha.
"Kalian berdua kenapa sih," protes Yudha tak terima.
"Awas sampai bos dengar ucapanmu, bisa habis kamu," kata Haris menakuti Yudha membuat Yudha merutuki ucapannya tadi.
"Ya elah aku kan cuma bercanda," kata Yudha santai.
"Sudah jangan ribut di rumah orang," ucap Iqbal menengahi perdebatan mereka yang tidak akan ada habisnya.
Mereka pun melanjutkan nonton tv, ya mereka tak berniat pulang dan ingin menginap di rumah Daniel.
Karena kedua orang tua Daniel sedang tidak ada di rumah, keduanya sedang berada di luar negeri karena urusan bisnis.
🍃🍃🍃🍃
Kamar Daniel ....
Daniel merebahkan tubuhnya di atas kasur, Daniel memandang langit-langit kamarnya.
"Apa aku lamar saja ya mbak cantik, aku takut mbak cantik menjadi milik orang lain," lirih Daniel.
Daniel gusar, entah mengapa pikirannya tidak tenang. Daniel menghubungi seseorang untuk meminta bantuan.
Tut Tut...
akhirnya panggilan telepon itu di terima seseorang di sebrang sana.
📱Daniel.
"Halo," kata Daniel.
📱Orang suruhan Daniel.
"Iya tuan ada apa?" kata orang di seberang sana.
📱 Daniel.
"Tolong kamu selidiki siapa saja yang sedang mencoba mendekati kekasih saya," perintah Daniel pada orang itu.
📱Orang suruhan Daniel.
"Siap tuan," jawabnya tegas.
📱 Daniel.
"Nanti ku kirim semua datanya ke email kamu," ucap Daniel.
Daniel mematikan sambungan telepon itu dan beranjak keluar menuju ruang keluarga, dimana semua temannya berkumpul.
Bersambung.....