Menceritakan tentang seorang dokter tampan,mapan dan baik hati yang belum menikah di umurnya yang menginjak 37 th,yang bernama Lucky.
Alasan dia belum menikah,bukan karena dia adalah lelaki yang pemilih atau trauma menjalin hubungan atau pun karena ingin fokus pada karier. Tapi alasan kenapa ia belum menikah itu semua karena dokter Lucky tidak tertarik dengan lawan jenis alias dirinya penyuka sesama jenis.
Namun hidupnya berubah 360° saat ia terpaksa menikahi Ayu karena sebuah insiden. Insiden yang membuat mama Lucky salah paham dan memutuskan untuk menikahkan dirinya dengan Ayu.
Akan kah pernikahan dokter Lucky dengan Ayu bisa bertahan lama?
Kira-kira bagaimana reaksi Ayu kalau tau laki-laki yang ia nikahi sebenarnya penyuka sesama jenis? Apakah Ayu akan tetap bertahan dan bisa mengembalikan dokter Lucky ke jalan yang benar? Atau Ayu memilih menyerah??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_Les, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
Hari ini hari yang sangat Lucky nantikan, pergi ke kota B untuk seminar sekaligus bertemu dengan sang kekasih.
Namun hari ini adalah hari yang paling tidak ingin Ayu lewati, dimana dirinya harus berpisah dengan suaminya yang katanya akan pergi ke kota B selama kurang lebih satu minggu.
Aneh memang kenapa menghadiri seminar saja harus menghabiskan waktu selama itu, bukannya paling lama hanya dua hari saja. Ingin rasanya Ayu menanyakan keanehan yang ia rasakan, tapi Ayu tak berani karena takut suaminya berpikir kalau Ayu mencurigainya dan sedang berusaha mengekang suaminya.
"Mas, apa pulangnya gak bisa di cepetin?" Tanya Ayu.
Mereka kini sedang berada di dalam mobil menuju perjalanan ke bandara.
"Aku usahain yah Yu." Jawab Lucky sambil mengelus rambut Ayu penuh kasih sayang. Kasih sayang yang tulus Lucky berikan, tapi sayangnya hanya seperti kakak ke adik perempuannya bukan seperti suami ke istrinya.
"Mas, kalau aku ikut sama mas ke kota B aja gimana, sekalian liburan mas, Ayu belum pernah ke kota B mas?"
"Waduh...!!!" Kaget Lucky dalam hati.
"Gak usah Yu, nanti kamu bosen disana, karena pembicaraan sesama dokter. Jadi kamu tunggu aku pulang aja yah. Aku janji kalai aku di kasih libur dua atau tiga hari, aku akan bawa kamu kesana."
Ayu memanyunkan bibirnya kesal karena suaminya tak mengizinkannya ikut ke kota B.
"Ikh...mas Lucky gimana sih, kalau aku ikut kan bisa sekalian honeymoon, aku kan udah selesai datang bulan." Gerutu Ayu dalam hati kesal.
Bagaimana tidak kesal, sebelum Ayu datang bulan, Lucky selalu pulang larut malam dengan alasan banyak pasien darurat dan persiapan seminar. Begitu Ayu datang bulan, Lucky selalu pulang tepat waktu, bahkan Lucky pernah mengajak Ayu ritual, tapi sayangnya Ayu yang tidak bisa.
Sengaja memang Lucky melakukan itu, karena Lucky tau kalau Ayu sedang datang bulan. Tujuan Lucky melakukan itu agar Ayu tak curiga padanya.
Kini mobil yang dikendarai Lucky telah tiba di bandara.
Lucky dan Ayu pun turun dari dalam mobil.
Lucky mengeluarkan satu koper berukuran sedang dari dalam bagasi kemudian mereka berjalan beriringan masuk ke dalam bandara.
"Aku pergi yah." Pamit Lucky sebelum masuk ke ruang tunggu.
"Mas.." Ayu menarik tangan Lucky, seolah tidak rela sang suami pergi meninggalkan dirinya.
Jelas Ayu tidak rela di tinggal pergi sang suami, selain karena mereka belum melakukan apa yang seharusnya suami-istri lakukan, Ayu juga sudah merasa sangat nyaman dengan keberadaan Lucky. Sepertinya benih-benih cinta di hati Ayu sudah mulai tumbuh. Sikap Lucky yang lembut dan sangat perhatian mampu menggantikan posisi Farel, mantan Ayu yang pernah bertengger di dalam hati Ayu.
"Hemh..kenapa?" Tanya Lucky.
Tanpa di sangka-sangka Ayu langsung memeluk tubuh suaminya.
"Selalu inget aku yah mas, kabarin kalau udah sampe, balas chat aku jangan lama, sering-sering video call." Pesan Ayu pada Lucky dengan nada suara bergetar seperti sedang menahan tangis.
Lucky hanya bisa memejamkan matanya saat Ayu tiba-tiba memeluknya, ditambah rentetan pesan yang Ayu berikan, membuat Lucky hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya.
Perlahan Lucky menjauhkan tubuh Ayu dari tubuhnya.
"Iya, nanti kalau aku sudah sampe disana, aku kabarin, aku juga akan sering-sering kasih kabar. Kamu jangan nangis, masa suami pergi kerja kamu antar dengan tangisan." Kata Lucky sambil mengelus pipi Ayu.
Cup. Lucky mengecup kening Ayu sekilas.
"Aku pergi yah." Pamit Lucky lagi.
Lucky pun mengambil kopernya dan hendak memutar tubuhnya, tapi sekali lagi Ayu menarik tangan Lucky. Dan...
Cup. Tanpa disangka-sangka, Ayu mengecup bibir suaminya.
Mata Lucky membulat sebesar jengkol mendapat kecupan bibir dari Ayu.
"Hati-hati yah mas." Ucap Ayu setelah mengecup bibir suaminya.
Lucky tak bisa berkata-kata ia hanya menganggukkan kepala. Dengan jantung yang berdebar kencang karena terkejut, ia memutar tubuhnya dan berjalan menuju ruang tunggu.
Setelah raga sang suami sudah tak terlihat lagi, baru lah Ayu beranjak dari tempatnya berdiri.
Ayu pun hendak mencari taksi untuk mengantarnya pulang ke apartemen. Tapi baru saja ia ingin memanggil taksi bandara, Ayu tersadar kalau tadi dia datang menggunakan mobil pribadi Lucky.
"Astaga, kan kesini naik mobil nya mas Lucky tadi." Gumam Ayu.
Ayu langsung mencari kunci mobil di dalam tas nya yang tadi Lucky berikan setelah mereka turun dari dalam mobil.
"Ini dia." Ucap Ayu setelah kunci mobil berhasil ia temukan dari dalam tas nya.
Ayu pun melangkahkan kakinya menuju parkiran.
Tapi baru beberapa langkah, Ayu sadar kalau dirinya tidak bisa mengendarai mobil.
"Ya ampun...aku kan gak bisa bawa mobil." Ucap Ayu sambil menepuk jidatnya.
Lama Ayu berpikir bagaimana cara membawa pulang mobil suaminya. Dan akhirnya Ayu memutuskan untuk menghubungi mama Tyas dan meminta sang mama mertua mengiriminya supir ke bandara untuk membawa mobil Lucky pulang ke apartemen.
✨✨✨
Setelah kurang lebih dua jam di udara, kini Lucky sudah bisa menghirup udara di kota B.
Dengan menaikki taksi bandara, Lucky pergi ke hotel yang sudah di siapkan panitia untuk para dokter yang ikut serta dalam seminar.
Tak cukup setengah jam, taksi yang mengantar Lucky ke hotel sudah tiba di pelataran hotel.
Lucky pun turun dari dalam taksi. Dengan menggeret kopernya, Lucky berjalan masuk ke dalam lobi hotel.
Hanya dengan menunjukkan kartu peserta seminar, resepsionis langsung memberikan kunci kamar yang akan Lucky tempati.
Setelah mendapatkan kunci kamar, Lucky berjalan menuju lift yang akan mengantarkannya ke lantai dimana unit kamarnya berada.
Ting. Pintu lift terbuka.
Mata Lucky clingak-clinguk untuk melihat nomor kamarnya.
Nomor kamar pun ia dapatkan, dengan kunci yang ada di tangannya, Lucky membuka pintu kamar hotelnya.
Ia berjalan masuk ke ruang tidur dan meletakkan koper yang sedari tadi ia geret itu disamping sofa. Tanpa membuka sepatunya, Lucky langsung membuang tubuhnya kasar di atas ranjang dan menatap langit-langit kamarnya.
Ia merasa aneh dengan cara kerja otaknya. Karena semenjak kejadian Ayu mengecup bibirnya di bandara, otak Lucky selalu memikirkan Ayu, bahkan saat Lucky memejamkan matanya, wajah Ayu yang sedang tersenyum manis padanya muncul seketika.
Sepertinya Lucky sudah terkena mantra cinta dari Ayu.
"Aaarrrgh!!!! Kenapa sih dari tadi aku kepikiran Ayu terus?" Teriak Lucky sambil menjambak rambutnya.
Lucky mendudukkan dirinya. Ia mengeluarkan ponsel dari dalam saku. Niat hati ingin menghubungi Billy dan memberitahu kalau dirinya sudah tiba di kota B.
BERSAMBUNG...
LIKE
KOMEN
VOTE
HADIAH
🙏🙏🙏