NovelToon NovelToon
Putri Hebat Sang CEO

Putri Hebat Sang CEO

Status: tamat
Genre:One Night Stand
Popularitas:784.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nadziroh

Siapa sangka bekerja di sebuah hotel akan mengantarkan kesucian yang di jaganya, Dhea harus kehilangan mahkotanya di saat seorang pria memaksanya untuk melayaninya saat mengantar minuman.

Hingga gadis itu hamil dan melahirkan anak kembar yang sangat cantik.

Arya Ghora prasida, bahkan pria itu pun tak tau siapa wanita yang sudah berhasil membuatnya puas hanya dengan satu malam, hingga rasa itu menjadi candu baginya, dan Arya tak bisa melupakannya walaupun sekejap.

Sampai lima tahun penantian yang hampa, akhirnya mereka di pertemukan kembali, meskipun tak saling mengenal, Arya merasa ada sebuah aliran listrik yang menyengat di saat ia berdekatan dengan Dhea.

apakah dunia akan mempersatukan mereka dengan hadirnya si kembar yang hebat?
ataukah Dhea memilih untuk hidup sendiri, dengan kedua putrinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadziroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permintaan Reina dan Rania

Suasana begitu ramai, seperti yang di inginkan Dhea, acara yang di gelarnya kini mulai berjalan, para tamu sudah berhamburan datang memenuhi undangan darinya. Begitu juga dengan restu yang kini sudah berada di sana dengan beberapa hadiah yang mewah.

''Mas Restu, harusnya nggak usaha repot repot,'' Dhea membantu Restu membawakan beberapa kado untuk kedua putrinya. Sedangkan Yesi menemani si kembar di dalam.

''Kenapa kamu bicara seperti itu? Mereka kan putriku, apapun akan aku beli jika mereka mau,'' jawab Restu. Meletakkan dua boneka besar di samping Rania dan Reina.

Dhea hanya bisa tersenyum, memang benar apa kata Restu, namun Dhea masih saja merasa nggak enak sudah merepotkan calon suaminya tersebut.

''Kapan acara di mulai?'' Restu melihat jam yang melingkar di tangannya, begitu juga dengan Dhea dan Yesi.

''Sebentar lagi, Mas, kayaknya masih ada beberapa orang yang belum datang.''

Dhea kembali kedepan untuk melihat lihat, supaya tidak ada yang ketinggalan momen acara itu.

''Bu Dhea,'' Sapa salah satu ibu ibu dari teman sekolah Rania dan Reina.

''Silahkan masuk, Bu!'' mempersilahkan dan menemaninya untuk sampai ke ruangan.

Wanita itu celingukan, mengedarkan pandangannya kesana kemari.

''Bu, mana papanya Rania dan Reina?'' tanya wanita itu.

Dhea tersenyum kecut, masih belum bisa menjelaskan dengan pertanyaan itu.

''Saya papanya mereka,'' tiba tiba saja suara berat menyahut dari belakang.

''Pak Restu,'' kaget bukan kepalang. Pria yang di ketahuinya perjaka itu tiba tiba saja mengaku papanya Reina dan Rania.

Namun wanita itu hanya diam dengan seribu pertanyaan yang menjanggal, tak mau panjang lebar akhirnya wanita itu bergabung dengan yang lainnya.

''Dhea, kenapa kamu diam?''

Dhea menatap Restu dengan lekat. ''Aku takut kalau salah bicara, kita belum resmi menikah, dan aku nggak bisa mengatakan kalau mas Restu itu ayah dari anakku.''

Restu lebih mendekat lagi dan memegang kedua tangan Dhea.

''Mulai sekarang, jika ada yang menanyakan siapa ayah Rania dan Reina, bilang saja aku ayah mereka.''

Akhirnya Dhea mengangguk, sedikit lega, setidaknya ia tak bingung dengan pertanyaan itu. Bahkan di sekolah pun Restu sudah mengisi formulir Rania dan Reina itu dengan namanya.

''Sekarang kita masuk yuk, acaranya sudah mau mulai.''

Dhea dan Restu menghampiri Rania dan Reina yang ada di depan kue dari tadi.

Setelah menikmati beberapa acara pembukaan dan yang lain selama beberapa menit. Kini tibalah pada puncak acara yaitu tiup lilin. Suara semakin gemuruh saat para tamu undangan bertepuk tangan serta menyanyikan lagu khas ulang tahun untuk Reina dan Rania.

Tak ada yang berbeda dari acara lainnya, kue besar pun sudah siap di potong, lilinnya yang nyala sudah siap di padamkan, namun Dhea kembali dibingungkan dengan sosok kedua putrinya yang cemberut.

''Kalian kenapa?'' tanya Dhea di tengah tangah nyanyian yang di lantunkan.

Tak hanya Dhea yang heran, kini lagu itu terpaksa berhenti saat di kembar hanya diam dan merengut.

''Ma, bisa nggak om Arya datang."

Dhea mengernyitkan dahinya mendengar permintaan Reina.

''Ma, kemarin kan kita di undang ke acara Om Arya. Masa sekarang kita nggak undang Dia, itu namanya nggak adil.'' Sahut Rania.

Dhea menatap Restu yang sudah mematung di samping Reina dan Rania.

''Karena ini hari ulang tahun kalian, Papa akan panggilkan Om Arya datang ke sini.''

Kini yang merasa kegirangan bukan hanya Reina dan Rania, tapi Yesi yang ada di samping Dhea pun berlonjak mendengar nama Arya.

Apa lagi setelah mendengarkan cerita dari Dhea semalam, bayang bayang Arya tak bisa lepas dari benak Yesi.

Terpaksa acara tiup lilin di jeda kembali seraya menunggu Restu yang kini melakukan panggilan untuk Arya.

''Halo, Res, tumben kamu telepon.'' jawab Arya dari seberang sana.

Di sela sela meeting pentingnya Arya mengangkat telepon yang juga menurutnya itu penting.

''Halo kak, ini Reina dan Rania, dia kan lagi ulang tahun, tapi dia nggak mau tiup lilin.''

''Loh kenapa?'' Arya menyahut dan meletakkan beberapa dokumen yang sempat di pegangnya.

''Dia mau kehadiran kakak,'' ucap Restu lagi, berharap Arya tidak mengecewakannya.

Arya menatap para klien yang ada di depannya, meeting itu penting, akan tetapi Arya merasa terenyuh mendengarkan ucapan Restu yang seperti memohon.

''Baiklah, bilang sama Rania dan Reina, aku akan datang, tunggu sebentar,'' ucap Arya sebelum mematikan teleponnya.

Arya menghirup napas dalam dalam.

''Sebelumnya saya minta maaf, karena untuk meeting ini kita tunda dulu.'' Ucap Arya ragu.

Dan sesuai ekspektasinya, banyak klien yang di penuhi tanda tanya.

''Kenapa, Tuan?'' tanya salah satu seorang pria tua di hadapannya.

''Karena putri dari sepupu saya membutuhkan saya, mereka menunggu kedatangan saya, dan saya nggak bisa membiarkannya begitu saja, kasihan.''

Kini di ruang rapat itu hanya saling berbisik, entah apa yang di bicarakan, Arya pun tak bisa hengkang begitu saja tanpa persetujuan mereka.

''Tapi ini juga penting, Tuan, dan kami tidak bisa mundur lagi.''

Arya beranjak dan menggebrak meja hingga Jojo dan Jeki serta Vita sang sekretaris itu kaget bukan kepalang. Apalagi yang lainnya, semua menciut.

''Kalu kalian tidak mau bekerja sama dengan perusahaan saya, silahkan keluar! Ini memang penting, tapi keluarga itu lebih penting dari apapun, dan saya tidak akan mengabaikan keluarga saya hanya demi pekerjaan." Tukas Arya dengan lantang.

Plok....plok.... plok.... tiba tiba saja suara tepuk tangan itu menggema dari klien yang paling ujung, seorang pria yang bertubuh sedikit lebar itu menghampiri Arya.

"Saya akan menunggu, lebih baik Tuan sekarang pulang, karena saya tau bagaimana rasanya di posisi Tuan, pekerjaan memang penting, tapi keluarga lebih utama."

"Terima kasih," seumur umur Arya tidak pernah seperti ini, namun saat nama Reina dan Rania itu terselip dihatinya, Arya tidak bisa menolak permintaannya.

Kini yang lain ikut setuju untuk menunda meeting yang seharusnya sudah kelar tersebut.

Dengan langkah lebarnya Arya keluar dari ruangan itu menghampiri Jojo dan Jeki.

"Sekarang kalian beli kado untuk Reina dan Rania, aku akan ke acara ulang tahun mereka duluan, aku nggak mau terlambat."

"Tapi, Tuan, biar kami antar Tuan dulu."

Arya menghentikan langkahnya menatap Jojo dengan tatapan tajam.

"Aku bisa nyetir sendiri, jadi kamu jalankan perintahku saja, jangan membantah."

Akhirnya Jojo dan Jeki diam menatap punggung Arya berlalu.

"Pertanyaan kamu itu salah," ucap Jeki yang gedeg dengan Jojo.

"Salah gimana?" keduanya ikut turun dengan tangga darurat.

"Harusnya kamu nanya, kita harus beli kado apa, kan kita nggak tau apa kesukaan bocah itu."

Jojo menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Bingung juga dengan tugasnya yang di luar jangkauan, jika selama ini mereka hanya bertugas tentang orang dewasa, kini Jojo dan Jeki harus berpikir keras supaya Arya tidak kecewa dengan mereka.

1
Lina Carolina
selalu suka karya author
Rosnah Yusuf
ikut baca ya thor, terima kasih /Smile/
🌹🪴eiv🪴🌹
terimakasih untuk tulisan indah mu thor

typo ya thor,yg paling aneh di apartemen tapi denger klakson dan deru mobil 🙈
🌹🪴eiv🪴🌹
harusnya mati 🤣🤣🤣🤣
🌹🪴eiv🪴🌹
bukannya tinggal di apartemen ya thor
kok di klakson mobilnya naik keatas 🙈😛
Nurlaila Hasan
Luar biasa
Al^Grizzly🐨
Harusnya ada Ceritanya kenapa Bisa kedua anaknya bisa berurusan dgn Polisi dan di anggap Pahlawan...apa keahlian kedua anaknya itu.
Hasanah Ana
astaga sking asyikx baca smpai gak kbaca tulisan tamat🤣🤣
Rafanda 2018
pasti hp mahal...jatuh kelantai ga apa apa
Rafanda 2018
sukurin ....katanya iQ tingi ko si kembar ga ada pinternya
Rafanda 2018
damar goblok.tolol cok....arya ceo jg goblok,penggawal dua jg tolol
Rafanda 2018
nyonya septi terlalu lebay anak da tua kaya anak kecil selalu di kekang
Rafanda 2018
cok,,,bertele tele...bercanda doang ga faedah
Rafanda 2018
karakter ator mungkin klo ada masalah mabok kenapa arya harus begitu kaya ator
Aidah Djafar
Ending mengharukan 😁😍
terharu biru 💕
makasih Thor 🙏
cerita ny keren 👌👍
Aidah Djafar
bahagia dari cerita kamar gelap sampai cerita kamar terang 🤦😁😂 Dhea vs Arya 😁😂😍
Aidah Djafar
belah duren malam kedua
Arya vs Dhea wkwkwkwk
Aidah Djafar
heeeem akhirnya jodoh nya Dhea Arya 😍 bahagianya akhirnya bersatu 🤔
cocok nih Restu sama Yesi 🤔 akhirnya Restu menemui tambatan hatinya yaitu sahabatny Dhea c Yesi 🤔
terus Maya sama siapa nih 🤔
Aidah Djafar
hadiah apa nih dari Restu🤔 Arya kah yg jadi pengantin pria 🤔
Aidah Djafar
Restu ngertiin donk biar gimana Arya biologisnya kembar lho 🤔🤦 klo Maya sih ngk usah di minta pengertian namany juga Mak lampir 🤦🤣🤣🤣
Rafanda 2018: restu sebagai saudara jg egois bin tolol
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!